Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Bisnis Emas EOA Gold Itu Termasuk MLM?

Benarkah Bisnis Emas EOA Gold Itu Termasuk MLM?
Benarkah Bisnis Emas EOA Gold Itu Termasuk MLM? Dok. Gurupenyemangat.com

Berkisah tentang bisnis memang tiada bakal ada habisnya. Terkadang beberapa orang begitu mudah melabeli bisnis A sebagai MLM (Multi-Level Marketing), termasuklah dengan Emas EOA Gold.

Lho, kok bisa?

Bisa saja, namanya juga produk investasi yang (mungkin) belum terlalu dikenal orang yang belum mau berkenalan. Yup, persepsi itu hampir sama dengan prasangka. Jadi, ya, wajar sajalah.

Pada tahun 2012 dulu aku sempat mengikuti seminar bisnis produk. Acaranya mewah, bahkan seingatku dulu aku diberi nasi bungkus dan snack secara gratis.

Modusnya adalah jualan produk, tapi keuntungan seorang pebisnis bakal meningkat bila dirinya bisa merekrut banyak orang. Nah, ini yang disebut dengan Multi-Level Marketing (MLM), kan?

Karena MLM itu ada yang halal dan ada yang haram sedangkan yang aku ikuti adalah syubhat, maka lebih aman bagiku untuk meninggalkannya.

Syahdan, bagaimana dengan bisnis logam mulia EOA Gold, apakah termasuk MLM? Mari kita pedekate lebih akrab sebelum menghakimi. Ehem.

Bisnis Emas EOA Gold, Berjualan dengan Keuntungan Dunia Akhirat

Bisnis Emas EOA Gold, Berjualan dengan Keuntungan Dunia Akhirat
Bisnis Emas EOA Gold, Berjualan dengan Keuntungan Dunia Akhirat. Dok. Gurupenyemangat.com

Apa itu EOA Gold? EOA adalah kependekan dari Emas Optimasi Abadi, yaitu sebuah perusahaan yang berpusat di Cakung, Jawa Timur dan bergerak di bidang percetakan serta jual beli emas.

Apakah EOA Gold sama dengan Antam? Dari segi puritas logam mulianya sama, yaitu 99,99% alias 24 karat. Tapi dari segi bidang gerak perusahaan keduanya cukup berbeda.

Antam adalah perusahaan investasi, sedangkan EOA Gold tidak jauh berbeda dengan toko emas besar. Detail perbedaannya, dirimu bisa baca di: Antam dan EOA Gold, Apa Bedanya?

Jadi, barangkali dirimu sudah terbayang kan seperti apa sebenarnya bisnis investasi EOA Gold itu?

Iya, bisnis jual beli EOA Gold sama seperti kita membeli sembako ke warung atau membeli perhiasan ke toko emas. Hanya saja, warung maupun toko yang dimaksud keduanya berjalan.

Boleh Baca: Apakah EOA Gold Bisa Dijual ke Toko Emas?

Dengan demikian, dalam dunia bisnis dan investasi EOA Gold tidak ada sistem upline maupun downline sebagaimana MLM.

Perlu diketahui, upline adalah distributor awal yang tugasnya merekrut anggota dan anggota yang dimaksud adalah downline.

Bisnis EOA Gold tidak begitu. Dalam struktur penjualan, perusahaan yang menggaungkan jargon “Mengembalikan Kejayaan dengan Emas” ini hanya ada Konsumen, Member, dan Agen.

Pada masing-masing provinsi di Indonesia disediakan kantor cabang demi memudahkan distribusi keping-keping emas mulai dari gramasi 0.025 gram-10 gram.

Secara khusus, PT. EOA dikelola oleh muslim dengan sistem maupun akad jual beli berdasarkan syariat Islam.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bisnis emas EOA Gold laksana berjualan dengan keuntungan dunia akhirat.

Soalnya setiap keping emas EOA Gold yang dibeli konsumen,5%-nya disisihkan untuk wakaf peradaban produktif.

Keren, kan? Jarang ada produk investasi yang langsung bernilai wakaf. Jadi, apakah EOA Gold itu MLM? Mari kita pedekate sejenak dengan Multi-Level Marketing.

Apa Itu Bisnis MLM?

Perlu diketahui bahwa MLM adalah sistem bisnis alias pemasaran berjenjang yang menjadikan pelanggan sebagai jaringan distribusi.

Istilah lain yang bisa menjelaskan seperti apa itu MLM misalnya “Penjualan Piramida”, “Pemasaran Berantai”, atau “Pemasaran Jaringan”.

Alhasil, untuk mendapat keuntungan lebih, para penjual (sales) nantinya merekrut anggota (downline).

Karena sales alias upline tadi mendapat sekian persen keuntungan dari penjualan para anggota, maka semakin tinggi posisi sales dalam susunan piramida, semakin besar pula keuntungannya.

Ada beberapa skema MLM yang masyhur di dunia marketing di antaranya:

1. Skema Dua Kaki

Disebut juga skema binary, sistem MLM yang satu ini berjalan dengan merekrut dua anggota. 

Misalnya Si A menerapkan skema binary, maka dia hanya bisa merekrut maksimal 2 anggota dan masing-masing anggota tadi juga dipersilakan merekrut maksimal 2 anggota. Setiap anggota yang didapat adapula bonusnya (pairing).

Jadi, bila kita bayangkan dalam dunia bisnis, yang ditonjolkan dari skema ini rasanya lebih kepada proses perekrutan anggota sebanyak-banyaknya daripada menggaungkan nilai produk.

2. Skema Matahari

Sesuai dengan namanya, penerapan dari skema matahari ialah melingkar seperti bola, bukan seperti piramida.

Jadi, bonus yang didapat para penjualnya relatif seimbang karena antara downline dan upline memiliki kesempatan mendapatkan pemasukan yang sama.

Boleh dikatakan bahwa sistem bola matahari ini adalah skema yang paling “adil” di dunia MLM.

3. Skema Money Game alias Ponzi

Nah, inilah sistem Multi Level Marketing yang menurut Gurupenyemangat.com paling berbahaya.

Mengapa?

Awas! Skema Ponzi dalam Sistem MLM
Awas! Skema Ponzi dalam Sistem MLM. Dok. sikapiuangmu.ojk.go.id

Karena skema MLM ala Ponzi tidak menyajikan aktivitas investasi yang nyata seperti menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat, produk investasi abal-abal atau diakali katanya dari luar negeri, dan sangat rawan akan penipuan.

Biasanya, sistem Money Game hanya menyajikan angka-angka digital yang semu dan tampak nyata, padahal itu palsu.

Bahkan, untuk meningkatkan kepercayaan calon pelanggan, pelakunya rela menyertakan publik figur dan membayarkan keuntungan dari uang hasil investor sebelumnya.

Bagaimana hukum MLM yang seperti itu? Jelaslah haram karena sistem bisnis abal-abal dan terselubung.

EOA Gold Apakah MLM?

EOA Gold Apakah MLM
EOA Gold Apakah MLM. Dok. Gurupenyemangat.com

Setelah sampai di sini, apakah bisnis emas EOA Gold termasuk MLM? Jawabannya adalah tidak.

EOA Gold bukanlah bisnis Multi Level Marketing, apalagi MLM yang menerapkan sistem Ponzi, skema Downline-Upline maupun Piramida.

Bisnis dan invetasi EOA Gold dijalankan dan digerakkan menurut akad dan syariat Islam. Sederhananya, jika ada uang dan dibayar cash, maka ada barang berupa kepingan-kepingan EOA Gold.

Selain itu harga jual maupun beli lagi (buyback) EOA Gold juga sama di seluruh Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya daftar harga harian alias pricelist yang bisa dilihat oleh Agen, Member, maupun konsumen.

Mengapa di EOA Gold menerapkan jual-beli secara tunai (cash/transfer), langsung terima barang dan tidak boleh utang?

Soalnya emas EOA Gold itu nyata adanya. Bisnis EOA Gold tidak menerapkan jual beli yang gharar, spekulatif, makelar, dan juga tidak menyajikan angka-angka yang semu.

Karena saya sendiri juga merupakan Agen, selama ini Saya belum pernah mendengar ada iming-iming bonus yang besar jikalau bisa merekrut anggota.

Bahkan, entah itu Agen maupun Member semuanya tidak dibebankan harus menjual berapa keping emas EOA dalam satu bulan.

Baik Agen maupun Member EOA itu bebas mau menjual berapa keping atau pun mau membeli emas untuk simpanan pribadi.

Yang penting bagi EOA adalah, jangan pernah berhenti untuk syiar seraya bersama-sama mengembalikan Kejayaan Umat dengan Emas. Jadi, EOA Gold aman, kan? Juga bukan MLM.

Salam.

Lanjut Baca: Begini Keuntungan dan Kekurangan Emas EOA Gold

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Benarkah Bisnis Emas EOA Gold Itu Termasuk MLM?"

  1. Bagaimana AGEN bisa mendapatkan keuntungan penjualan yg besar? Apakah AGEN harus merekrut member? Lalu member merekrut anggota?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Gan. Agen boleh merekrut member tapi itu bukan keharusan. Kewajiban utama Agen EOA Gold yaitu syiar. Di EOA cuma ada pusat, agen, dan member Gan. Jadi, setelah member langsung ke konsumen.

      Untuk mendapat keuntungan penjualan yang besar tergantung kepada konsistensi syiar dan seberapa besar kontribusi wakaf seorang agen untuk mengetuk pintu langit (rezeki) :-)

      Hapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.