Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Membaca untuk Anak SD, Guru dan Orang Tua Bisa Terapkan 4 Metode Ini!

Belajar Membaca untuk Anak SD, Guru dan Orang Tua Bisa Terapkan 4 Metode Ini!
Belajar Membaca untuk Anak SD, Guru dan Orang Tua Bisa Terapkan 4 Metode Ini!. Dok. Gurupenyemangat.com

Pada dasarnya, anak-anak usia TK/PAUD tidak pernah dibebankan kewajiban membaca. Tapi lucunya, pelajaran kelas I SD maupun MI sudah penuh dengan soal cerita.

Sontak saja guru kelas I mendapat tantangan yang cukup berat. Meskipun jam belajar siswa kelas I di sekolah tidaklah lama, guru kelas rendah memiliki beban untuk mengajarkan anak membaca.

Permasalahan yang sering terjadi adalah, mereka selama di rumah belum rutin dan konsisten belajar membaca dan orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada guru SD.

Okelah, barangkali di sekolah-sekolah perkotaan rata-rata anak-anak usia sekolah dasar sudah lancar membaca.

Hal tersebut tidak bisa kita mungkiri karena orang tua mereka juga teredukasi dan di lingkungan tersebut terdapat dukungan fasilitas belajar membaca yang maksimal.

Lain halnya jika di desa, di dusun, dan di daerah 3T. Tantangan guru SD untuk mengajarkan anak SD agar lancar membaca beratnya berkali-kali lipat.

Meski begitu, aku yakin bahwa semua guru SD di seluruh penjuru Bumi Indonesia tetap semangat mengajar dan mencerdaskan bangsa.

Dan dalam hal ini, Gurupenyemangat.com akan coba menghadirkan beberapa metode belajar membaca untuk anak SD yang bisa guru dan orang tua aplikasikan di sekolah dan di rumah.

Belajar Membaca untuk Anak SD, Guru dan Orang Tua Bisa Terapkan Metode Ini!

Metode Belajar Membaca untuk Anak SD
Metode Belajar Membaca untuk Anak SD. Dok. Gurupenyemangat.com

Untuk menghadapi beban ajar yang cukup berat, seorang guru memerlukan metode khusus. Yup, apa lagi bagi para pendidik dan pengajar anak SD kelas rendah.

Metode belajar membaca untuk anak tidak hanya diterapkan di sekolah dan diketahui oleh guru melainkan juga untuk diaplikasikan oleh orang tua siswa selama mendampingi anaknya belajar di rumah.

Baiklah, berikut rekomendasinya:

1. Belajar Membaca Anak SD Menggunakan Metode ACM

ACM adalah kependekan dari (Aku Cepat Membaca). Metode ini dirancang khusus untuk mempermudah anak-anak usia dini bahkan orang dewasa yang buta aksara dengan konsep bermain sambil belajar dan belajar dengan menyenangkan.

Berbeda dengan metode belajar membaca pada umumnya, ACM lebih mendahulukan pengenalan perubahan bunyi huruf, bunyi nga-nya, bunyi ng, bunyi mati, baru kemudian latihan membaca dan pengenalan huruf.

Bahkan, dengan racikan Quantum Learning dengan berbagai kata kunci sedemikian rupa, anak-anak bisa menghafal separuh huruf latin dalam waktu 15 menit saja.

Materinya pun terdiri dari berbagai sudut media mulai dari animasi, peraga, lagu-lagu, hingga aktivitas pendukung yang membuat anak usia SD bisa belajar membaca tanpa mengeja.

Alhasil, metode yang satu ini memang dirancang khusus agar anak semakin cepat membaca. O ya, detailnya simak di sini saja, ya.: Pedekate dengan Metode ACM

2. Belajar Membaca untuk Anak SD dengan Metode Global

Sesuai namanya, metode yang satu ini diterapkan dengan teknik mengenalkan kalimat untuk kepada anak SD menggunakan gambar alias ilustrasi pendukung.

Semisal kalimat “Ayah Duduk di Kursi” yang didukung dengan gambar/animasi seorang pria yang duduk di kursi.

Siswa terlebih dahulu diajak untuk mencermati dan menanggapi situasi gambar, baru kemudian disusul dengan huruf-huruf yang terkait.

Menurut Gurupenyemangat.com, beberapa kali metode global cukup seru dan menyenangkan ketika diajarkan kepada anak-anak usia SD dengan kelompok kecil.

Intinya, semakin menarik sebuah gambar, respon siswa semakin positif dan perhatian mereka bisa diarahkan untuk lebih fokus dengan kegiatan membaca.

Tapi ya, tentu saja hal ini perlu diringi pengulangan materi oleh orang tua di rumah.

3. Belajar Membaca dengan Metode Abjad

Yup. Siapa yang tidak kenal dengan metode konvensional yang satu ini. Metode abjad adalah cara belajar membaca untuk anak SD dengan menyajikan huruf abjad A, B, C, D, E, F hingga Z.

Dalam penerapannya, masing-masing huruf tersebut diperkenalkan kepada siswa secara berproses mulai dari 3-5 huruf pada setiap pertemuan.

Adapun untuk teknik pengajaran pengenalan bacaan huruf tersebut, anak-anak SD sebaiknya dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil agar lebih efektif.

Selain perlu sering-sering senyum dan menerapkan pendekatan personal secara rutin, guru juga dirasa perlu untuk menyajikan berbagai abjad tadi dalam bentuk kartu.

4. Belajar Membaca untuk Anak SD dengan Metode Kupas-Rangkai Suku Kata

Agak berbeda dengan metode Abjad, Kupas-Rangkai Suku Kata ialah cara mengajarkan membaca kepada anak dengan menggunakan rangkaian suku kata yang nantinya dikupas menjadi huruf.

Jadi, jika metode Abjad dimulai dari huruf, maka metode Kupas-Rangkai Suku Kata dimulai dari kata.

Misalnya kata “Mata” yang kemudian dipecah menjadi dua suku kata yaitu ma dan ta, syahdan ditilik lagi dengan pecahan huruf M-A-T-A.

Begitu pula dengan kata “Kelapa” yang bisa dipecah menjadi tiga suku kata yiatu KE-LA-PA, hatta dilanjutkan dengan pecahan huruf K-E-L-A-P-A.

Mengapa perlu dimulai dari kata bukan dari huruf? Alasannya sederhana, karena sebagian anak usia SD ingin tahu bahkan lebih mudah ingat dengan kata-kata yang mereka mengerti.

Manakah Metode Belajar Membaca yang Paling Efektif untuk Anak SD?

Manakah Metode Belajar Membaca yang Paling Efektif untuk Anak SD
Manakah Metode Belajar Membaca yang Paling Efektif untuk Anak SD. Dok. Gurupenyemangat.com

Dari keempat metode di atas, rasanya cara yang paling efektif untuk mengajarkan anak usia SD membaca baik bagi guru maupun orang tua adalah dengan mengolaborasikan keempat-empatnya.

Yup. Satu metode yang menarik tidak bisa diterapkan secara terus-menerus karena seorang anak mudah bosan dengan sesuatu yang “itu-itu” saja.

Sebagai seorang guru, rasanya telah kita sadari bersama bahwa belajar membaca maupun menghitung adalah roh sekaligus tanggung jawab utama pelajaran di SD.

Dalam artian, output siswa SD wajib bisa membaca dan berhitung. Jika tidak? Maka guru SD yang bakal malu.

Lebih daripada itu, yang namanya belajar membaca untuk anak SD tidaklah cukup hanya di sekolah saja, tidak cukup hanya satu arah, dan tidak cukup pula hanya sekali ulang.

Selain guru, orang tua juga wajib membimbing anak secara mandiri agar rutin mengulang bacaan di rumah.

Dan terakhir, anak-anak usia SD tidak bisa dipaksa untuk terus serius karena dunia mereka adalah dunianya bermain. Alhasil, cara terbaik untuk membekali ilmu ialah bermain sambil belajar.

Oke. Demikian dulu, ya sajian dari Guru Penyemangat.

Semoga bermanfaat.

Lanjut Baca: Rekomendasi Cara Belajar Online yang Efektif untuk Anak Kelas I SD

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Belajar Membaca untuk Anak SD, Guru dan Orang Tua Bisa Terapkan 4 Metode Ini!"

  1. Anak TK menurut peraturan Kemendikbud sbnre memang blm boleh diajarkan calistung, tapi pelajaran SD sudah banyak bgt bacaan & menulis. Mau tidak mau guru TK & orgtua harus mengajarkan calistung sampai anak mahir. Kurikulum yg aneh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah, Bu. Ujung-ujungnya ada kesenjangan di SD. Beberapa kali ada anak SD dan MI yang ngotot pindah ke sekolah kami. Alasannya? Karena blm lancar baca, dan di sana siswanya banyak jadi seakan-akan tidak diperhatikan. Hemm

      Hapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.