Widget HTML #1

Pantun dan Sajak Semangat Bulan Juli: Kepada Hujan, Teranglah! Izinkan Aku Meraih Mimpi

Welcome Juli!

Tiada terasa waktu demi waktu berlalu secepat aku melupakan mantan, ya.

Eh. Maksudku, kemarin baru saja kita singgah di bulan Juni (ada pantunnya juga lho; di sini), sedangkan sekarang harus kembali menata semangat sejak awal Juli.

O ya, secarik gagasan yang perlu dirimu ketahui, Juli merupakan bulan ketujuh dalam almanak Gregorian.

Mengapa dinamakan Juli? Karena diksi tersebut dicomot dari nama Kaisar Romawi, Julius Caesar yang juga lahir di bulan Juli.

Oke, ilmu sudah kita dapatkan. Sekarang aku ingin menghadirkan seberkas inspirasi berupa pantun dan sajak bulan Juli. Isinya tiada lain ialah tentang semangat diri.

Pantun dan Sajak Semangat Bulan Juli Kepada Hujan, Teranglah! Izinkan Aku Meraih Mimpi
Pantun dan Sajak Semangat Bulan Juli Kepada Hujan, Teranglah! Izinkan Aku Meraih Mimpi. Dok. Gurupenyemangat.com

Selain itu, aku juga ingin sedikit menebar gemuruh kepada hujan seraya meminta izin kepadanya untuk meraih mimpi.

Penasaran? Oke, silakan disimak sajian Gurupenyemangat.com berikut, ya:

Pantun Semangat Bulan Juli

Wajan disebut juga kuali
Pekerja bangunan adalah kuli
Selamat datang Juli
Selamat tinggal anomali

Berkunjung ke rumah Sali
Aku meminta permen Yupi
Bersemangatlah di bulan Juli
Aku ingin segera meraih mimpi

Jangan cuci tangan tanpa digosok
Cuci tangan itu juga berseni
Jangan resah dengan hari esok
Berjuanglah maksimal di hari ini

Kuatkan hati kuatkan nyali
Jangan kita saling mendahului
Biarkan hujan membasahi Juli
Kepada masa lalu, tolong jangan menghantui

Tidurlah cepat dan semoga kau nyenyak
Jangan banyak begadang apalagi banyak tingkah
Harapanku hari ini dan besok tidak banyak
Jadikanlah bulan ketujuh ini penuh berkah

Jalan-jalan ke rumah Ahmad Dani
Sepulangnya aku dibelikan sekarung nasi
Pada momentum awal bulan ini
Buang putus asa dan jemputlah inspirasi

Hidup ini bukan selalu tentang uang
Tapi uang memang dibutuhkan oleh diri
Jadilah pagi untuk berjuang
Entah itu di bulan Juli atau esok hari

Pagi hari jemurlah pakaian yang basah
Jika sudah kering tolong kamu kabarin
Bulan ketujuh menghadirkan banyak kisah
Selesaikan apa yang telah kamu mulai kemarin

Saat ulangan aku butuh kertas buram
Sepulangnya kaki guruku malah kram
Jika Mei dan Juni bagimu suram
Bulan ini tolong jangan kau muram

Ambillah rambutan pakai jalah
Sesudahnya ikatlah dengan tali
Biarpun ada segunung masalah
Tetaplah semangat di bulan Juli

Pantun Motivasi Penuh Inspirasi di Bulan Juli

Pantun Motivasi Penuh Inspirasi di Bulan Juli
Pantun Motivasi Penuh Inspirasi di Bulan Juli. Dok. Canva.com

Bukankah motivasi di awal bulan itu penting? Setidaknya, bukan saja hati kita yang perlu dihibur melainkan juga dompet.

Lho, kok gitu sih?

Soalnya jika kita tidak perhatian dengan dompet, maka isinya akan segera kosong sebelum kita singgah di akhir bulan Juli.

Eh.

Tidak sampai segitunya pula, kali ya? Hahaha. Tapi, ya sudah. Setidaknya ada motivasi dan inspirasi yang perlu kita rawat setiap hari, setiap detik, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap waktu.

***

Anak balita sudah punya gigi
Anak mawar sudah tumbuh duri
Bulan Juli bukanlah elegi
Tapi tentang inspirasi diri

Jangan kau berhenti di tengah jalan
Pacu terus impian dalam diri
Motivasi bukan datang di awal bulan
Motivasi kita pupuk tiap hari

Duduklah dan bercerita jangan kau bosan
Mendekatlah kepadaku jangan kau diam di tepi papan
Jangan jadikan bulan ketujuh sebagai pelampiasan
Buanglah sesal masa lalu dan tataplah masa depan

Aku gemetar di saat genting
Ternyata aku baru saja makan dagin itik
Semangat itu selalu penting
Gapailah cita-citamu setiap detik

Anak SD sampai SMA sering pakai dasi
Sedangkan orang dewasa suka barang bersubsidi
Siapa lagi yang bisa menghadirkan motivasi
Hanya diri sendirilah yang lebih tahu tentang pribadi

Jika kau berutang tolong cepatlah bayar
Jangan biarkan amanahmu jadi buyar
Bulan Juni kemarin mungkin ambyar
Tapi bulan Juli semoga penuh gebyar

Pagi-pagi enaknya tumis sayur brokoli
Sembari berharap ada sebuah keajaiban
Matangkan persiapan di bulan Juli
Siapa tahu dirimu hendak berkurban

Jangan pernah malu bekerja sebagai petani
Soalnya petani juga bisa menjadi pengusaha
Manfaatkan segala peluang keberkahan di bulan ini
Mudah-mudahan umur kita sampai hingga idul adha

Tak perlu banyak dandak jika kau cantik
Seringlah mandi agar kutu tak bersarang
Bersemangatlah setiap hari setiap detik
Lalu jadilah inspirasi bagi semua orang

Sajak Hujan Bulan Juli

Sajak Bulan Juli
Sajak Bulan Juli. Dok. Canva

O ya, perlu diketahui bahwa puisi dan sajak itu cukup berbeda. Dibandingkan puisi, sajak memiliki arti yang lebih luas.

Meski begitu, susunan sajak lebih merdu jikalau kita tilik dari segi konotasi bunyi. Ada kemiripan, juga ada perpaduan makna yang bersatu dalam setiap larik-larik sajak.

Contohnya dapat dirimu cermati dalam sepenggal sajak dari WS Rendra yang berjudul “Orang-orang Miskin”.

Coba disimak sebentar, ya:

“Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh impian, janganlah mereka ditinggalkan.”

Coba amati bait sajak tersebut, WS Rendra menghadirkan satu garis makna tentang orang-orang miskin.

Segenap diksi seperti “jalan”, “selokan”, “pergulatan”, “impian”, dan “ditinggalkan” sejatinya begitu seirama dengan seperangkat realita yang dialami oleh orang-orang miskin di jalanan. 

Nah, jikalau kita bandingkan dengan puisi, puisi adalah bentuk karya sastra namun lebih terikat dengan aturan.

Puisi pula juga mengandung keindahan laksana sajak, namun puisi lebih bersifat umum karena dapat ditemui dalam rangkaian cerpen, karangan, hingga novel.

Dalam mendeskripsikan sebuah judul, seorang pemuisi menghadirkan berbagai metafora, simbol, bahkan ambiguitas.

Sajak Cahaya Bulan Juli

Karya Ozy V. Alandika

Sedari dulu aku membenci hujan
Sampai-sampai aku harus bersembunyi di sebalik dipan
Entah mengapa hujan menjadikanku seorang yang kesepian
Peluh dalam temaram dan kedukaan
Gelap dalam kesendirian

Aduhai hujan
Izinkan aku untuk kembali bersemangat
Aku sudah bosan dengan elegi dan kesepian
Segenap hati ini sudah terlampau basah dan berkeringat
Kesepianku butuh keramaian
Karena keramaian menghadirkanku inspirasi
Inspirasiku butuh cahaya teman
Karena cahaya menghadirkanku semangat

Sajak Semangat Penuh Inspirasi Bulan Juli

Sajak Semangat Bulan Juli
Sajak Semangat Bulan Juli. Dok. Canva

Bulan Juli mengajakku untuk bermimpi
Mimpi yang mengusir sepi
Berangan-angan dalam sendiri
Bercita-cita memperbaiki sanubari
Yang dulu penuh elegi
Yang terkadang rimpuh dalam sunyi
Semangat tergusur ditinggal si dia yang kusayangi
Ternyata aku salah berharap bukan kepada Ilahi
Segenap cintamu itu ilusi

Aku harus pasang alibi
Dirimu bukan lagi inspirasi
Petangmu bukan lagi pagi
Rasaku kini tak lagi berapi-api
Lihatlah mawar layu itu sudah berbunyi
Katanya dia iri
Karena bulan Juli tidak seperti bulan Juni
Bulan di mana aku dan dirimu menyemai mimpi
Mimpi untuk bersama menonton campursari
Di pelaminan megah dalam satu kursi

Tapi maaf untuk hari ini dan esok hari
Aku harus melupakanmu dan berdiri sendiri
Aku lebih semangat untuk meraih inspirasi
Maka izinkan aku menenggelamkanmu dalam sunyi
Selamat tinggal, dan aku akhiri di awal Juli.

Karya Ozy V. Alandika

***

Demikianlah segenap pantun dan sajak bulan Juli penuh semangat, motivasi, dan inspirasi yang bisa kuhadirkan di tengah lamunmu kepada sunyi.

Mudah-mudahan kesepian di hari kemarin bisa berbuah keramaian di hari ini. Optimis selalu untuk menggapai mimpi. Tenanglah, karena keajaiban bakal terjadi di setiap hari.

Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

Baca juga:

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

2 komentar untuk "Pantun dan Sajak Semangat Bulan Juli: Kepada Hujan, Teranglah! Izinkan Aku Meraih Mimpi"

Comment Author Avatar
SEMANGAT JULI !!!!
^_^
Comment Author Avatar
Gaspooool! Mudah-mudahan selalu cerah, Gan.

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)