Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman yang Tak Terlupakan Bersama Sahabat, Begitu Berkesan di Hati

Hai, Sobat Guru Penyemangat, kamu punya segudang kisah menyentuh hati dan berkesan bersama sahabat, kan?

Pastinya, dong. Soalnya Guru Penyemangat juga punya sebukit kisah yang sedemikian rupa. Walaupun diri ini cenderung introvert, namun bukan berarti diriku tidak punya teman akrab.

Ada secarik pengalaman yang tak terlupakan kala aku bersama sahabat. Cerita ini cukup berkesan tapi juga mendebarkan.

Ingin baca dan bernostalgia seraya menikmatinya?

Oke, langsung disimak saja ya:

Pengalaman Bersama Sahabat, Dipertemukan Sejak Kecil

Pengalaman yang Tak Terlupakan Bersama Sahabat
Pengalaman yang Tak Terlupakan Bersama Sahabat. Gambar oleh Joshua Choate dari Pixabay

Kisah masa kecil memang penuh kesan yang menyentuh hati, ya. Guru Penyemangat pun begitu. Dulu, sejak umur 6 tahun aku sudah punya seorang sahabat karib. Dia laki-laki, dan kami seumuran.

Kami bersekolah di SD yang sama, satu rombel kelas, dan rumah kami di desa pun saling berdekatan.

Alhasil, nyaris saban hari aku dan sahabatku bergantian saling berkunjung dan menginap. Ada kalanya aku mengajak beliau main catur, ada kalanya dia yang mengajakku menginap ke rumahnya sembari mencari belut dan telur puyuh.

Sungguh, kisah kala itu sangat berkesan dan sukar untuk dilupa. Walaupun sudah berlalu lebih dari 15 tahun.

Lucunya, kami pun lagi-lagi masih diizinkan untuk bersahabat dekat hingga SMP dan SMA. Di SMP kami memang tidak duduk satu kelas, namun saat pulang dan pergi sekolah aku hampir selalu berbarengan dengan sahabatku.

Kami pernah naik ojek bonceng 3 demi bisa bersama-sama sekaligus ngirit uang jajan. Ya, tahu sendirilah kisah tahun 2007-an. Kala itu banyak mitos tentang penculikan yang berakhir dengan penggal leher dan dibuang ke jembatan. Hiks.

Boleh Baca: Pengalamanku Jatuh dari Pohon hingga Akhirnya Phobia Ketinggian

Lebih daripada itu, aku dan sahabatku pun pernah berjalan kaki dari SMP hingga ke rumah. Berapa kilometer? Jauhnya perjalanan adalah 7 kilometer.

Pulang sekolah, suasananya terik dan kami baru bisa sampai ke rumah setelah hampir 2 jam. Hahaha. Begitulah.

Kaki kami pun serasa mau copot dan betis pun membesar hampir dua kali lipat. Demi apa coba? Hanya demi bisa menghemat uang jajan Rp1.500. Ya, cuma untuk 3 butir gorengan saja.

Berlanjut ke kisah SMA…

Lagi-lagi masih sama. Aku dan sahabatku tidak bisa saling melupakan karena kami ditakdirkan untuk bersekolah di SMA dekat rumah. Ya, walaupun tidak satu kelas.

Aku sungguh ingin bersekolah ke SMA favorit, namun kala itu NIM-ku tidak mencukupi hingga akhirnya aku lebih memilih untuk bersekolah di SMA yang tepat berada di depan rumah sahabatku.

Hehe. Mungkin sudah tertebak, kan? Sontak saja, setelah pulang sekolah aku sering mampir ke rumah sahabatku. Atau terkadang saat istirahat, kami malah membawa bekal dan makan di sana.

Sore harinya? Dilanjutkan dengan main basket.

Ya, sahabatku sejak SMP adalah atlet basket. Darinya aku banyak belajar, terutama belajar teknik bagaimana caranya mendapatkan banyak skor melalui tembakan three point.

Apakah sukses? Lumayan, lah, tapi tetap di saat ada lomba basket antar SMA, dia nyaris selalu menjadi starting line up. Sedangkan aku kerap duduk di bangku cadangan.

Boleh Baca: Cerita tentang Motivasi Sukses

Ya, tapi aku tetap bahagia sih, karena beberapa kali dianggap super sub yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Eaaa. Walaupun akhirnya kalah juga. Hahaha

Pengalaman Mendebarkan Bersama Sahabat

Pengalaman Mendebarkan Bersama Sahabat
Pengalaman Mendebarkan Bersama Sahabat. Gambar oleh Press 👍👍 Love you 💖 dari Pixabay

Sebenarnya dari seuntai kisah di atas, kami juga pernah ribut, sih. Tapi ya, tahu sendirilah bahwa yang namanya ribut versi anak kecil itu “anget-anget tahi ayam”. Emosinya cuma sesaat saja.

Haahaha

Lebih daripada itu, aku pula punya kisah alias pengalaman yang cukup mendebarkan saat bersama dengan sahabatku.

Apa itu?

Waktu itu aku sedang duduk di kelas 2 SMA. Pada sore hari aku berkunjung ke rumah sahabatku yang letaknya di belakang SMA dengan membawa papan catur.

Sahabatku pada siang hari berkirim SMS bahwa dirinya malam ini sendirian di rumah, hingga memintaku untuk menemaninya menunggu rumah.

Karena tidak ada kesibukan berarti, aku pun datang ke rumahnya. Rumah sahabatku itu sangat sederhana, masih sebelas dua belas dengan pondok yang letaknya di tengah perkebunan.

Sore hari telah berlalu…

Di sinilah kisah mendebarkan itu dimulai. Usai Magrib, gerimis mulai memamerkan rintiknya. Sedihnya, kala itu pun listrik sedang mati. Padahal hanya ada kami berdua di rumah.

Boleh Baca: Kumpuan Puisi untuk Sahabat Sejati

Sahabatku mengabarkan kepadaku bahwa kedua orang tuanya akan pulang kira-kira pukul 21.30 WIB. Duh, masih lama! Hahaha

Pada suasana gerimis, mati lampu, dan diiringi dengan petir yang sesekali memberontak itu, tiba-tiba saja ada bunyi benda jatuh dari dapur rumah sahabatku.

Sontak saja kami kaget namun langsung memeriksa keadaan yang terjadi.

Tidak ada apa-apa ternyata!

Tapi semenjak detik itu, hati kami yang ada apa-apanya. Sahabatku langsung saja memutar MP3 surah YaaSiin untuk menenangkan perasaan kami berdua.

Ditemani dengan lilin, kami pun mencoba untuk melupakan perasaan takut seraya menghayati tiap ayat Surah yang dijuluki dengan jantungnya Al-Quran tersebut.

Setelah hati ini dirasa tenang, akhirnya kedua orang tua sahabatku pulang. Eh, beliau pun membawa buah tangan berupa sate dan jeruk.

Sebagai penutup kisah mendebarkan ini, akhirnya aku pun kembali ceria bersama sahabatku dan orang tuanya menjelang tidur.

***

Nah, demikianlah tadi seuntai cerita tentang pengalaman Guru Penyemangat yang tak terlupakan saat bersama sahabat.

Ada kisah seru, kisah lucu, bahkan kisah mendebarkan saat melalui waktu bersama sahabat. Begitulah, karena sejatinya hidup ada banyak warna. Eaa

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Pengalaman yang Tak Terlupakan Bersama Sahabat, Begitu Berkesan di Hati"

  1. oh introvert toh? baru tahu saya, salam untuk sahabatnya, sukses selalu BGP

    BalasHapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)