Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Pidato Tentang Pengorbanan Ibu, Singkat dan Menyentuh Hati

Contoh Pidato Pengorbanan Ibu, Singkat dan Menyentuh Hati
Contoh Pidato Pengorbanan Ibu, Singkat dan Menyentuh Hati. Gambar oleh Blanka Šejdová dari Pixabay

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Pernahkah dirimu membayangkan betapa besarnya pengorbanan dan perjuangan seorang Ibu untuk kebahagiaan kita?

Ternyata…sebegitu besar, ya. Saking besarnya, Guru Penyemangat yakin bahwa kita semua setuju untuk menyebut Ibunda sebagai malaikat tanpa sayap sekaligus pahlawan sepanjang masa.

Bila diceritakan lebih detail, tentu saja perjuangan seorang Ibu begitu banyak, rumit, dan juga penuh keringat.

Lebih daripada itu, Mama pula rela mengorbankan dirinya sejak fajar, pagi, siang, sore, malam, bahkan hingga tengah malam demi memastikan diri ini bisa segera terlelap dalam nyenyak.

Hemm. Sedih, ya. Maka dari itulah, sebisa mungkin kita wajib untuk meninggikan kebaktian kepada Mama.

Dan pada tulisan sederhana ini, Gurupenyemangat.com telah menyiapkan contoh pidato penyemangat yang bertema pengorbanan seorang Mama.

Contoh pidato berikut ditulis singkat dan menuangkan gagasan tentang pengorbanan dan perjuangan Ibu yang menyentuh hati.

Nah, silakan dicermati terlebih dahulu ya:

Pidato Pengorbanan Ibu: Tiga Pengorbanan Ibu, Belum Berbalas Walau Satu

Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillahi hamdan katsiron kama amr. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasululllah. Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad, wa ala ali Sayyidina Muhammad.

Yang Terhormat, Bapak/Ibu…

Serta Teman-teman yang Saya Banggakan;

Pertama untuk memulai segala urusan ini, marilah kita luangkan waktu sempat dan sempit untuk meninggikan syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya lah kita bisa hadir di ruangan ini dalam keadaan sehat tanpa ada kurang suatu hal apa pun.

Sholawat beriring salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Kiamat nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya jadi teringat dengan seorang manusia yang sangat berjasa bagi saya pribadi, bagi masyarakat, juga bagi bangsa ini.

Beliau adalah seorang wanita yang semakin kita bertambah dewasa, ternyata usia mereka semakin menua dan segera mendekati senja.

Pidato Pengorbanan Ibu Tiga Pengorbanan Ibu, Belum Berbalas Walau Satu
Pidato Pengorbanan Ibu Tiga Pengorbanan Ibu, Belum Berbalas Walau Satu. Gambar oleh wendy CORNIQUET dari Pixabay 

Teman-teman yang saya sayangi. Benar sekali, bahwa perempuan hebat nan sangat berjasa tadi tidak lain dan tiada bukan adalah Ibu, Mama, Emak, Indok, atau sebutan sayang lain menurut adat dan budaya negeri ini.

Dalam menjalani kehidupan ini, bisa kita sederhanakan ada minimal tiga pengorbanan besar seorang mama untuk anaknya.

Pengorbanan pertama, yaitu Ibu rela menggendong kita ke sana kemari selama 9 bulan 10 hari. Barangkali kurang, dan barangkali pula bisa lebih.

Pada masa-masa kehamilan tersebut, seorang Bunda mulai merasakan betapa repotnya bekerja, sulitnya mencari posisi yang tepat untuk mencuci, bahkan merasa kesusahan saat istirahat.

Hal tersebut terjadi gara-gara ada bayi kita yang dikandungnya. Alhasil, dengan sebukit kesusahan tersebut Ibu tetap mampu tersenyum dan sedikit pun tidak ingin mengeluh.

Teman-teman yang saya banggakan;

Berlanjut ke pengorbanan Ibu yang kedua, ialah masa-masa seorang Bunda merawat dan membesarkan kita.

Mulai dari diri ini lahir ke dunia, menyusui, belajar tersenyum, merangkak, berdiri, berlari, lalu membaca dan menulis semuanya berkat pengorbanan tulus seorang Ibu.

Benar-benar tulus, teman, karena sedikit pun Mama tidak pernah meminta imbalan atas biaya pengasuhannya.

Bunda sangat bahagia ketika kita bisa menceritakan segala kisah tentang sekolah, tentang nilai ujian yang dapat 80, tentang sulitnya ulangan hingga cuma dapat 20, dan tentang hal-hal berkesan lainnya.

Sampailah diri ini kanak-kanak, remaja, lalu menjelang dewasa. Semakin seorang anak bertambah umur, semakin seorang Ibu banting tulang membantu Ayah demi mencukupi kebutuhan.

Sedangkan kita sebagai seorang anak? Sering kali hanya bisa mengeluh kepada Ibu tentang uang jajan yang kurang, tentang kuota internet yang habis, tentang baju baru yang mulai kusam, dan sebukit tentang lainnya.

Boleh Baca: Contoh Teks Pidato Tentang Hari Ibu Singkat, Padat, dan Jelas

Teman-teman yang saya banggakan;

Lalu, seperti apa pengorbanan yang ketiga? Nyatanya, Ibunda tercinta juga berjuang sepenuh hati untuk melepaskan kita.

Bila kita adalah seorang laki-laki, maka Mama akan melepaskan kita untuk tinggal serumah dengan istri. Lalu Mama? Kesepian di masa senjanya.

Pun demikian bila kita adalah seorang perempuan. Lagi-lagi Bunda akan melepaskan kita kepada calon suami, dan surga kita pun segera berpindah menjadi ridho dari seorang suami.

Alhasil? Ibu pun mengorbankan masa tuanya untuk melepaskan kita dan berteman dengan sepi di tengah uban yang kian bertambah.

Sayangnya, dari ketiga pengorbananan dan perjuangan seorang Ibu tersebut, satu pun rasanya belum cukup bagi kita sebagai anak untuk membalas pengorbanan dan jasa seorang Ibu.

Sebagai seorang anak, barangkali kita lebih banyak membantah dan bermuka masam dibandingkan tersenyum bahagia mendengar cerita Mama.

Tambah lagi ketika seorang Mama sering mengulang-ulang ceritanya. Itulah arti bahwa beliau sudah sangat tua dan renta.

Boleh Baca: Naskah Ceramah Sedih Tentang Ibu yang Mulia Menua

Teman-teman yang berbahagia;

Pada akhirnya, bersyukurlah kita yang pada hari ini masih didampingi seorang Ibunda. Jika Mama masih hidup, tolong jangan sia-siakan kesempatan untuk berbakti dan menaati.

Dan jika Mama sudah dipanggil oleh Allah, maka berusahalah untuk menjadi anak saleh demi membahagiakan beliau di alam sana.

Mudah-mudahan kita bisa bersama-sama Ibu di surganya Allah SWT. Aamiin.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Atas banyaknya khilaf dan salah, saya mohon maaf. Saya akhiri;

Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

***

Nah, demikianlah tadi secarik contoh pidato karya Guru Penyemangat yang berkisah tentang pengorbanan dan perjuangan seorang Ibu untuk anaknya.

Mudah-mudahan bermanfaat dan mampu mencerahkan, ya. Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Pidato Tentang Pengorbanan Ibu, Singkat dan Menyentuh Hati"