Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Pidato Tentang Kematian yang Singkat dan Menyentuh Hati, Lengkap dengan Dalilnya

Hai Sobat Guru Penyemangat, sudahkah kita bersiap menghadapi kematian?

Agaknya pertanyaan di atas agak horror, ya, karena sejatinya tidak ada satu pun dari makhluk di muka bumi ini yang mengetahui kapan dirinya akan menemui ajal.

Maka dari itulah, hal terbaik untuk menghadapi kematian ialah dengan mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Dengan bekal yang banyak, mudah-mudahan Allah SWT akan senantiasa melimpah-curahkan rahmat-Nya hingganya kita dimudahkan untuk fadkhulii jannatii (masuk ke surganya Allah).

Pidato Tentang Kematian yang Singkat dan Menyentuh Hati
Pidato Tentang Kematian yang Singkat dan Menyentuh Hati. Dok. GuruPenyemangat.com

Nah berikut ada contoh pidato tentang kematian yang singkat dan menyentuh hati, serta dilengkapi dengan dalilnya dari Qur'an dan Hadis.

Mari disimak ya:

Teks Pidato Tentang Kematian Menyentuh Hati Beserta Dalilnya

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam semangat untuk kita semua,

Yang saya hormati, Bapak/Ibu Kepala SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA Negeri/Swasta Kabupaten/Kota
Yang saya hormati, Bapak/Ibu Dewan Guru
serta siswa-siswi yang saya banggakan

Bismillahirrahmanirrahiim.

Pertama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi nikmat iman, islam dan ihsan.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Alhamdulillah, saat ini kita masih diberi kesempatan hidup dan beraktivitas untuk menyiapkan bekal kita di akhirat nanti.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Bekal yang perlu kita siapkan bukan untuk pergi dalam perjalanan tamasya dua atau tiga hari antar kota atau daerah, akan tetapi kita perlu menyiapkan bekal amal untuk pergi dalam perjalanan panjang meninggalkan dunia yang kita sebut dengan kematian.

Ketika manusia sudah tiba waktunya dipanggil menuju tempat pemberhentian dari alam dunia ke alam kubur yang kemudian akan dikumpulkan di alam keabadian yaitu akhirat sebagai penilaian final dan mutlak dari Allah SWT.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang telah ditiupkan ruh ke dalam jasad hingga dapat merasakan kehidupan dengan terlahir di dunia.

Meskipun demikian, sudah barang tentu bahwa Allah juga berhak mencabut ruh tersebut dari jasad dengan mengutus malaikat Izrail entah pada waktu, tempat, dan keadaan bagaimanapun.

Berdasarkan data kematian akibat kecelakaan Korlantas Polri pada tahun 2021 mencatat sebanyak 25.226 orang meninggal dunia.

Kecelakaan merupakan salah satu kontribusi penyebab kematian di Indonesia. Dari data menunjukkan per bulannya  terdapat 2.105 dan per harinya 70 orang meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan.

Sementara itu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kematian bayi berusia di bawah lima tahun (balita) alias bayi baru lahir di Indonesia mencapai 28.158 jiwa pada 2020.

Manusia memang tak akan ada yang bisa menghindari ataupun menunda kematian sebagaimana Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Bacaan Latin:

Kullu nafsin dzaa-iqotul mauut, wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamat, faman zuhziha 'anin-naari wa-idkhilal jannata faqod faaza wamalhayaatud-dun yaa illaa mataa-'ul ghururr.

Artinya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran/ 3: 185).

Boleh Baca: Kuburan, Destinasi Religi Sebagai Sarana Pengingat Kematian

Hadirin yang dirahmati Allah,

Jangan sampai ketika kita wafat lalu terlambat menyadari dan menyesali semasa hidup di dunia. Jangan sampai kita tidak pernah memikirkan persiapan bekal untuk akhirat karena terlalu sibuk menata dan menghitung bekal dunia.

Sungguh hal tersebut tidak bernilai jika sudah dibawa masuk ke alam kubur yang hanya beralaskan sepetak tanah tanpa ditemani siapapun lagi, kecuali amal ibadah dan para malaikat.

Nabi SAW bahkan pernah bersabda dalam hadits riwayat Utsman bin Affan RA, yang dinukilkan Imam At-Tirmidzi:

“Sesungguhnya alam kubur adalah tempat akhirat pertama. Apabila seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah bagi dia. Namun apabila ia tidak selamat darinya (alam kubur), maka setelahnya akan lebih sulit bagi dia. Nabi berkata lagi: aku tidak melihat suatu pemandangan yang mengerikan pun melainkan pemandangan di alam kubur.”

Dari hadis ini tergambarlah betapa ngerinya alam kubur, terlebih jika siksa kubur telah menanti sebagai hukuman dari Allah SWT bagi manusia yang suka melanggar aturan Allah pada waktu masih hidup yang sering kali dilupakan bahkan diremehkan.

Di lain sisi, nikmat kubur juga tersedia sebagai balasan terbaik dari Allah subhanahu wa ta'ala bagi seorang mukmin yang meninggal dunia.

Ketika kita mengingat kematian yang diselimuti ketakutan akan siksa alam kubur, maka seyogyanya bisa mendorong kita berbuat kebaikan dan takut untuk berbuat maksiat, menjadikan rajin beribadah, tidak cinta dunia berlebihan karena harta dan segala sesuatu yang kita cintai di dunia akhirnya akan kita tinggalkan, 

Selain itu, bila menghadapi cobaan lebih sabar dan kuat karena tahu siksa di alam kubur dan siksa pada hari hisab nanti lebih dahsyat.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Tiap manusia bisa saja menghadap kematian dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik) atau malah su’ul khatimah (akhir yang buruk) tanpa mengetahui pasti waktu kematiannya, karena kematian adalah hal yang gaib sama halnya dengan kiamat hanya Allah SWT yang tahu. 

Adapun cara mencapai husnul khatimah yang juga dapat menyelamatkan kita dari azab kubur pada saat kematian manusia dengan melakukan amal shalih yang istiqomah dengan memperbanyak mengingat mati, menjaga shalat, bersedekah, membaca Al- Quran, dan berusaha mengamalkan isi Al-Qur'an, juga bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha).

Insya Allah dengan keistiqomahan di jalan Allah, seseorang akan terhindar dari azab kubur dan diberikan tempat terbaik di surga yang mulia dan suci.

Sebelum mengakhiri pidato, saya ingin memberikan pertanyaan yang cukup menampar diri kita masing-masing;

Apakah kita sudah siap ketika kematian datang menjemput?

Apakah kita akan memperoleh nikmat atau malah siksa kubur?

Sudah cukupkah bekal yang kita punya untuk menempuh perjalanan selanjutnya menuju alam akhirat yang kekal dan abadi?

Sudah layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga yang penuh kebahagiaan tanpa akhir?

Diri kita masing-masing yang bisa menjawabnya.

Dengan demikian, jadikan kematian sebagai pengingat untuk semakin berlomba-lomba mengumpulkan bekal akhirat selama masih singgah di kehidupan dunia ini, karena jika kita sudah menemui ajal maka sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mencari bekal pahala, kecuali tiga perkara yang pahalanya akan terus mengalir sebagaimana hadits yang menyebutkan bahwa;

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَة،ٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِه،ِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)

Bacaan Latin:

Idzaa maatal insaanun qoto'a 'anhu 'amaluhu illaa min tsalaatsatin; illah min shodaqotin jaariyah, au 'ilmin yuntafa'un bihi, au waladin shoolihin yad'uulah.

Artinya:

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim)

Boleh Baca: Contoh Pidato Tentang Sedekah yang Singkat Beserta Dalilnya

Saya tutup pidato hari ini dengan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bila ada salah kata dan tindakan yang kurang berkenan.

Semoga pidato yang saya sampaikan bermanfaat serta mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat. Mati dengan husnul khatimah dan diridhai Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Saya akhiri,
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

***

Itulah tadi sajian GuruPenyemangat.com tentang contoh pidato bertema kematian yang singkat dan menyentuh hati serta lengkap dengan dalilnya.

Semoga bermanfaat ya
Salam.

Lanjut Baca: Contoh Pidato Jujur Kunci Kesuksesan

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Pidato Tentang Kematian yang Singkat dan Menyentuh Hati, Lengkap dengan Dalilnya"

Promo Cashback & Voucher Shopee