Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Tentang Pesan dari Ibu Guru Agar Dirimu Lebih Serius dalam Belajar

Hai Sobat Guru Penyemangat, Bagaimana kabar sekolahmu, apakah dirimu masih semangat belajar?

Semestinya harus semangat, ya. Karena dari semangat itulah kita bisa lebih termotivasi dalam menambah ilmu.

Walau begitu, beberapa dari kita mungkin cukup sering menampilkan sikap kurang serius belajar.

Bahkan, tidak sedikit pula di antara siswa yang lebih memilih untuk banyak bermain daripada belajar.

Padahal…

Padahal mereka sudah bukan anak TK lagi yang metode belajarnya lebih banyak bermain.

Maka dari itu, di sini Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan cerpen tentang pesan dari Ibu Guru.

Cerpen berikut mengandung pesan agar siswa lebih serius dan mengurangi kegiatan bermain dalam belajar di sekolah.

Baiklah, langsung disimak saja ya:

Cerpen: Pesan dari Ibu Guru

Oleh Fahmi Nurdian Syah

Cerpen Tentang Pesan dari Ibu Guru Agar Dirimu Lebih Serius dalam Belajar
Cerpen Tentang Pesan dari Ibu Guru Agar Dirimu Lebih Serius dalam Belajar. Gambar oleh Ernesto Eslava dari Pixabay

Setelah libur hari Minggu, kini para murid melakukan aktivitas seperti biasa. Berangkat ke sekolah. Setelah tepat pukul tujuh mereka berbaris untuk mengikuti pelaksanaan upacara. 

Panas di pagi hari yang menyengat membuat keringat para murid bercucuran, meskipun begitu mereka tetap antusias mengikuti jalannya upacara bendera.

Tak terasa, upacara bendera telah selesai dilaksanakan. Para murid pun berhamburan bubar barisan dan kembali masuk ke dalam kelasnya masing-masing untuk mengikuti pembelajaran. 

Tak terkecuali Vina, seorang anak perempuan yang sedang duduk di bangku kelas lima. 

Hari ini mata pelajaran pada kelas lima yaitu IPA dan Matematika. Baru sebentar para murid duduk mengatur napas, terdengar suara sepatu pantofel dari Bu Puji yang menggema ke seluruh ruangan, ia adalah guru IPA kelas tersebut.

Proses pembelajaran berjalan dengan seperti biasanya, para murid menyimak penjelasan Bu Puji. 

Hingga tibalah waktu istirahat, namun Bu Puji tak langsung keluar kelas. Ia menyampaikan suatu hal kepada para murid.

Boleh Baca: Kumpulan Cerpen Tentang Belajar di Rumah

Karena bel istirahat telah berbunyi, suasana kelas menjadi ramai dan para murid seperti hilang fokus, pikiran mereka sudah tentang jajan yang ada di kantin.

Lain halnya dengan Vina, ia masih memerhatikan sampai benar-benar ibu guru ini keluar dari kelas. 

Suatu hal yang disampaikan oleh Ibu Puji kepada para muridnya adalah mengulas kembali pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah, supaya dapat lebih memahaminya dengan baik.

Hal tersebut harus dilakukan para murid setiap hari, baik sepulang sekolah maupun waktu belajar di malam hari. Lantaran ia bisa kapan saja untuk memberikan kuis. Karena itu Ibu Puji menyampaikannya supaya para murid bisa menyiapkan diri dengan baik. 

Setelah selesai menyampaikan, Bu Puji pun menutup pembelajaran dan meninggalkan ruangan kelas. Dengan semangat para murid menuju ke kantin dan mengisi perutnya yang sudah berbunyi itu. Para murid sangatlah menikmati waktu istirahat walau hanya 15 menit.

Bel masuk telah berbunyi, para murid mulai meninggalkan kantin dan masuk ke kelas. Kemudian mengikuti pembelajaran selanjutnya hingga tibalah waktu pulang. Di mana waktu yang ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh murid karena mereka bisa bermain.

Terdapat tiga anak perempuan yang berjalan pulang bersama, mereka adalah Vina, Elisa dan Zizi.

Selain satu kelas, letak rumah mereka juga saling berdekatan. Hal tersebutlah yang membuat mereka saling akrab, sehingga sering berangkat dan pulang sekolah bersama.

Saat perjalanan pulang sekolah Vina mengajak kedua temannya untuk bermain di rumahnya sembari mengulas kembali pelajaran sekolah. Tanpa berpikir panjang kedua temannya pun mengiyakan ajakan Vina.

Mereka berpisah di jalan pertigaan untuk menuju ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah mereka ganti baju dan berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi belajar bersama di rumah vina.

Zizi pun menyiapkan buku yang diperlukannya untuk mengulas kembali pelajaran yang sudah dipelajari. Sesampainya Zizi di rumah Vina, ia melihat Elisa yang sudah berada di sana. 

Melihat kedatangan Zizi, Elisa mengajaknya untuk bermain masak-masak, Zizi menggelatakkan bukunya begitu saja. Ia malah fokus untuk bermain.

Boleh Baca: Cerita Pendek Tentang Pembelajaran Jarak Jauh

Vina yang melihatnya pun langsung mengajak kedua temannya tersebut mengulas kembali pelajaran. Akan tetapi ajakan Vina malah ditolak dengan alasan mereka ingin bermain masak-masak.

Tanpa memperdulikannya lagi, kini Vina langsung fokus untuk mulai belajar sendiri. Vina membuka kembali buku catatannya dan membacanya kembali apa yang diajarkan oleh Ibu Puji tadi di kelas.

Dengan serius Vina membaca kembali pelajaran karena ia teringat akan pesan Ibu Puji. Sedangkan Zizi dan Elisa masih asyik dengan bermain masak-masak di halaman rumah.

Tiga hari kemudian, para murid kembali bertemu dengan jadwal pelajaran IPA yang diampu oleh Ibu Puji. Hari itu Ibu Puji tiba-tiba mengadakan kuis.

Ilustrasi Quiz dari Guru
Ilustrasi Quiz dari Guru. Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Seluruh murid ricuh lantaran tak pernah menyangka dan sangat panik karena belum belajar. Padahal beberapa hari yang lalu Ibu Puji sudah pernah memberitahu kepada mereka untuk mengulas pelajaran sekolah di rumah.

Akan tetapi tidak dengan Vina, dengan percaya diri karena ia sudah membaca kembali berbagai materi yang diajarkan oleh Ibu Puji.

Kini Kuis telah dimulai, terdapat sepuluh pertanyaan esai yang harus diisi oleh para murid. Bagi murid yang sudah selesai bisa langsung mengumpulkan dan pulang karena pelajaran terakhir.

Di saat teman-temannya pada kesulitan untuk mengerjakan soal kuis, Vina pun dengan cepat sudah selesai mengerjakan soal dan mengumpulkannya terlebih dahulu dibandingkan dengan yang lain.

Namun karena harus pulang bersama kedua temannya itu, ia harus menunggu dengan duduk di luar kelas. Waktu mengerjakan kuis telah habis dan akhirnya Zizi dan Elisa pun keluar. Bergegaslah mereka berjalan pulang ke rumah seperti biasa.

Keesokan harinya, Ibu Puji memberikan hasil kuis kemarin. Vina mendapatkan nilai sempurna seratus sedangkan kedua temannya itu harus menerima hasil yang kurang memuaskan.

Mereka pun merasa kesal, Zizi dan Elisa pun sadar bahwa mereka lebih mementingkan untuk bermain daripada belajar dan tak mau mengulang kesalahannya kembali. Mereka berniat serius untuk belajar bersama Vina supaya dapat memahami pelajaran dengan baik.

***

Nah, demikianlah tadi sajian Cerpen oleh Agan Fahmi yang sudah tayang di Gurupenyemangat.com.

Semoga kita bisa memetik pelajaran tentang pentingnya keseriusan belajar dari kisah di atas, ya.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Cerpen Tentang Pesan dari Ibu Guru Agar Dirimu Lebih Serius dalam Belajar"

Promo Cashback & Voucher Shopee