Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Sudahkah Kita Terbiasa Mengucap Kalimat Istigfar?

Sudahkah Kita Terbiasa Mengucap Kalimat Istigfar
Sudahkah Kita Terbiasa Mengucap Kalimat Istigfar? Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat!

Sebelum melanjutkan membaca, mari renungkan dulu, apakah pernah melakukan perbuatan dosa? 

Sebagai manusia tentu tidak akan lepas dari kesalahan karena manusia adalah makhluk yang memiliki banyak kelemahan.

Perbuatan dosa terbagi menjadi dua, yakni dosa kepada Allah SWT dan dosa kepada sesama manusia. 

Sudah bisa dipastikan dosa terhadap sang Pencipta karena tidak melaksanakan perintah-Nya juga melanggar larangan-Nya.

Orang yang melakukan dosa lalu menyadarinya, harus segera bertobat dan memohon ampun. Permohonan ampun kepada Allah Swt. dengan cara membaca istigfar, berjanji tidak mengulanginya lagi.

Sedangkan mohon ampun atas dosa kepada manusia, segera membaca kalimat istigfar lalu meminta maaf kepada orang yang dizalimi. 

Berikut akan kita pelajari kalimat istigfar lebih dalam agar bisa diaplikasikan setiap saat dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian dan Bacaan Kalimat Istigfar

Kalimat istigfar adalah permohonan ampunan kepada Allah Swt. atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Membaca istigfar sebagai bukti bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut.

Bacaan istigfar:

أَسْتَغِفِرُ اللهَ العَظِيْم

Astagfirullahal’azim

Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.”

Dengan membaca kalimat istigfar berarti mengakui bahwa Allah Swt., Maha Pengampun. Allah Swt. akan mengampuni seluruh dosa manusia yang memohon ampunan baik sedikit maupun banyak. 

Kapan Kita Mengucapkan Kalimat Istigfar?

Tidak ada batasan waktu untuk membaca kalimat istigfar, bisa dibaca kapan saja, baik secara pelan atau keras. Namun, ada adab dan waktu yang lebih baik dalam pengucapannya. Berikut penjelasannya.

1. Ketika Melakukan Kesalahan

Orang yang melakukan kekeliruan baik disengaja atau tidak, dianjurkan mengucapkan kalimat istigfar. 

Kesalahan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tidak mengerjakan PR, bolos sekolah, menjatuhkan gelas, berbuat salah kepada orang lain. 

Seorang muslim yang melakukan kesalahan terhadap orang lain hendaknya meminta maaf kepada orang tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.   

2. Melupakan kewajiban kepada Allah Swt.

Seorang muslim yang melupakan perintah Allah Swt. termasuk perbuatan dosa. Lupa terhadap anjuran Allah Swt., misalnya, lupa tidak wudu sebelum salat, lupa makan minum ketika puasa dan lain-lain.

Ketika seorang lupa lalu mengingatnya, segera membaca kalimat istigfar “Astagfirullahal’azim” sebagai wujud penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah Swt.

Boleh Baca: Kumpulan Ayat Tentang Larangan Berputus Asa Terhadap Rahmat Allah

3. Ketika Melaksanakan Salat, Saat Duduk di Antara Dua Sujud

Saat seorang muslim melaksanakan salat baik salat fardu atau sunah pada posisi duduk di antara dua sujud ada bacaan istigfar yang harus dibaca.

Berikut bacaannya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافَنِي وَاعْفُ عَنِّي

Artinya : “Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukuplah aku, angkatlah derajatku, berilah aku (kecukupan) rezeki, berilah aku hidayah, anugerahilah aku a’fiat (kesehatan yang digunakan untuk hal-hal yang Engkau rida) dan maafkanlah segala kesalahanku,”

4. Ketika Berdoa dan Berzikir

Seorang muslim setelah melaksanakan salat lima waktu bahkan ibadah lainnya, seperti berhaji diajurkan memohon ampunan Allah Swt. dengan mengucapkan istigfar. Hal ini berpedoman pada surah Al Baqarah ayat 199: 

ثُمَّ أَفِيضُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ ٱلنَّاسُ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ١٩٩

Artinya, “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak ('Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." 

Beristigfar juga menunjukkan kerendahan diri kita kepada Allah Swt. Nabi Muhammad saw mencontohkannya, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis riwayat muslim:

كَانَ رَسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاثَاً ، وَقَالَ : (( اللَّهُمَّ أنْتَ السَّلاَمُ ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ ، تَبَارَكْتَ يَاذَا الجَلاَلِ وَالإكْرَامِ )) قِيلَ لِلأوْزَاعِيِّ – وَهُوَ أحَدُ رواة الحديث – : كَيْفَ الاسْتِغْفَارُ ؟ قَالَ : يقول : أسْتَغْفِرُ الله ، أسْتَغْفِرُ الله . رواه مسلم

Artinya:

“Rasulullah saw. jika telah selesai dari salatnya, beliau membaca istigfar sebanyak tiga kali dan membaca allahumma antas-salam, wa minkassalam, tabarakta yaa-dzaljalaali wal ikrom (artinya: Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Mahasuci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).” HR. Muslim

Membiasakan Mengucap Kalimat Istigfar

Mengucapkan kalimat istigfar sebaiknya dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, tidak menunggu waktu yang tepat. Jika sudah menjadi kebiasaan, ketika melakukan kesalahan, secara spontan akan beristigfar dan segera memperbaikinya. 

Selain itu, dengan membiasakan membaca istigfar akan mendatangkan banyak manfaat, di antaranya :

1. Orang yang selalu mengucapkan kalimat istigfar, ia selalu ingat kepada Allah Swt. Dia pun akan merasakan ketentraman dalam hidupnya.

Hal ini dijelaskan Allah Swt. dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Q.S. Ar-Ra’d 13:28)

2. Orang yang memperbanyak istigfar dalam kesehariannya, maka Allah Swt. akan melapangkan rezekinya dari arah yang tidak terduga.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw. 

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya, “Barang siapa memperbanyak istigfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (H.R. Ahmad)

Dengan memperbanyak membaca istigfar semoga Allah Swt. mengampuni semua dosa dan menyempurnakan ibadah kita.

Semoga bermanfaat.
Salam.

Ditulis oleh: Sri Rohmatiah Djalil

Lanjut Baca: Bagaimana Caranya Agar Bisa Menembus Langit?

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Sudahkah Kita Terbiasa Mengucap Kalimat Istigfar?"