Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Jual Emas Antam di Pegadaian, Ternyata Mengecewakan!

Hai, Juragan Sahabat Guru Penyemangat, apakah dirimu suka dan istiqomah investasi emas?

Bagi kawula muda maupun mereka yang mulai berusia senja dan memiliki mindset yang bagus pasti sudah paham betul dengan pentingnya investasi.

Emas menjadi salah satu produk investasi yang bernilai tinggi saat semakin lama disimpan serta minim risiko. Beda dengan saham, deposito, maupun investasi tanah.

Salah satu produk emas yang terkenal dan disukai oleh para juragan ialah emas murni 24 karat. Bentuknya? Bisa berupa emas batangan, emas koin, hingga emas Dinar.

Adapun merek yang terkemuka dan terus menggaungkan namanya hingga ke penjuru bumi Indonesia ialah Antam.

Benar! Siapa yang tidak kenal dengan emas Antam. Kita bisa mendapatkan emas Antam dengan mudah baik secara online maupun secara offline.

Secara online, di berbagai Marketplace sudah ada fitur khusus untuk menabung emas Antam. Begitu pula secara offline. Emas Antam bisa dibeli di Pegadaian, Butik Antam, hingga distributor Antam.

O ya, berkisah tentang Antam, aku punya pengalaman yang cukup mengecewakan saat menjualnya. 

Bukankah emas Antam bisa laku meski kita jual ke toko emas, Pegadaian maupun butik? Tapi berdasarkan pengalamanku, kisahnya tidaklah semulus itu.

Pengalaman Jual Emas di Pegadaian, Ternyata Mengecewakan!

Pengalaman Jual Emas Antam ke Pegadaian
Pengalaman Jual Emas Antam ke Pegadaian. Dok. Gurupenyemangat.com

Kisah yang kualami ini benar-benar cerita nyata terjadi pada tanggal 2 Agustus Tahun 2021. Waktu itu aku mencoba dan berusaha menjual emas Antam gramasi 10 gram ke Pegadaian.

Dari mana aku mendapatkan logam mulia 24 karat tersebut? Alhamdulillah aku sempat memenangkan lomba menulis maraton di Kompasiana selama bulan Ramadhan.

Waktu itu aku mendapat juara 1 dan hadiahnya adalah emas Antam satu keping dengan berat 10 gram.

Ya, tepatnya pada akhir Juli 2021, emas tersebut dikirim melalui kurir JNE berbentuk paketan yang dibungkus dengan kayu. Waduh, ngeri banget, ya! Aku kira gula aren, eh ternyata emas.

Sebenarnya aku ingin menyimpan logam si kuning tersebut dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Sayangnya aku sedang butuh uang untuk membayar biaya kuliah magister.

Di sisi yang sama, aku juga sudah punya produk emas murni lainnya yaitu EOA Gold. Aku pula sudah menjadi Agen alias distributor EOA Gold di Kota Curup, Bengkulu.

Seperti yang diketahui, di Curup belum ada butik Antam, tapi untuk Member dan Agen EOA Gold sudah cukup banyak. Maka dari itu aku lebih memilih untuk menjual Antam.

Andai waktu itu Antam yang kudapat adalah gramasi 10 gram dengan kepingan masing-masing 5 gram, mungkin aku bisa jual setengahnya saja. Tapi…ini cuma 10 keping sehingga aku memutuskan untuk menjualnya ke Pegadaian Curup.

Nyatanya, Pegadaian Tidak Menerima Emas Antam “Lain”

Nyatanya, Pegadaian Tidak Menerima Emas Antam “Lain”
Ilustrasi Kantor Pegadaian. Dok. Republika Online

Pada hari Senin, 02 Agustus 2021 aku akhirnya berangkat ke Pegadaian di Kota Curup.

Secara, kan, karena butik Antam cuma ada di Ibukota Bengkulu yang jaraknya 100Km dari rumah, makanya aku datang ke Pegadaian.

Kubaca-baca di berbagai media online, katanya Pegadaian memang menerima buyback Antam. Selain bisa melakukan gadai emas, kita juga bisa membeli dan menjual emas Antam di sana.

Boleh Baca: Cara Membeli Emas Antam di Pegadaian

NPWP sudah kusiapkan, Meterai 10.000 pula sudah kukantongi. Tidak lupa, aku juga membawa pena sendiri sebagai persiapan tanda tangan. Siapa tahu kan pena di kantor Pegadaian tintanya habis.

O ya, satu lagi. Aku pula membawa tas hadiah emas Antam 10 gram. Mengapa? Karena di tas tersebut ada merek/nama toko tempat Kompasiana membeli Antam sebelum dikirimkan kepadaku.

Pegadaian cabang Curup ada 2 tempat yang jaraknya masing-masing sekitar 10 KM dari rumahku.

Waktu itu sekitarr jam 11.00 WIB, aku datang ke unit Pegadaian Curup yang berada di dekat Pasar Bang Mego.

Sesampainya di sana, aku melapor kepada Satpam:

“Bang, saya ingin menjual emas Antam,”

“Antam ya, berapa gram, dek?”

“10 gram Bang.”

“Oke, silakan masuk dan menunggu antrean, ya.”

Kabar baik! Aku sudah optimis bahwa diriku bisa menjual emas Antam di Pegadaian.

Sebenarnya sebelum memutuskan untuk menjual emas, aku sudah memantau harga buyback yang tersedia di situs resmi logammulia.com.

Harga buyback emas Antam pada tanggal 2 Agustus 2021 untuk gramasi 10gram yaitu Rp8.432.000. Ya, karena meterai sudah kusiapkan sendiri, aku bisa mendapatkan harga buyback tanpa pengurangan. Hehehe

Setelah menunggu di ruang Pegadaian kira-kira 7 menit, aku pun dipanggil oleh Teller Pegadaian.

“Siang, Pak, ada yang bisa dibantu?”

“Siang, Mbak. Saya ingin menjual emas Antam 10gram.”

“Baik, Pak. Saya lihat dulu ya emasnya.”

“Oke, Mbak.”

“Pak, kalau boleh tahu ini emasnya beli di mana, Pak?”

“Ini hadiah, Mbak, dari Kompasiana.”

“Oh begitu. Tapi mohon maaf, Pak, emasnya tidak bisa dijual di sini. Kami hanya menerima emas Antam jikalau pelanggan sudah beli di sini.”

“Oalah, jadi tidak bisa dijual di sini ya Mbak?”

“Tidak bisa, Pak. Tapi kalau Bapak mau gadai, di sini bisa, Pak.”

Hemm. Aku niatnya mau menjual, eh, malah ditawarin gadai. Mau sih aku gadai emas, tapi gadai EOA Gold yang lama saja belum aku tebus! Hehehe

Belum habis usaha, aku pun keluar dari ruangan Pegadaian dengan perasaan sedikit kecewa. Kataku dalam hati, “Ini Antam lho, semua orang tahu bahwa Antam itu terkenal dan laku di mana saja. Tapi ya, kok begini ceritanya!”

Tanpa berpikir panjang, aku langsung mendatangi Pegadaian cabang Curup unit Pasar Atas. Sesampainya di sana, pelayanan Saptamnya juga ramah dan Pak Saptam pula yang menyodorkan emasku ke teller cantik di Pegadaian.

Apakah bisa dijual di sana? Ternyata sama saja. Emas Antam hadiah dari Kompasiana tidak bisa dijual di Pegadaian.

Bahkan, hal yang membuatku kecewa adalah; masa sih, emasnya sama-sama Antam, Pegadaian juga jualan emas Antam; tapi kenapa giliran tempat belinya beda Pegadaian malah tidak mau menerima buyback.

Aku semakin kesal, dan karena sedang sangat butuh uang, aku langsung mendatangi toko emas. 

Ingin sebenarnya aku datang ke butik Antam di Kota Bengkulu. Tapi jika dihitung-hitung, capek juga. Seratus kilometer jarak tempuh. Minimal aku bakal keluar ongkos dan makan Rp100.000.

Daripada repot dan berlelah-lelah, aku pun mendatangi toko emas yang berada di sebrang Pasar Bang Mego, Curup.

Apakah laku? Dua toko emas pertama yang kudatangi ternyata tidak mau membeli emas Antam yang kupunya. Apa yang salah, sih! Gumamku dalam hati.

Toko emas pertama bersikeras mau meminta kwitansi/sertifikat pembelian Antam, sedangkan aku sudah berkali-kali bilang kepada mereka bahwa Antam 10gram ini adalah hadiah.

Aku pula berpikir, sudah bukan zamannya lagi jual emas murni Antam pakai kwitansi karena di kemasan Antam kan sudah ada CertiEye yang bisa kita cek keasliannya menggunakan aplikasi Android.

Hemm. Yang ada, aku malah diintrogasi terus-menerus. Katanya; kok bisa dapat emas? Memangnya lomba menulis bisa dapat emas? Dan bla…bla…bla. Kesal dong aku dikepoin mulu.

Tapi, hasil tiada bakal mengkhianati usaha. Di toko emas yang ketiga, aku akhirnya menemukan orang yang mau membeli emas Antam yang kupunya.

Pemilik toko tidak berpikir panjang dan bertanya aneh-aneh. Pun demikian, mereka juga tidak meminta kwitansi dan langsung mengunduh aplikasi cek keaslian emas Antam.

Lebih dari itu, salah satu pelayan toko langsung memeriksa harga buyback resmi Antam di hari itu seraya menunjukkannya kepadaku.

Yes, aku lega. Ternyata tadi aku berkunjung ke toko emas yang salah. Beruntung aku sedikit paham tentang cara hitung harga jual emas perhiasan dan sudah mengecek harga buyback emas harian. Jadi, aku tidak mudah kena tipu.

Boleh Baca: Cara Menghitung Kadar Karat dan Harga Jual Emas Perhiasan

Begini percakapanku dengan pemilik toko emas:

“Siapa namanya tadi, Bang?”

“Ozy, Bang.”

“Begini, Zy. Ini harga buyback Antam hari ini per tanggal 2 Agustus 2021. Ozy lihat sendiri, kan. Harga buyback-nya Rp8.432.000 untuk kemasan 10gram.”

“Iya, Bang. Siap, benar.”

“Nah, tapi Abang tidak mungkin membeli emas Antam yang Ozy dapatkan dari Kompasiana dengan harga segitu. Soalnya kami kan toko emas. Jadi, Abang kasih harga untuk Ozy segini…”

Si pemilik toko emas pun menunjukkan harga jual Antam kepadaku di bawah harga buyback yang berlaku secara resmi.

Yapp, aku menyadari bahwa aku menjual Antam bukan ke butik resmi. Alhasil, beberapa kali aku berunding harga kepada pemilik toko hingga akhirnya ditetapkanlah harga buyback senilai Rp8.300.000.

Ya, jika hitung-hitung, selisih buyback Antam resmi dengan harga jual Antam ke toko emas sama dengan ongkos pulang pergi jikalau aku datang ke butik resmi Antam.

Walau begitu, aku sejujurnya masih heran; jikalau Pegadaian tadi memang tidak mau membeli emas Antam karena aku dulu tidak membelinya di sana, mengapa mereka tidak menetapkan harga sedikit lebih rendah daripada harga resmi, ya?

Ya sudah, deh. Aku cukup tahu saja bahwa ternyata Pegadaian seperti itu. Cukup mengewakan ya ternyata hasilnya. Padahal emasnya sama-sama Antam, cuma beda tempat beli saja. Hemm.

Tapi biarpun begitu kisahnya, aku tidak akan berhenti investasi emas. Soalnya, dengan berinvestasi emas aku bisa lebih menekan pengeluaran yang berkaitan dengan gaya hidup.

Demikianlah kisahku. Mungkin ada dari Juragan yang kisahnya mirip? Boleh deh ceritakan.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Pengalaman Jual Emas Antam di Pegadaian, Ternyata Mengecewakan!"

--