Widget HTML #1

Tantangan Paling Sulit yang Akan Dihadapi dalam Melakukan Perubahan (Tindak Lanjut PMM)

Tantangan Paling Sulit yang Akan Dihadapi dalam Melakukan Perubahan

Hai Sobat Guru Penyemangat, menurut Sobat apa saja sih tantangan paling sulit yang akan Anda hadapi dalam melakukan perubahan?

Nah, pertanyaan ini akan muncul ketika Sobat mengisi dokumen refleksi tindak lanjut di Platform Merdeka Mengajar.

Sebagaimana yang diharapkan oleh PMM, sebagai guru kita diminta untuk memperbanyak kegiatan aksi nyata di sekolah maupun di satuan pendidikan secara umum.

Perubahan memang merupakan sesuatu yang menantang. Dalam setiap perjuangannya tentu ada hal-hal yang menghambat, menganggu, hingga menjadi batu penghalang kita dalam melakukan sesuatu yang baru demi pendidikan yang lebih baik.

Apa saja tantangan tersebut?

Nah berikut GuruPenyemangat.com sajikan ragam tantangan paling sulit yang akan kita hadapi dalam melakukan perubahan dalam refleksi tindak lanjut PMM.

Tantangan Paling Sulit yang Akan Dihadapi dalam Melakukan Perubahan

1. Manajemen Waktu

Bukanlah hal yang sepele untuk mengelola waktu dengan lebih baik ketika guru ingin menerapkan perubahan baru di kelas maupun di satuan pendidikan.

Di kelas saja kita sudah ditentukan mengajar dalam kurun waktu berapa menit hingga berapa jam.

Untuk melakukan perubahan baru yang sifatnya kondisional, barangkali sesekali masih oke. Tapi bagaimana bila perubahan itu adalah sesuatu yang rutin?

Misalnya ingin menerapkan kegiatan asesmen diagnostik dalam pembelajaran. Maka hal yang perlu kita lakukan ialah memasukkan kegiatan tersebut di RPP maupun modul ajar.

Berapa durasi yang diperlukan? Barangkali kita bisa menganggarkan 5-10 menit misalnya, namun dalam penerapannnya? Belum tentu. Maka darinya kita perlu menyiapkan beberapa opsi.

Kemudian bila upaya tindak lanjutnya berkaitan dengan kegiatan kolaborasi rekan sejawat, kepala sekolah, hingga pengawas, maka kapan waktunya? Seperti apa durasinya? Rutin atau sesekali? Ini juga menjadi tantangan yang sulit bagi guru.

2. Mengenali Kecenderungan Gaya Belajar Murid Kelas Rendah

Bila kita tanyakan kepada murid kelas 4-6 SD tentang gaya belajar apa yang mereka sukai, maka mereka mungkin akan menjawab dan memilih berdasarkan opsi yang disajikan oleh guru. Tapi, bagaimana dengan murid kelas rendah?

Nah inilah yang menjadi salah satu tantangan paling sulit yang akan guru hadapi dalam melakukan perubahan, khususnya perubahan dalam pembelajaran.

Murid kelas rendah cenderung mengikuti arus, arah, dan apa yang disajikan maupun disampaikan guru. Meskipun mereka diminta untuk memilih maupun menyatakan apa yang disukainya, tidak menutup kemungkinan bahwa ia akan menyukai pula pilihan lain yang disajikan oleh guru.

Maka dari itulah, pembelajaran berbasis aktivitas kelompok menjadi tantangan yang sulit untuk diterapkan di kelas rendah. Namun sebaliknya, pembelajaran berbasis pendampingan individu siswa juga menjadi tambah sulit. Iya kalau siswanya sedikit, jika lebih dari 25 orang?

Tentulah bel istirahat akan keduluan berbunyi. Hehe

3. Karakteristik Murid yang Amat Beragam

Salah satu tantangan paling sulit lainnya yang akan ditemui dan dihadapi guru dalam melakukan perubahan pembelajaran ialah karakteristik murid yang amat beragam.

Mengapa dibilang tantangan sulit? Karena guru perlu mengenal masing-masing dari kebutuhan belajar mereka.

Di zaman merdeka belajar, belajar bukan lagi harus berpatok pada satu buku, kurikulum maupun tujuan pembelajaran secara teoritis melainkan juga menyesuaikan dengan kebutuhan murid. Inilah yang susah, karena kalau kita tidak mengenal karakter murid, pendekatan pembelajaran akan semakin sulit.

4. Sulitnya Mengumpulkan Rekan Sejawat untuk Berkolaborasi

Di dalam dunia kerja, terutama sekolah, kita harus jujur dan menyadari bahwa tidak semua rekan sejawat bisa diajak “kerja sama”.

Kadang GuruPenyemangat.com berpikir seperti ini; “saya bukan kepala sekolah, saya pun masih muda, jadi tidak banyak orang yang ingin mendengar dan mengiyakan ajakan saya.”

Faktanya, hal-hal seperti ini yaitu sulitnya menjalin kolaborasi antar rekan sejawat terjadi tidak hanya di sekolah yang gurunya sedikit, melainkan juga di sekolah yang gurunya banyak.

Tantangan ini dalam waktu cepat atau lambat akan segera dihadapi oleh guru yang ingin menjalin kolaborasi, baik itu di bidang pembelajaran di kelas maupun tentang pelaksanaan program.

5. Kurangnya Sumber Daya dan Biaya

Tanpa perlu menutup mata, salah satu tantangan tersulit yang akan guru hadapi saat ingin melakukan perubahan ialah faktor biaya dan kurangnya sumber daya.

Kita punya program yang oke, inisiasi yang mantap, ide yang inovatif, tapi kebaruan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Apakah kemudian hal baik itu bisa dilakukan? Belum tentu. Jikapun bisa, terkadang hal baik yang dilakukan hanyalah sekadar dan seadanya saja, karena faktor biaya.

Selain itu, misalnya sekarang kita berbicara tentang pembelajaran inovatif, pembelajaran berbasis digital, pembelajaran diferensiasi berbasis teknologi namun kitanya bekerja di sekolah yang kesulitan dari segi akses internet. Apakah keinginan dan tuntutan zaman tersebut bisa terimplementasi?

Tentu akan sangat terhambat. Bahkan jangankan tentang pelaksanaan program, mengisi refleksi dan tindak lanjut PMM pun belum tentu bisa karena memang belum tersedianya akses internet yang memadai.

***

Nah demikianlah tadi secarik sajian GuruPenyemangat.com mengenai butir-butir tantangan paling sulit yang akan kita hadapi dalam melakukan perubahan, utamanya perubahan yang berkaitan dengan upaya tindak lanjut sebagaimana yang kita isi di PMM.

Semoga bermanfaat
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "Tantangan Paling Sulit yang Akan Dihadapi dalam Melakukan Perubahan (Tindak Lanjut PMM)"