Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Naskah Pidato Berbakti kepada Orang Tua Singkat, Disertai dengan Pantun

Pidato Berbakti kepada OrangTua
Pidato Berbakti kepada OrangTua. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sahabat Guru Penyemangat, bagaimana keadaan kalian di hari ini?

Semoga sehat-sehat selalu, ya. Begitu pula dengan kedua orang tua kita yang saat ini sedang bekerja atau sedang santai di rumah. Bantu mereka, taati mereka, serta senangi mereka.

Mengapa berbakti kepada kedua orang tua itu penting? Karena ridho Ayah dan Ibu adalah jalan termudah bagi kita untuk meraih surganya Allah SWT.

Surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu, kan? Hal tersebut mengandung makna bahwa kita wajib berbakti kepada Ibu, juga kepada Ayah.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan contoh naskah pidato tentang bakti.

Yup. Contoh teks pidato tema berbakti kepada kedua orang tua disajikan secara singkat, disertai dengan pantun, serta bisa diunduh dalam format PDF.

Sebelum itu, simak terlebih dahulu ya pidatonya:

Pidato Berbakti Kepada Orang Tua Beserta Pantun: “Sayangi Ayah dan Ibu dengan Sepenuh Hati”

Pidato Berbakti Kepada Orang Tua Beserta Pantun
Pidato Berbakti Kepada Orang Tua Beserta Pantun. Dok. Gurupenyemangat.com

Jalan-jalan ke pasar pagi
Eh ternyata tertimpa durian runtuh
Hai temanku apa kabar hari ini
Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh!

Alhamdulillahirobbil’alamin. Assalatu wassalamu ala asyrofil anbiya iwal mursalin. Wa ala alihi wasohbihi aj’main.

Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma sholi wa salim wa barik ala Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad.

Yang saya hormati, Bapak/Ibu Kepala Sekolah beserta wakilnya

Yang saya hormati, Bapak/Ibu dewan guru beserta staf tata usaha

Serta teman-teman sekalian yang saya sayangi.

Limpahan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang senantiasa memberikan kita berjuta nikmat, terutama nikmat sehat dan nikmat sempat sehingga kita bisa hadir di panggung/tempat yang mulia ini.

Shalawat belantunkan salam tiada bosan kita sampaikan kepada Nabi terbaik yang digelari Al-Amin, Muhammad SAW. Semoga kita bisa menjadi penerus dakwahnya hingga Hari Kiamat nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia

Berdirinya saya di sini ialah untuk menyampaikan secarik pidato singkat tentang ajakan berbakti kepada orang tua.

Pertanyaan saya; sudah seberapa sayang kita kepada Ayah dan Ibu di rumah? Apakah masih setengah hati, atau malah sedang berusaha menuju sepenuh hati?

Jika sudah sepenuh hati, maka kita ucapkan “Alhamdulillah” ya. Orang tua yang telah membesarkan kita, merawat kita, mengajarkan kita adab dan perilaku, bahkan tiada terlupa senantiasa memberikan kita uang jajan.

Cobalah sejenak kita bayangkan apa saja kegiatan Ayah di rumah. Hari ini, mungkin beliau sedang berkeringat di ladang mencari nafkah, sedang kepusingan mengurus dokumen rapat, atau bahkan sedang kepanasan berjualan di bawah terik matahari yang menyiksa.

Sedih bertabur duka rasanya jika kita membayangkan hal tersebut.

Belum selesai. Sekarang, cobalah kita kembali membayangkan Ibu, Bunda, alias Mama di rumah. Apa saja pekerjaannya sekarang?

Ibu sudah menyediakan sarapan sebelum matahari bangun, mencuci piring, membersihkan rumah, melipat pakaian, bahkan ikut berjuang bersama Ayah demi mencukupi kebutuhan kita untuk bersekolah.

Cobalah bayangkan lebih dalam lagi, lalu kita rasakan bagaimana lelahnya seorang Bunda mengandung. Sembilan bulan sepuluh hari bahkan lebih, lalu melahirkan kita dengan penuh peluh dan darah.

Sungguh melelahkan, bahkan Ibu bertaruh nyawa demi mempersilakan kita menatap dunia. Sedangkan kita? Di saat itu belum ada gigi, dan kita hanya bisa menangis. Tidak hanya siang hari, bahkan juga tengah malam.

Teman-teman yang berbahagia;

Ketika kita bayangkan, ternyata begitu besar perjuangan kedua orang tua demi membesarkan kita. Sayangnya mereka kepada kita tidak akan pernah runtuh hingga akhir zaman, dan ketulusan yang mereka taburkan tiada pernah bisa tertandingi.

Sekarang, apakah tugas kita?

Apakah kita boleh terus mengeluh meminta uang jajan yang dirasa kurang, menuntut dibelikan tas baru, memaksa kedua untuk membeli kuota internet demi bisa nonton kartun di YouTube?

Tugas kita sejatinya ialah berbakti kepada orang tua. Patuh, hormat, dan taat kepada Ayah dan Ibu, kepada Papa dan Mama.

Dalam Al-Quran surah al-Isra ayat 23 tertuang dalil “fala takul lahuma uffin” yang artinya jangan sekali-kali kita berkata “ahh” atau “uuh” kepada keduanya.

Itu kalimat larangan, kan? Secara tidak langsung, perilaku mengeluh dan membantah perkataan kedua orang tua hanya akan mengantarkan kita kepada lumbung dosa.

Padahal kita tahu bahwa ridho Allah bergantung kepada ridho kedua orang tua. Maka dari itulah kita perlu menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita sewaktu kecil.

Lakukanlah yang terbaik untuk menyenangkan kedua orang tua, terutama selama keduanya masih hidup dan selama kita masih sempat. Dan terakhir, jangan lupa lantunkan doa terbaik agar kita bisa bersama-sama dengan mereka di surga nanti. Aamiin.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia.

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat bagi diri dan semua. Saya tutup dengan pantun:

Shalat berjamaah perhatikan lurusnya Saf
Jika tidak maka pahalamu bakal runtuh
Demikianlah pidato saya dan banyak maaf
Saya Akhiri Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Contoh Teks Pidato Berbakti Kepada Orang Tua untuk Anak SD

Contoh Teks Pidato Berbakti Kepada Orang Tua untuk Anak SD
Contoh Teks Pidato Berbakti Kepada Orang Tua untuk Anak SD. Dok. Gurupenyemangat.com

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamua’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah. Alhamdulillahi hamdan katsiran minaz zhonni. Asyahu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma sholli wa sallim wa barik ala Muhammad. Wa ala alihi wasohbihi rosulillahi aj’main.

Segenap hadirin yang senantiasa dirahmati oleh Allah SWT

Di awal jumpa, mari senantiasa kita bersyukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita berjuta-juta kenikmatan yang tiada mampu kita hitung berapa detail jumlahnya. 

Napas kita, sehatnya kita, penglihatan kita, pendengaran, hingga senyum semuanya adalah nikmat.

Andai Allah cabut senyum kita, misalnya dengan musibah sakit gigi. Sudah tentu kita akan sangat menderita. Maka dari itulah, sempatkan syukur di kala lapang maupun sempit.

Shalawat berbingkaikan salam mari kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi yang mengenalkan kita dengan Islam sebagai agama penyempurna dan satu-satu agama yang diterima oleh Allah SWT.

Hadirin yang mulia; Saat ini, izinkan saya bertanya; Bagaimanakah kabar kedua orang tua kita hari ini?

Semoga Ayah dan Ibu, Papa dan Mama keduanya senantiasa sehat selalu ya.

Berkisah tentang kedua orang tua, hal utama yang perlu dan wajib untuk senantiasa kita gaungkan adalah sikap berbakti kepada keduanya.

Dalam Quran Surah Luqman ayat 14, Allah perintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada dua orang ibu-bapak; karena ibu telah mengandung dalam keadaan yang lemah nan bertambah-tambah, dan serta menyusui kita dalam dua tahun.

Selain itu, dalam hadis juga dikatakan bahwa “ridollohi wa ridho walidain” yang artinya; ridha Allah bergantung kepada ridha kedua orang tua.

MasyaAllah, sungguh besar kedudukan berbakti kepada kedua orang tua di mata Allah. Kalau Allah sudah ridha, maka apa pun yang kita kehendaki bakal terlaksana. Dan kita hanya perlu mencari ridha kedua orang tua.

Sebaliknya, kalau kita durhaka kepada kedua orang tua, maka sungguh diri ini akan semakin jauh dari surga.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT;

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meninggikan bakti kepada kedua orang tua. Pertama, kita wajib hormat dan patuh terhadap perintah keduanya.

Tapi, bagaimana bila yang diperintahkan itu adalah keburukan? Maka bantahlah dengan cara yang baik dan jangan sekali-kali membentak mereka.

Kedua, senantiasa membantu kedua orang tua. Ya, membantu dengan ikhlas seraya berharap ridha dari Allah.

Ketiga, kita wajib mendoakan kedua orang tua di kala sempat maupun sempit. Kita doakan agar dosa-dosa kedua orang tua diampuni oleh Allah, dilapangkan hati keduanya untuk menerima hidayah dari Allah, serta dipermudah jalannya menuju surga.

Keempat, jikalau orang tua telah meninggal, maka kewajiban kita sebagai anak ialah melanjutkan cita-cita keduanya, tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, serta terus mendoakan yang terbaik untuk Ayah dan Bunda. Karena? Doa anak sholeh itu sampai ke langit. 

Hadirin yang rahimakumullah

Perlakukanlah kedua orang tua kita dengan baik terutama ketika mereka masih hidup di dunia ini. Semoga kita bisa bersama-sama dengan keduanya di surga nanti.

Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

Demikianlah pidato tentang cara berbakti kepada kedua orang tua yang bisa saya sampaikan. Banyak maaf, dan saya akhiri;

Wabillahi taufik wal hidayah; Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Download Naskah Pidato Berbakti Kepada Orang Tua PDF

Sajian di atas adalah dua contoh naskah pidato berbakti kepada orangtua. Selain menyajikan teks pidato, Guru Penyemangat juga sudah menyiapkan dokumennya dalam bentuk PDF.

Adapun file pidato berikut bisa digunakan oleh anak-anak SD untuk bekal belajar berpidato. Silakan sesuaikan teks pidatonya sesuai dengan kebutuhan masing-masing ya.

Dokumen PDF pidato berbakti kepada kedua orang tua bisa diunduh secara gratis melalui link berikut ini.

O ya, untuk mengeditnya, terlebih dahulu kamu harus mengunduh dokumen PDF serta menyimpannya di Handphone maupun di Laptop.

Semoga bermanfaat, ya

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Naskah Pidato Berbakti kepada Orang Tua Singkat, Disertai dengan Pantun"

--