Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Air yang Ada di Bumi Tidak Pernah Habis Walau Digunakan Terus-Menerus?

Mengapa Air yang Ada di Bumi Tidak  Habis Walau Digunakan Terus-Menerus
Mengapa Air yang Ada di Bumi Tidak  Habis Walau Digunakan Terus-Menerus? Dok. Gurupenyemangat.com

Hai, Sobat Guru Penyemangat, tahukah kita mengapa air yang ada di bumi tidak pernah mengalami kehabisan walaupun digunakan secara terus-menerus oleh penduduk dan makhluk di bumi ini?

Rasanya ada beberapa faktor yang perlu kita ketahui dan pahami terkait air dan sumber air di bumi.

Hal tersebut cukup penting untuk dicermati karena berhubungan langsung dengan pengetahuan alam sekaligus berhubungan dengan sosial.

Terang saja, air merupakan salah satu elemen yang ada di bumi yang memiliki peran penting untuk tubuh dan organ di dalamnya.

Kita membutuhkan air minimal 2 liter dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan tubuh agar tetap sehat dan berfungsi dengan maksimal.

Selain membutuhkan air untuk minum, Anda juga membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan harian yang lainnya.

Seperti halnya untuk memasak, mencuci, mandi, wudu dan keperluan lainnya.

Hal tersebut membuat hampir sebagian besar penduduk di bumi membutuhkan air bersih setiap harinya tanpa terkecuali.

Alhasil, kebutuhan akan air bersih setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan penduduk di muka bumi tidak terhitung setiap harinya.

Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait stok air bersih di bumi yang tidak pernah habis.

Tahukah Sobat Guru Penyemangat bagaimana kinerja dan sistematika keberadaan stok air di bumi?

Pada dasarnya kinerja alami air itu begitu tertata sehingga membuat stok air tidak pernah habis bahkan  melimpah di beberapa tempat yang curah hujannya tinggi dan lebat.

Alasan Mengapa Air di Bumi Tidak Pernah Habis

Alasan Mengapa Air di Bumi Tidak Pernah Habis
Alasan Mengapa Air di Bumi Tidak Pernah Habis. Dok. Gurupenyemangat.com

Ada beberapa alasan yang perlu kamu ketahui terkait mengapa air yang ada di bumi tidak pernah mengalami kehabisan walaupun digunakan secara terus-menerus.

Yuk, simak ulasan berikut ini dengan jelas dan lengkap terkait cara dalam daur dan proses adanya air di bumi.

1. Proses Evaporasi (Penguapan)

Air merupakan salah satu elemen yang mengalami proses daur ulang ataupun siklus hidrologi.

Dalam proses dan siklus ini ada beberapa proses yang terjadi, mulai dari proses penguapan sampai dengan proses infiltrasi.

Proses pertama dalam pengadaan air di bumi adalah proses penguapan atau evaporasi. 

Pada proses ini sering kali orang kenal dengan perubahan wujub benda dari benda cair menjadi sebuah gas.

Penguapan atau evaporasi terjadi saat sumber air yang ada di bumi mengalami penguapan. 

Air menguap menuju ke udara karena mendapatkan sinar matahari yang panas.

Boleh Baca: Mengapa Perahu Kertas Bisa Berlayar Jika Diapungkan?

Sumber air yang mengalami penguapan tidak hanya sumber air dari sungai atau pun laut, tetapi juga air yang juga berasal dari tumbuhan, tanaman maupun es.

2. Proses Kondensasi (Penggumpalan)

Setelah melalui proses penguapan, air yang telah menguap dan berkumpul di udara mengalami proses yang selanjutnya yaitu kondensasi alias penggumpalan.

Proses ini membuat air yang telah menguap berkumpul dan menggumpal menjadi awan dengan warna yang cukup pekat.

3. Proses Presipitasi (Hujan)

Selanjutnya adalah proses presipitasi yaitu proses saat awan yang telah menggumpal dan berwarna pekat (mendung) lama-kelamaan menemukan titik jenuh.

Berangkat dari sana, awan tersebut menjatuhkan tetesan air (hujan).

Hebatnya lagi, pada beberapa kondisi dan cuaca, awan yang menggumpal tersebut turun ke bumi bukan dalam bentuk air hujan, tetapi dalam bentuk salju.

4. Proses Infiltrasi (Proses Daur Ulang Air)

Yang terakhir adalah proses infiltrasi yaitu keadaan saat air kembali terserap oleh pori-pori tanah.

Saat menjalani proses ini, air akan mengalir kembali menuju ke sumber air terdekat. Seperti menuju ke sungai, laut, danau, maupun permukaan tanah yang terdapat tumbuhan.

Nah, gara-gara empat proses kinerja tersebulah air yang ada di bumi tidak pernah mengalami kehabisan.

Karena sejatinya air yang secara terus-menerus mengalami proses daur ulang alami yang menarik baik dari sisi sains maupun kacamata opini.

Akan tetapi, ada beberapa faktor yang juga sering kali mempengaruhi suatu daerah mengalami kekurangan air.

Mulai dari faktor cuaca atau iklim dan juga gaya hidup suatu masyarakat.

Cuaca atau iklim yang cenderung kekeringan dan memiliki curah hujan cukup rendah membuat suatu daerah mengalami kekeringan.

Akan tetapi, keadaan penduduk yang cukup boros dalam penggunaan air juga sangat mempengaruhi stok air yang ada di bumi.

Untuk membuat stok air bersih di bumi tetap banyak dan terjamin, kita bisa menjaga kelestarian dan juga ketersediaan air.

Sobat Guru Penyemangat dan kita semua bisa menggunakan air seperlunya dan tidak boros. 

Selain itu,  kita bisa melakukan penghijauan karena tumbuhan atau tanaman bisa menyimpan cadangan air bersih di bumi dengan baik dan maksimal.

O ya, dirimu juga perlu melakukan perhatian penuh dan berjaga-jaga terkait penyebaran dan pembuangan sampah yang ada di sekitar lingkungan rumah.

Gunanya tiada lain ialah agar tidak mencemari stok air bersih yang Anda miliki di lingkungan tempat tinggal untuk memenuhi kebutuhan harian.

***

Bagaimana, menarik bukan proses daur ulang air yang terjadi secara alami ini?

Demikian ulasan singkat mengenai mengapa air di bumi tidak pernah mengalami kehabisan walaupun digunakan secara terus-menerus.

Semoga bermanfaat.
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Mengapa Air yang Ada di Bumi Tidak Pernah Habis Walau Digunakan Terus-Menerus?"

Promo Cashback & Voucher Shopee