Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Kumpulan Pertanyaan Tentang Puasa Syawal Beserta Jawabannya

Bismillah. Hai, Sobat Guru Penyemangat. Sudah mulai berpuasa Syawal pada lebaran Idul Fitri tahun ini, atau baru memulai untuk membayar utang puasa Ramadan?

Ada beberapa ketentuan dan masalah yang sering menjadi perbincangan hangat, utamanya yang berhubungan dengan ibadah puasa di bulan Syawal.

Pada kesempatan kali ini, Gurupenyemangat.com telah menyiapkan kumpulan pertanyaan bertema puasa Syawal.

Pertanyaan seputar ibadah puasa di bulan Syawal ini disertai soal yang mudah hingga sulit beserta jawabannya.

Mari disimak ya:

Pertanyaan Tentang Puasa Syawal Beserta Jawabannya

Pertanyaan Tentang Puasa Syawal Beserta Jawabannya
Pertanyaan Tentang Puasa Syawal Beserta Jawabannya. Dok. Gurupenyemangat.com

1. Apa itu puasa Syawal?

Jawaban:

Puasa sunnah yang dilakukan sebanyak 6 hari di bulan Syawal, mulai dari tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal baik secara berurutan maupun berselang hari.

2. Apa saja keutamaan puasa Syawal?

Jawaban:

Keutamaan orang berpuasa 6 hari di bulan Syawal ialah ia akan mendapat pahala seperti berpuasa setahun penuh. Jika setahun itu ada 365 hari, maka baginya adalah pahala berpuasa sebanyak 365 hari.

3. Berpuasa pada tanggal 2 Syawal hukumnya?

Jawaban:

Sunnah. Diperbolehkan puasa Syawal sejak tanggal 2 Syawal.

4. Apa dalil tentang puasa Syawal?

Jawaban:

Berikut dalil Puasa enam hari di bulan Syawal:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Bacaan Latin:

Man shooma romadhoona tsumma atba’ahu sittan min syawwaalin kaana kashiyaamid-dahro.

Artinya:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Jamaah kecuali Bukhari dan An-Nasa’i)

5. Bolehkah puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang?

Jawaban:

Tidak boleh. Puasa Syawal hukumnya sunnah, sedangkan puasa qadha atau puasa hutang hukumnya wajib. Tidak diperbolehkan menggabungkan ibadah sunnah dengan ibadah wajib. Sebaiknya ialah mendahulukan ibadah wajib, baru kemudian diikuti dengan ibadah sunnah.

6. Apa saja hikmah puasa Syawal?

Jawaban:

Hikmah puasa Syawal:

  • Sebagai ladang penyempurna puasa di bulan Ramadan
  • Sebagai wujud meraih perintah takwa kepada Allah
  • Berpuasa Syawal laksana berpuasa selama setahun penuh
  • Mengontrol hawa nafsu dan menahan diri dari segala yang dilarang Allah
  • Mendekatkan diri kepada Allah
  • Mencintai amalan sunnah Nabi Muhammad SAW

6. Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan?

Jawaban:

Boleh. Hukum puasanya tetap sunnah.

7. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal hukumnya…

Jawaban:

Haram. 1 Syawal termasuk salah satu hari yang tergolok hari Syak, yaitu hari yang terlarang bagi umat Islam untuk berpuasa.

8. Hukum puasa Syawal adalah…

Jawaban:

Sunnah

9. Bolehkah puasa Senin-Kamis di bulan Syawal?

Jawaban:

Boleh. Tapi untuk meraih lebih banyak pahala dan kebaikan, sebaiknya kita berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Jika sudah menuntaskan puasa Syawal, kita juga boleh melaksanakan puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, maupun puasa Daud.

Boleh Baca: Kumpulan Soal Tentang Puasa Ramadhan Beserta Jawabannya

Pertanyaan Seputar Puasa Syawal Beserta Jawabannya

10.Puasa Syawal digabung dengan puasa Senin Kamis, apakah bisa?

Jawaban:

Ibadah puasa Senin-Kamis maupun Ayyamul Bidh berbeda dengan ibadah puasa Qadha. Karena puasa Syawal dan Senin Kamis itu sama-sama puasa Sunnah, maka ada ulama yang membolehkan, tapi ada pula ulama yang memisahkannya karena niat ibadah antara Syawal dengan Senin-Kamis satu niat terdiri atas satu amalan.

Meski begitu, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa jika terjadi kasus seperti ini bisa berlaku kaidah fiqih di mana kita berpindah ke amalan yang lebih tinggi dari amalan yang lebih rendah.

Contohnya: Puasa Senin-Kamis bisa kita lakukan kapan saja baik di bulan Syawal maupun di bulan-bulan lainnya. Namun puasa Syawal hanya bisa dilakukan pada bulan Syawal semata.

Maka dari itu, amalan yang lebih tinggi di sini adalah puasa Syawal, dan kita yang melakukan puasa Syawal dan nantinya bertepatan dengan hari Senin maupun Kamis, biasanya amalan tersebut mengikuti/sudah didapat pada saat kita melakukan puasa Syawal.

Berikut kaidah fiqih yang dimaksud:

Jika Ada Kemaslahatan Bertabrakan, Maka Maslahat Yang Lebih Besar Harus Didahulukan

إِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَصَالِحُ قُدِّمَ اْلأَعْلَى مِنْهَا وَإِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَفَاسِدُ قُدِّمَ اْلأَخَفُّ مِنْهَا

Jika ada beberapa kemaslahatan bertabrakan, maka maslahat yang lebih besar (lebih tinggi) harus didahulukan. Dan jika ada beberapa mafsadah (bahaya, kerusakan) bertabrakan, maka yang dipilih adalah mafsadah yang paling ringan.

11. Bolehkah puasa Syawal sebelum bayar hutang puasa ramadhan?

Jawaban:

Dalam kaidah fiqih, amalan wajib lebih tinggi dan lebih utama daripada amalan sunnah. Dengan demikian, sebaiknya puasa bayar hutang dibayar terlebih dahulu untuk meraih kesempurnaan pahala dari puasa Ramadan.

Jika sudah sempurna hutang puasa di bulan Ramadan, barulah kita lanjutkan dengan puasa Syawal sebanyak 6 hari.

Kalaupun seorang perempuan berpuasa qadha di bulan Syawal, ia secara otomatis telah mendapat pahala Syawal. Karena umur kita tidak ada yang tahu, maka jangan sampai kita mati namun meninggalkan utang puasa yang nantinya malah menjadi beban bagi anak/keluarga.

12. Bolehkah puasa Syawal tidak 6 hari?

Jawaban:

Pada dasarnya ketentuan sah dan syarat pelaksanaan puasa Syawal adalah 6 hari di bulan Syawal, baik itu secara berturut-turut maupun diselang-seling.

Dengan demikian, puasa Syawal yang dilakukan kurang dari 6 hari tidak memenuhi syarat sebagaimana tuntunan hadis.

Adapun jikalau seseorang sudah berniat melakukan puasa Syawal 6 hari dengan waktu yang masih cukup---yaitu tersisa 8-10 hari lagi di bulan Syawal---tapi kemudian ia mendapat uzur atau halangan yang di luar dari rencananya, maka insyaAllah Allah sudah catatkan kebaikan puasa Syawal 6 hari sebagaimana yang telah ia niatkan. Wallahu’a’lam bissawab.

13. Apa saja amalan-amalan Sunnah di bulan Syawal?

Jawaban:

Berikut beberapa amalan sunnah di bulan Syawal:

  • Puasa Syawal
  • Menikah
  • Menjalin Silaturahmi
  • Shalat Tahajud
  • Shalat Dhuha
  • Sedekah
  • Dan beragam amalan sunnah lainnya

14. Bagaimana cara puasa Syawal bagi yang punya hutang?

Jawaban:

Secara fiqih, amalan wajib lebih tinggi dan lebih utama penunaiannya dibandingkan dengan amalan sunnah. Dengan demikian, disarankan untuk menyelesaikan terlebih dahulu puasa qadha karena hukumnya wajib.

Setelahnya, silakan dilanjutkan dengan puasa Syawal.

15. Bolehkah membayar fidyah di bulan Syawal?

Jawaban:

Boleh. Pada dasarnya membayar fidyah diperuntukkan oleh orang-orang yang tidak sanggup melakukan puasa di bulan Ramadan dan tidak pula sanggup melakukan puasa Qadha.

Fidyah bisa dibayarkan setelah bulan Ramadan, seperti bulan Syawal dan bulan-bulan lainnya.

16. Bolehkah puasa Syawal di hari ketiga maupun keempat lebaran Idul Fitri?

Jawaban:

Boleh puasa Syawal sejak tanggal 2 Syawal hingga tanggal 29/30 Syawal. Yang diharamkan adalah tanggal 1 Syawal.

***

Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang kumpulan pertanyaan seputar ibadah puasa Syawal yang biasanya muncul di benak masyarakat muslim terutama di bulan Syawal.

Semoga bermanfaat ya
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

1 komentar untuk "Kumpulan Pertanyaan Tentang Puasa Syawal Beserta Jawabannya"

  1. Oh, saya baru tahu kalau menikah di bulan Syawal suatu amalan sunah di bulan Syawal. Makasih ulasannya, GP

    BalasHapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)