Widget HTML #1

Kumpulan Puisi Tentang Bulan Oktober, Gapai Harapan di Awal Bulan yang Baru

Puisi Tentang Bulan Oktober, Gapai Harapan di Awal Bulan yang Baru
Puisi Tentang Bulan Oktober, Gapai Harapan di Awal Bulan yang Baru. Dok. Gurupenyemangat.com

Oktober telah tiba!

Rasa-rasanya bulan ini tidak jauh berbeda dengan September, ya. Setiap hari sering turun hujan, dan hujan senantiasa memaksa kita untuk lebih dekat dengan sepi.

Walau begitu, benih-benih harap mestinya mampu tumbuh subur. Andaikan tanah-tanah impian sudah tandus, kita hanya perlu memupuknya dengan semangat dan keceriaan.

Oktober tahun ini mungkin bakal mendulang banyak kisah. Aku tahu kisahku dan kisahmu sangat berbeda.

Aku mungkin akan terus bersemangat di bulan ini, tapi bagaimana denganmu? Apakah kegagalan masa lalu masih menghiasi langit-langit di dinding kamarmu?

Dan di hari esok, tidak menutup kemungkinan bahwa aku dan kamu akan bertemu syahdan menjadi kita.

Ya, segala hal bisa terjadi dengan Oktober. Maka dari itulah, setidaknya kita jangan berhenti berdoa, berjuang, dan berharap.

Lebih daripada itu, pada kesempatan kali ini Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan kumpulan puisi tentang bulan Oktober.

Puisi tentang bulan Oktober ini bakal mengusik segenap harap, menyapa hujan dan sepi, serta memupuk kembali impian di awal bulan yang baru.

Nah, langsung disimak saja, ya:

Puisi Tentang Harapan di Bulan Oktober

Puisi 1: Selamat Datang Oktober

Puisi Selamat Datang Oktober
Puisi Selamat Datang Oktober. Dok. Gurupenyemangat.com

Selamat datang Oktober, selamat datang impian. Kemarin sempat aku terjembab dalam almanak dongkol. Di mana setiap tanggal hanya menawari arang-arang penuh basa-basi.

Aku sibuk mencocokkan jas dan dasi hingga akhirnya terkubur dalam elegi. Duduk dalam bangku-bangku sepi.

Menyendiri; seorang diri.

Tiga puluh hari berlalu tanpa gelak tawa. Dengan raut wajah bersebelah duka. Seakan menjelekkan cermin dan kaca-kaca. Penuh dengan diorama.

Kini Oktober hadir mengusik kalender lama. Menawarkan purnama baru. Mungkin akan menjawab segenap penantianku atas masa tunggu.

Aku sudah melupakan seberkas tragedi lalu. Sekarang inginku menyapa; selamat datang Oktober. Semoga aku lebih bahagia.

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 2: Harap di Bulan Oktober

Baru saja mimpiku patah
Gagal terbang mengitari rasa
Tiga puluh hari berselimut duka
Kedinginan memeluk upaya

Inginku mengeluh kepada langit
Mengapa;

Terlalu banyak mendung di singgahsana penantian
Terlalu banyak awan yang menutup birunya hatiku
Terlalu banyak gemuruh yang menyambar impian
Kepak sayapku patah satu demi satu

Tapi itu bulan lalu
Kini Oktober menawarkan secercah arunika
Dengan rasa hangat
Dengan penuh harap

Inginku berkabar kepada hati
Bahwa mandiku hari ini akan lebih pagi
Kembali berlomba dengan matahari

Tentang siapa yang lebih cepat terbit
Tentang siapa yang senantiasa cerah
Tentang siapa yang lebih lama terbenam

Nyatanya; aku tak lagi mau terbenam di ufuk kegundahan
Cukup itu harapku di bulan Oktober

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 3: Mimpi Bulan Oktober

September telah pergi
Dengan segunung mimpi-mimpi
Ada yang gagal karena sendiri
Ada yang menangis karena sepi

Kisah September telah pergi
Kurang berarti
Kelam bikin remuk hati
Menawan mimpi-mimpi

Kini Oktober telah datang
Dengan segenap mimpi yang terbentang
Aku terkadang takjub dengan kokohnya batang
Tidak seperti hati yang kadang meringis bukan kepalang

Mimpi di bulan Oktober
Inginku tersenyum bahagia
Bangga dengan karakter
Tidak berlama-lama dalam nostalgia

Oktober mengajakku menabung harap
Tentang aksi dari mimpi yang belum digarap
Tentang perjalanan sunyi yang akan berakhir gemerlap
Tentang malam impian dan nikmatnya tidur lelap

Tidak cukup bagiku hanya sekadar bermimpi
Karena keberuntungan mungkin saja akan bertepi
Rasa gusar pun akan melengkapi
Semestinya aku hanya perlu berusaha tanpa tapi

Karya: Ozy V. Alandika

Boleh Baca: Kumpulan Puisi Tentang Bulan September

Puisi Tentang Hujan Bulan Oktober

Puisi 4: Oktober Hitam

Puisi Oktober Hitam
Puisi Oktober Hitam. Dok. Gurupenyemangat.com

Langit itu masih gelap
Gemuruh bergemerlap
Menumbangkan pohon-pohon harap
Menjatuhkan daun-daun bak sulap

Oktober hari ini tampak hitam
Padahal aku belum sempat tersenyum
Tamu agung datang; namanya kelam
Mengguncang harapku; tidak lagi ranum

Aku ingin menyalahkan kalender
Mengapa engkau begitu cepat berganti
Padahal aku belum jadi miliader
Aku belum jadi pendamping Kinanti

Aku belum jadi presiden
Aku belum jadi menteri
Aku belum beli apartemen
Aku belum mendapatkan bidadari

Oktober hitam
Aku belum siap melihat sabit malam
Gelapnya mencekam
Hatiku tak kuat berdentam

Oktober hitam
Hujan akan menemaniku
Melalui malam demi malam
Tanpa perlu menangis sepanjang waktu

Karya: Ozy V. Alandika

Boleh Baca: Puisi Tentang Hujan dan Gelapnya Kehidupan

Puisi 5: Hujan Awal Oktober

Hari ini mendung. Tiada kusangka hujan akan turun lagi. Padahal September aku sudah basah kuyup. Sekarang kembali aku berteman dengan gemiris.

Pada pagi yang basah, Oktober menyapa dengan dingin. Tak cukup secangkir kopi panas menghangatkanku. Kurang pahit, kurang menggigit.

Awal Oktober yang hujan. Pagi-pagiku temaram oleh tebalnya awan. Ternyata langit masih malu-malu.

Atau mungkin, langit sedang menyindirku?

Awal Oktober dan aku yang masih kesepian. Benar aku masih sendirian. Pagi-pagiku dengan hujan. Siang-siangku kadang tanpa teman. Dan malam-malamku bersama pengorbanan.

Saban waktu kulalui laksana hujan yang jatuh karena tiada mampu menggantung di awan.

Esok atau lusa, mungkin langit Oktober akan segera cerah. Secerah wajahmu, seceria harapku.

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 6: Sayap yang Patah

September telah pergi
Baru saja sayapku patah
Tenagaku terbuang cuma-cuma
Atas mimpi yang enggan menjadi nyata

Terlalu banyak duka menghiasi semesta
Sedangkan aku terus berteman dengan sepi
Gagal, jatuh, runtuh dalam upaya
Berlari di atas kolam keringat basah

Berat rasanya untuk terbang mengitari dunia
Dengan badan yang tidak ada apa-apanya
Sesumbar aku ingin merengkuh bintang kejora

Padahal sayapku patah
Berlari sangat lemah
Menusuk tak setajam anak panah
Penuh dengan salah

Mungkin kisah Oktober menuntut balas
Atas sayapku yang kemarin mengepak malas
Ihwal mimpi-mimpi dengan aksi bias
Menjalani hidup terlampau bebas

Sayap-sayap patah harus kurajut kembali
Aku masih punya banyak mimpi
Inginku membangun metalurgi
Seraya mengusir rasa khianat dalam hati

Karya: Ozy V. Alandika

*

Yup. Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang kumpulan puisi bertema bulan Oktober yang penuh semangat sekaligus membawa segenap kisah hujan.

Salam Oktober!

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Puisi Tentang Bulan Oktober, Gapai Harapan di Awal Bulan yang Baru"