Widget HTML #1

10 Makna Hari Kebangkitan Nasional bagi Pelajar dan Generasi Muda

Sobat Guru Penyemangat, Selamat Menyambut Hari Kebangkitan Nasional ya!

Setiap bertambah tahun, setiap itu pula kita memetik momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.

Tapi, pertanyaannya adalah; sudah sejauh mana kita memaknai Hari Kebangkitan Nasional di masa sekarang?

Tentu pemaknaan tersebut berbeda-beda dan berkembang sesuai dengan keadaan dan situasi di masa kini.

Nah, berikut Gurupenyemangat.com sajikan ragam makna Hari Kebangkitan Nasional bagi para pelajar dan generasi muda zaman sekarang.

Mari disimak ya:

Makna Hari Kebangkitan Nasional Bagi Pelajar dan Generasi Muda

Makna Hari Kebangkitan Nasional
Makna Hari Kebangkitan Nasional. Dok. Gurupenyemangat.com

1. Memupuk Semangat Persatuan dan Kesatuan

Makna pertama dari Hari Kebangkitan Nasional yang bisa dipetik oleh kaum pelajar dan generasi muda adalah pentingnya memupuk semangat persatuan dan kesatuan.

Kita memang bukanlah pejabat atau presiden yang jabatannya tinggi, namun semangat persatuan dan kesatuan juga bisa diwujudkan di sekolah.

Contoh sederhananya seperti mengikuti upacara Hari Senin, upacara Hari Besar Nasional, serta mengikuti tata tertib sekolah.

2. Berani Menjadi Pelopor

Sebagaimana yang kita ketahui, Soetomo dan kawan-kawan adalah para pelajar yang menjadi pelopor berdirinya organisasi Budi Utomo.

Mereka di kala itu pandai memanfaatkan peluang dan berani menjadi pelopor walaupun di saat itu Indonesia sedang dijajah dan dibatasi haknya oleh pemerintah Kolonial Belanda.

Dengan adanya peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kita bisa memetik makna tentang pentingnya menjadi pelopor. Bukan menunggu orang lain, tapi kitalah yang perlu memulainya.

3. Ikut Berkontribusi Memajukan Negara Indonesia

Bila kita cermati sejarah, ternyata tokoh utama Budi Utomo hanyalah 3 orang yaitu Soetomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Soeradji Tirtonegoro. Namun dengan jumlah orang yang sedikit itu, mereka mampu memanfaatkan peluang untuk meningkatkan harga diri, harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Bila dibandingkan dengan jumlah rakyat Indonesia di masa penjajahan, rasanya 3 orang adalah jumlah yang amat kecil, tapi dengan upaya yang sungguh-sungguh, kontribusi dan pengabdian mereka untuk memajukan negara Indonesia sungguh besar.

Sebagai pelajar dan generasi muda zaman kekinian, kontribusi kita dalam memajukan negara Indonesia adalah wujud dari pemaknaan Hari Kebangkitan Nasional.

Kontribusi terhadap negara tidaklah harus berupa hal-hal besar melainkan juga bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti disiplin, belajar giat, serta ikut menuangkan opini untuk kemajuan negara.

4. Memanfaatkan Kesempatan dalam Menempuh Pendidikan dengan Maksimal

Hak pendidikan di masa penjajahan Belanda amatlah terbatas. Hanya orang-orang pribumi dari kalangan elit dan ningrat saja yang bisa mengenyam pendidikan. Adapun rakyat jelata tidak bisa belajar dan bersekolah.

Sedangkan di hari ini? Semua orang Indonesia berhak bahkan diwajibkan untuk bersekolah minimal 12 tahun. Sungguh hal tersebut adalah kesempatan yang amat baik bagi kita sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan memanfaatkan kesempatan dalam menempuh pendidikan dengan maksimal, sejatinya kita secara tidak langsung telah berupaya dan berusaha untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional.

5. Ajang Koreksi Diri bagi Pelajar

Setiap tiba tanggal 20 Mei, maka tibalah pula momentum untuk mengoreksi diri. Bukan hanya para pejabat dan pemangku kebijakan di kalangan pemerintah yang berkoreksi, melainkan juga kita para pelajar.

Sudah sejauh mana kita memaknai Hari Kebangkitan Nasional? Sudah sejauh mana kita menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Sudah sejauh mana kita menolak tradisi Barat untuk tetap menguatkan tradisi lokal? Dan sebagainya.

Koreksi diri ini amatlah penting bagi kita dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menguatkan karakter dengan berlandaskan Pancasila.

Boleh Baca: 10+ Hal yang Harus Dilakukan Para Pelajar agar Indonesia Maju dan Demi Terwujudnya Integrasi Nasional

6. Berpikir Terbuka

Semakin bertambah hari, jumlah manusia semakin banyak. Semakin banyak jumlah manusia, maka timbullah pemikiran yang beragam.

Dari pemikiran yang beragam itu sering timbul perbedaan pendapat, dan tidak jarang dari perbedaan inilah antara satu pelajar dengan pelajar lainnya sibuk saling berdebat dan mempertahankan argumen, bahkan tak jarang sampai rela sikut-sikutan.

Apakah hal tersebut adalah contoh Kebangkitan Nasional? Tentu tidak, itulah kemunduran.

Maka darinya, dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional, para pelajar perlu berpikir terbuka alias open minded seraya menerima perbedaan pendapat sebagai kekayaan intelektual. Dengan cara itulah kita bisa semakin berkembang.

7. Terus Berkarya

Jika dulu Budi Utomo melahirkan karya berupa pemikiran dan visi, maka kita sebagai pelajar pula perlu memaknai perjuangan mereka dengan cara terus berkarya.

Pelajar harus punya karya. Dengan berkarya, kita bisa ikut mengharumkan negeri Indonesia di kancah dunia.

8. Jangan Pernah Melupakan Sejarah

Tujuan kita ialah menggapai masa depan, tapi sekali pun masa depan itu penting, sebagai generasi muda kita tentu tidak boleh melupakan sejarah.

Adapun diperingatinya Hari Kebangkitan Nasional mengajak kita untuk memaknai perjuangan para pahlawan di masa lalu.

Mereka dulunya bersusah-payah memperjuangkan pemikiran, gagasan, hingga bertumpah darah demi bisa meraih kenyamanan dan kemerdekaan yang kita rasakan pada hari ini.

Dengan demikian, hal yang perlu dilakukan oleh generasi muda ialah dengan terus memperjuangkan cita-cita, tujuan bangsa dan negara dengan tidak melupakan sejarah.

Boleh Baca: Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional dan Budi Utomo

9. Menjadi Pribadi yang Berkarakter

Pada dasarnya sebuah negara akan jatuh bahkan tumbang bila para generasi muda di dalamnya adalah pelajar-pelajar yang tidak berkarakter.

Bahkan, kemerosotan karakter adalah salah satu penyebab utama terjadinya kerusuhan, perpecahan, hingga tindakan kriminal di negeri ini.

Karena kita adalah bangsa yang besar, sudah semestinya kita mempertahankan kebesaran ini dengan menguatkan karakter. Karakter bangsa Indonesia misalnya berani, tulus, dan suci sebagaimana Bendera Merah Putih.

Artinya, berjuang menjadi pribadi yang berkarakter adalah upaya krusial bagi kita dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional.

10. Menjadi Pelajar Tangguh dan Pantang Menyerah

Dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional, kita bisa menyelami dan meneladani perjuangan Soetomo dan kawan-kawan.

Walaupun dalam kondisi terdesak dan memiliki banyak keterbatasan, mereka tetap tangguh dan pantang menyerah dalam memperjuangkan hak-hak bangsa pribumi.

Dan terbukti, dari sikap tangguh dan pantang menyerah itulah organisasi Budi Utomo semakin berkembang dan visinya pun menjadi pedoman bagi organisasi-organisasi nasional lainnya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Sebagai pelajar sekaligus generasi muda zaman kekinian, sikap tangguh dan pantang menyerah wajib dimiliki oleh tiap-tiap orang, karena dengan cara itulah kita bisa terus melangkah maju.

***

Demikianlah segenap sajian Guru Penyemangat tentang makna dan manfaat Hari Kebangkitan Nasional khususnya bagi pelajar dan generasi muda di era Merdeka Belajar.

Semoga bermanfaat
Salam.

Lanjut Baca: Inilah 10 Manfaat Sumpah Pemuda bagi Pelajar dan Generasi Penerus Bangsa

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

1 komentar untuk "10 Makna Hari Kebangkitan Nasional bagi Pelajar dan Generasi Muda"

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)