Widget HTML #1

Teks Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia (Download PDF)

Teks Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia
Teks Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia. Dok. Gurupenyemangat.com

Bismillah...

Hai, Sobat Guru Penyemangat, apakah dirimu sedang membutuhkan materi ceramah, kultum, atau tausyiah?

Jika iya, agaknya contoh ceramah bertema manusia yang Guru Penyemangat racik berikut ini bisa membantu dan memenuhi keperluanmu.

Terang saja, manusia itu makhluk yang sempurna karena memiliki akal, nafsu, dan hati, kan? Begitulah. Tapi soal mulia atau tidaknya dikembalikan lagi kepada si insan itu sendiri.

Dan dalam kesempatan kali ini Gurupenyemangat.com telah menyiapkan naskah ceramah dengan judul Manusia Makhluk Paling Mulia.

Contoh teks ceramah tentang manusia makhluk paling mulia ini dilengkapi dengan dokumen PDF dan bisa digunakan untuk tausyiah maupun kultum.

Baiklah, disimak terlebih dahulu ya:

Teks Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia

Oleh Ozy V. Alandika

Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia
Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia. Dok. Gurupenyemangat.com

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, alhamdulilladzi arsala rasulahu bilhuda wa diinil haq. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu.

Allahumma sholli wa sallim wa barik ala Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajma’in.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT;

Pertama di aatas segalanya marilah kita bersyukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kasih lagi Maha Sayang karena senantiasa memberikan nikmat yang tiada putus-putusnya.

Sholawat berlantunkan salam kita sampaikan kepada Nabiyullah Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Kiamat nanti. Aamiin Ya Rabb.

Para hadirin kaum muslimin dan muslimat, pada kesempatan yang mulia ini saya akan menyampaikan ceramah dengan judul “Manusia Makhluk Paling Mulia”.

Hadirin rahimakumullah;

Mengapa manusia itu disebut makhluk yang mulia?

Karena:

Manusia selaku insan mampu menjadi mercusuar dunia, mampu mengendalikan nafsunya, mampu mengarahkan menjadi kendaraan ibadah dengan tabiatnya yang santun, lembut dipenuhi cinta yang memenuhi penjuru semesta.

Siapa yang tidak suka melihat insan yang terang dan bersinar wajahnya, dibumbui dengan akhlak, moral dan adab yang sejuk dipandang oleh kedua bola mata.

Keluar dari mulutnya perkataan dengan tata mau’izatul khasanah yang menenangkan. Itulah insan kamil.

Tapi mengapa sekarang ini, begitu banyak manusia yang melanggar kemuliaannya? Melirik wajahnya yang penuh amarah dan arogansi kita takut dan terpejam.

Berada di dekatnya yang penuh dengan su’ul adab, su’ul akhlak,  dan su’ul moral kita menjadi sakit.

Mendengar perkataannya yang keji, hoaxs, penuh fitnah, dzalim, iri, dengki, hasut, dan mungkar kita menjadi malu dan jemu.

Tidakkah mereka berpikir?

Mari beristigfar. Astagfirullah al adzim.

Boleh Baca: Teks Ceramah Tentang Ibu yang Mulai Menua

Hadirin rahimakumullah;

Dalam Quran, Allah menyebut manusia dengan beragam istilah. Di antaranya adalah bani Adam (disebutkan tujuh kali), al-insan (sebanyak 65 kali), An-naas (sebanyak 241 kali), Al-ins (se banyak 18 kali), dan Basyar (sebanyak 35 kali).

Sejenak kita renungkan beberapa ayat berikut:

Bismillahirrohmanirrohim;

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

Bacaan Latin: Walaqod karromnaa banii aadama wahamalnaahum filbarri walbahri warozaqnaahum minatthoiyyibaati wa faddholnaahum ‘alaa katsiirim mimman kholaqnaa tafdhillaa.

Artinya: Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. QS Al-Isra ayat 70.

Pada surah di atas, manusia di sebut dengan bani adam yang memberi kesan historis dalam konsep manusia, bahwa manusia berasal dari satu sumber dan satu darah, walaupun mereka tersebar dalam berbagai warna kulit, ras dan bangsa.

Bismillahirrohmaanirrohim;

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ

Bacaan Latin: Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim.

Artinya: sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. QS At-Tiin ayat 4

Dan pada surah di atas, manusia di sebut insan.

Hadirin rahimakumullah;

Menurut salah seorang ulama Mesir yang bernama Muhammad bin Mukrim bin Ali Abu al-Fadhl Jamaluddin Ibnu Manzhur al-Anshari ar-Ruwaifi'i al-Afriqi, atau yang dikenal dengan Ibnu Manzhur, dalam kitabnya Mu'jam Lisan al-'Arab fi al-Lughah menyatakan bahwa: 

kata إنسان (Insân) diambil dari tiga akar kata, yaitu; أَنَسَ (anasa), أَنَّسَ (annasa) serta نَسِيَ (nasiya).

Kata أَنَسَ (anasa) memiliki arti أَبْصَرَ (abshara), عَلِمَ (‘alima), إِسْتَاذَنَ (istȃdzana). Kata أَبْصَرَ (abshara) berarti melihat, bernalar, berpikir. Dengannya manusia dapat mengambil pelajaran dari apa yang mereka lihat.

Kata  عَلِمَ (‘alima) berarti mengetahui atau berilmu. Dengan ilmunya manusia dapat membedakan suatu perkara apakah itu benar atau salah.

Sedangkan kata إِسْتَاذَنَ (istȃdzana) memiliki arti meminta izin. Manusia merupakan makhluk yang beradab yang kadang meminta izin ketika akan melakukan sesuatu atau menggunakan sesuatu yang bukan miliknya.

Berdasarkan pembedahan kata ini, al-Insân dapat diartikan sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk menalar, makhluk yang berilmu serta makhluk yang beradab.

Lalu bagaimana dengan manusia yang diciptakan ia buta, ia cacat secara fisik, apakah ia tidak sempurna? Tidak.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

Bacaan latin: Innallaha laa yanzuru ilaa suwaarikum wa amwaalikum walakin yanzuru ilaa quluubikum wa a’maalikum.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Boleh Baca: Teks Pidato Islami Tentang Ghibah, Lengkap Beserta Dalilnya

Sungguh, manusia itu sempurna, dari detail proses penciptaannya, hatinya, mentalnya, hingga potensinya.

Manusia Sebagai Makhluk yang Sempurna dari Proses Penciptaan
Manusia Sebagai Makhluk yang Sempurna dari Proses Penciptaan. Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay 

Hadirin wal hadirat, ikhwan wa akhwat, ummi wal abi rahimakumullah...

Kata insan sejatinya lebih mengacu pada peningkatan manusia ke derajat yang dapat memberinya potensi dan kemampuan untuk memangku jabatan khalifah dan memikul tanggung jawab serta amanat manusia di muka bumi.

Sebagai khalifah manusia dibekali dengan berbagai potensi seperti ilmu, persepsi, akal, dan nurani. Pertanyaannya adalah:

Apakah khalifah di negeri kita sama dengan pengertian insan?

Apakah pemangku amanat di negeri kita sama dengan pengertian insan?

Dan apakah kita telah memanfaatkan ilmu, akal, dan nurani kita sebagai seorang insan? 

Hadirin rahimakumullah (ganti sesuai selera)

Sekarang renungkanlah, bermuhasabalah, introspeksi dirilah, serta bayangkanlah jika kita menjadi seorang petani sayuran.

Mulai dari kita menanam sayuran, memberinya pupuk, memberinya kayu penopang agar berdiri tegak, menjaganya dengan pestisida, insektisida, menjauhkannya dari benalu, dari bakteri, jamur, rumput liar, ilalang, ya kan?

Itu semua kita lakukan untuk apa?

Masya Allah, agar sayuran itu lahir sebagai sayuran yang sempurna. Dan sekarang, dengan ucapan istighfar, Astagfirullah al adzim, ayok kira renungkan, bayangkan, dan camkan diri kita.

Tidak perlu lihat orang lain, tidak usah lihat orang di samping kita, langsung lihat diri dan hati kita. Kemudian tanyakan kepada hati kita.

Pertanyaannya: sudahkah kita menanam diri dan hati kita dengan iman, ihsan dan taqwa?

Sudahkah kita memupuk diri kita dengan ilmu,  akidah, syariat, Al-Qur’an dan hadis? 

Sudahkah kita jaga hati dan diri kita dengan akhlak nabi MUHAMMAD SAW, Allahumma sholi ala Sayyidina Muhammad, wa ala ali Sayyidina Muhammad, sudahkan kita menjauhkan diri dan hati kita dari perbuatan syeitan, su’ul,  keji dan munkar? 

Beranikah kita katakan sudah dengan kencang? Beranikah kita katakan sudah dengan lantang?

Astagfirullah al adzim. Sungguh hina diri kita, yang bertabur banyak dosa ini. Malu kita sebagai hamba yang diciptakan secara “ahsani taqwim”, jika  tidak memuliakan diri kita sendiri.

Boleh Baca: Teks Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran

Hadirin rahimakumullah;

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh agar menjadi makhluk yang paling mulia: 

1. Beriman, bertaqwa dan beramal Sholeh di waktu muda

Sejenak kita renungkan ayat berikut:

QS Al-Hujurat ayat 13:

إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

Bacaan Latin: Inna akromakum ‘indallaahi atqookum, innallaaha ‘aliimun khobiir.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13)

Singkatnya adalah memuliakan diri dihadapan Allah SWT. Caranya bagaimana? Yuqimonassholat (Mendirikan sholat), wa atuzzakat (membayar zakat), amanu (beriman), amilussholihat (beramal saleh), qolilam minal lail ma yahja’un (sedikit tidur di waktu malam), yastaghfirun (selallu memohon ampun kepada Allah). Semua ini adalah untuk:

فَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي 

Bacaan Latin: Fadkhulii fii ‘ibaadii, wadkhulii jannatii.

Ialah untuk masuk ke surganya Allah. Aaamiin Ya rabbal ‘Alamiin.

Hadirin rahimakumullah;

2. Menjadi perantara penyebar pesan ilahi

Apakah manusia itu mulia jika jadi presiden? Apakah manusia itu mulia jika jadi raja? Jadi Bupati? Jadi Gubernur? Jadi orang paling kaya? Jadi Ilmuan dunia? 

Belum tentu!

Ulama besar Abdullah Ibnul Mubarak dalam kitab Tahzibul Kamal mengatakan:

“Aku tidak mengetahui sebuah derajat yang lebih utama setelah para nabi dibandingkan menyebarkan ilmu”. Maka berbahagialah, bergembiralah, bersyukulah hai para ulama, ustadz, pendakwah, para penyebar ilmu. Termasuk orang yang paling utama setelah rasul. Karena dengan ilmu yang di sebarkan, manusia tahu yang haq mana yang batil, mana jalan ke surga, mana jalan ke neraka.

Sejatinya menyebarkan ilmu tidak mesti menunggu jadi ulama, tidak mesti jadi ustad, tapi bisa dengan share ilmu. Bukan share status di facebook saja, bukan share snap di wa saja, bukan pula share reels di instagram saja.

Dan perlu diingat, untuk menyebarkan ilmu kita harus periksa ilmu itu, apakah shahih dan haq ilmunya, atau malah berisi kemungkaran dan hoaxs. Sudah cukuplah fitnah dunia ini menyebar dengan hoaxs-hoaxsnya.

Kita semestinya selektif dalam mencari ilmu, dan jangan sungkan untuk bertanya kepada yang ahli dan yang ‘alim. Bukan ‘alim ahli YouTube tapi ‘alim karena ilmunya bersanad.

Karena inilah kita disebut khalifah, yaitu sebagai perantara dari ajaran-ajaran Allah demi tersampainya rahmat Allah, Rabb semesta alam.

Hadirin rahimakumullah;

3. Mengendalikan hawa nafsunya

Tanpa disadari, adanya potensi takwa dalam diri manusia, dapat membuat mereka lebih mulia dari makhluk yang telah diciptakan Allah sebelum mereka, yaitu malaikat.

Sebaliknya, keberadaan nafsu juga dapat membuat mereka lebih hina atau rendah dari hewan. Sebab, hewan memang di ciptakan Allah dengan nafsu saja.

Oleh karena itulah, sembari disuruh memperbanyak amal kebaikan, manusia juga diperintahkan Allah untuk berjuang menekan hawa nafsu mereka.

Karena dengan cara itulah manusia mampu meraih predikat makhluk paling mulia di sisi Allah SWT.

Sebagai bagian dari ujian Allah SWT, setiap jiwa manusia cenderung untuk berbuat dosa dan maksiat. Jika manusia dihadapkan pada pilihan yang baik atau pilihan yang buruk, ia lebih tertarik melakukan pilihan yang buruk.

Contohnya, jika ada pilihan, bekerja keras ataupun istirahat, pilihan istirahat lebih menarik.

Jika ada pilihan, shalat Tahajud atau istirahat, jiwa manusia cenderung memilih istirahat. jika ada pilihan belajar atau main game, lebih pilih main game.

Hal ini sesuai dengan penegasan Kalam Allah; 

إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Yang artinya, "Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang." (QS Yusuf: 53).

Hadirin rahimakumullah;

Waktu yang berlalu biarlah berlalu, karena sedetik pun kita tidak bisa kembali di masa itu.

Tidak baik pula jika kita hanya bergumam dengan penyesalan masa dulu.

Marilah kita tatap waktu yang singkat ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. 

Datanglah ke masjid dalam keadaan terbangun, sebelum kita didatangkan dalam keadaan terbaring.

Hari ini kita di atas tanah, mungkin esok atau malah sebentar lagi, tanah yang di atas syahdan menimpa kita.

Kerjakan kebaikan meskipun kamu anggap itu kecil, sebab kita tidak tahu kebaikan mana yang akan mengantarkan kita ke surga.

Demikianlah ceramah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mohon maaf atas khilaf dan salah, dan kepada Allah mari bersama kita memohon ampunan.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

***

Download Teks Ceramah Manusia Makhluk Paling Mulia PDF

O ya, setelah menyimak naskah ceramah di atas, barangkali Sobat Guru Penyemangat ingin memiliki dokumennya untuk keperluan materi tausyiah atau bisa pula khutbah Jumat dan kultum, kan?

Beruntung sekali di sini Guru Penyemangat telah menyiapkan link unduhan dokumen PDF ceramah tentang manusia makhluk yang paling mulia.

Silakan klik tomboh download untuk mendapatkan file dokumennya secara gratis.

Download Ceramah Manusia Makhluk Paling Mulia PDF

***

Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang ceramah bertema Manusia Makhluk Paling Mulia yang dilengkapi dengan link unduhan dokumen PDF.

Semoga bermanfaat, ya.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "Teks Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling Mulia (Download PDF)"