Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fabel: Rubah dan Kucing yang Cerdik

Fabel Rubah dan Kucing yang Cerdik
Fabel Rubah dan Kucing yang Cerdik. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat Guru Penyemangat, kamu kenal dengan Rubah? Kira-kira Si Rubah itu akur enggak ya dengan Kucing?

Hehe. Diriku kurang tahu, sih. Tapi mari kita cari tahu di kisah Fabel tentang Rubah dan Kucing yang cerdik berikut ya.

Fabel: Rubah dan Kucing yang Cerdik

Oleh Sri Rohmatiah Djalil

Di sebuah hutan ada seekor rubah dan kucing yang bersahabat. Mereka bermain, berburu bersama.

Suatu hari rubah merasa bosan dengan suasana hutan tempat tinggalnya. Ia ingin berkelana mencari tempat lain yang indah, makanan yang enak.

Mimpinya, ia sampaikan kepada si Kucing jantan yang sering dipanggil Tatan oleh si Rubah. 

“Boleh tuh rencanamu, Ruru. Kita menuju ke arah selatan saja, konon di selatan ada pantai yang indah, padang pasir yang luas, banyak ikan pula di sana.”

“Sok tahu kamu, Tatan. Kita ke utara saja, di sana banyak bintang, makanan juga lezat-lezat,” sanggah si Ruru, Rubah jantan yang perkasa.

Si Tatan tidak mau kalah mempertahankan idenya, “Di utara banyak penduduk, sebelum kita sampai di tempat impian, kamu akan binasa sia-sia.”

Nyali Si Ruru ciut juga dengan omongan si Tatan. Ruru memang menguasai jurus seribu langkah, mampu berlari dengan kecepatan 50 sampai 68 kilometer per jam. 

Namun, teman-teman si Ruru jarang pula yang bisa lolos dari kecepatan peluru pemburu.

Masih beruntung nasib si Kucing, ia sering dijadikan peliharaan penduduk karena bisa mengusir tikus. 

“Baiklah kita ke arah selatan,” pasrah si Ruru.

Boleh Baca: Si Lebah yang Tinggi Hati

Setelah ada kesepakatan tujuan, kedua sahabat itu berjalan menuju arah selatan. Gunung pertama yang mereka lewati adalah gunung Lawu.

Suhu di gunung itu sangat ekstrem hingga mencapai 10°C. Tatan sering berlindung di tubuh Ruru yang penuh dengan bulu untuk mengusir dingin.

Sepanjang perjalanan, mereka berburu bersama. Ada banyak tikus dan ayam liar lalu lalang di hutan itu. 

Untuk menghindari penduduk, siang hari mereka akan bersembunyi di gua dan melanjutkan perjalanan di malam hari. 

“Aman, ayo keluar!”

Penciuman si Tatan memang bisa diandalkan.

Ketika tiba di Bukit Mongkrang, mereka riang. Pemandangan desa di bawahnya sungguh menyilaukan mata. 

“Lihat, itu bintang-bintang banyak sekali, Tatan,” seru Ruru.

“Kamu lucu sekali, itu bukan bintang, tapi lampu dari rumah pendudk desa, Ru,” sanggah Tatan.

Mereka tertawa terpingkal-pingkal, hingga Ruru mengeluarkan suara yang berbeda-beda.

“Hentikan suaramu, Ru! kamu bisa membangunkan penghuni bukit ini, kita pun dalam bahaya,” bentak si Tatan.

Boleh Baca: Kerajaan Tikus dan Ular (Fabel)

Ruru memang pintar mengeluarkan hampir 40 suara yang berbeda. Tatan senang dengan nyanyian Ruru. Namun, saat yang tidak tepat membuatnya risau.

Gunung Jobolarang, gunung yang mereka lewati berikutnya. Belum ada mangsa yang bisa mereka makan. Sementara perut keduanya sudah memberi tanda tidak enak di dengar.

Tenaga pun mulai berkurang untuk berburu.

Ketika sedang asyik istirahat di bawah pohon rindang, seekor anak ayam melintas. Dengan cekatan, Ruru menerkamnya.

“Jangan dimakan sendiri, Ru, aku minta ya, lapar nih,” pinta Tatan memelas.

Sesaat Ruru terdiam, akal liciknya mulai jalan.

“Makan semua saja sama kamu, Tan,”

Anak ayam yang sudah mati diberikannya kepada Tatan. 

“Kamu nanti lapar, kita bagi dua saja ya, Ru.”

“Tidak, tidak, tidak, ini terlalu kecil untuk kita berdua, kamu saja yang makan hingga kenyang!” tegas Ruru.

Tatan mengambil anak ayam dan memanjat ke atas pohon besar, seraya teriak,

“Ru, bahaya, ada Gogog dan pemburu, kamu lariiiiiii!”

Ruru panik, dia terbirit-birit meninggalkan si Tatan yang bertengger di dahan. 

“Kamu pikir aku tidak tahu akal bulusmu, Ru,” gumam Tatan.

Wajah Tatan tampak lega. 

***
Nah, demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat mengenai kisahnya Rubah dan Kucing yang cerdik. Adapun pesan yang bisa kita rengkuh dari Fabel di atas yaitu:

  • Ketika seseorang akan berbuat jahat, dengan ditakut-takuti, dia akan lari sendirinya.
  • Persahabatan jangan dikotori akal licik 

Semoga bermanfaat ya.
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

1 komentar untuk "Fabel: Rubah dan Kucing yang Cerdik"

Sri 09 Januari, 2022 22:01 Hapus Komentar
Terima kasih, BGP. Sukses selalu