Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Cara Belajar untuk Mengerjakan Ulangan Besok, Sistem Kebut Semalam Boleh tapi Ada Triknya

Cara Belajar untuk Mengerjakan Ulangan Besok
Cara Belajar untuk Mengerjakan Ulangan Besok, Sistem Kebut Semalam Boleh tapi Ada Triknya. Dok. Gurupenyemangat.com

“Bro, hari ini kita bakal ulangan IPS kan ya? Gimana dong, aku belum belajar nih?”

“Sama, Bro. Aku aja belum sempat buka buku. Materinya terlampau banyak. Mana bisa aku menghapal 5-6 bab buku dalam satu malam!”

Ehem. UN sudah dihapuskan, tapi UTS, UAS, bahkan Ulangan Harian sering kali menjadi momok yang cukup menegangkan, ya.

Hehehe. Biasa kok. Guru Penyemangat juga begitu.

Tapi…bila ada temanmu yang biasanya mendapat peringkat sepuluh besar namun mengaku tak belajar saat ulangan besok, kamu sebaiknya jangan terlalu percaya.

Boleh sih percaya, tapi percayalah bahwa dia sedang bohong! Hahaha

Aku serius loh, karena cara menghadapi ulangan tanpa belajar itu sebenarnya tidak ada. Mana bisa orang sukses melaksanakan ulangan tapi tidak pernah belajar.

Kecuali…

Kecuali setiap jam pelajaran ia tak pernah bolos, tak pernah sakit, dan selalu fokus mendengarkan penjelasan guru.

Nyatanya, nyaris tidak ada manusia di bumi ini yang seperti itu, kan? Apalagi siswa. Bahkan gurunya saja pernah absen alias tidak masuk kelas. Eh

Tapi…belajar sehari sebelum mengerjakan ulangan besok tidak selalu buruk kok. Boleh saja kita menerapkan cara sistem kebut semalam.

Nah, pada tulisan ini Gurupenyemangat.com akan membagikan segenap cara belajar agar para siswa sukses mengerjakan ulangan esok hari.

Apakah dijamin sukses?

Tidak ada jaminan, sih. Tapi ya, bukanlah cara ini lebih baik daripada kita tidak belajar sama sekali? Uhuk.

9 Cara Belajar untuk Ulangan, Begini Tips Agar Sistem Kebut Semalam Sukses

Cara Belajar untuk Ulangan
Cara Belajar untuk Ulangan. Dok. Gurupenyemangat.com

1. Cermati Intruksi Guru Tentang Kisi-kisi Ulangan

Dear Sobat Guru Penyemangat, kamu pasti sudah sangat mengerti bahwa guru zaman now tidak sejahat guru zaman old, kan?

Ya, guru hari ini cenderung berbaik hati memberikan kisi-kisi ulangan tepatnya beberapa hari sebelum ujian dimulai. Entah itu dicatat di papan tulis, didikte, atau dikirim via grup WhatsApp semuanya wajib untuk kamu cermati.

Sebagai seorang guru, diriku pula sering kali melakukan hal demikian di SD tempatku mengajar. Beberapa kali aku mengungkapkan, “Latih lagi materi tentang ini ya Nak, siapa tahu nanti Bapak masukkan sebagai soal ujian lho!”

Dan ketika ulangan kenaikan kelas atau ulangan akhir semester telah tiba? Yeay, akhirnya siswa menyadari bahwa apa yang aku katakan benar-benar aku lakukan. Hahaha.

2. Periksa Kelengkapan Catatanmu

Perlu kita ketahui, catatan materi pelajaran adalah kunci utama untuk menghadapi ulangan semester.

Kok bisa?

Soalnya, kebanyakan soal ulangan itu dikembangkan dari penjelasan guru saat mengajar baik di kelas online maupun offline. Mengapa kok seperti itu? Karena guru sejatinya sangat menghargai siswa yang fokus dan perhatian dalam belajar.

Dan...guru sudah menyadari bahwa akan ada banyak siswa yang merasa malas dan pura-pura menyimak pelajaran. Eh

Boleh Baca: 15 Langkah Mengatasi Kemalasan Belajar

Maka dari itulah, jika ada cara untuk menghadapi ulangan tanpa belajar, maka cara inilah yang menurut Guru Penyemangat paling jitu untuk kamu tempuh.

3. Pinjamlah Catatan Teman Sebentar

Apakah dirimu belum pernah bolos dalam satu semester ini? Alhamdulillah kalo begitu. Tapi jika ada beberapa hari di mana kamu terpaksa harus izin, maka aku sarankan segeralah periksa catatan temanmu yang rajin mencatat.

Untuk apa? Tiada lain ialah untuk memetik poin penting penjelasan guru ketika kamu tidak sekolah.

Percayalah bahwa catatan itu sangat berguna, walaupun kadang cuma satu atau bahkan setengah halaman.

Pengalaman Guru Penyemangat pribadi, dulu sewaktu masih SD ketika aku sakit, Ibuku rela mampir ke rumah temanku demi meminjam buku catatan pelajaran.

Gunanya tiada lain ialah agar kegiatan belajarku lebih ringan dalam menghadapi ulangan esok hari.

4. Buatlah Mind Mapping (Peta Pikiran)

Membuat Mind Mapping (Peta Pikiran)
Membuat Mind Mapping (Peta Pikiran). Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Jika esok hari kamu akan melaksanakan ulangan semester atau ujian lainnya yang materinya terdiri atas 5-7 bab, maka membuat mind map adalah jalan ninja yang sangat baik untuk ditempuh.

Kok gitu? Baik, kita kenalan sebentar ya dengan mind mapping.

Mind mapping alias peta pikiran adalah salah satu trik belajar terbaik yang dibuat oleh Tony Buzan selaku psikolog dari Inggris.

Dengan membuat mind mapping, materi belajar kita yang tadinya segunung alias ada ratusan halaman bisa disederhanakan menjadi 2-3 halaman buku tulis saja.

Apakah akan mengurangi esensi? Tidak. Karena mind mapping adalah metode merangkum materi kreatif, maka urusan menemukan esensi alias ide pokok dari setiap bab pelajaran jadi lebih mudah.

Makanya beberapa dari teman kita kadang suka sekali menggambar materi pelajaran di bukunya, atau mewarnai poin-poin penting. Hal itu dilakukan agar visualisasi dan imajinasi kita bisa lebih berkembang tanpa harus pening.

5. Tidak Perlu Membaca Semua Materi Pelajaran yang Diujiankan

Guru Penyemangat percaya bahwa Ulangan Harian relatif lebih ringan daripada Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Tengah Semester cenderung lebih gampang daripada Ulangan Akhir Semester maupun Ulangan Kenaikan Kelas.

Kok gitu, sih? Soalnya materi pelajaran yang perlu kita kuasai di Ulangan Harian cumalah sedikit. Ya, cuma satu bab. Paling-paling sebatas 10 halaman buku saja. Jadi ya, kadang tak perlu belajar juga kita bisa sukses mengerjakan ujian kok. Eh, kok jadi sombong gini sih! Ahaha

Boleh Baca: Cara Belajar yang Efektif dan Efisien di Rumah Maupun di Sekolah Saat Pandemi Corona

Nah, untuk persiapan ulangan semester besok misalnya; maka aku sarankan agar kita tidak perlu membaca semua materi pelajaran yang jumlahnya sampai ratusan halaman.

Ya, ujian semester biasanya ada 5-6 bab materi ajar yang perlu dilirik, kan? Sudah, tak perlu dilirik semua. Kita fokus saja ke mind mapping yang tadi sudah dibuat.

6. Baca dan Pahami Mind Mapping Secara Lantang

Setelah peta pikiran dan segenap corat-coret kreatif sudah kamu buat, maka mulailah untuk membaca dan memahaminya dengan lantang. Ingat, dengan lantang, bukan malah baca dalam hati!

Lho, kok gitu sih? Soalnya, di dalam Al-Quran Allah telah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan indera Pendengaran (Sam’a), Penglihatan (Absoro), dan Hati (Af’idah).

Maka dari itulah, kita harus memanfaatkan semua indera yang diciptakan Allah agar kegiatan persiapan ulangan esok hari menjadi lebih efekfif.

Secara teori, kalau semua indera diajak bekerja dan belajar, maka akan ada kesan yang ditangkap dari apa yang kita katakan. Di situlah ingatan tentang materi ajar akan kita dapatkan.

Dalam artian, kita bakal lebih mudah mengingat materi pelajaran saat diulang dengan cara membaca secara lantang.

7. Ulangi Materi Ulangan pada Malam dan Pagi Hari

Kapan Waktu Terbaik untuk Belajar?
Kapan Waktu Terbaik untuk Belajar? Dok. Gurupenyemangat.com

Kapan waktu belajar terbaik untuk persiapan ujian? Apakah pagi, siang, atau malam hari?

Platform Zenius Education tahun 2021 pernah melakukan survei di Twitter, dan hasilnya ada sebanyak 92% siswa lebih memilih belajar pada malam hari. Sisanya? Siang hari.

Boleh Baca: Bimbel Zenius, Ruangguru, dan Quipper, Mana yang Lebih Oke?

Apakah hal tersebut bisa kita terima? Sah-sah saja, sih. Tapi sebenarnya waktu belajar yang paling efektif bukanlah tentang siang atau malam melainkan ketika kita sedang berada dalam “acquistion mode”.

Apa itu “acquistion mode” dalam belajar? Bahasa Indonesianya ialah “mode akuisisi” yang secara sederhana bisa kita pahami sebagai waktu di saat kita sedang setuju untuk belajar. Ya, tepatnya pada saat kamu begitu ingin untuk membuka buku atau mempersiapkan ujian.

Jadi, untuk menghadapi ulangan esok hari, kamu bisa belajar kapan pun, karena waktu yang paling efektif bisa kapan saja, asalkan kita berniat menghadirkan “aquistion mode”.

Walau begitu, karena biasanya pada siang atau sore hari kamu bakal membuat mind mapping materi ulangan, maka ulangilah materi pelajaran berupa peta pikiran tadi pada malam hari sebelum tidur dan pagi hari sebelum kamu berangkat ke sekolah.

Tidak perlu lama-lama, materi ulangan bisa diulang antara 20-45 menit saja. Sembari mengulang mind mapping tadi, kita sebaiknya memahami, berlatih berpikir kritis, serta sesekali menebak-nebak seperti apa soal yang biasanya dihadirkan guru terkait materi tersebut.

8. Fokus

Mengapa tadi Guru Penyemangat hanya menghadirkan waktu belajar 20-45 menit saja? Karena sebenarnya durasi belajar itu tidak terlalu penting.

Jadi apa yang penting?

Fokus. Fokus dalam belajar, konsentrasi dalam belajar.

Dengan demikian, saat kamu ingin membaca, memahami, atau mengulangi materi ajar sebagai persiapan ujian, singkirkanlah sejenak tentang segala sesuatu yang mengganggu seperti handphone, suara bising, meja belajar yang kotor, dan beberapa hal kecil lainnya.

9. Jangan Begadang, karena Begadang Adalah Sistem Kebut Semalam yang Paling Tidak Efektif

Percayalah bahwa belajar semalam suntuk tidak akan menghasilkan banyak hal. Dan mohon maaf, Guru Penyemangat terpaksa harus mengatakan bahwa belajar dengan cara begadang adalah sistem kebut semalam yang paling tidak efektif untuk kamu tempuh.

Sungguh! Tidak ada gunanya belajar hingga jam 02.00 subuh, sedangkan pada pagi harinya kamu malah mengantuk dan sakit. Akan lebih baik bila kita mengulang pelajaran di malam hari dan tidur sebelum jam 21.00 WIB. Setelah itu bangun kembali pada jam 04.00 subuh.

Cara Mengerjakan Ulangan yang Efektif dan Tidak Bikin Pening

Cara Mengerjakan Ulangan yang Efektif dan Tidak Bikin Pening
Cara Mengerjakan Ulangan yang Efektif dan Tidak Bikin Pening. Dok. Gurupenyemangat.com

Terkadang kita sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, eh tapi ketika mengerjakan ulangan kepala ini jadi pening dan waktu terasa berlalu sangat cepat.

Kamu pernah mengalami hal seperti itu, kan?

Nah, jika sering-sering mengalami hal tersebut, bisa jadi nilai ujian kita jelek dan kurang maksimal.

Maka dari itulah, di sini Guru Penyemangat ingin menghadirkan cara mengerjakan ulangan yang efektif dan tidak bikin pening.

1. Berdoa Sebelum Ulangan

Tekanan batin sesaat sebelum ujian itu sering kali memberatkan pikiran dan hati kita. Tambah lagi ketika ada teman yang berkoar, “Wah, pengawas ujian hari ini Bapak Anu”, atau “Wah, sepertinya soal ulangan ini sangat sulit.”

Nah, cara terbaik untuk menghadapinya versi Guru Penyemangat ialah memulai dengan doa. Mengapa begitu? Karena saat berdoa, saat itu pula kita sedang meminta bantuan Allah untuk memudahkan segala urusan, termasuk untuk mengerjakan ulangan dengan lancar.

Berikut pilihan doa sebelum ulangan yang bisa Guru Penyemangat hadirkan lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan terjemahannya:

  • Doa Agar Dimudahkan Segala Urusan Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي, يَفْقَهُوا  قَوْلِي

Bacaan Latin: “Robbis rohlii shodrii wayas sirlii amrii, wahlul’uqdatam millisaanii. Yafqohuu qoulii.”

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (Bisa dicermati dalam QS Thaahaa : 25-28)

  • Doa Agar Dimudahkan Mengerjakan Ulangan dengan Bacaan Latin dan Artinya

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Bacaan Latin: “Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan.”

Artinya : “Ya Allah! Tiada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan yang sulit bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

Boleh Baca: 8 Cara Belajar Efektif Menurut Islam, Mulailah dengan Niat Semata Karena Allah

2. Cermati Perintah Soal, Jenis Soal, dan Durasi Pengerjaan Ulangan

Setelah berdoa, biasanya kita akan dibagikan soal ujian. Jika sudah dibagikan, segeralah periksa jenis soal, baca perintah soal, dan lihat pula durasi pengerjaan Soal.

Misalnya durasi pengerjaan soal ialah 60 menit, sedangkan jumlah soal pilihan ganda ada 40 dan soal esai ada 5. Dengan demikian, kamu perlu mengerjakan soal pilihan ganda sedikit lebih cepat agar bisa fokus menjawab soal esai yang biasanya meminta jawaban cukup panjang.

3. Langsung Baca Soal, Jangan Baperan dengan Panjangnya Wacana

Kamu sedang ulangan tematik, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris? Maka sudah dipastikan bahwa dirimu bakal bertemu dengan soal berbentuk wacana yang kadang panjangnya lebih dari 5 paragraf. Hahaha

Tenang, jangan panik dan jangan pula pening. Tidak usah dibaca wacana tersebut, kita langsung saja fokus dengan apa pertanyaannya. Mungkin tentang ide pokok, tentang kalimat yang salah, atau tentang frasa sinonim kata.

Dengan langsung membaca soal, kamu bisa menghemat waktu dan tidak dibikin pusing oleh panjangnya wacana. Ya kan, namanya juga wacana. Ehem

4. Cari Soal yang Paling Mudah dan Kerjakan Minimal 70% Soal yang Kamu yakin Jawabannya Benar

Hemm. Semua orang juga pasti akan bilang bahwa mengerjakan soal ulangan dimulai dari yang paling mudah dulu.

Ya, kita harus setuju, sih. Dan sebagai tambahan, sembari mengerjakan soal ulangan yang paling mudah, setidaknya kita perlu berusaha menyelesaikan 70% soal ujian dengan jawaban yang yakin benar.

Biar mengapa? Biar nanti minimal hasil ulangan bernilai 70 sudah di tangan. Ya, sebagai antisipasi saja, sih. Siapa tahu nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehabisan waktu.

5. Daripada Main Tebak-tebak Kancing Baju, Mendingkan Manfaatkan Rumus Peluang

Daripada Main Tebak-tebak Kancing Baju, Mendingkan Manfaatkan Rumus Peluang
Daripada Main Tebak-tebak Kancing Baju, Mendingkan Manfaatkan Rumus Peluang. Dok. Gurupenyemangat.com

Ujian tidak selalu mudah. Guru Penyemangat yakin itu. Bahkan terkadang tips dan trik menghadapi ulangan nyaris tidak berguna ketika dirimu menemukan begitu banyak soal yang sulit.

Tapi kentang. Eh, maksudnya tenang. Tenang saja, semua ada solusinya.

Biasanya kalau mendapat soal pilihan ganda namun kamu tidak tahu jawabannya, kita bakal memilih untuk menggunakan metode tebak-tebakan menggunakan kancing baju disertai dengan harapan agar jawabannya benar.

Tidak sepenuhnya salah sih, tapi menurut Guru Penyemangat metode tersebut tidaklah efektif.

Akan lebih baik bila kita memanfaatkan rumus peluang untuk mendapat peluang jawaban benar yang lebih banyak.

Maksudnya bagaimana sih?

Begini; semisal ada 7 soal pilihan ganda yang kamu sendiri benar-benar tidak tahu apa pilihan jawaban yang benar.

Jika dari ketujuh soal tersebut jawabannya kamu cari menggunakan kancing baju, maka sudah pasti hasilnya akan acak.

Daripada seperti itu, mendingan kamu gunakan rumus peluang dengan memilih satu pilihan jawaban yang sama.

Maksudnya begini; 7 soal tadi, kamu pilih saja jawabannya A semua, B semua, atau C semua.

Kok gitu? Bersandar pada rumus peluang, kesempatanmu menjawab benar adalah 1/7 kan?

Nah, rumus ini lebih mendingan daripada main tebak-tebakan kancing baju yang sangat absurd kebenarannya.

Walau begitu, terlebih dahulu kamu perlu menghitung berapa jumlah jawaban A, B, C atau D yang sudah kamu jawab dan itu kamu yakini benar.

Kalau pilihan jawaban A sudah banyak, maka dari 7 soal tadi kamu bisa menjawab pilihan jawaban lain yang masih sedikit. Misalnya jawaban B yang paling sedikit, maka 7 soal tadi mendingan kita isi B semua.

***

Nah, demikianlah tadi segenap sajian Guru Penyemangat tentang cara belajar untuk mengerjakan ulangan esok dengan sistem kebut semalam yang disempurnakan alias disertai dengan trik khusus.

Semoga bermanfaat, ya.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "9 Cara Belajar untuk Mengerjakan Ulangan Besok, Sistem Kebut Semalam Boleh tapi Ada Triknya"

Promo Cashback & Voucher Shopee