Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita dan Pengalaman Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Singkat

Hai, Sobat Guru Penyemangat, bagaimana kesanmu setelah menghampiri bulan Ramadhan? Apakah kamu ingin membuat karangan dan cerita tentang pengalamanmu mengikuti Shalat Tarawih di masjid?

Shalat Tarawih merupakan salah satu amalan utama setelah puasa yang bisa kita amalkan di bulan Ramadan.

Shalat Tarawih bisa dilaksanakan di rumah, namun sebenarnya lebih afdhol dilaksanakan di masjid secara berjamaah.

Nah, berikut Gurupenyemangat.com sajikan contoh pengalaman Shalat Tarawih.

Cerita dan pengalaman melaksanakan kegiatan Shalat Tarawih di bulan Ramadan singkat ini cocok untuk karangan anak SD.

Mari disimak ya.

Cerita Shalat Tarawih Berjamaah di Masjid

Cerita dan Pengalaman Melaksanakan Shalat Tarawih
Cerita dan Pengalaman Melaksanakan Shalat Tarawih. Dok. Gurupenyemangat.com

Assalamu’alaikum. Nama saya “Guru Penyemangat”. Pada bulan Ramadan tahun ini alhamdulillah pandemi sudah mereda sehingga di desa kami sudah diperbolehkan melaksanakan kegiatan Shalat Tarawih berjamaah di masjid.

Adapun masjid terdekat di desa saya ialah masjid Al-Ikhlas, yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah. Kami pun biasanya berangkat ke masjid untuk Shalat Tarawih dengan jalan kaki.

Jikalau pun hujan dan tidak terlampau deras, saya pun tetap berusaha berangkat ke masjid dengan membawa payung. Beruntung akses jalan menuju tempat ibadah cukup bagus sehingga siapa pun yang berangkat ke masjid bisa terhindar dari jalanan yang becek.

Pada hari pertama jelang puasa, saya bersama keluarga berangkat ke masjid Al-Ikhlas untuk melaksanakan Shalat Tarawih bersama-sama.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 19.00 WIB, dan selang beberapa menit akhirnya azan Isya pun tiba.

Di masjid Al-Ikhlas, setelah Shalat Isya berjamaah dilaksanakan kegiatan kultum Ramadhan, Shalat Tarawih berjamaah, lalu kemudian tadarus Al-Qur’an.

Suasana Tarawih di hari pertama cukup ramai, bahkan saf jamaah laki-laki maupun perempuan penuh hingga 6 baris ke belakang.

Memasuki kegiatan ceramah atau kultum singkat, saya pun bersiap-siap mengeluarkan pena dan buku kegiatan Ramadan.

Ceramah hari pertama Shalat Tarawih ialah tentang Perintah Berpuasa Ramadan Beserta Keutamaannya.

Ketika saya memperhatikan jamaah khususnya jamaah laki-laki, baik yang anak-anak, remaja, hingga dewasa semuanya bersemangat menyambut bulan Ramadan.

Kurang lebih 15 menit berlalu, ceramah pun usai. Sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh imam masjid, kami tidak boleh terlebih dahulu meminta tanda tangan penceramah sebelum kegiatan Shalat Tarawih dan Witir berjamaah selesai dilaksanakan.

Adapun kegiatan Shalat Tarawih yang dilaksanakan di sini ialah 8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir dengan ketentuan 2 rakaat sekali salam.

Sedangkan pada Shalat Witir ketentuannya ialah 2 rakaat sekali salam, lalu dilanjutkan 1 kali salam.

Biasanya pada rakaat kesebelas, imam membaca Surah Pendek Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas secara berurutan.

Di sela-sela rakaat ketiga, kelima, dan ketujuh ada penyampaian taraddhi alias bacaan tasbih dan shalawat nabi yang dikumandangkan oleh bilal.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan jeda istirahat kepada jamaah sekaligus memberitahu kepada jamaah bahwa Shalat Tarawih rakaat berikutnya akan segera dimulai.

Shalat Tarawih usai, saya bersama teman-teman sedesa pun segera menghampiri ustaz penceramah untuk meminta tanda tangan.

Setelah tanda tangan didapat, saya pun langsung pulang bersama teman-teman, sedangkan kakak saya terlebih dahulu mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an di masjid.

Saya sebenarnya ingin melaksanakan tadarus Al-Qur’an di masjid, namun waktu sudah menunjukkan jam 21.00 WIB. Maka darinya, saya akan bertadarus bersama orang tua di rumah, tepatnya setelah kegiatan sahur atau sebelum berangkat ke sekolah.

Itulah tadi cerita saya tentang pengalaman Shalat Tarawih di masjid yang berkesan dan juga menyenangkan. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

***

Boleh Baca: Karangan Tentang Pengalaman Puasa di Bulan Ramadhan

Demikianlah tadi cerita dan pengalaman mengikuti Shalat Tarawih di bulan Ramadan yang bisa dijadikan contoh karangan khususnya untuk anak SD.

Semoga bermanfaat
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Cerita dan Pengalaman Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Singkat"

Promo Cashback & Voucher Shopee