Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Puisi Tentang Tahun Baru Islam 1443 H yang Menyentuh Hati, Bulan Muharam Momentum Memperbaiki Diri

Puisi Tentang Tahun Baru Islam 1443 H yang Menyentuh Hati
Puisi Tentang Tahun Baru Islam 1443 H yang Menyentuh Hati. Dok. Gurupenyemangat.com

Alhamdulillahirobbil 'alamin. Bersyukur kita atas nikmat sehat dan kesempatan umur sehingga bisa menyapa Tahun Baru Islam 1443 Hijriah.

Waktu rasanya begitu cepat berlalu sehingga tiada disangka aku dan kamu telah singgah di bulan baru dalam kalender Hijrah. Yup, bulan Muharam.

Sebagaimana hari-hari besar lainnya, Tahun Baru Islam 1443 H yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021 adalah momentum untuk diri, keluarga, dan umat agar kembali dekat dengan Islam.

Walaupun suasananya masih cukup pelik dengan kecemasan terhadap pandemi, tapi semoga saja tidak mengurangi semangat dan ketulusan kita dalam beribadah, berdoa, maupun berbagi.

Bagi yang selama ini masih pikir-pikir untuk hijrah, maka disegerakanlah. Kita tidak butuh banyak kata-kata karena yang terpenting adalah aksi, tindakan untuk terus memperbaiki diri.

Dan di sini, Gurupenyemangat.com akan menghadirkan beberapa puisi bertema Tahun Baru Islam 1443 H yang InsyaAllah bisa kita jadikan bahan renungan dan pemicu semangat diri.

Untaian diksi yang terbalut dalam puisi Tahun Baru Islam 1443 H di bulan Muharam ini berisikan ajakan syukur, motivasi beribadah dan takwa.

Langsung disimak saja, ya. Semoga berkah :-)

Puisi: Muharam Telah Tiba

Puisi Muharam Telah Tiba
Puisi Muharam Telah Tiba. Dok. Gurupenyemangat.com

Muharam telah tiba. Aku lihat burung-burung sedang menari seraya berkicau indah. Rumput-rumput tampak semakin hijau membuat hatiku semakin bahagia.

Dzikirku kepada Allah dan shalawatku untuk Nabi Muhammad tercinta. Saban hari terasa semakin indah dengan ilmu penuh makna.

Muharam telah tiba. Aku lihat jalan-jalan masih saja sepi. Hanya ada para penjual masker dan beberapa gerobak gorengan.

Tapi mereka bahagia. Lantunan takbir terus menggelora bersama irama hamdalah tanpa henti. Bersyukur atas segala nikmat yang didapat hari ini.

Muharam telah tiba. Aku lihat Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Saban hari ada saja kabar duka. Semoga tidak mengurangi tulusnya aku cinta.

Muharam mengajarkanku tentang hijrah. Berlindung dan bersandar di cahaya yang terang. Seterang-terangnya cahaya itu adalah Islam.

Muharam mengajarkanku untuk bersatu. Islam berdiri di atas tiang yang kokoh. Bukan karena masjid yang megah tapi akhlak, iman, dan takwa beserta rendah hati setulus jiwa.

Tahun baru Islam yang berbahagia. Muharam telah tiba. Sisa napas ini akan kuhirup dengan sebaik-baik upaya.

Boleh Baca: 50 Quotes dan Caption Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang Menyentuh Kalbu

Puisi: Muharam yang Agung dan Murung

Muharam hari yang agung
Langkah kaki semakin bersemangat
Bukan sekadar merebus jagung
Tapi berteriak Islam dengan semangat

Muharam bulan yang mulia
Tak terasa sebentar datangnya
Membuat diri mengingat
Tentang apa saja yang telah diperbuat

Muharam bulan yang indah
Sampai tak berkedip mata memandanginya
Bersyukur atas nikmat dan karunia Allah
Bahagia diri diberi kesempatan umur menikmatinya

Muharam akan segera pergi
Bertanyalah hati tentang bagaimana kabar diri
Apakah kesalahan kemarin sudah diperbaiki
Keji dan munkar di masa itu jangan kau ulangi

Muharam yang agung juga terlihat murung
Di sore hari tidak lagi aku lihat terbangnya burung-burung
Pandemi mengundang sepi-sepi
Lalu mengajakku bersahabat dengan sunyi

Muharam yang murung bukan untukku
Muharam yang agung adalah untuk kita
Buang patah arang laksana kau memotong kuku
Sesudahnya kita lantunkan doa dan zikir penuh cinta

Puisi: Tahun Baru Islam dan Aku yang Bersedih

Puisi: Tahun Baru Islam dan Aku yang Bersedih
Puisi Tahun Baru Islam dan Aku yang Bersedih. Dok. Gurupenyemangat.com

Pagi itu fajar sangat indah. Embun pagi berhembus bahagia. Daun ilalang melambai-lambai seraya tertawa. Sejuknya bergembira.

Pagi itu tahun baru Islam yang menyapa. Ia mengetuk pintu-pintu rumah di waktu Subuh. Membangunkan para penduduk yang terlelap dengan takbir Esa.

Aku terbangun, adikku terbangun, kakakku terbangun, tapi tidak dengan Ayah dan Ibuku. Kami masih berduka, aku bersedih.

Yang mengetuk pintu rumahku adalah syair-syair ratapan. Tahun baru Islam serasa dihembus oleh sunyi. Tidak mendatangiku yang sendiri.

Tapi aku berdikari. Muharam bukan kalender yang murung dan basah. Aku mandiri. Bershalawat kepada Nabi, juga sujud syukur memohon ampun kepada Ilahi.

Baca juga: Kumpulan Pantun Tentang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah, Mari Menjemput Cahaya Islam

Puisi: Bulat Sabit yang Menyentuh Hati

Malam itu terang bulan datang mengusir kelam. Warnanya merona dan hangat dihembus angin semilir.

Tampak pohon-pohon menggoyangkan daun seraya menunduk. Ingat dengan Sang Pencipta. Raja Maha dari Segala Raja.

Sungguh bulan sabit yang menyentuh hati. Tiada terasa tahun telah berganti. Seribu empat ratus empat puluh tiga tahun berlalu setelah kisah hijrah.

Waktu itu Rasulullah bersusah payah, bekeringat, lalu menampar cela dengan senyum tulus. Memperkenalkan kepada dunia tentang Islam yang damai.

Sesaat kulihat lagi bulan sabit pada malam itu, hatiku semakin sejuk. Air mata rasanya ingin tumpah. Teringat akan segunung dosa dan sebukit perbuatan sia-sia.

Bulan sabit itu sungguh menyentuh hati. Tanda datangnya Muharam. Hari yang baru, bulan yang baru, tahun yang baru. Tetap satu tujuan, yaitu Jannah.

Boleh Baca: Kumpulan Kata-Kata Bijak Mutiara Tahun Baru Islam 1443 H, Jemput Keberkahan di Tahun yang Baru

Puisi: Cahaya Islam yang Menerangi

Islam itu indah
Cahayanya memesona
Umatnya rendah hati
Rajin mengaji
Mensyukuri nikmat Ilahi

Islam itu membahagiakan
Sedekah yang rela menyelamatkan
Zikir yang ikhlas menenangkan
Shalawat Nabi terdengar mengharukan

Islam yang damai membuang kecemasan
Bersatu dalam juang
Tolong menolong
Pergi ke masjid berbondong-bondong
Melepas semua jabatan
Sujud di sajadah dengan sama tujuan

Aku harap cahaya Islam selalu menerangi
Kepada siapa saja yang ingin dihampiri
Atau mereka yang menghampiri
Bertobat dan tak ingin mengulang kesalahan lagi
Hijrah dengan penuh percaya diri
Bukan ikut-ikutan tapi menurut kata hati
Niat yang tulus dan kemauan yang murni

Semoga cahaya Islam semakin cerah
Menerangi jiwa-jawa hamba yang lemah
Sungguh tiada daya dan upaya di hadapan Allah
Tak putus asa bersujud sempurna mengaku salah

Boleh Baca: Kumpulan Twibbon Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1443 H, Bikin Sendiri 5 Menit Jadi

Puisi: Aku Cinta Islam

Aku cinta Islam semenjak nadi ini berdetak. Aliran darah ingin kudongkrak dengan lantunan takbir, tahmid, dan tasbih. Menguatkan diri dan hanya berlindung kepada-Nya.

Aku cinta Islam semenjak mata ini mulai menatap alam. Tempat tinggal sementara. Sebentarnya laksana seteguk pelepas dahaga.

Terangnya dunia kadang menyilaukan. Membuat kita lupa. Bergelantungan atas nikmat yang fatamorgana. Terjerembab dalam buih-buih dosa di sebalik kelam.

Seberapa besar cintamu kepada Islam?
Seberapa rela kau korbankan setumpuk harta?
Seberapa sanggup punggungmu berkeringat dengan kata Lillahi Taala?
Seberapa sering kau membuka kitab pedoman umat manusia?

Dan seberapa sering tentang seberapa yang lainnya. Bahkan belum mampu dijawab oleh lidah.

Malu.

Mencintai Islam hanya dari bulu. Sungguh identitas yang semu. Tidak ada bedanya hari ini dengan masa lalu.

Aku cinta Islam sebagaimana Islam yang tetap cinta. Tak memandang terangnya kemilau emas, jabatan, juga keelokan rupa.

Aku tetap cinta Islam sejak Muharam tiba hingga akhir masa.

Puisi: Satu Muharam Sejuta Cinta

Puisi Satu Muharam Sejuta Cinta
Puisi Satu Muharam Sejuta Cinta. Dok. Gurupenyemangat.com

Satu Muharam telah tiba
Hatiku tak lagi iba
Bahagia kami bersama keluarga
Duduk rapi membaca firman-Nya

Muharam mengajarkanku cinta
Cinta dengan Islam sebagai agama sempurna
Cinta dengan para penduduknya yang elok iman dan takwa
Juga cinta dengan diri sendiri yang bermanfaat untuk semua

Muharam menegurku untuk kembali berdoa
Ingatlah kembali kepada Pencipta
Memohon ampun atas melimpahnya dosa
Juga pantang berputus asa atas upaya

Satu Muharam sejuta cinta
Aku tiada berhenti atas daya
Berkah keringat ini akan menghadirkan pahala
Sebagai bekal menuju surga

Satu Muharam sejuta cinta
Sisa umur ini sangatlah berbahaya
Jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
Aku termasuk golongan yang hina

Satu Muharam sejuta cinta
Jemput momentum untuk takwa
Perbanyak sujud sedikitkan kisah dunia
Tata pribadi untuk berakhlak mulia

*

Hamdulillah!

Demikianlah tadi contoh puisi tentang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 H. Tahun baru, bulan baru, dan hari yang baru bisa kita jadikan pelecut semangat untuk menambah amalan.

Tapi, momentum untuk beribadah tidaklah hanya didasarkan atas hari-hari besar Islam saja. Mari kita jadikan setiap detik, menit, dan waktu sisa ini untuk meningkatkan iman dan takwa.

Salam.

Lanjut Baca: Puisi Motivasi Hidup Islami Pemacu Semangat Diri

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

4 komentar untuk "Kumpulan Puisi Tentang Tahun Baru Islam 1443 H yang Menyentuh Hati, Bulan Muharam Momentum Memperbaiki Diri"

  1. Puisi-puisi yang indah dan memberi kepada saya sebuah pengalaman dan pemahaman yang baru.
    (Wisnu Murti, https://tulisandenpasar.blogspot.com)

    BalasHapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.