Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertimbangkan! Inilah 5 Risiko Investasi Emas yang Perlu Kamu Ketahui

Tidak bisa dimungkiri, emas memang telah menjadi salah satu logam mulia yang paling banyak diminati oleh masyarakat.

Bahkan, bukan hanya sekadar dibeli sebagai perhiasaan untuk tujuan penggunaan saja melainkan juga bisa digunakan sebagai investasi.

Hal itu pun tidak lagi mengherankan karena investasi emas memang cukup terbukti menghasilkan keuntungan yang tidak bisa dikatakan sedikit.

Memiliki kecenderungan harga yang terbilang selalu mengalami kenaikan pada setiap tahunnya membuat investasi emas mulai diminati oleh masyarakat.

Apalagi saat ini masyarakat bisa melakukan investasi pada sejumlah bentuk emas seperti emas batangan hingga emas dinar.

Meski demikian, perlu diingat bahwa investasi emas memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, di antaranya seperti berikut ini:

Pertimbangkan! Inilah 5 Risiko Investasi Emas yang Perlu Kamu Ketahui
Risiko Investasi Emas. Gambar oleh Omar Hadad dari Pixabay

1. Keamanan yang Minim

Risiko investasi emas yang pertama-tama perlu dipahami adalah mengenai keamanannya.

Hal itu lebih khusus lagi berlaku pada emas dalam bentuk perhiasan atau batangan. Sebab, emas memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi untuk dicuri atau dirampok.

Apalagi jika emas tersebut memang selalu digunakan tentu hal itu bisa mengundang niat jahat orang terlebih lagi jika memang sedang ada kesempatan.

Untuk menghindarinya, pakailah perhiasan secukupnya saja dan simpanlah emas batangan pada tempat yang aman dan terkunci seperti box, lemari besi, hingga brankas.

2. Harga yang Berubah-ubah menjadi Risiko Investasi Emas

Risiko kedua, harga emas memang cenderung selalu mengalami peningkatan. Namun perlu diingat bahwa peningkatan tersebut tidak terjadi setiap hari.

Pada kenyataannya, harga emas juga bisa mengalami penurunan harga jual.

Adanya perubahan itulah yang akhirnya bisa mengakibatkan investor emas mengalami kesulitan untuk menghitung nilai investasi yang dimiliki dalam jangka waktu pendek.

Alhasil, para juragan jangan terlampau baperan dengan harga emas yang naik turun. Si kuning ini memang fluktuatif, dan lebih terasa bila disimpan sebagai aset jangka panjang.

Oleh karena itu, bagi dirimu yang saat ini sedang atau mungkin baru ingin mencoba investasi emas, maka berhati-hatilah mengambil keputusan. Apalagi jika kamu berkeinginan untuk berinvestasi emas dalam jumlah yang banyak.

Sebaiknya jangan kedepankan sifat rakus dan pastikan bahwa perencanaan keuanganmu telah matang.

Dalam hal ini, dirimu perlu menghindari kesalahan para investor emas yang bisa dibaca di: 9 Kesalahan yang Wajib Kamu Hindari dalam Investasi Emas

O ya, selain itu dirimu juga perlu untuk mengaplikasikan cara menabung emas yang benar pada artikel berikut ini: 9 Cara Menabung Emas bagi Pemula

3. Tidak Memberi Pengaruh Signifikan pada Sektor Ekonomi

Investasi emas pada dasarnya tidak dapat memberikan pengaruh atau kontribusi yang positif pada pertumbuhan ekonomi secara instan.

Itulah yang juga menjadi salah satu risiko investasi emas. Perlu dipahami bahwa hal tersebut bisa terjadi karena keuntungan dari investasi emas kebanyakan hanya dapat dirasakan oleh para investor yang sabar. 

Hal itu berbeda jauh dengan investasi dalam bentuk saham perusahaan.

Perlu diketahui bahwa keuntungan yang diperoleh dari jenis investasi tersebut berasal dari keuntungan perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan itu pulalah yang nantinya akan kembali menggunakan keuntungan yang telah dihasilkan tersebut.

Dengan demikian, perusahaan pun dapat terus berjalan bahkan proses produksinya bisa mengalami peningkatan.

Tapi, emas juga bisa untung, kok. Terutama ketika dirimu rutin menabung, dan juga fokus dalam pencapaian impian. Petik mindset emas agar harapan kita makin cepat tergapai.

4. Keuntungannya Sulit Diperoleh dalam Waktu Cepat

Termasuk investasi jangka panjang merupakan risiko investasi emas yang lainnya.

Hal tersebut karena investasi ini terbilang sulit menghasilkan keuntungan dalam waktu cepat. 

Oleh karena itu, bagi investor yang berharap memperoleh keuntungan dalam waktu singkat, maka jenis investasi ini sepertinya memang kurang tepat dipilih.

Penyebab dari hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari faktor harga emas yang cenderung fluktuatif.  

Bahkan, fluktuasi harga emas yang memang terbilang cukup tinggi pada akhirnya tidak bisa menjamin investor untuk segera memperoleh keuntungan.

Terkadang kecenderungan naiknya harga emas merupakan sebuah proses yang tidak sebentar. 

Keuntungannya Sulit Diperoleh dalam Waktu Cepat
Keuntungan Emas Sulit Diperoleh dalam Waktu Cepat. Gambar oleh Nattanan Kanchanaprat dari Pixabay

Oleh karena itu, sangat sulit memperoleh keuntungan berdasarkan dari selisih harga beli dan harga jual yang tinggi.

Fluktuasi harga emas juga masih dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti faktor nilai tukar mata uang nasional terhadap mata uang asing.

Lebih dari itu, kondisi finansial masyarakat pada wilayah tertentu pun juga menjadi salah satu faktor lainnya yang bisa sangat berpengaruh terhadap timbulnya risiko investasi emas tersebut.

Dalam hal ini, jika kondisi finansial masyarakat dalam keadaan baik, maka investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu cepat seperti investasi saham akan jauh lebih banyak dipilih.

Dengan demikian, jenis investasi lainnya seperti investasi emas pada akhirnya akan mulai ditinggalkan. Tapi, ya, kisahnya tidak sesederhana itu, sih.

5. Harga Lambat pada Saat Kondisi Ekonomi Normal

Risiko investasi emas yang satu ini memang terdengar cukup ironi. Hal tersebut karena harga emas justru akan cenderung mengalami peningkatan manakala kondisi ekonomi sedang tidak normal atau tidak stabil.

Pada saat itulah ada kemungkinan terjadinya inflasi yang mengakibatkan kenaikan sekaligus juga penurunan pada harga emas. 

Jika inflasi sudah terlalu tinggi dari perkiraan masyarakat, maka hal itu tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan harga emas mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi lagi.

Oleh karena itu, jika kondisi perekonomian sedang tidak normal, maka emas memang dijadikan sebagai sebuah cara paling aman untuk mengamankan kekayaan para investor.

Demikian pembahasan seputar sejumlah risiko investasi emas yang perlu diketahui. Pada dasarnya, semua produk investasi pasti memiliki risiko tersendiri.

Risiko tersebut bisa datang dalam waktu cepat, singkat, juga lambat. Hanya saja, logam mulia yang memiliki nama Au ini bersifat safe haven dan zero inflation.

Sebagai aset, rata-rata kenaikan emas cenderung lebih tinggi daripada inflasi sehingga nilai emas lebih oke daripada nilai uang.

Sebagai bukti, dirimu mungkin masih ingat berapa nilai uang Rp200 hari ini. Dulu, pada era 2000-an uang Rp200 bisa untuk membeli pempek dan bakwan.

Sedangkan sekarang? Mungkin hanya mampu untuk beli kantong kreseknya saja.

Hebatnya, emas murni tidak begitu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per tahun 2000 harga si kuning masih duduk cantik di angka Rp71.875/gram.

Dan pada Juni 2021, emas sudah melambung tinggi hingga nyaris menyentuh harga Rp1 juta/gram. So, emas juga merupakan pilihan bijak untuk investasi, bukan?

Salam.

Baca juga:

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Pertimbangkan! Inilah 5 Risiko Investasi Emas yang Perlu Kamu Ketahui"

Promo Cashback & Voucher Shopee