Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teks Khutbah Jumat Tahun Baru 2022 Masehi Pendek: Motivasi Hidup Berdasarkan Quran [Download]

Teks Khutbah Jumat Tahun Baru Masehi Pendek
Teks Khutbah Jumat Tahun Baru Masehi Pendek. Dok. Gurupenyemangat.com

Bismillah

Hai, Sobat Guru Penyemangat, bagaimana kabarmu di tahun baru 2022 Masehi ini?

Mudah-mudahan senantiasa sehat, dan khususnya para laki-laki muslim semoga selalu diberikan keselamatan dan semangat dalam melaksanakan ibadah, terutama Sholat Jumat.

Berkisah tentang tahun baru, agaknya kita memerlukan motivasi, resolusi, sekaligus harapan baru yang lebih mantap dan jitu.

Beberapa orang barangkali cukup ramai menggaungkan resolusi di tahun 2022, tapi apakah resolusi tersebut adalah jalan menuju ketakwaan?

Nah, pada tulisan kali ini Gurupenyemangat.com akan menghadirkan materi Khutbah Jumat tema tahun baru 2022 Masehi.

Teks Khutbah Jumat tahun baru 2022 Masehi ini berisikan motivasi dan harapan tahun baru berdasarkan Al-Quran beserta dokumen PDF-nya.

Mari dicermati terlebih dahulu ya:

Khutbah Jumat: Motivasi dan Harapan Tahun Baru Berdasarkan Al-Quran

Khutbah Jumat Motivasi dan Harapan Tahun Baru Berdasarkan Al-Quran
Khutbah Jumat Motivasi dan Harapan Tahun Baru Berdasarkan Al-Quran. Dok. Gurupenyemangat.com

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَاا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَججْمَعِيْن

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَة.

أَمَّا بَعْدُ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.

قَالَ الله تَعَالَى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم:

  يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُووْنَ.  

وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْم:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ.

Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah;

Mengawali khutbah Jumat fi hadzal yaum, marilah kita bersyukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat dan terutama nikmat sempat sehingga kita bisa berkumpul di masjid ini dalam rangka menunaikan kewajiban sholat Jumat.

Sembari itu, marilah pula kita doakan saudara-saudara kita, teman-teman kita yang saat ini sedang sakit supaya mereka segera mendapat kesembuhan agar bisa lagi hadir bersama-sama kita di masjid yang dicintai ini.

Sholawat berbingkai salam tidak lupa kita hadiahkan kepada Nabiyullah SAW. Nabi akhir zaman dengan Al-Quran sebagai mukjizat terbesar. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah;

Pada kesempatan tahun baru 2022 Masehi ini, khotib mengajak diri khotib sendiri dan segenap jamaah sekalian untuk mari kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah. Takwa dengan sebenar-benarnya takwa, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang Allah.

Pada mimbar ini, khotib akan menyampaikan khutbah Jumat dengan judul motivasi dan harapan tahun baru berdasarkan Al-Quran.

Jamaah Sholat Jumat yang berbahagia;

Pada dasarnya hidup merupakan karunia yang tidak ternilai harganya. Saban detik berlalu seiring dengan pertumbuhan seorang anak manusia menuju kedewasaan adalah bagian kecil dari lembar hidup yang bertabur dengan aneka ragam nikmat Ilahi.

Namun, nikmat dan rezeki yang kita dapatkan tidaklah selalu datang sendiri. Perlu ada ikhtiar, perlu ada perjuangan, dan sebagai seorang muslim kita harus terus belajar memaksimalkan seluruh panca indera, pikiran, dan juga hati.

Di sisi yang sama, kapasitas hidup seorang hamba sangatlah terbatas. Ajal bisa datang kapan saja, dan kematian yang tiba tidak menunggu kita untuk bersiap.

Pada harinya nanti, amal dan perbuatan di dunia harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Azza Wa Jalla.

Di sanalah semuanya akan tampak terang. Fa’amma man tsakulat mawazinuh, fahuwa fi ‘isyatur rhodiyah.

Bila timbangan amal kebaikan seorang hamba lebih banyak daripada amal keburukan, maka ia akan ditempatkan di tempat yang penuh kenikmatan alias surga.

Sedangkan bila; wa amma man khoffat mawaziinuh, fa’ummuhu hawiyah. Bila amal keburukan timbangannya lebih banyak, maka sungguh seorang hamba bakal mendapat celaka.

Karena itulah, dalam menyambut tahun baru 2022 Masehi, kita perlu mengatur rencana, strategi, hingga pengelolaan hidup seraya jangan sampai salah menempatkan harapan dan motivasi.

Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Qasas ayat 77:

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ  [ القصص:77]

Bacaan Latin: wabtaghi fiimaa aataakallahud daarol akhiroh, walaa tansa nashiibaka minad dun ya, wa ahsin kamaa ahsanallahu ilaik, walaa tabghilfasaada fil ardh, innallaaha laa yuhibbul mufsidiin.

Artinya:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [Al Qasas:77]

Boleh Baca: Teks Ceramah Manusia Makhluk Sempurna

Jamaah Sholat Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT;

Sejatinya sejak datangnya tahun baru 2022 Masehi, banyak orang yang mulai menebar resolusi, motivasi, hingga harapan-harapan dengan nada optimitis.

Ada yang ingin lebih kaya, ada pula yang ingin segera naik jabatan. Ada orang yang ingin segera sembuh, ada pula orang yang ingin lebih kurus maupun sedikit lebih gemuk.

Sekilas, hal tersebut cumalah harapan dan motivasi. Tapi pertanyaannya, kayanya kita di dunia ini untuk apa? Jabatan kita di dunia ini sebenarnya sebagai apa? Sehat kita di dunia ini untuk apa?

Dan segenap hal-hal lainnya.

Kalaulah kita merujuk kepada Al-Quran, mudah-mudahan motivasi dan harapan tahun baru maupun harapan hari esok tidak menyimpang atau berat sebelah.

Sebagaimana yang dikatakan dalam Surah Al-Qasas ayat 77 tadi bahwa Allah memerintahkan kita untuk mencari kebahagiaan akhirat dengan tidak melupakan dunia.

Maka dari itulah dikatakan bahwa dunia itu ibarat ladang, di mana ladang yang kita kelola, yang kita tanam, yang kita harapkan dan rencanakan, panennya akan dipetik di akhirat.

Entah panennya akan berhasil atau gagal panen, hal tersebut dikembalikan kepada keseriusan dan kesungguhan kita dalam berikhtiar. Ikhtiar dalam rangka mempersiapkan bekal amal.

Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah;

Salah satu hal yang paling penting untuk kita renungkan terkait dengan tahun baru 2022 Masehi adalah waktu. Bahwa waktu itu sangat cepat berlalu dan berganti, tapi sayangnya kita tidak bisa kembali lagi.

Sebagai contoh. Dulu di awal tahun 2021 beberapa dari kita barangkali sudah menetapkan resolusi, rencana, strategi, hingga harapan dan motivasi.

Tapi ketika tahun sudah hampir habis, barulah kita sadar tentang rencana yang gagal, motivasi yang salah, perasaan yang kecewa, hingga bekal amal yang belum bertambah.

Dari sana, agaknya kita perlu kembali belajar mengelola waktu demi bisa mencapai harapan. Ya, harapan yang dimaksud ialah harapan dengan menjadikan Al-Quran sebagai motivasi hidup.

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan:

الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ

Bacaan Latin: Alwaktu saifun faillam taqto’hu qoto’ak, wa nafsuka in asgholataha bil haqqi wa illastagholatka bilbaatil.

Artinya:

Waktu ibarat itu pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.

Jamaah Jumat Rahimakumullah;

Laksana pedang, waktu begitu tajam. Ketika kita lalai atas berlalunya hari, bulan, dan tahun, maka waktu akan meninggalkan kita. Di sanalah kerugian terbesar seorang hamba.

Maka dari itulah, adalah sangat wajar apabila Allah Azza wa Jalla bersumpah terhadap waktu, sebagaimana yang terungkap dalam firman Allah surat Al-Ashr:

وَٱلۡعَصۡرِ .إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ . إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ  [ الـعصر:1-3]

Bacaan Latin: Wal ashr. Innal insaana lafii husr. Illalladziina aamanuu wa’amilush shoolihaati watawaashou bil haqqi watawaashou bis shobr.

Artinya: 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Pada Surat Al-Ashr, terungkap bahwa manusia secara umum itu mengalami kerugian atas waktu. Tidak memandang bahwa ia hamba beriman atau tidak, namun siapa saja yang menyia-nyiakan waktu bakal menderita kerugian.

Boleh Baca: Khutbah Jumat Renungan Akhir Tahun

Lebih daripada itu, sejatinya Surat Al-Ashr di atas adalah salah satu bukti bahwa Allah telah memperingatkan khusus orang-orang Islam agar senantiasa waspada dan hati-hati dalam hal waktu.

Namun dari ayat 3 Surat Al-Ashr, kita bisa memetik motivasi dan harapan apa saja yang perlu seorang muslim perjuangkan berdasarkan Al-Quran.

Pertama, menjadi orang yang beriman.

Orang yang beriman tidak akan menderita kerugian sebab dia sudah merefleksikan komitmen dan resolusinya sejak dulu saat masih dalam rahim.

Kala itu manusia masih dalam bentuk janin.  Saat Allah meniupkan ruh, saat itu pula Allah meminta kesaksian manusia sebagaimana yang tertuang dalam surat Al-A’raf 172:

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ  [ الأعراف:172]

Bacaan Latin: Wa idz akhoza robbuka mimbanii aadama min zuhuurihim dzurriyyatahum wa asyhada hum ‘alaa anfusihim alastu birobbikum, qooluu balaa syahidnaa, an taquuluu yaumal qiyaamati innaa kunnaa ‘an hadzaa ghoofiliin.

Artinya:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", [Al A'raf:172]

Kedua, orang yang beramal saleh.

Nilai amal saleh manusia kriterianya adalah apabila perbuatannya dilakukan atas dasar iman dan tauhid pada Allah yang juga disertai dengan kebenaran syariat dan keikhlasan, kemudian dia tidak berlaku duharaka alias syirik kepada Allah.

Ketiga, Saling menasihati untuk berbuat kebajikan.

Adapun motivasi dan harapan hidup seorang muslim di dunia dalam rangka tahun baru 2022 Masehi ialah saling menasihati dalam berbuat kebajikan.

Hal tersebut sejatinya mengatur hubungan antar sesama manusia, terutama bagaimana cara, sikap, adab, serta akhlak seorang muslim dalam berhubungan dengan orang lain maupun makhluk yang Allah ciptakan di muka bumi ini.

Dengan demikian, motivasi yang bisa kita petik ialah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang hamba yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, hingga orang lain selama hayat masih dikandung badan.

Jamaah sholat Jumat Rahimakumullah;

Tampak terang bahwa motivasi dan harapan kita di tahun yang baru perlu didasarkan atas Al-Quran.

Hal tersebut tujuannya tidak lain ialah untuk meraih kehidupan sukses di dunia dan juga di akhirat.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ 

وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيٗا يُنَادِي لِلۡإِيمَٰنِ أَنۡ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمۡ فََٔامَنَّاۚ رَبَّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَئَِّاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار 

:عِبَادَاللهِ

اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ 

***

Download Khutbah Jumat Tahun Baru 2022 Masehi Pendek PDF

Guru Penyemangat telah menyediakan link unduhan dokumen PDF teks khutbah Jumat tahun baru.

Mudah-mudahan bisa menjadi salah satu referensi Sobat Khotib dalam persiapan menyampaikan khutbah, ya.

Jikalau khutbahnya dianggap terlalu panjang, silakan ringkas atau boleh pula tambahkan dengan beberapa dalil penguat lainnya.

Silakan klik link download berikut untuk mendapatkan file PDF-nya:

Download Teks Khutbah Jumat Tahun Baru 2022 PDF


***
Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang contoh teks Khutbah Jumat yang bisa Sobat sampaikan dalam rangka tahun baru 2022. Mudah-mudahan bermanfaat.
Salam.
Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Teks Khutbah Jumat Tahun Baru 2022 Masehi Pendek: Motivasi Hidup Berdasarkan Quran [Download]"

Promo Cashback & Voucher Shopee