Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan, Slogan, dan Poster: Mulai Dari Pengertian, Perbedaan, hingga Unsur-unsurnya

Iklan, Slogan, dan Poster Mulai Dari Pengertian, Perbedaan, hingga Unsur-unsurnya
Iklan, Slogan, dan Poster Mulai Dari Pengertian, Perbedaan, hingga Unsur-unsurnya. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Di era serba digital seperti saat sekarang ini, rasa-rasanya kita begitu sering melihat berbagai varian iklan, slogan, dan poster, ya.

Ada iklan layanan masyarakat, slogan pendidikan, hingga ada pula poster yang berisi kalimat persuasif dengan tema pandemi corona. Semuanya tersaji baik di media cetak maupun media online.

Sejak dulu hinggalah hari ini, iklan dijadikan sebagai media untuk mempromosikan maupun membujuk para audien sesuai dengan tujuan yang dikehendaki iklan tersebut.

Sederhananya, iklan itu bagian dari industri perdagangan. Semakin apik iklan, semakin besar peluang barang/produk laku.

Tapi ya, tidak semua iklan yang muncul di koran maupun televisi bisa kita pahami maksud dan tujuannya, kan?

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini Guru Penyemangat bakal mengulas tuntas tentang iklan, slogan, dan poster mulai dari pengertian, perbedaan, hingga unsur-unsurnya.

Nah, siapkan buku catatanmu dan langsung disimak saja ya:

Pengertian Iklan, Slogan, dan Poster

Pengertian Iklan, Slogan, dan Poster
Pengertian Iklan, Slogan, dan Poster. Dok. Gurupenyemangat.com

Apa arti iklan, slogan, dan poster?

Nah, iklan adalah teks maupun pemberitahuan yang mendorong dan membujuk khayalak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.

Di era digital seperti saat sekarang ini, kita bisa melihat iklan di media massa, media elektronik, hingga media online seperti situs berita, website, Facebook Ads, YouTube Ads hingga TikTok.

Adapun unsur yang biasanya mencolok dan ditampilkan oleh iklan meliputi gambar, gerakan, kata-kata, atau bisa juga berupa suara.

Apakah iklan hanya penting untuk kebutuhan promosi saja?

Ternyata tidak. Pihak kantor butuh iklan untuk merekrut karyawan, pemerintah butuh iklan untuk menerangkan layanan kepada masyarakat, bahkan kita sendiri juga butuh iklan untuk kebutuhan promosi produk maupun personal branding (penjenamaan diri).

Agak berbeda dengan iklan, slogan adalah perkataan atau kumpulan kata-kata pendek yang dipakai sebagai dasar tuntuntan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, maupun organisasi.

Slogan itu tidak perlu panjang-panjang karena lebih mengutamakan kepadatan makna. Slogan juga bisa kita kenal sebagai moto alias semboyan hidup.

Misalnya ada kalimat “Tiada hari tanpa prestasi belajar”. Kalimat tersebut adalah salah satu contoh slogan pendidikan yang menerangkan kepada kita tentang betapa pentingnya belajar dan mengukir prestasi.

Adapun beragam slogan lain yang cocok dengan tema pendidikan misalnya:

  • Buku adalah jendela ilmu
  • Buanglah sampah pada tempatnya
  • Kami datang untuk belajar, kami pulang membawa ilmu
  • Dengan membaca kita dapat mengelilingi dunia
  • Jika tidak membaca, mau menulis apa?
  • Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit
  • Tuntutlah ilmu dari sejak buayan hingga liang lahat
  • Dan sebagainya

Bagaimana dengan poster?

Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang sering kita temui terpajang di tempat-tempat umum. Poster itu sebelas dua belas dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak.

Boleh Baca: Langkah-Langkah Membuat Cerita Berdasarkan Gambar

Poster sejatinya mengandalkan perpaduan gambar dan kata-kata. Itulah mengapa poster sering terpajang di dinding-dinding aula, tembok-tembok pasar, hingga berbagai tempat umum lainnya.

Perbedaan Iklan, Slogan dan Poster

Perbedaan Iklan, Slogan dan Poster
Perbedaan Iklan, Slogan dan Poster. Dok. Gurupenyemangat.com

Berdasarkan pengertian tadi, sejatinya antara iklan, slogan, dan poster ketiganya cukup berbeda, kan? Nah, mari kita bedah perbedaan ketiganya:

Iklan:

  • Disajikan dalam bentuk pemberitahuan tentang produk yang akan dijual ke masyarakat
  • Produk yang dimaksud bisa berupa barang atau jasa (pelayanan)
  • Iklan bisa disajikan berupa teks persuasif berbentuk video, audio, gerak atau bisa juga tulisan di media massa
  • Iklan biasanya menonjolkan kelebihan dan keunggulan barang/produk yang dipromosikan
  • Tujuan utama iklan ialah sebisa mungkin merayu dan mengajark penonton/audien supaya membeli produk yang dipromosikan.

Slogan:

  • Slogan berbentuk kata-kata atau kalimat pendek namun padat makna
  • Slogan bisa ditampilkan di mana saja dan tidak terbatas hanya pada media-media tertentu
  • Slogan bisa disandingkan bersama poster dan iklan untuk melengkapi sebuah makna
  • Memiliki makna yang menarik, menyentuh, dan menggerakkan siapa saja yang melihatnya

Poster:

  • Poster bisa dipajang di tempat umum agar dilihat banyak orang
  • Kebanyakan berukuran besar, entah itu berupa kertas, spanduk, maupun baliho
  • Poster disajikan dengan gambar dan kata-kata yang menarik. Tidak jarang pula kata-kata yang ditampilkan mengandung nilai humor dengan bahasa daerah
  • Inti utama poster berupa ide, gagasan atau ajakan penting yang ditujukan kepada masyarakat

Menentukan Unsur-unsur Iklan, Slogan, dan Poster

Menentukan Unsur-unsur Iklan, Slogan, dan Poster
Menentukan Unsur-unsur Iklan, Slogan, dan Poster. Dok. Gurupenyemangat.com

Sebelum menentukan iklan, slogan maupun poster, rasanya kita perlu mengetahui unsur-unsurnya terlebih dahulu, kan?

Tercatat ada 6 unsur utama dalam sebuah iklan yang meliputi:

1. Sumber Iklan

Sumber maksudnya di sini adalah subjek alias siapa pemasang atau yang berinisiatif memajang iklan. Bisa juga diartikan sebagai penyandang dana dari sebuah produk iklan.

2. Pesan Iklan

Berbeda sebuah iklan, berbeda pula pesan atau informasi yang hendak disampaikan. Wujud pesan sebuah iklan bisa berupa pesan verbal maupun pesan nonverbal (tindakan).

3. Media Iklan

Media adalah sarana alias perantara yang digunakan untuk menyampaikan sebuah iklan. Yup, bisa berupa media cetak, media elektronik, media internet, hingga berbagai sarana lainnya.

Adapun untuk memilih media iklan, hal utama yang menjadi pertimbangan adalah kebiasaan perilaku audien hingga kondisi lokasi tempat mereka tinggal.

Misalnya; jika iklan ditujukan kepada masyarakat desa yang tinggal di pelosok, maka media iklan yang efektif biasanya menggunakan televisi atau radio.

4. Penerima Iklan

Nah, penerima di sini maksudnya adalah objek atau sasaran iklan.

Misalnya iklan layanan pakai masker ditujukan kepada seluruh masyarakat dengan beragam lapisan umur, iklan skincare khusus untuk khalayak perempuan, dan iklan lowongan kerja dengann sasaran sarjana atau para pengangguran.

5. Efek Iklan

Efek iklan maksudnya yaitu perubahan yang terjadi pada objek/sasaran iklan.

Biasanya hal ini meliputi bagaimana sikap penerima setelah menonton/melihat iklan, bagaimana pola pikir dan perilaku mereka, serta bagaimana kebiasaan dan pola hidup mereka sebelum dan sesudah melihat iklan.

6. Umpan Balik Iklan

Seperti apa pun bentuk dan jenis iklan, para pembuat iklan pasti ingin mendapat umpan balik. Umpan balik di sini ialah tanggapan, reaksi, atau respon dari penerima iklan.

Misalnya, jika ada iklan jualan printer, maka umpan balik yang diharapkan adalah printernya laris. Jika ada iklan ajakan lomba dalam rangka HUT RI, maka umpan baliknya adalah peserta yang melimpah.

Banyaknya umpan balik yang positif menandakan bahwa iklan itu efektif dan berhasil. Sebaliknya? Minimnya tanggapan dari iklan menandakan bahwa promosi yang dilakukan tidak efektif. 

Bisa jadi ada sesuatu yang salah. Mungkin salah membaca audien, atau iklan yang dibuat tidak cocok dengan kebiasaan khayalak.

Contoh yang tidak sesuai? Misalnya mempromosikan bola lampu di desa yang belum tersambung listrik atau promosi kuota internet kepada orang-orang yang tidak memiliki gadget.

Struktur Teks Iklan

Jika kita perhatikan, masing-masing iklan memiliki strukturnya tersendiri bergantung kepada siapa sasaran alias objek yang dituju. Secara umum, struktur teks iklan memuat dua hal berikut:

Pengenalan Produk

Yups. Iklan identik dengan pengenalan produk entah itu berupa barang maupun jasa. Biasanya hal utama yang dikenalkan kepada khalayak adalah judul teks (nama produk).

Judul teks iklan shampoo yang dikenalkan kepada masyarakat misalnya; Rejoice, Sunsilk, Lifebuoy, Pantene, dan sebagainya.

Boleh Baca: Pidato Persuasif Tema Pembelajaran

Pernyataan Persuatif (Persuasif)

Pada dasarnya iklan itu berisikan kalimat maupun pernyataan yang mendorong para audiennya untuk berbuat sesuatu.

Terhadap iklan produk, objek yang menjadi sasaran produk diharapkan tertarik membeli produk. Sedangkan terhadap iklan jasa, sasaran iklan diharapkan mau menggunakan jasa yang ditawarkan.

Agar lebih menggugah khayalak, tidak jarang dalam sebuah iklan dilampirkan slogan, gambar produk, nama produk, hingga logo perusahaan.

Misalnya iklan Yakult yang menggaungkan slogan “Cintai Ususmu”, menghadirkan gambar Susu Yakult, sekaligus kata-kata ajakan untuk “Minum Yakult Setiap Hari”.

Kaidah Kebahasaan Teks Iklan

Kaidah Kebahasaan Teks Iklan
Kaidah Kebahasaan Teks Iklan. Dok. Gurupenyemangat.com

Teks iklan utama bertujuan untuk menawarkan produk entah itu berupa barang maupun jasa. Tapi, bagaimana sih sebenarnya kaidah kebahasaan dalam teks iklan?

Setidaknya ada 5 kaidah kebahasaan dalam teks iklan yang meliputi:

1. Persuasif

Sifat utama kata-kata dalam iklan ialah persuasif karena mengandung bujukan dan dorongan terhadap suatu kebiasaan maupun gaya hidup.

2.Imperatif

Selain bersifat bujukan, kalimat dalam iklan juga bersifat imperatif yaitu berupa permintaan, ajakan, dorongan, hingga larangan.

Contoh kalimat imperatif yang biasa terdapat dalam iklan misalnya: Ikutilah Lomba ABCD! Ayo Ramaikan Jalan Sehat Dalam Rangka CDEFGH! Wujudkan Kesegaran dalam Minuman IJKLM! Dan lain sebagainya.

3. Ringkas

Kata-kata, kalimat, hingga pernyataan dalam sebuah iklan biasanya disajikan secara sederhana, mudah diingat, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit.

Mengapa? Karena semakin panjang kata-kata dalam iklan, semakin beribet kalimat dalam iklan, maka semakin rendah pula interaksi audien terhadapnya.

Maka dari itulah, kunci utama iklan selain dengan visual yang menarik yaitu kata-katanya yang sederhana namun menggugah.

4. Berkesan Positif

Tidak ada iklan yang berkesan positif, bahkan iklan rokok saja tetap ada iklan positifnya. Hehehe. Contoh: Merokok dapat menyebabkan kanker, Merokok dapat membunuhmu, dll.

Sejatinya, iklan itu menawarkan perilaku dan gaya hidup positif. Misalnya, iklan tentang logam mulia menawarkan gaya hidup hemat dan giat menabung.

5. Berima dan Puitis

Cobalah dirimu perhatikan iklan berbagai produk, pasti kata-kata dan kalimat yang mereka sajikan itu memiliki rima dan puitis kan?

Iklan Good Day
Iklan Good Day. Dok. Gambar.pro

Misalnya iklan minuman Floridina: Fresh To The Top. Iklan Minuman Pepsi: Refresh Your World. Iklan Kopi Good Day: Karena Hidup Banyak Rasa, Kopi Good Day Punya Banyak Rasa untuk Harimu.

**

Nah. Demikianlah pembahasan dari Guru Penyemangat tentang pengertian, perbedaan, serta unsur-unsur iklan, slogan, dan poster.

Adapun terkait Langkah-langkah Membuat Iklan, Slogan, dan Poster, dirimu bisa baca di: Cara Membuat Iklan, Slogan dan Poster Disertai dengan Contoh

Semoga bermanfaat.

Materi belajar di atas dikembangkan dari sumber Buku Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII Edisi Revisi Terbaru yang bisa diakses di sini

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Iklan, Slogan, dan Poster: Mulai Dari Pengertian, Perbedaan, hingga Unsur-unsurnya"

--