Widget HTML #1

Tugas Analisa Bahan Ajar Modul Akidah Akhlak KB 4 Materi Konsep Khauf dalam Tafsir Al-Misbah

Berikut GuruPenyemangat.com hadirkan contoh Tugas Analisa Bahan Ajar Modul Akidah Akhlak KB 4 Materi Konsep Khauf dalam Tafsir Al-Misbah untuk melengkapi tugas PPG PAI.

Tugas Analisa Bahan Ajar KB 4 Modul Akidah Akhlak
Tugas Analisa Bahan Ajar KB 4 Modul Akidah Akhlak. Designed by GuruPenyemangat.com

TULISLAH 5 KONSEP DAN DESKRIPSINYA YANG ANDA TEMUKAN DI DALAM BAHAN AJAR.

1. Konsep Khauf Positif

Ketakutan adalah sesuatu yang bersifat naluriah atau alamiah yang terdapat dalam diri manusia dan makhluk lain, seperti binatang. Ia merupakan suatu kewajaran selama berada pada tataran yang normal. Apabila rasa takut hilang pada diri manusia, maka dapat berakibat fatal, seseorang mungkin bisa saja tidak takut melompat dari gedung yang tinggi, bardiri di atas rel kereta api yang di atasnya kereta sedang berjalan dan lain sebagainaya. Ketiadaan rasa takut seperti ini malah merupakan sikap abnormal. Bahkan ia juga dapat berakibat buruk apabila rasa takut mengalahkan akal sehat dan menekan keberanian. Ketakuatan yang tidak beralasan dapat mengubur segala impian dan harapan, hidup tanpa semangat, bahkan hidup akan menjadi stagnan kerana takut melakukan sesuatu. Takut dalam bentuknya yang murni, merupakan sesuatu yang alamiah dan bersifat naluriah yang memperingatkan seseorang dari bahaya dan kecelakaan yang akan menimpanya, laksana lampu merah dipersimpangan jalan. Ia dapat berfungsi sebagai peringatan untuk berhati-hati dalam bertindak melangkah. Takut yang positif adalah takut yang wajar, yang mebuat seseorang berhati-hati misalnya menyeberang jalan yang ramaio dengan kendaraan, membuat seseorang berlindung di tempat yang aman ketika terjadi gempa, dan sebagainya. Takut posotif membuat orang waspada dengan perhitungan yang berdasarkan pada kenyataan-kenyataan yang riil. Dalam hal ini, takut positif yang dimaksud adalah takut kepada Allah Swt., bahkan takut kepada Allah Swt adalah sebagai takut yang wajib pada setiap orang yang beriman.

2. Konsep Khauf Negatif

Takut yang negative sebenarnya adalah bagian dari penyakit rohani atau jiwa. Ia dianggap sebagai salah satu perusak kepribadian seseorang, serta meruntuhkan dan menghambat kemajuan. Dalam istilah psikologis biasa disebut phobia atau cemas (takut yang berlegih-lebihan).53 Takut yang semacam ini banyak macam dan jumlahnya yang bisa dikatakan meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Misalnya, takut atau cemas menghadapi masa depan, tidurnya terganggu karena merasa dibayangi maling, tidak mau berdagang karena takut rugi, tidak mau berlayar karena takut tenggelam, dan sebagainya, yang kadang pula dengan alasan tidak tertentu. Adnan Syarif, seorang pakar kejiwaan, membedakan ketakutan dan kecemasan dalam dua hal yaitu, penyakit ketakutan dan kecemasan dengan ketakutan dan kecemasan bersifat alamiah atau fsikologis.54 Hal yang terakhir ini merupakan perasaan kejiwaan berupa kesempitan yang dalam keadaan tertentu sering disertai dengan berbagai perubahan psikologis dalam menjalankan fungsi sebagian besar anggota tubuh.

3. Konsep Khauf Menurut Ulama Sufi

Khauf merupakan suatu hal sangat urgen dalam kajian mistisime dalam Islam, bagi orang yang hendak menempuh jalan (suluk) kepada Tuhan. Jika hendak mengkaji khauf dalam berbagai literature mistisisme Islam, maka akan ditemukan bahwa ia termasuk kajian ahwal (keadaan-keadaan psikologi sufi). Hampir semua literatur tentang tasawuf yang membahas mengenai khauf, dibahas di dalam hal atau ahwal. Walaupun hampir semua jumhur sufi sepakat bahwa khauf berada tataran ahwal, namun ada beberapa ulama yang berbeda pendapat, seperti al-Qusyairi, memasukkan khauf ke dalam maqam. Pembahasan mengenai khauf dalam tasawuf tidak bisa dipisahkan dari pembahasan tentang raja’ (harapan). Khauf dan Raja’ bagaikan dua sisi koin yang tak terpisahkan. Dalam istilah al-Ghazali adalah “dua sayap, yang dengan kedua sayap itu orang-orang mendekatkan diri (muqarrabin) menuju tempat-tempat terpuji”, atau “ia (khauf dan raja) adalah dua pedang, dengan ke dua pedang itu orang yang berjalan menuju akhirat (salik) memutus semua tebing yang sukar didaki.

4. Konsep Khauf Menurut Quraish Shihab

M. Quraish Shihab memahami bahwa khauf merupakan salah satu factor utama dari lahirnya amal-amal saleh dan menghindari diri dari keburukan, dan menghindar keburukan (takhalli) lebih diutamakan dari pada menghiasi diri dari kebaikan (tahili). M. Quraish menafsirkan bahwa rasa takut dalam ayat di atas adalah rasa takut yang dimiliki oleh Rasulullah yang ditujukan kepada ’În1u‘, yaitu Allah. Sifat Rabubiyah inilah yang menjadikan Rasulullah SAW takut. Di dalam Al-Quran hampir seluruh ayat tentang khauf yang dikaitkan kepada Allah selalu menggunakan kata ’În1u‘ , ini berarti Al-Quran menganjurkan bahwa takut kepada Allah itu hendaknya karena berupa kekaguman akan keagungan dan kebesaran-Nya.

5. Konsep Implikasi Khauf

Khauf merupakan keadaan dimana jiwa berada pada keadaan takut, maka dampaknya akan terlihat pada fisik seperti pucat atau tubuh gemetar, atau pada tingkah laku dan perbuatan. Khauf bagi para penempuh perjalanan spiritual bukanlah tujuan utama dalam arti tujuan yang sebenarnya, bukan untuk membuat agar takut semata-mata, melainkan harus menjadikan rasa takut sebagai sarana untuk memperbaiki keadaan mereka. Seandainya rasa takut adalah tujuan yang menajdi sasaran, tentulah rasa takut tidak akan pernah hilang dari penduduk surga. Prinsip mereka adalah barang siapa yang merasa takut pada hari ini (dalam kehidupan dunia), niscaya akan merasa aman pada hari esoknya (hari kiamat nanti): dan barang siapa yang merasa aman pada hari ini, niscaya akan merasa takut pada hari esok. Yakni merasa takut dari ancaman-ancaman Allah dalam berbuat dosa. Oleh karena itu, dalam kehidupan, takut disamping merupakan penyakit jiwa, juga merupakan satu hal yang sangat penting dalam membina akhlak manusia.

LAKUKAN EVALUASI DAN REFLEKSI ATAS PEMAPARAN MATERI PADA BAHAN AJAR.

Evaluasi yang bisa didapat dari pemaparan bahan ajar di atas yaitu: perasaan takut yang benar sebagai inti dari pokok pikiran Tasawuf M. Quraish Shihab tentang khauf adalah memberikan pemahaman bahwa sesungguhnya Allah adalah Rabb al-‘Alamin yang berarti Allah adalah Pemelihara, Pembimbing. Dari sini beliau memahami bahwa inti takut sesungguhnya adalah takut karena melihat dan mengetahui betul akan kebesaran dan kemuliaan yang dimiliki oleh Rabb al-‘Alamin, sehingga takut untuk melanggar perintah-Nya dan takut untuk melaksanakan larangan-Nya serta takut tidak melihat maqam-Nya. Di dalam Al-Quran, hampir semua ayat yang berbicara tentang khauf kepada Allah selalu menggandeng kata Rabb itu membuktikan bahwa takut sesungguhnya hanya kepada Allah Swt.

Adapun refleksi yang bisa dipetik ialah: Pemahaman terhadap khauf yang benar akan mengantarkan seseorang pada perilaku terpuji, terutama pada hal kedekatan (qurb) kepada Tuhan. Karena dalam qurb terhadap hub (cinta) yang dapat menjadikan seseorang mengenal (ma’rifah) kepada Tuhan semesta alam. Selain itu, melihat bahwa begitu banyak ayat yang berbicara mengenai khauf dalam Al-Quran, maka ini berarti diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan lebih komperenshif lagi, tidak hanya sebatas kajian Tasawuf belaka dan pandangan satu tokoh saja.

TULISLAH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TERKAIT DENGAN PENJELASAN MATERI PADA BAHAN AJAR.

Kelebihan:

1. Bahan ajar yang disajikan diulas secara mendalam dan lengkap, serta didukung dengan sumber keilmuan yang kaya.

2. Penulis pada bahan ajar sudah mencoba untuk mendalami pemikiran tokoh yang dalam hal ini yaitu M. Quraish Shihab sehingga pada pembahasannya para pembaca bisa menangkap dari sudut pandang mana sang tokoh menuangkan pemikirannya tentang khauf.

3. Bahan ajar disajikan dengan judul, subjudul, dan sub-sub judul yang sistematis sehingga membantu memudahkan para pembaca untuk menemukan poin-poin penting.

Kekurangan:

1. Pada bahan ajar belum diulas secara khusus tentang arah dan sudut pandang pemikiran M. Quraish Shihab sehingga menjadikan pemikiran tersebut memiliki nilai keunikan dan spesial bila dibandingkan dengan tokoh lainnya.

2. Belum ditemukan sebuah peta konsep sederhana atau daftar tabel yang membantu pembaca dalam memahami konsep khauf menurut tokoh yang diulas.

KAITKAN ISI BAHAN AJAR DENGAN NILAI MODERASI BERAGAMA.

Sejatinya takut merupakan suatiu kondisi jiwa yang sifatnya alami dan ia termasuk sesuatu yang bersifat naluriyah. Hampir semua tingkah laku dan perbuatan manusia berlandaskan rasa takut. Tidak mengherankan, jika manusia selalu mencari dan bahkan menciptakan sesuatu, baik yang sifatnya materi atau non materi, untuk melindunginya dari ketidak-nyamanan, ketakutan, kegelisahan dan atau kecemasan. Dari konsep dan pemahaman ini, nilai-nilai moderasi beragama menjadi poin penting, terutama bisa dimasukkan kepada takut terhadap perintah Allah dalam hubungan manusia dengan sesamanya sebagai wujud nilai-nilai toleransi, tenggang rasa, hingga saling menghargai. Takut bukan hanya terhadap perintah Allah secara langsung, melainkan juga takut jika mencederai hubungan hamblum-minannas karena hal tersebut juga merupakan wujud khauf kepada Allah.

Lanjut Baca:

LK KB 1 Modul Akidah Akhlak

LK KB 2 Modul Akidah Akhlak

LK KB 3 Modul Akidah Akhlak

LK KB 4 Modul Akidah Akhlak

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "Tugas Analisa Bahan Ajar Modul Akidah Akhlak KB 4 Materi Konsep Khauf dalam Tafsir Al-Misbah"