Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalamanku Jatuh dari Pohon yang Tak Terlupakan Hingga Hari Ini

Hai, Sobat Guru Penyemangat, adakah di antara kamu yang punya pengalaman jatuh dari pohon dan tak terlupakan?

Diriku ada lho, dan yang menjadikannya meng-sedih adalah; gara-gara memanjat pohon lalu terjatuh, akhirnya Guru Penyemangat merasa phobia alias takut dengan ketinggian.

Hemm.

Mau disimak kisahnya?

Oke langsung disimak saja ya:

Cerita Pengalaman Jatuh dari Pohon Johar

Pengalamanku Jatuh dari Pohon yang Tak Terlupakan
Pengalamanku Jatuh dari Pohon yang Tak Terlupakan. Gambar oleh Josch13 dari Pixabay

Sejak kecil aku memelihara kambing. Ya, tidak terlalu banyak, sih. Sekitar 7-15 ekor saja. Setiap hari seusai pulang sekolah aku biasanya membantu ayah mencari pakan rumput alias ngarit.

Sebenarnya dulu ayahku yang bertugas mencari rumput, tapi karena beliau sering kali sibuk memasak gula aren hingga sore, maka waktu untuk menyabit rumput dirasa tidak memadai.

Waktu itu masih tahun 2010-an dan mencari rumput yang disukai oleh kambing boleh dibilang susah-susah gampang.

Sepengalamanku, kambing peliharaanku sangat menyukai tumbuhan ubi jalar, johar, dan daun kembang madu. Adapun untuk tanaman kembang madu memang sudah sejak lama kami jadikan pagar.

Menyabit kembang sepatu memang cukup gampang dan cepat, tapi sayang di sana sering kali ada ulat jarum yang bersembunyi di sebalik daun.

Maka dari itulah, bila hanya ada sedikit waktu bagiku untuk ngarit, diri ini lebih suka pergi ke ladang demi mencari daun johar.

Sayangnya, di ladangku pohon joharnya tinggi-tinggi sehingga aku terpaksa harus memanjat seraya mengalungkan parang di pinggangku.

Benar. Cocoknya menyabit daun johar ialah ketika musim panas. Karena bila kupaksa memanjat pohon johar ketika hujan, maka licinnya batang pohon sungguh bukan main.

Boleh Baca: Seperti Apa Hak dan Kewajiban Kita kepada Tumbuhan?

Dulu, memanjat pohon johar setinggi 5-15 meter bukanlah masalah bagiku. Kadang, meskipun angin kencang berhembus, aku tetap dengan pede-nya memotong dahan pohon yang daunnya mulai menua. Soalnya daun johar yang seperti itulah yang paling disukai oleh kambing.

Sedihnya, pernah suatu hari aku terjatuh dari pohon saat sedang memotong tangkai daun johar. Waktu itu aku memanjat pohon johar yang tidak terlalu tinggi. Ya, cumalah 7 meter saja.

Bagaimana aku bisa jatuh? Hari itu adalah sore yang cukup cerah, dan keadaan pohon tidak licin sama sekali.

Hanya saja, aku terjatuh gara-gara memegang dahan pohon johar yang masih muda. Padahal aku rasa dahan itu cukup kokoh karena ukurannya yang seiras dengan besar kepalan tanganku.

Tapi, apa mau dikata. Takdir seakan sudah berkisah. Dahan yang masih agak muda tersebut tiba-tiba saja terlepas tanpa ada angin dan petir. Nahas, aku pun terjatuh dan paha bagian kananku terkena tunggul kayu.

Aduh! Sungguh sakit sekali. Sesaat setelah jatuh dari pohon johar aku sebenarnya bisa langsung berdiri. Tapi sesaat setelah berdiri itu aku langsung tumbang dan roboh. Hahaha

Sembari berbaring di atas tanah bersemak, aku sedikit melirik di mana tempat parang terjatuh. Aku malah bersyukur karena parang tersebut jatuh cukup jauh dariku.

Bayangkan bila dekat, atau bahkan sangat dekat. Aduh! Mengerikan, bukan? Begitulah kisahku.

Boleh Baca: Pengalaman Pribadi Jatuh dari Sepeda Motor

Jatuh dari pohon johar adalah pengalamanku yang cukup menakutkan dan berkesan hingga akhirnya kisah ini tak terlupakan walau sudah berlalu hingga belasan tahun.

Gara-gara Jatuh dari Pohon, Aku Jadi Phobia Ketinggian

Gara-gara Jatuh dari Pohon, Aku Jadi Phobia Ketinggian
Gara-gara Jatuh dari Pohon, Aku Jadi Phobia Ketinggian. Gambar oleh OpenClipart-Vectors dari Pixabay

Mengapa kok jatuh dari pohon adalah pengalamanku yang tak terlupakan? Soalnya, gara-gara terjatuh dari pohon yang cukup tinggi syahdan badanku terkena tunggul johar, hingga diri ini mengalami phobia ketinggian.

Jujur saja, dulu aku sangat suka memanjat pohon. Katakanlah seperti pohon jambu biji, jambu air, pohon aren, hingga pohon nangka di pinggir jurang.

Namun, setelah kisah jatuh waktu itu, aku cukup takut kala memanjat pohon dan berdiam di ketinggian. Entah mengapa kakiku jadi gemetar, dan bila dipaksakan memanjat lebih tinggi, kakiku malah kram.

Ya, mau bagaimana lagi. Rasa takut akan ketinggian itu cukup sukar aku hilangkan hinggalah hari ini. Aku pun tidak pernah lagi memanjat pohon yang tinggi-tinggi, karena saat berada 5 meter di atas tanah kakiku sudah gemetar.

Walau begitu, aku tetap bersyukur karena kisahku tentang jatuh dari pohon johar kala itu tidak meninggalkan cedera serius, kecuali phobia.

Boleh Baca: Pengalaman Pergi ke Tempat Wisata yang Mengesankan

***

Nah, demikianlah seuntai kisah tentang pengalaman Guru Penyemangat jatuh dari pohon johar yang berkesan dan tidak terlupakan hinggalah hari ini.

Kesannya cukup menakutkan, dan cerita tersebut tidak meninggalkan lupa karena masih ada phobia yang mendampingi. Eh

Semoga bermanfaat, ya, terutama kepada sobat yang suka memanjat untuk bisa lebih hati-hati dan waspada.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Pengalamanku Jatuh dari Pohon yang Tak Terlupakan Hingga Hari Ini"

Sri 10 Desember, 2021 21:54 Hapus Komentar
Tenang, nanti aku ajak naik pohon kencur, dijamin tidak jatuh, BGP. sehat selalu. Salam
Guru Penyemangat 11 Desember, 2021 10:58 Hapus Komentar
Gak ah. Masih mending manjat pohon jambu. Ada manis manisnya. Wkwk.