Widget HTML #1

Kesulitan Apa Saja yang Anda Hadapi Saat Bekerja Sama? Jawaban Esai Guru Penggerak

Kesulitan Apa Saja yang Anda Hadapi Saat Bekerja Sama?
Kesulitan Apa Saja yang Anda Hadapi Saat Bekerja Sama? Designed by GuruPenyemangat.com

Hai Sobat Guru Penyemangat, kesulitan apa saja yang pernah Sobat hadapi saat bekerja sama?

Pertanyaan ini muncul ketika Sobat mengisi esai Guru Penggerak yang ingin menggali lebih lanjut mengenai pengalaman mengajar dan bekerja sama Sobat.

Mari disimak ya:

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama?

Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?

Salah satu kesulitan yang saya temui saat menjalin kerja sama ialah terkait dengan partisipasi rekan kerja dalam menghadiri kegiatan dan menyukseskan sebuah kegiatan di sekolah atas inisiasi saya. Misalnya kegiatan Jumat Penyejuk Hati yang di dalamnya ada petugas Baca Al-Qur'an, Kultum, Azan, hingga Shalawat Nabi. Terkadang ada beberapa petugas dari siswa yang sangat minim persiapan hingganya tidak bisa menyuguhkan penampilan yang maksimal. Padahal pada awalnya saya berharap dan berpesan terutama kepada tiap guru kelas untuk bisa membantu membimbing siswa supaya mereka bisa mempersiapkan tugasnya dengan baik. Awalnya saya sempat sedih karena saya merasa sedang bekerja sendiri. Saya sempat merasa bahwa dukungan rekan guru terutama di awal hanya sekadar formalitas belaka. Merespon hal tersebut, saya pun mencoba untuk terus konsisten mempersiapkan kegiatan Jumat dengan memanggil siswa ke ruang guru seraya membina siswa. Sembari melatih dan mempersiapkan penampilan siswa saya pun terus menjalin komunikasi dan sharing bersama guru-guru kelas, terutama guru kelas 4, 5 dan 6 yang para siswanya akan bergiliran mendapat tugas setiap minggu. Seiring berjalannya waktu, pelan-pelan para guru kelas tadi pun mulai mendukung kegiatan dan ikut mempersiapkan siswanya supaya bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Terlebih lagi ketika ada kegiatan lomba di moment PHBI, saya pun sering mendengar masing-masing guru kelas secara aktif membagi kelompok lomba, menyeleksi peserta lomba, serta menerangkan kriteria perlombaan kepada anak didik. Hal tersebut sangat berarti bagi saya, karena dengan begitu artinya kegiatan yang saya inisiasikan didukung secara penuh.

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?

Upaya pertama yang biasanya saya lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak dalam hal kerja sama ialah menjalin komunikasi yang positif. Terkait komunikasi yang positif ini pun menurut saya pribadi perlu mempertimbangkan waktu yang tepat, terutama waktu ketika rekan guru, kepala sekolah, atau pun para staf sedang kosong alias sedang santai. Sebelum memulai komunikasi, terlebih dahulu saya menyusun rencana kegiatan serta beberapa alternatif pemecahan masalah yang kiranya bisa ditawarkan sembari meminta saran dari guru senior, soalnya merekalah yang lebih berpengalaman.

Upaya berikutnya yang biasanya saya tempuh untuk mendapatkan komitmen dari pihak lain untuk bekerja sama ialah dengan menyertakan mereka sebagai panitia atau orang yang memiliki tugas dalam sebuah kegiatan. Semisal saat ada kegiatan lomba keislaman, saya akan meminta kepada pihak guru untuk menjadi juri kegiatan, ikut memberikan materi dan masukan, serta mengaktualisasikan saran-saran dari mereka pada kegiatan tersebut. Dengan cara ini, pihak yang diajak bekerja sama akan merasa punya andil dalam menyukseskan kegiatan, terlepas kegiatan itu dari inisiasi saya maupun dari orang lain. Hal yang sama juga saya lakukan untuk mengajak pihak lain bekerja sama, yaitu dari pihak penjaga sekolah.

Upaya berikutnya yang sering saya lakukan yaitu Mendengar, Mendengar, dan Mendengar. Ketika usulan saya ditolak, maka saya akan mencoba mendengar saran dari rekan kerja, guru senior, kepala sekolah, hingga wali murid. Saya mencoba untuk mencari titik temu antara ide saya dengan ide mereka supaya nantinya bisa berkolaborasi dan terjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan cara ini saya pun merasa tidak lagi sedang bekerja sendirian, sehingga beban pun terasa lebih ringan dan lapang.

Bagaimana hasilnya?

Terkait dengan upaya-upaya yang dipaparkan tadi, hasil pertama yang saya dapatkan ialah mendapatkan ide dan masukan baru. Dari ide tersebut saya biasanya bisa mendesain lebih lanjut kegiatan supaya bisa lebih efektif, tepat sasaran, efisien serta didukung oleh semua pihak. Misalnya terkait dengan ekstrakulikuler TSBQ. Awalnya saya sempat terbentur dengan masalah jumlah peserta yang terbatas dan bingung atas materi apa-apa saja yang lebih urgen untuk diajarkan, namun setelah komunikasi dengan guru-guru kelas, sekarang peserta ekskul semakin banyak dan saya pun sudah tahu apa saja skala prioritas materi. Dari sana saya pun akhirnya menyusun kartu hafalan dan kartu kegiatan sebagai wujud target dari kegiatan ekskul.

Pun demikian dengan upaya saya mengajak berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam kegiatan. Hasilnya biasa terlihat saat kegiatan lain, misalnya saat upacara. Ketika menyampaikan amanat pembina upacara, guru yang kemarin ikut terlibat jadi panitia kegiatan sempat menyampaikan refleksi dari kegiatan untuk kemudian bisa dipetik hikmahnya bagi para siswa. Dari sini saya menyimpulkan bahwa guru tadi merasa terlibat langsung dan ikut menyukseskan kegiatan dengan caranya masing-masing.

Semoga bermanfaat
Salam.

Lanjut Baca: Apa yang Memotivasi Anda Menjadi Guru Penggerak?

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "Kesulitan Apa Saja yang Anda Hadapi Saat Bekerja Sama? Jawaban Esai Guru Penggerak"