Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fabel: Si Marmut dan Gong Hitam

Fabel Si Marmut dan Gong Hitam
Fabel Si Marmut dan Gong Hitam. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat Guru Penyemangat, bukankah Marmut itu sangat imut? Atau, barangkali saat ini dirimu sedang memelihara hewan lucu yang satu ini?

Jika iya, maka pas sekali.

Soalnya Guru Penyemangat bakal menghadirkan seutas fabel yang berkisah tentang Si Marmut dan Gong Hitam. Penasaran seperti apa kisahnya?

Oke langsung disimak saja ya:

Fabel: Si Marmut dan Gong Hitam

Oleh Fahmi Nurdian Syah

Di sebuah jenggala yang luas, terdapat sebuah pohon besar nan rindang dengan daun-daun yang hijau, tak sedikit terdapat daun berguguran karena tak kuat menahan gempuran angin yang berhembus kencang.

Cabang rantingnya begitu banyak. 

Di pohon itu terdapat banyak sekali lebah hutan yang tengah sibuk bergotong-royong membangun tempat tinggal yang nyaman.

Di antara sekumpulan lebah tersebut yang masih bekerja terdapat satu lebah yang duduk manis di ranting bagaikan di singgasana, dia adalah Sang Ratu Lebah.

Diberi nama Ratu Lebah karena dialah yang paling banyak memproduksi madu.

Ratu Lebah mengedarkan pandangannya mengamati seluruh pasukannya.

"Hai semuanya, dengarkan! Buatkan satu sarang yang besar untukku di ranting itu," ucap Sang Ratu Lebah.

"Baik Ratu," jawab seluruh pasukan Lebah.

Tampak matahari telah berada di ujung barat yang artinya sebentar lagi gelap akan datang dan menyelimuti.

Pasukan Lebah yang sadar akan hal itu, mempercepat proses membangun sarangnya supaya Selesai sebelum matahari terbenam.

Tak lama kemudian, jadilah rumah lebah tersebut. Terdapat empat sarang lebah yang berada di pohon rindang itu.

Satu di antaranya berukuran lebih besar daripada yang lain. Tempat siapa lagi kalau bukan untuk si Ratu Lebah.

***

Pada suatu hari sinar matahari bersinar hingga terasa menusuk sampai pori-pori kulit.

Seekor Marmut sedang berlari-lari kecil hingga terasa letih pada tubuhnya. Ia melihat sebuah pohon besar yang rindang.

Si Marmut pun memutuskan untuk berteduh sembari mengatur napasnya yang terombang-ambing.

Di saat ia masih berteduh, si Marmut mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat sebuah benda hitam bulat yang bergelantungan di ranting pohon itu.

Si Marmut pun seketika merasa penasaran, hingga tak lama kemudian terdapat beberapa tawon yang berterbangan hinggap di benda hitam tersebut.

Rasa penasaran pada dirinya pun terjawab, ternyata benda yang berada tepat di atasnya adalah rumah si lebah.

Tersadar bahwa lebah tersebut mempunyai madu yang lezat. Kini di benak hatinya ingin sekali dapat menikmati madu yang ada di dalam sarang, tapi ia tak tahu cara mendapatkan madunya. 

Jika Si Marmut nekat mencuri, maka tak akan mampu melawan pasukan Lebah yang begitu banyak.

Cukup lama si Marmut berpikir untuk menemukan cara yang tepat supaya bisa mendapatkan madu.

Saat masih bergulat dengan pikirannya, tiba-tiba terdapat seekor Harimau yang menghampirinya.

Ilustrasi Harimau dan Marmut
Ilustrasi Harimau dan Marmut. Dok. Gurupenyemangat.com

Air liurnya keluar dari sela-sela gigi yang tajam begitu melihat Si Marmut yang kecil. 

‘’Hm, setelah lama berputar-putar mencari mangsa, akhirnya ketemu juga mangsa yang lezat untuk santapan siangku," gumam Harimau.

Si Marmut yang mendengarnya merasak ketakutan, namun ia berusaha supaya tetap kelihatan tenang.

"Hai Harimau, kau tampak sedang lapar ya?" tanya Si Marmut pura-pura tidak tahu.

"Iya Mut, kau lah yang akan menghilangkan rasa lapar itu," jawab Harimau yang sudah tak sabar ingin sekali mengunyah daging Marmut.

Boleh Baca: Fabel Tentang Rubah dan Kucing yang Cerdik

"Tunggu sebentar, kau boleh menyantap dagingku ini dengan tenang, tapi sebelum itu kabulkanlah satu permintaan terakhirku," ucap Si Marmut.

"Apa permintaan terakhirmu?" tanya penasaran Harimau yang gagah itu.

Si Marmut pun menjelaskan permintaan terakhirnya kepada Harimau.

"Kau lihat, tepat di atas kita terdapat gong yang berwarna hitam, sebelum kau menghabisiku, aku ingin sekali untuk yang terakhir kalinya mendengar bunyi gong," ucap si Marmut melas.

Harimau tak mengetahui jika gong yang dimaksud adalah sarang Lebah yang tengah bergerombol.

"Baiklah aku akan memenuhi permintaan terakhirmu," ucap sang Harimau dengan yakin.

 Si Marmut pun mengambikan sang Harimau tiga buah batu.

"Ayok, bunyikan gong itu menggunakan batu ini," ujar si Marmut.

Tanpa berpikir panjang, lantaran sudah tak sabar ingin segera menerkam Marmut, Sang Harimau pun melemparkan tiga buah batu itu secara bersamaan.

Semuanya berhasil mendarat di gong yang tak lain adalah sarang Lebah.

Sarang lebah itupun lepas dari ranting dan terhempas ke tanah. Harimau seketika terkejut. Ia baru menyadari bahwa itu bukan gong, tetapi rumah lebah.

Pasukan Lebah yang ganas pun keluar dan menyerbu Harimau. Harimau pun lari terbirit-birit.

Melihat sarang lebah yang sudah kosong, karena semua pasukan Lebah mengejar Harimau. Si Marmut pun menikmati madu yang ada di dalamnya.

Boleh Baca: Fabel Tentang Si Lebah yang Tinggi Hati

~ Selesai ~

Nah, demikianlah tadi secarik fabel yang berkisah tentang perjuangan Si Marmut demi bisa selamat dari terkaman Harimau.

Adapaun pesan Moral yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.

Selagi kita tetap berusaha dan berpikir positif meskipun di saat kondisi yang tidak mendukung.

Nah, semoga bermanfaat ya.
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Fabel: Si Marmut dan Gong Hitam"

Promo Cashback & Voucher Shopee