Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Teks Pidato Tentang Hari Kebangkitan Nasional Singkat, Cocok untuk Anak SD

Contoh Teks Pidato Tentang Hari Kebangkitan Nasional Singkat
Contoh Teks Pidato Tentang Hari Kebangkitan Nasional Singkat. Dok. Gurupenyemangat.com

Sobat Guru Penyemangat, selamat menyambut Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei ya!

Pada tahun 2022 ini, pemerintah mengambil tema "Ayo Bangkit Bersama". Berdasarkan tema tersebut, Indonesia sejatinya masih berfokus untuk memulihkan keadaan bangsa dan negara ini setelah hampir 3 tahun ini diterjang oleh pandemi.

Nah, untuk bisa bangkit bersama-sama diperlukan orasi yang memotivasi. Bisa dengan penyampaian sambutan sebagai amanat upacara, dan bisa pula dalam bentuk pidato.

Berikut Gurupenyemangat.com pula menyiapkan pidato bertema Hari Kebangkitan Nasional khususnya di masa pandemi dan di era Merdeka Belajar.

Contoh teks pidato tentang Hari Kebangkitan nasional ini ditulis singkat, cocok untuk disampaikan anak SD di sekolah.

Mari disimak ya:

Pidato Tentang Hari Kebangkitan Nasional di Masa Pandemi

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Selamat Pagi dan Salam Bahagia untuk Kita Semua

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala Sekolah…….
Yang saya hormat, Bapak/Ibu Dewan Guru
Serta teman-teman seperjuangan yang saya banggakan;

Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah didapatkan sehingga kita bisa berkumpul bersama di ruangan ini dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional ke-114 di tahun 2022.

Shalawat berhiaskan salam mari kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapatkan pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Pada tahun 2022 ini, tepatnya pada tanggal Mei kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sebagaimana yang diketahui bahwa peringatan Harkitnas juga bertepatan dengan hari lahirkan organisasi yang bernama Budi Utomo, yaitu pada tanggal 20 Mei 1908.

Di kala itu, Indonesia belumlah merdeka dan masih berada di bawah jajahan pemerintah kolonial Belanda.

Namun, dijajah bukan berarti mati lantas bisa memilih opsi menyerah begitu saja. Saat-saat tertekan adalah momentum yang tepat untuk membangkitkan semangat kebangkitan dalam rangka meraih kemerdekaan.

Dan beruntungnya, bangsa ini punya tokoh-tokoh yang visioner seperti Dr. Soetomo dan kawan-kawan dari STOVIA.

Merekalah para cendekiawan Bumi Pertiwi yang menjadi aktor di balik berdirinya organisasi Budi Utomo yang memiliki visi meningkatkan harga diri, harkat, dan martabat bangsa Indonesia di kancah dunia.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Dibandingkan dengan Soetomo bersama organisasi Budi Utomo, agaknya perjuangan kita di masa sekarang sedikit lebih mudah.

Dulu mereka senantiasa berada di bawah tekanan, dikekang hak-haknya oleh para penjajah. Dulu hanya segelintir orang yang bisa menempuh pendidikan. Itu pun hanya orang-orang yang berasal dari kelas ningrat.

Sedangkan saat ini, negara Indonesia sudah merdeka. Kita tak lagi mengenal adanya “kelas” atau kasta yang membedakan antara si kaya dengan si miskin.

Di era Merdeka Belajar saat ini semua orang berhak atas pendidikan, dan setiap orang punya wajib dilindungi, dan ditunaikan hak-haknya oleh negara.

Meski begitu, dalam 3 tahun terakhir ini agaknya hari-hari kita cukup berat. Kita serasa dijajah oleh pandemi Covid-19 sehingga berbagai bidang pemerintahan sempat terhenti kemajuannya.

Dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, bahkan pemerintahan sempat merangkak pelan-pelan untuk pulih. Termasuk juga kita di sini sebagai generasi penerus bangsa sekaligus rakyat Indonesia.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Pada dasarnya, perjuangan tidak hanya dilakukan oleh presiden, menteri, atau para pemimpin daerah. Indonesia adalah negara yang besar dan kebesaran ini tercipta karena adanya persatuan dan kesatuan.

Maka darinya, Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum yang pas bagi kita untuk bersama-sama bangkit, meninggikan semangat nasionalisme, serta bergotong-royong untuk memulihkan keadaan negara.

Di masa kini, kita tidak perlu membawa bambu runcing untuk berperang, dan kita pula tidak perlu memakai baju besi untuk terjun di medan perang.

Bergotong-royong untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan aman di sekolah adalah wujud dari perjuangan.

Senantiasa menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan adalah wujud dari perjuangan mengusir pandemi.

Bersemangat untuk berbelanja di warung-warung tetangga dan mengapresiasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga merupakan wujud dari upaya kebangkitan nasional.

Alhasil, mari sama-sama kita bangkit, terutama bangkit untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi negeri terutama dalam usaha memulihkan Bumi Pertiwi yang kita cintai ini.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan dalam rangka 114 Tahun Hari Kebangkitan Nasional. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah. Selamat Menyambut Hari Kebangkitan Nasional.

Saya akhiri;

Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Boleh Baca: Inilah Tema, Logo, Arti Logo, dan Tujuan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2022

Teks Pidato Tentang Makna Hari Kebangkitan Nasional bagi Generasi Muda

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Selamat Pagi dan Salam Semangat untuk Kita Semua
Alhamdulillah, assalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘ala alihi wasohbihi wa mawwalah.

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala Sekolah……
Yang saya hormati, Bapak/Ibu Dewan Guru
Serta teman-teman yang berbahagia;

Puji dan syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang banyak, terutama nikmat kesempatan dan kesehatan hingganya kita bisa berkumpul di ruangan yang sejuk ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Shalawat berbingkai salam mari kita hadiahkan kepada Nabi Teladan Umat, Sayyidina Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapatkan syafa’at beliau di Hari Akhir nanti.

Bapak, Ibu serta teman-teman yang berbahagia;

Pada kesempatan ini, kita kembali tiba di momen yang penuh sejarah dan pembelajaran, yaitu Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam setiap tahunnya, Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada tanggal 20 Mei. Peringatan ini juga merupakan tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo, yaitu 20 Mei tahun 1908.

Bila kita hitung dari 1908 menuju tahun 2022, ternyata sudah 114 tahun bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Selama 114 tahun pula kita menggaungkan visi dan misi untuk kembali bangkit.

Tapi, apakah kebangkitan yang dimaksud masih sama seperti perjuangan Dr. Soetomo dan kawan-kawan di masa penjajahan Belanda?

Tentu tidak. Suasana dan keadaan di masa penjajahan dengan di masa sekarang, yaitu era Merdeka Belajar sangatlah berbeda.

Jika dulu rakyat Indonesia amat susah untuk menempuh pendidikan, maka tidak dengan sekarang. Dulu di zaman kolonial Belanda, yang bersekolah dari rakyat pribumi hanyalah mereka yang punya banyak uang dan berasal dari golongan ningkrat.

Tapi sekarang, siapa pun warga negara Indonesia bisa bersekolah. Bahkan bukan sekadar bisa melainkan wajib belajar selama minimal 12 tahun.

Teman-teman yang saya banggakan;

Pada suasana di era revolusi industri ini, ilmu bisa dengan mudah didapat. Tidak hanya sekadar dari buku, ilmu bisa kita cari secara online kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun. Meski begitu, banyaknya ilmu akan percuma bila kita tidak bisa memaknai Hari Kebangkitan Nasional.

Jadi, adakah hal-hal penting yang bisa kita maknai dari peringatan Harkitnas pada tahun 2022 ini?

Bagi generasi muda, makna Kebangkitan Nasional ialah bagaimana caranya anak muda terus meningkatkan semangat nasionalisme, semangat cinta tanah air, semangat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Apakah kita harus terjun ke medan perang? Apakah kita harus menunggu waktu berlalu agar bis menjabat sebagai presiden atau menteri pertahanan dan keamanan?

Tentu tidak.

Sebagai pelajar sekaligus generasi muda yang cinta dengan tanah air, kita bisa memaknai hari Kebangkitan Nasional untuk lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.

Bangkit dari rasa malas, bangkit dari keengganan untuk berkarya, bangkit untuk lebih semangat dalam bergotong-royong, dan bangkit seraya pantang menyerah untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Teman-teman yang berbahagia;

Kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang berani dan juga suci sebagaimana Bendera Merah Putih. Dari Bendera Nasional kita bisa memetik inspirasi tentang Kebangkitan Nasional. Bahwa bangkit itu butuh keberanian dan ketulusan hati.

Dr. Soetomo dan kawan-kawan di masa penjajahan memiliki keberanian untuk memanfaatkan kebijakan politik etis seraya menggaungkan pentingnya pendidikan di kala itu.

Tidak hanya berani, mereka pun memperjuangkan hak untuk mendapatkan pendidikan dengan tulus hati, bahkan meninggalkan kekerasan.

Alhasil, terbukti bahwa usaha mereka didukung oleh kolonial Belanda sekaligus menjadikan organisasi-organisasi lain melanjutkan visi yang diemban oleh gerakan Budi Utomo.

Teman-teman yang berbahagia;

Pada dasarnya kebangkitan nasional itu tidak bisa kita lakukan sendiri. Di era Merdeka Belajar ini pula demikian.

Berjuang sendiri itu sungguh melelahkan, tapi dengan gotong-royong dan kesamaan visi, maka impian dan pekerjaan kita menjadi lebih muda.

Sebagaimana peribahasa yang berbunyi: “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

Dengan bersama-sama kita bisa berjuang lebih mudah, dengan karya kita bisa membanggakan negara, dan dengan ilmu serta pendidikan kita bisa ikut mencapai tujuan bangsa.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Selamat Hari Kebangkitan Nasional.

Saya akhiri dengan pantun;

Ada garis lurus ada garis diagonal
Ada tanda titik ada pula tanda koma
Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Mari kita pulihkan NKRI bersama-sama

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Boleh Baca: Contoh Amanat Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Download Pidato Hari Kebangkitan Nasional PDF

Untuk memudahkan Sobat Guru Penyemangat dalam menyampaikan sambutan maupun memenuhi tugas pembelajaran, berikut telah disiapkan dokumen PDF yang berisi naskah pidato tentang Hari Kebangkitan Nasional.

Teks pidato Hari Kebangkitan Nasional yang singkat dan cocok untuk anak SD di sekolah ini bisa diunduh secara gratis.

Silakan klik tombol download untuk mendapatkan dokumennya ya.

Download Pidato Harkitnas 1 PDF

Download Pidato Harkitnas 2 PDF

***

Demikianlah sajian Guru Penyemangat tentang contoh pidato bertema Hari Kebangkitan Nasional yang singkat dan cocok untuk anak SD.

Semoga bermanfaat
Salam.

Lanjut Baca: 10 Makna Hari Kebangkitan Nasional

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Teks Pidato Tentang Hari Kebangkitan Nasional Singkat, Cocok untuk Anak SD"

Promo Cashback & Voucher Shopee