Widget HTML #1

2 Bacaan Doa Ketika Marah, Redamlah Emosi dengan Air Wudhu

Bismillah.

Sobat Guru Penyemangat, marah adalah sifat setan yang seringkali mudah untuk menghampiri seseorang.

Marah merupakan perilaku ketika seseorang merasa tidak senang, merasa kecewa, atau bahkan merasa sakit hati terhadap apa yang ia lihat, ia dengan, ia rasakan, atau pun yang ia baca.

Bisa kita temukan bersama di zaman sekarang ini bahwa marah tidak hanya terbatas pada percakapan nyata melainkan juga bisa melalui chatting, tweet, hingga komentar di media sosial.

Bacaan Doa Ketika Marah
Bacaan Doa Ketika Marah. Dok. GuruPenyemangat.com

Saat seseorang mulai tersulut emosinya, tak jarang kata-kata kotor pun keluar, tangan menjadi ringan untuk memukul, kaki menjadi enteng untuk menendang, bahkan mata terus memerah demi bisa meluapkan emosinya.

Tapi, apa yang terjadi ketika seseorang sudah melepaskan amarahnya? Ia bakal menyesal karena berhasil merusak dirinya sendiri, menyakiti orang lain, atau bahkan merusak benda-benda di sekitarnya.

Berikut disajikan dua bacaan doa ketika marah teks Arab dan latinnya disertai cara mengendalikan emosi sesuai tuntunan Islam.

Mari disimak ya:

Menahan Amarah dalam Islam

Islam adalah agama yang sangat detail. Tidak hanya sekadar mengatur tata cara ibadah, Islam juga mengatur tata cara berperilaku maupun bersikap, termasuklah dalam menahan amarah.

Dalam Al-Qur’an, perilaku marah itu adalah salah satu ulah setan yang sedang menggoda dan menggangu manusia. Detailnya bisa kita baca dalam QS Fussilat ayat 36:

يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ.

Bacaan Latin:

Yulaqqoohaaaaa illaa dzuuhatin ‘aziimin fasta’idz billaahi innahuu huwas-samii’ul’aliim.

Artinya:

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Lebih daripada itu, di dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 133-134, Allah juga menerangkan ciri-ciri orang yang bertakwa, salah satunya ialah “Walkazhimiinal ghoizo wal’afiina ‘anin-nass” yaitu orang-orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.

Bagaimana dengan kalam Nabi Muhammad SAW terkait orang-orang yang mampu mengendalikan emosi.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang-orang yang mampu menahan amarah itu lebih hebat daripada raja gulat.

 لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Bacaan Latin:

Laisas-syadiidu bish-shuro’ati innamas-syadiidulladzii yamliku nafsahu ‘indal ghadabi.

Artinya:

Tidaklah orang yang kuat adalah orang yang pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah." Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari Nomor 5649 dalam Kitab Adab.

Nah, ternyata orang-orang yang mampu menahan diri untuk tidak marah adalah orang yang hebat menurut Islam, kan?

Bahkan menahan emosi adalah salah satu jalan yang Allah siapkan untuk hamba-Nya untuk merengkuh takwa.

Tapi, bagaimana bila memang emosi kita sudah mulai tersulut layaknya api yang mulai merayapi kertas dan daun kering?

Untuk mengantisipasi agar marahnya kita tidak terlewat batas, maka sebaiknya kita mengamalkan dua doa berikut.

2 Doa Ketika Marah Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Doa Ketika Marah Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
Doa Ketika Marah Sesuai Anjuran Rasulullah SAW. Dok. GuruPenyemangat.com

Ada dua doa yang masyhur tertuang dalam hadis Rasulullah SAW yang bisa menjadi tuntutan seorang muslim dalam mengontrol emosi dan meredakan kemarahan.

1. Mengucapkan Ta’awudz

Di dalam kitab al-adzkar karya Imam An-Nawawi, dikutip Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang isinya seperti ini:

Sulaiman bin Shurad berkata: “Aku duduk bersama Rasulullah SAW dan di situ ada dua orang saling memaki.” Salah satu dari keduanya sudah merah kumanya dan menegang urat lehernya. Maka, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya aku tahu perkataan yang jika diucapkannya, hilanglah kemarahannya. Apabila ia mengucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, akan lenyaplah kemarahannya.” Para sahabat berkata kepadanya: Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Orang itu menjawab: “Apakah saya digoda setan?”

Berdasarkan hadis yang cukup panjang di atas, maka sunnah Rasulullah SAW yang diajarkan kepada kita ketika sedang atau mulai ingin marah ialah membaca ta’awudz, yaitu:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bacaan Latin:

A’uudzubillaahiminas-syaitoonirrojiim.

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Mengucapkan Ta’awudz untuk Menghilangkan Marah
Mengucapkan Ta’awudz untuk Menghilangkan Marah. Dok. GuruPenyemangat.com

Ketika emosi mulai memuncak, biasanya kesadaran dan fokus kita mulai terganggu. Maka dari itu, sebaiknya kita membaca ta’awudz dengan perlahan tidak hanya dalam hati melainkan juga dilafazkan.

Bacalah ta’awudz beberapa kali ulang seraya memohon kepada Allah agar hati kita mendapat ketenangan, hingganya mata yang tadi memerah mulai memadam, dan urat leher yang tadinya menegang kembali mengendur.

Boleh Baca: 7 Dosa Tubuh Menurut Imam Al-Ghazali

2. Membaca Doa yang Rasul Ajarkan kepada Aisyah RA

Dalam hadis riwayat Ibnu Sunni, pada suatu hari Nabi Muhammad SAW pernah mendatangi Aisyah ketika beliau sedang marah. Pada saat itu pula Rasul memegang hidung Aisyah, lalu mengelusnya sembari meminta beliau untuk mengucapkan doa:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Bacaan Latin:

Allaahummaghfirlii dzambii, wa adzhib ghoizho qolbii, wa ajirnii minas-syaitooni.

Artinya:

Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan lindungilah aku dari setan. HR Ibnu Sunni.

Doa Ketika Marah yang Rasul Ajarkan kepada Aisyah RA
Doa Ketika Marah yang Rasul Ajarkan kepada Aisyah RA. Dok. GuruPenyemangat.com

Ketika membaca doa di atas, sebaiknya Sobat melafazkannya secara tartil atau perlahan seraya melibatkan hati. Ada baiknya mengulang-ulang doa agar hati yang tadinya sedang mengeras karena emosi bisa segera lembut kembali.

Boleh Baca: 8 Cara Belajar Efektif dalam Islam, Dimulai dari Niat dan Jangan Lupa Berdoa

Cara Menghilangkan Marah dalam Islam, Mari Kita Mengelola Emosi dengan Bijak

Selain mengucapkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di atas, kita juga perlu melakukan tindakan tertentu untuk segera meredakan tingginya emosi.

Nah, berikut anjuran perbuatan yang sebaiknya kita lakukan agar bisa segera mengatasi dan menghilangkan marah:

Cara Menghilangkan Marah dalam Islam
Cara Menghilangkan Marah dalam Islam. Dok. GuruPenyemangat.com

1. Berwudhu

Tertuang dalam Sunan Abu Dawud dari jalur riwayat Atiyah bin Urwah As-Sa’adi, bahwa Rasulullah SAW berkalam:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Bacaan Latin:

Innal ghodoba minas-syaitooni wa innas-syaitoona khuliqo minannaari wa innamaa tuthfa-unnaaru bil-maa-I faidzaa ghodiba ahadukum falyatawaad-dho’.

Artinya:

"Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api, sementara api akan mati dengan air, maka jika salah seorang dari kalian marah hendaklah berwudhu." HR Imam Abu Dawud Nomor 4152 dalam Kitab Adab.

Dari hadis di atas, sesuai dengan anjuran Rasulullah bahwa orang yang beriman ketika ia sedang marah maka hendaklah ia bergegas untuk mengambil air wudhu. Dengan air wudhu, insyaAllah hati akan kembali menjadi tenang dan emosi bisa dikontrol dengan baik.

2. Sabar

Dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah diterangkan bahwa:

وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ 

Bacaan Latin:

Was-shobru diyaa-un.

Artinya:

Dan sabar itu adalah sinar.

Membicarakan sabar memang mudah, namun perilakunya mungkin amatlah susah. Namun, kembali lagi kita membaca Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 133-134 bahwa menahan amarah itu adalah salah satu ciri orang bertakwa, dan cara menahan amarah ialah dengan kesabaran.

3. Diam

Sobat Guru Penyemangat, ketika seseorang sedang marah, terkadang apa-apa yang terucap dari lisannya sudah tidak mampu terkontrol lagi. Bahkan tidak hanya ucapan kotor, ucapan fitnah pun bisa muncul dan bisa saja makin memperparah keributan.

Maka dari itu, solusi terbaik untuk menahan amarah ialah diam. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ 

Bacaan Latin:

Man kaana yu’minu billaahi wal yaumil aakhiri falyaqul khoiron au liyasmut.

Artinya:

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam. HR. Imam Bukhari.

Imam Bukhari secara khusus memasukkan hadis di atas ke dalam Kitab Hal-hal yang melunakkan hati. Artinya, secara tidak langsung perilaku diam adalah salah satu jalan untuk melembutkan qalbu kita.

Meski sudah mampu diam, sebaiknya kita benar-benar berusaha untuk mengontrol emosi dan jangan sampai meluapkan kemarahan dengan menghancurkan benda-benda lain.

Di sekitar kita, termasuk pengalaman Guru Penyemangat pribadi bahwa pernah ditemukan beberapa anak yang mampu menahan tangis, menahan amarah, namun ia malah meluapkan kemarahannya dengan menghancurkan pensil, mematahkan pena, hingga memukul dan menendang pintu.

Sebaiknya sejak dini kita ajari anak-anak kita, saudara-saudara kita serta teman-teman kita untuk tidak melampiaskan amarah dengan cara yang merusak.

Boleh Baca: Menjaga Lisan sebagai Cabang Iman Seorang Hamba (Disarikan dari Kitab Qomi’uth Thughyan)

4. Beristighfar

Istighfar adalah obat hati yang paling ampuh. Bila diibaratkan orang yang sedang mandi, maka bacaan istigfar adalah pembersih hati dari kotoran, dan bacaan shalawat adalah pengharum tubuh selayaknya sabun.

Ketika sedang marah, maka ucapkanlah istigfar seraya meneguhkan dalam hati bahwa “Aku bermohon ampun kepada Allah”.

Dengan rajinnya beristigfar, mudah-mudahan hati yang tadinya dikuasai oleh amarah bisa kembali lunak dan luluh menuju kedamaian.

Boleh Baca: Sudahkah Kita Membiasakan Diri untuk Beristigfar?

5. Segera Memaafkan

Tak ada gunanya bermusuhan, apalagi sampai menyimpan dendam. Ketika sedang marah, kemudian marah tersebut berhasil ditenangkan, maka marilah kita sama-sama saling memaafkan.

Tidak perlu menunggu lebaran untuk jabat tangan, karena maaf harus segera ditunaikan secepat mungkin.

Boleh Baca: 6 Cara Menghadapi Orang yang Terbiasa Berkata-kata Kasar dan Kotor

***

Demikianlah tadi segenap sajian GuruPenyemangat.com tentang bacaan doa ketika marah dan tips-tips untuk menghilangkan marah sesuai tuntunan Islam berdasarkan dalil Qur’an dan Sunnah.

Semoga bermanfaat ya
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "2 Bacaan Doa Ketika Marah, Redamlah Emosi dengan Air Wudhu"