Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Teks Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran, Lengkap dengan Pantun Beserta Dalilnya

Teks Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran
Teks Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran, Lengkap dengan Pantun Beserta Dalilnya. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Apakah Sobat saat ini sedang mencari pidato Agama Islam yang menarik dan bagus?

Jika iya, barangkali contoh teks pidato tentang kejujuran berikut bisa menjadi salah satu referensi ya.

Terang saja, kejujuran merupakan topik yang cukup bagus untuk dibahas. Tidak hanya terbatas di sekolah saja, melainkan juga cocok disampaikan di lingkup masjid, masyarakat, hingga instansi kerja.

Soalnya, orang yang jujur itu bakal disenangi banyak orang dan mendapat kepercayaan, kan? Tapi sekali ia berdusta, maka sirnalah sudah kepercayaan yang dimaksud.

Nah di sini Gurupenyemangat.com telah menyiapkan teks pidato Islam bertema kejujuran.

Contoh teks pidato Agama Islam tentang kejujuran ini ditulis singkat, lengkap dengan pantun pembuka, penutup, dan dalilnya.

Mari disimak ya:

Naskah Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran Singkat Beserta Pantun Pembuka, Dalil, dan Pantun Penutup

Naskah Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran Singkat
Naskah Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran Singkat. Dok. Gurupenyemangat.com

Duhai lezatnya rendang pakai daging itik
Membuat gemetar ujung lidahku
Duhai teman-teman yang ganteng dan cantik
Jawablah dengan semangat salam dariku

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah. Alhamdulillahi hamdan katsiron kama amar. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala…..
Yang terhormat, Bapak/Ibu Dewan Guru….
Yang terhormat, Bapak/Ibu Tamu Undangan…
Serta teman-teman yang berbahagia;

Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang sangat banyak. Mulai dari nikmat iman, nikmat Islam, kesehatan, kesempatan, hingga kebahagiaan sehingga kita bisa berkumpul bersama di hari yang sejuk ini.

Shalawat berbingkaikan salam mari kita sampaikan kepada mahkota dunia, kekasih Allah SWT, tiada lain tiada bukan ialah Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan rajinnya berucap shalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Pada kesempatan yang mulia ini, saya akan menyampaikan pidato singkat tentang pentingnya kejujuran.

Teman-teman yang saya sayangi, apakah kalian semua setuju bahwa kejujuran itu sangat penting? Rasanya semua dari kita pasti setuju ya. Tapi, kejujuran seperti apa yang dimaksud?

Jujur adalah benar dalam berkata dan benar dalam berbuat. Dengan demikian, orang yang jujur adalah orang yang bisa dipercaya perkataan dan perbuatannya.

Kejujuran sangatlah penting, baik itu di rumah, di sekolah, di masyarakat, di tempat kerja, dalam kondisi bahagia, dalam kondisi sulit, serta di mana pun kita berada.

Tapi teman-teman, mengapa kok di dunia ini masih banyak orang-orang yang berbohong, dan masih banyak pula orang-orang yang berdusta? Mungkin kita juga masih menjadi salah satu dari mereka kan?

Alasan pertamanya ialah karena kejujuran itu berasal dari hati. Orang yang mengikuti hati nurasi biasanya akan terbiasa untuk berkata dan berbuat benar, sedangkan orang yang mengingkari hati nurani akan mudah untuk berkata bohong maupun berbuat dusta.

Dari sinilah kita menyadari bahwa kejujuran itu sangatlah mulia dan mahal. Dikatakan mulia karena perilaku jujur dalam Islam merupakan salah satu akhlak terpuji yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Kita bayangkan saja teman-teman, perilaku jujur akan menjadikan kita sebagai orang yang dapat dipercaya, disenangi banyak orang, bahkan didekatkan dengan kebaikan.

Sedangkan bila kita berdusta sekali saja, maka kebanyakan orang-orang tidak akan percaya lagi kepada kita.

Jujur dikatakan mahal karena tidak semua orang bisa berbuat jujur pada setiap kondisi. Lihatlah para koruptor. Mereka terpaksa berbohong karena di depan matanya adalah uang yang berlimpah.

Pun demikian dengan orang yang suka menyontek. Mereka telah menipu dan meragukan kemampuan dirinya sendiri.

Teman-teman yang berbahagia;

Dalam Islam, jujur adalah salah satu jalan yang akan mendekatkan kita menuju surga.

Hal ini disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari:

اِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ وَاِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ...

Bacaan Latin:

Innas-shidqo yahdii ilal birri wa innal birro yahdii ilal jannati.

Artinya:

Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga.

Boleh Baca: Dua Prinsip Utama Pembentuk Karakter Kejujuran pada Anak

Teman-teman yang berbahagia;

Siapa pun orangnya akan disebut jujur bila ia berkata apa adanya dan sesuai dengan kenyataan. Perilaku jujur sangat diperlukan dalam menjalani segala aktivitas kehidupan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Orang bijak sering berkata bahwa; bila kita tidak bisa melaksanakan hal-hal kecil dengan baik, bagaimana mungkin kita akan mampu melaksanakan hal-hal yang besar. Ini juga berlaku untuk kejujuran.

Bila seorang pelajar melaksanakan ujian dengan curang, walaupun kecurangan itu hanyalah satu pertanyaan saja, maka akan sangat sulit bagi guru untuk menaruh rasa percaya kepadanya.

Bila seorang pedagang berlaku dusta dengan mengurangi takaran timbangan, walaupun hanya kurang satu ons saja, maka akan sangat sulit pagi para pembeli untuk kembali percaya kepada pedagang tadi.

Di sekitar kita dan di luar sana, ada banyak sekali contoh kebaikan yang didapat oleh orang-orang yang jujur serta keburukan yang ditimpakan kepada orang-orang yang suka berdusta.

Maka dari itulah, sungguh sangat baik bagi kita untuk berperilaku jujur baik di kala sempit maupun lapang, baik di kala bahagia maupun berduka.

Hanya saja, perilaku jujur bukanlah sikap yang bisa diasah satu hari saja melainkan harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi akhlak yang lengket di hati dan perbuatan.

Idealnya, sikap jujur dimulai dari diri sendiri, harus dilatih, serta dibiasakan sejak usia dini. Di rumah, Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, serta saudara-saudara bisa menjadi teladan, di sekolah, Bapak/Ibu dewan gurulah yang menjadi contoh.

Sedangkan nanti ketika kita sudah dewasa, kitalah yang menjadi teladan dan inspirasi. Maka darinya, mari bersama-sama kita memantapkan perilaku jujur dimulai dari hari ini.

Bapak, Ibu, serta Teman-teman yang berbahagia;

Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah, saya akhiri dengan pantun:

Jalan-jalan ke Kota Cianjur
Tidak lupa membeli sekarung kerang
Duhai teman jadilah orang jujur
Supaya kita dicintai Allah, Rasul, dan semua orang

*

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Boleh Baca: Pidato Singkat Tentang Kebersihan Sebagian dari Iman Beserta Dalilnya

Download Teks Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran PDF

Untuk memudahkan kegiatan Sobat dalam rangka mencari materi pidato, berikut Guru Penyemangat siapkan dokumen PDF teks pidato Agama Islam tentang kejujuran.

Pidato singkat Islam tentang kejujuran ini bisa dijadikan referensi materi dan juga boleh disampaikan dalam sambutan kegiatan keislaman di sekolah maupun kegiatan serupa.

Silakan klik tombol download dan tunggu beberapa detik untuk mendapatkan file naskah pidato Agama Islam tentang kejujuran PDF.

Pidato Tentang Kejujuran 208kb

***

Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang contoh pidato tentang kejujuran yang dilengkapi dengan pantun pembuka, pantun penutup beserta dalilnya.

Semoga bermanfaat ya
Salam

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Teks Pidato Agama Islam Tentang Kejujuran, Lengkap dengan Pantun Beserta Dalilnya"