Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Teks Ceramah Bulan Sya’ban Singkat dan Lucu Beserta Dalilnya Tentang Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Teks Ceramah Bulan Sya’ban Singkat dan Lucu Beserta Dalilnya
Teks Ceramah Bulan Sya’ban Singkat dan Lucu Beserta Dalilnya. Dok. Gurupenyemangat.com

Bismillah. Marhaban Ya Ramadan!

Alhamdulillah ya Sobat Guru Penyemangat. Tinggal menghitung hari, kita akan segera tiba di bulan mulai Ramadan.

Namun sebelum itu, kita masih berada di minggu awal bulan Sya’ban dan sebentar lagi akan menyongsong malam Nifsu Sya’ban 1443 Hijriah tahun 2022.

Menilik kalender, pertengahan bulan Sya’ban 1443 Hijriah jatuh pada tanggal 18 Maret 2022. Dengan demikian, malam Nifsu Sya’ban dimulai pada malam tanggal 18 Maret sampai 19 Maret tahun 2022.

Pada kesempatan ini, Gurupenyemangat.com telah menyiapkan teks ceramah singkat tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban.

Teks ceramah singkat tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini disertai dengan dalil, pantun lucu, dan amalan menyambut Ramadan.

Mari disimak ya:

Teks Ceramah Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dan Amalan-amalan yang Bisa Kita Maksimalkan

Teks Ceramah Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dan Amalan-amalan yang Bisa Kita Maksimalkan
Teks Ceramah Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dan Amalan-amalan yang Bisa Kita Maksimalkan. Dok. Gurupenyemangat.com

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Aduhh, jamaah hari ini kok jawabnya lesu banget. Hemm. Yaudah, ana kasih pantun deh biar semangat ya.

Jalan-jalan ke India mampir ke Taj Mahal
Pulangnya bawa oleh-oleh jepit kuku
Apa karena sekarang minyak goreng mahal
Jadi kalian enggak semangat jawab salam dariku?

Bismillahirrohmanirrohim;
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzii kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ashanu ‘amala. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi sayyidina Muhammad.

Jamaah yang dirahmati oleh Allah SWT;

Pertama memulai kisah ini, marilah kita panjatkan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT. Syukur karena yang kemarin ribut sekarang bisa jadi akur, syukur karena Allah berikan keberuntungan dan nikmat di kala kita tersungkur, dan syukur seraya meningkatkan tafakkur.

Shalawat berbingkaikan salam mari kita hadiahkan kepada al-akhirul anbiya, al-Mustofa Sayyidina Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Kiamat nanti.

Hadirin yang insyaAllah dimuliakan oleh Allah SWT;

Tahukah kalian bahwa kita sekarang sedang berada di bulan ke berapa? Kedua, ketiga, atau kesebelas? Ya, benar sekali. Sekarang kita berada di bulan Sya’ban yang merupakan bulan kedelapan dalam Kalender Islam.

Kan ada lagunya itu, anak-anak TK dan SD pasti masih ingat. Coba kita nyanyikan bersama-sama, ya:

Muharam Safar Rabiul Awwal
Rabiul Akhir Jumadil Awwal
Jumadil Akhir Rajab Sya’ban Ramadan
Syawwal Dzulqaidah Dzulhijjah

Nah, mantul banget! Alias mantap betul.

Hadirin yang insyaAllah dimuliakan oleh Allah SWT;

Sebelum bulan Sya’ban ada bulan Rajab, di tengah-tengah bulan Sya’ban ada malam Nisfu Sya’ban dan sesudah bulan Sya’ban adalah bulan Ramadan. MasyaAllah, ya. Bulan Ramadan adalah bulan suci yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam di dunia.

Bulan Rajab biarlah berlalu selayaknya masa lalu. Amalan yang tak sempat dilakukan, semoga Allah beri kesempatan menambahnya di hari-hari kemudian, dan amalan ke depan adalah amalan di sisa bulan Sya’ban dan di bulan Ramadan.

Hai, Jamaah, tadi ana sampaikan di tengah bulan Sya’ban ada yang namanya malam Nisfu Sya’ban. Apakah sahabat semua tahu apa itu Nisfu Sya’ban?

Nah, nisfu Sya’ban adalah malam ke-15 pada bulan Sya’ban dan dikenal juga dengan julukan Lailatul Bara’ah yang artinya malam pelepasan atau malam pembebasan.

Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah memperhatikan hamba-Nya dengan penuh rahmat dan mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang-orang musyrik dan musyahin [bermusuhan].

Karena sebentar lagi Nifsu Sya’ban akan hadir, maka kita sangat perlu melakukan persiapan.

Jamaah Rahimakumullah;

Apakah persiapan itu begitu penting?

Tentu saja. Bahkan ana saja yang berdiri di sini akan mati kutu gemetaran bila tidak ada persiapan. Seperti kata-kata bijak bahwa, “Orang yang naik panggung tanpa persiapan akan turun tanpa penghormatan”. Ehem.

Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Hasyr ayat 18:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ  [الـحـشـر:18]

Bacaan Latin: Yaaaaa ayyuhalladziina aamanuut-taqullaaaha wal tanzur nafsum-ma qoddamat lighod, wat-taqullaha innallaaha khobiirum-bima ta’maluun.

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al Hashr:18]

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT;

Ayat di atas menerangkan kepada kita tentang betapa pentingnya mempersiapkan diri untuk hari esok. Esok bisa berarti benar-benar esok hari, lusa, minggu depan, bulan depan, hingga tahun depan. Tapi manifestasi utamanya adalah Hari Akhir.

Berhubung kita tinggal menghitung hari menuju bulan Ramadan 1443 Hijriah, maka paling tidak kita perlu melakukan persiapan baik dari jasmani maupun rohani.

Melaksanakan puasa selama 29-30 hari penuh di bulan Ramadan memang butuh kondisi badan yang fit alias sehat. Belum lagi kita pasti ingin kan mengerjakan amalan-amalan tambahan seperti Shalat Tarawih, Witir, Tadarus Quran, hingga mengikuti kajian.

Hadirin yang insyaAllah dimuliakan oleh Allah SWT;

Melakukan persiapan secara fisik dan rohani adalah salah satu amalan yang bisa kita lakukan dalam rangka menyambut malam Nisfu Sya’ban dan Ramadan 1443 Hijriah.

Lalu, apakah ada dalil shahih tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban? Soalnya, kalau kita lihat di postingan netizen di media sosial maupun Facebook, mulai berjejer hadis palsu seputar Nisfu Sya’ban.

Namun, ada salah satu hadis shahih tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban, yaitu yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani fi Al-Kabir nomor 16639, Daruquthni fi Al-Nuzul 68, Ibnu Majah nomor 1380, Ibnu Hibban nomor 5757, Ibnu Abi Syaibah nomor 150, Al-Baihaqi fi Syu’ab al-Iman nomor 6352, dan Al-Bazzar fi Al Musnad 2389.

Bunyi hadisnya:

عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ  

Bacaan Latin: ‘an mu’aazibni jabalin ‘anin-nabiyyi shallallahu alaihi wa sallam qoola; yatli’ullahu ‘azza wa jalla ‘ala kholqihi lailatan-nishfi min sya’baana fayaghfiru lijamii’I kholqihi illaa limusyrikin au musyaahin.

Artinya:

Dari Mua’dz bin Jabal RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Dia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang yang hatinya ada kebencian antarsesama umat Islam).”

Syekh Al-Albani menilai hadis tersebut sebagai hadis shahih. Dari sisi sanad Imam Baihaqi yang melalui Mu’adz bin Jabal seluruh periwayatnya bersifat adil, tsiqah, dan sanadnya juga muttasil alias bersambung.

Dengan demikian, hadis di atas memenuhi unsur kaidah keshahihan sanad hadis sehingga dapat dikatakan bahwa hadis tersebut berkualitas shahih lizatihi.

Jamaah yang berbahagia;

Persiapan sudah, lalu, apa lagi amalan yang bisa kita lakukan dalam rangka memanfaatkan momentum Nisfu Sya’ban?

Amalan selanjutnya yang bisa kita laksanakan ialah saling memaafkan dan menjauhi perilaku musyrik. Tadi di dalam hadis disebutkan bahwa Allah akan memberi ampunan kepada seluruh makhluk-Nya kecuali dua orang.

Orang pertama ialah orang yang musyrik, dan orang yang kedua ialah orang yang musyaahin alias saling bermusuhan atau saling benci sesama umat Islam.

Dari penegasan kalam Nabi di atas, maka memurnikan ibadah dengan hanya menyembah kepada Allah adalah salah satu amal kebaikan yang harus kita upayakan.

Di sisi yang sama, mulailah untuk saling memaafkan mulai dari memaafkan keluarga, sanak saudara, sahabat ,teman dekat, teman jauh hingga orang yang belum bayar utang. Eh, yang belum bayar utang, buruan lho dilunasi! Hahaha

Hadirin yang insyaAllah dimuliakan oleh Allah SWT;

Amalan lain yang bisa kita kerjakan dalam rangka memetik keutamaan Nisfu Sya’ban sekaligus mempersiapkan bulan Ramadan ialah berpuasa Sunnah. Dalilnya? Ada banyak kok. Ana sampaikan salah satunya ya:

Aisyah RA berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

Bacaan Latin: Kaana ahabbus-syahuuri ila rosulillahi shallallahu alaihi wasalaam an yashuumahu sya’baana, tsumma yashiluhu biromadoona.

Artinya:

Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa Sunnah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadan. (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)

Nah, khusus jamaah yang perempuan yang hadir di sini, sudahkah antum membayar utang puasa Ramadan tahun lalu? Hayoo, kalau belum, bergegaslah untuk melunasinya ya.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.

Selain daripada amalan yang ana sampaikan tadi, ada banyak perbuatan berpahala lainnya yang bisa kita lakukan dalam rangka memaksimalkan bulan Sya’ban, memanfaatka momentum Nifsu Sya’ban, sekaligus mempersiapkan diri di bulan Ramadan.

Contohnya? Perbanyak shalat Sunnah, Zikir, membaca Al-Quran, bersedekah, hingga menolong orang yang sedang kesusahan.

Marilah kita manfaatkan waktu yang singkat ini untuk meninggalkan segenap perbuatan tercela, dan memperbanyak amar ma’ruf. Yok, bersama-sama kita berfastabiqul khoirot.

Jamaah yang berbahagia;

Kiranya demikianlah ceramah singkat yang bisa ana sampaikan dalam kesempatan yang mulia ini. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah, dan kepada Allah mari kita bersama-sama memohon ampun.

Saya akhiri dengan pantun:

Gerobak mundur gara-gara kebanyakan beban
Besoknya pemilik gerobak membeli mobil sedan
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban
Dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Boleh Baca: Contoh Teks Pidato Bulan Sya'ban Lengkap dan Bisa Di-Download

Download Teks Ceramah Malam Nisfu Sya’ban PDF

Di sini Guru Penyemangat telah menyiapkan file unduhan PDF dokumen naskah ceramah singkat dan lucu tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban beserta amalan-amalan yang bisa dimaksimalkan.

Silakan klik tombol download untuk mendapatkan dokumennya secara gratis:

Teks Ceramah Nisfu Sya’ban PDF

***

Demikianlah tadi segenap sajian Guru Penyemangat tentang teks ceramah bulan Sya’ban dengan judul Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban beserta amalan-amalan yang bisa dimaksimalkan.

Teks ceramah di atas sudah dilengkapi dengan dalil yang shahih, kalimat pembuka ceramah, isi ceramah, dan pantun yang lucu.

Semoga bermanfaat.
Salam.

Lanjut Baca: Khutbah Jumat PDF Tentang Keutamaan Bulan Sya'ban

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Teks Ceramah Bulan Sya’ban Singkat dan Lucu Beserta Dalilnya Tentang Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban"