Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fabel: Kerajaan Tikus dan Ular

Fabel Kerajaan Tikus dan Ular
Fabel Kerajaan Tikus dan Ular. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat Guru Penyemangat, sadarkah dikau dengan betapa pentingnya kerja sama dalam suatu urusan?

Tentu saja sangat penting, kan? Sesaat ketika kita melihat semut, dari sana kita bisa belajar bahwa kerja sama itu akan memudahkan segala urusan. Pun demikian dengan lebah dan segenap hewan lainnya.

Nah, dalam tulisan kali ini Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan fabel dengan judul “Kerajaan Tikus dan Ular”.

Fabel tentang rakyat tikus dan ular berikut berkisah tentang pentingnya fokus dan kerja sama dalam menghadapi kesulitan.

Baiklah, mari disimak ya:

Fabel: Kerajaan Tikus dan Ular

Oleh Sri Rohmatiah

Di sebuah desa, berdirilah kerajaan tikus yang dipimpin seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya makmur sentosa. Tidak kekurangan makanan karena seberang desa terbentang hamparan sawah yang luas.

Malam hari rakyat tikus giat mencari nafkah dari sawah para petani. Namun, bagi petani penduduk tikus sangat mengganggu. 

Hingga suatu malam, seekor induk tikus melaporkan kejadian yang menimpa putranya kepada sang Raja.

“Tuan, putraku sudah tiga hari tidak pulang, saya khawatir dia menjadi korban keganasan manusia ketika bekerja.”

Sang Raja menatap tajam si ibu.

“Sudahkah kau mencarinya di sawah petani itu?”

Sang ibu terdiam, tampak raut mukanya memancarkan kesedihan yang dalam. Selama tiga hari dia mondar-mandir ke sawah, tidak juga menemukan putra semata wayangnya. 

“Kenapa kau terdiam, tikus betina?” tanya sang Raja lagi.

“Saya sudah mencarinya, Tuan, tetapi tidak menemukan bangkai atau wujud hidupnya. Tolong, bantu saya mencarinya, Tuan!” sang induk memelas penuh harap.

Salah satu menteri yang sejak tadi diam mulai bicara.

“Ampun Baginda, negeri kita tidak aman, banyak laporan, warga kita hilang dimakan seekor ular.”

Sang Raja terperanjat kaget, dan berdiri tak percaya.

“Seekor ular? jangan-jangan putra sang ibu juga dimangsa ular berbisa?”

Ilustrasi Tikus Hendak Dimangsa Oleh Ular
Ilustrasi Tikus Hendak Dimangsa Oleh Ular. Dok. Gurupenyemangat.com

Sang Ibu tikus menangis mendengar dugaan rajanya, itu artinya dia tidak akan bertemu kembali dengan anaknya.

“Ampun Tuan, bantu saya untuk mencari anak saya, bantu, Tuan!” pinta si Ibu berkali-kali.

“Kembalilah ke rumahmu, hai ibu. Akan aku pikirkan jalan keluarnya bersama para menteri!” perintah sang Raja dengan tegas.

Sang Ibu manggut dan berlalu meninggalkan istana. Sementara Raja memerintah menteri untuk mengumpulkan para menteri untuk membuat strategi.

Namun, sebelum si Ibu berlalu, tiba-tiba seekor tikus lusuh masuk menyerobot menghadap sang raja. Si Ibu terperanjat, tikus lusuh itu anaknya yang hilang. Setelah melaporkan keadannya yang selamat dari kejaran ular, kedua tikus itu meninggalkan istana dengan suka cita. 

***

Semua menteri duduk di meja bundar yang telah disiapkan. Sang raja berdiri dengan gagah di antara mereka.

“Saya telah mendapat laporan. Negeri kita tidak aman dengan kehadiran ular di salah satu sawah milik petani,” kata sang Raja lantang.

“Benar, Tuanku.” Para meteri serentak menjawab.

“Sekarang kita pikirkan bagaimana mempertahankan negeri ini dan menyelamatkan warga dari keganasan ular itu, silakan adakah usul dari kalian, menteri?” sang Raja mondar mandir mengelilingi para menteri. Sesekali berhenti sambil menepuk pundak menteri.

Boleh Baca: Fabel Tentang Lalat yang Iri Hati

“Kamu ada saran menteri sosial?” tanyanya.

Menteri sosial menggelengkan kepala.

“Tuan, kita harus kerja sama membunuh ular itu. Ia sendiri tanpa pasukan,” seru menteri pertahanan.

“Betul Tuan, saya setuju, jika warga kita terbunuh satu, kita kerahkan 1000 pemuda, tentara kita banyak.” Menteri dalam negeri memberi ide.

“Saya tidak setuju, Tuan, ular itu berbisa, dia bisa menyeburkan racun dari mulutnya. Sekali semburan 100 tentara kita akan terkapar tak berdaya. Kekuatan kita semakin berkurang,” sanggah menteri sosial. 

Sejenak suasana hening, sang Raja duduk sambil memikirkan usulan para menterinya.

“Baiklah, usulan kalian bagus, saya putuskan, ada salah satu dari kalian menjadi umpan untuk menggiring ular itu masuk ke kumpulan para petani. Biarlah para petani sendiri yang merasa terganggu dengan kehadiran ular. Namun, umpan harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) guna mencegah semburan racun.” Sang Raja panjang lebar memberi pengarahan.

Para menteri manggut-manggut tanda mengerti.

“Namun, ingat, semua harus kerja sama, waspada jika saudara kita keteter menghadapi sang ular berbisa itu. Siapkan pasukan dengan APD lengkap, serang ular itu ramai-ramai, tetapi jangan menampakkan diri di depan manusia. Mereka lebih ganas dari ular.”

Akhirnya menteri pertahanan bersedia menjadi umpan untuk menggiring sang ular ke kelompok petani yang sedang panen raya.

Boleh Baca: Fabel Tentang Ziggy dan Ziggo yang Gigit Jari

Ide sang Raja berhasil, ular itu ramai-ramai diserang para petani tanpa ampun. Kulitnya dibeset dengan rapi, katanya bisa untuk tas cantik dengan harga selangit. 

“Lebih serakah manusia atau rakyat tikus?” Begitu tanya sang Raja kepada para mentetri.

***

Nah, demikianlah tadi secarik fabel yang berkisah tentang rakyat tikus dan ular. Adapun pesan moral yang bisa dipetik, dalam menghadapi kesulitan kita semestinya fokus pada solusi dan kerja sama.

Semoga bermanfaat, ya.
Salam

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Fabel: Kerajaan Tikus dan Ular"

Promo Cashback & Voucher Shopee