Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Pidato Tentang Doa Ibu yang Bikin Nangis

Contoh Pidato Tentang Doa Ibu yang Bikin Nangis
Contoh Pidato Tentang Doa Ibu yang Bikin Nangis. Gambar oleh Ebrahim Amiri dari Pixabay

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Sudahkah Engkau Mendoakan Ibumu Hari Ini?

Semoga sudah dan senantiasa tetap melantunkan doa walau di kala sempat maupun sempit, ya. Guru Penyemangat harap Ibu kita semua tetap sehat, selamat, dan selalu bahagia dalam kecukupan.

Berkisah tentang Ibunda memang tiada akan ada habisnya. Bahkan, kita sering kali menjatuhkan bertubi-tubi air mata tersebab perjuangan beliau yang tak pernah kenal lelah.

Maka dari itulah, tidak salah bila kemudian muncul istilah “Kasih Ibu Sepanjang Masa”, karena memang begitulah kenyataannya.

O ya, pada kesempatan ini, Gurupenyemangat.com ingin menyajikan pidato tentang doa Ibu yang sedih.

Contoh pidato tentang doa Ibu berikut ini ditulis dengan hati dan bisa bikin nangis bila dihayati oleh kita maupun para pendengar.

Baiklah, boleh langsung disimak ya:

Pidato Tentang Doa Ibu yang Menembus Langit

Pidato Tentang Doa Ibu yang Menembus Langit
Pidato Tentang Doa Ibu yang Menembus Langit. Gambar oleh -AAC- dari Pixabay

Bismillah

Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi ja’alalakumus sam’a wal’abshoro wal’af’idah. Asyahu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Yang terhormat, Bapak/Ibu….
Yang terhormat, Segenap Tamu Undangan
Serta teman-teman yang berbahagia

Puji syukur kehadirat Allah yang senantiasa memberikan kita nikmat yang berkecukupan sehingga kita bisa berkumpul di sini seraya membangkitkan kembali rasa hati untuk berbakti kepada Ibu dan Ayah.

Shalawat berlantunkan salam kita hadiahkan kepada Nabi Akhir Zaman, Sayyidina Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Senang sekali rasanya saya berdiri di sini, memegang mikrofon, serta disilakan untuk berkisah sepatah dua kata patah tentang Ibu.

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan beberapa paragraf sederhana tentang doa Ibu, sosok malaikat tanpa sayap yang sungguh bersusah-payah melahirkan kita hinggalah menjadi sosok yang berbahagia pada saat ini.

Teman-teman yang berbahagia, rasanya kita sudah sangat sering mendengar ungkapan bahwa doa seorang Ibu itu mampu menembus langit, kan?

Benar sekali. Ada banyak dalil yang menguatkan sekaligus menegaskan ungkapan tersebut. Salah satunya ialah Kalam Nabi Muhammad SAW Dari Anas bin Malik RA:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ  الْمُسَافِرِ

Bacaan Latin: Tsalaatsu da'awaatin laa turoddu da'watul waalidi, wada'’atusshooimi wada’watulmusaafir.

Artinya: Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir. (Hadis Riwayat Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro.)

Hadis di atas statusnya adalah shahih. Dengan demikian, tertegaslah oleh kita bahwa sejatinya doa seorang Bunda itu mustajab dan dikabulkan oleh Allah.

Boleh Baca: Pidato Singkat Tentang Perjuangan dan Pengorbanan Ibu

Pada sisi yang sama, kita pula sering mendengar kalam “Ridhollah Fi Ridhol Walidain Wa Sukhtullah Fi Shukhtil Walidain” yang artinya, “Ridho Allah bergantung kepada ridho kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua.”

Teman-teman yang berbahagia;

Tidak hanya doa baik seorang Ibu yang mampu menembus langit, ternyata murka seorang Mama kepada anaknya pula bakal secara otomatis mendatangkan murka Allah.

Sungguh mengerikan, ya teman-teman.

Maka dari itulah, pada kesempatan maupun kesempitan diri ini atas waktu dan kesibukan, sudah semestinya kita sebagai seorang anak terus meninggikan bakti kepada Ibu maupun Ayah.

Bakti kepada Ibu bukan sekadar memberi beliau uang ketika kita dapat hadiah atau sudah kerja, melainkan juga membahagiakan dan merawat beliau di kala sakit maupun sehatnya.

Teman-teman yang berbahagia;

Sejatinya, dalam diamnya seorang Ibu, beliau selalu mendoakan yang terbaik untuk kita.

Saat diri ini sedih, beliau yang mengetuk pintu langit seraya memohon kepada Allah untuk membahagiakan kita.

Saat diri ini merasa sulit dan sempit, seorang Bunda dalam diammnya melantunkan doa penuh harap agar kita selaku anaknya diberikan kemudahan dalam menghadapi segala ujian hidup.

Pun demikian ketika diri kita sedang bahagia, kenyataannya Ibu masih tak henti-hentinya berdoa. Dalam basahnya air wudu, Ibu meminta kepada Allah agar kebahagiaan kita terus mengalir senantiasa.

Sungguh mulia seorang ibu, malaikat tanpa sayap dengan kasih sepanjang masa. Sedangkan kita? Seorang anak kasihnya laksana panjangnya galah. Sungguh pendek, dan ketika saatnya tiba, galah pun bisa menemui patah.

Boleh Baca: Teks Ceramah Tentang Ibu yang Singkat dan Menyentuh Hati

Teman-teman yang berbahagia;

Sudah sejak lama Ibunda mendoakan yang terbaik untuk kita, maka sekaranglah saatnya kita kembali mengetuk relung hati terdalam untuk ikut mendoakan yang terbaik untuk beliau.

Mari kita doakan Ibunda agar senantiasa sehat, senantiasa selamat, sejahtera, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Demikianlah secarik pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Sungguh tangis air mata sedikit pun tidak akan bisa menggantikan jasa seorang Mama. Maka darinya, mari kita terus berbakti, hormat, dan patuh kepada Ibu dan Ayah.

Banyak maaf, saya akhiri. Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

***

Nah, itulah tadi seutas sajian Guru Penyemangat berupa pidato tentang doa Ibu yang sedih dan bikin nangis.

Mudah-mudahan contoh pidato singkat di atas bisa bermanfaat sekaligus mampu mengetuk hati kita untuk bersemangat semakin hari semakin mencintai Ibu.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Pidato Tentang Doa Ibu yang Bikin Nangis"

Promo Cashback & Voucher Shopee