Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Fabel: Gagak Hitam yang Baik Hati

Fabel: Gagak Hitam yang Baik Hati
Fabel: Gagak Hitam yang Baik Hati. Gambar oleh Murthy SN dari Pixabay 

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Kira-kira, bagaimana penilaianmu tentang gagak hitam?

Agaknya beberapa dari kita bisa jadi menabur pandang bahwa gagak itu jahat, ya. Apalagi kalau warnanya hitam, hitam mah identik dengan keburukan dan hal-hal negatif.

Padahal, kenyataannya belum tentu demikian, kan?

Nah, sejatinya kita sering kali terkecoh oleh tampilan dan rupa. Rupa yang seram dianggap jahat, sedangkan rupa yang rapi dan sederhana dianggap baik.

Padahal, rupa bisa menipu, kan? Seperti itulah kisah yang bakal kita simak pada fabel berjudul "Gagak Hitam yang Baik Hati" berikut ini.

Mari disimak ya:

Fabel: Gagak Hitam yang Baik Hati

Oleh Fahmi Nurdian Syah

Pada suatu hari hiduplah seekor burung merpati dengan kulit berwarna putih yang indah. Ia sedang mengepakkan kedua sayapnya di tengah hutan.

Pada hari itu cuaca yang begitu sejuk membuat burung merpati sangat menikmati udara yang menerpa badannya.

“Aku merasakan udara yang sangat sejuk hari ini," ucap Merpati itu.

Tak lama kemudian ia merasakan lapar pada perutnya, kemudian merpati putih tersebut mengedarkan bola matanya mencari makanan yang dapat ia santap.

Merpati terbang melewati pohon-pohon yang besar, ia melihat sebuah pohon apel yang berbuah sangat lebat. Merpati itu pun terbang ke arah pohon apel itu dan hinggap di rantingnya.

"Pasti lezat sekali ini apel," ucap Merpati yang melihat apel berwarna merah sekaligus berukuran besar di depannya.

Tanpa berlama-lama ia pun meraih buah apel tersebut dan memetiknya. Merpati putih itu sangat lahap menyantap buah apel yang telah ia petik.

Dan tak perlu waktu lama yang ia butuhkan untuk menghabiskan satu buah apel tersebut.

"Satu buah apel telah habis, tapi perut masih lapar, petik lagi ah!" ucap Merpati itu dengan paruhnya yang terbuka.

Hingga tanpa sadar, Merpati itu telah memakan empat buah apel.

Boleh Baca: Fabel Cacing dan Ulat yang Peduli Lingkungan

Ia pun akan terbang berpindah tempat untuk mencari minum, namun sebelum itu Merpati kembali memetik apel dari pohon tersebut untuk dibawanya terbang. Ia pun mengambil beberapa buah untuk dijadikan santap malamnya. 

Setelah selesai memetik, ia pun terbang. Ketika sedang terbang, Merpati itu melihat keberadaan Siput yang sedang berjalan di tanah, siput itu tampak kelelahan.

Namun Merpati tak menghiraukannya, ia tetap fokus pada kepakkan sayapnya  dan mulai menjauh dari keberadaan Siput yang lambat. 

Tibalah Merpati putih itu pada sebuah kubangan air yang sangat bersih. Ia melihat seekor Siput yang sama ia temui ketika perjalanan kubangan ini.

Merpati putih itu merasa heran bagaimana bisa Siput yang jalannya lambat bisa sampai pada kubangan ini lebih cepat daripada Merpati putih yang terbang. Lalu ia menghampiri siput tersebut dan bertanya. 

“Hai, Siput! Sedang apa kamu di sini?" tanya Merpati putih. 

“Hai, Merpati! Aku sedang minum di sini,”jawab siput. 

"Aku tadi melihatmu yang berjalan sangat lambat, saat aku terbang menuju ke sini. Bagaimana bisa kamu sampai di sini lebih dulu daripada aku? " tanya kembali Merpati putih itu.

Boleh Baca: Contoh Cerita Pendek Tentang Hewan Peliharaan Anjing dan Burung

"Tadi ada seekor Gagak hitam yang baik hati, Ketika Aku sedang berjalan dengan susah payah untuk mencari air minum, ia menghampiriku dan menyuruhku untuk menaikinya. Kemudian terbang dengan cepat mengantarkanku ke sini," jelas Siput yang tampak senang.

"Di mana dia sekarang?" tanya Merpati tentang keberadaan Gagak hitam.

"Dia mencarikan aku makanan, karena tadi aku bilang kepadanya jika aku merasa lapar."

Mendengar ucapan Siput tak membuat Merpati memberikan satu buah apel kepadanya. Malah ia berkata. 

"Gagak itu sudah jelek pura-pura baik lagi," sinis Merpati putih.

"Jelek bagaimana maksudmu?" tanya Siput yang bingung.

"Lihat saja kulitnya, hitam dekil gitu. Tidak sepertiku yang putih bersih," ucap Merpati putih dengan sombong. 

Sang Siput tak terima mendengar Gagak dihina oleh merpati, 

“Hai, Merpati! Kamu tidak boleh menghina Gagak. Lihatlah dia, walaupun warna kulitnya hitam tetapi ia sangat tulus menolongku, buktinya Gagak itu membawaku ke sini. Gagak memang tidak memiliki bulu yang indah sepertimu, tapi ia memiliki hati yang tulus untuk menolong sesama yang sedang kesusahan.” Kata Siput menasihati.

Tak lama kemudian Gagak hitam itu datang menghampiri mereka berdua. Meskipun sudah mendengar ucapan Siput, tetapi merpati tetap saja tidak suka terhadap kedatangan Gagak tersebut.

Ia memilih terbang pergi daripada harus bertatapan dengan gagak yang jelek itu. 

Gagak datang tidak dengan tangan kosong. Ia membawa beberapa buah apel. Buah tersebut diberikan semua kepada siput.

Siput pun sangat senang dengan perilaku Gagak yang sangat baik, tidak seperti Merpati putih yang sombong dan kikir.

Siput pun memakan buah apel sampai merasa kenyang. Kemudian setelah itu, Gagak pun mengantarkan pulang si Siput. 

~ SELESAI ~

Pesan moral dari cerita di atas adalah seberapa pun kita berbuat baik, jika tidak suka dengan kita ya tetap tidak suka. Maka tetaplah berbuat baik meskipun ada yang tidak suka terhadap kita.

Percayalah bahwa perbuatan baik saja masih ada orang yang tidak menyukai, apalagi perbuatan buruk!

Dengan demikian, jangan sandarkan niat baik kita hanya untuk mendapatkan pujian orang lain. Karena jika orang tak lagi memuji, kita bisa jadi sakit hati bin kecewa.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Fabel: Gagak Hitam yang Baik Hati"