Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Emas Perhiasan vs Emas Batangan, Mana yang Lebih Oke untuk Investasi?

Mendingan Investasi Emas Perhiasan atau Emas Batangan sih?

Hayooo...👀

Agak gahlaww kan kalo kita milihnya pake perasaan. Secara, emas perhiasan vs emas batangan keduanya sama-sama bernilai safe haven alias aset lindung nilai yang enggak bakal tergerus inflasi.

Tapi tenang saja, sih, bukan kita saja yang bingung. Semua orang juga cukup ambyar bila ditanyakan persoalan yang sama.

Emas Perhiasan vs Emas Batangan untuk Investasi
Emas Perhiasan vs Emas Batangan untuk Investasi. Dok. Gurupenyemangat.com
Ketersediaan investasi emas batangan dan perhiasan masih menjadi perdebatan para pakar.

Sebab di masyarakat ketersediaan perhiasan hingga emas batangan cukup populer hingga menjadi instrumen investasi dengan tingkat kerugian minim.

Meskipun dianggap sebagai investasi dengan risiko rendah, tetap saja ada nilai perbandingan profit antara si kuning perhiasan vs emas batangan.

Alasannya cukup jelas, karena selain popularitas emas yang tak tergoyahkan, hari ini sang logam mulia sudah merambat ke investor dengan berbagai profesi pekerjaan. 

Jadi, tidak mesti yang kaya, karena ukuran emas 0,1 gram seharga Rp100-san ribu sudah sangat mudah untuk didapat.

Tapi, yang 0,1 gram atau bahkan 0,05 gram yang kumaksudkan tadi adalah emas murni loh.

O begitu...jadi mendingan jajan emas murni yang kadar karatnya 24 dong? Eih, nanti dulu. Kita coba komparasikan emas perhiasan vs emas batangan dari beberapa sudut keunggulan.

1. Nilai Profit di Setiap Produk Investasi

Baik itu menyimpan produk investasi berupa perhiasan atau emas batangan keduanya sudah pasti sangat potensial dalam menghasilkan sumber income di masa mendatang. 

Ya, dari sanalah kemudian sumber investasi perhiasan sampai emas batangan benar-benar diperhitungkan sebagai modal kuat untuk mencapai target pendapatan tinggi. 

Sedangkan untuk investasi perhiasan sendiri masih memiliki tingkatan nilai investasi lebih kecil dibanding emas batangan. 

Kita bisa melihat nilai penghasilan sumber income dari investasi perhiasan yang dibanderol tidak terlalu tinggi jika dijual. Tetapi dari emas batangan justru sebaliknya dianggap lebih tinggi dan potensial.

Mengapa kok demikian?

Alasannya ialah karena emas perhiasan tidak bakal sampai 24 karat murni. Rata-rata kadar karat perhiasan mulai dari 18 hingga 22 karat. Jadi, maksimalnya hanya 95% saja.

Lebih dari itu, ada pula emas yang kadarnya lebih rendah hingga menyentuh angka lebih rendah dari 50%. Banyak orang mengenalnya dengan julukan emas muda.

Syahdan, mengapa kok emas perhiasan tidak digenapkan saja kadar karatnya menjadi 99,9% sehingga setara dengan emas batangan atau emas koin?

Sayangnya tidak bisa, Bro. Sifat utama logam mulia adalah lentur (bisa dibaca di: Fakta Tidak Biasa Tentang Emas) sehingga untuk dicetak menjadi cincin maupun gelang diperlukan bahan tambahan seperti logam, tembaga, hingga seng.

O ya, belum lagi kalau kita beli emas perhiasan kan ada tambahan biaya cetak, sedangkan emas batangan tidak ada lagi karena sudah ditimbang dan disetel sedemikian rupa.

2. Nilai Harga Jual Perhiasan dan Emas Batangan di Pasaran

Mana lebih menguntungkan antara harga jual perhiasan, atau harga jual emas batangan?

Oke, pertama, izinkan aku bercerita. Seminggu yang lalu, aku sempat singgah ke rumah teman lamaku. Dia berkisah kepadaku bahwa belum lama ini telah menjual emas perhiasan (cincin) 2 gram dengan harga jual Rp1.400.000.

Berarti, satu gramnya senilai Rp.700.000, kan? Yup, dan katanya cincin tersebut 24 karat serta juga dipotong dengan biaya cetak Rp100.000.

Sekarang, kita bandingkan dengan harga beli emas perhiasan 2 gram di toko online semacam Shopee hingga tokopedia sepanjang tahun 2021. Maka didapatlah rata-rata harga jual Rp. 1,8 juta hingga Rp. 2,2 juta.

Berarti temanku tadi rugi dong? Enggak terlalu, sih. Aku katakan dia masih beruntung. 

Alasannya?

Soalnya dia masih punya sertifikat emas perhiasan dan menjualnya di tempat ia membeli dulu. Bayangkan bila dia menjual perhiasan tanpa sertifikat ke toko tetangga, bisa-bisa harganya dibanting stir. Hemm

Nah, bagaimana dengan kabar emas batangan ataupun emas koin? Logam mulia yang kadarnya 99,9 % alias emas murni mengikuti harga dunia. 

Alhasil, walaupun produk emasnya berbeda (misalnya Antam, Minigold, hingga EOA Gold), rata-rata harga jual (buyback-nya) cukup bersaing.

Semisal, saya sajikan harga emas EOA Gold hari ini (06/03/2021) adalah Rp.931.000, sedangkan buyback-nya adalah Rp.879.000. Dengan demikian, selisihnya hanya Rp.52.000 saja.

Bagaimana dengan Antam?

Sebagaimana yang saya cek dari situs logammulia.com, harga Antam per tanggal 06/03/2021 ukuran 1 gramnya adalah Rp.923.000, sedangkan harga jualnya Rp.785.000. Berarti selisihnya bernilai Rp138.000.

Nah, sampai di sini sudah bisa pilih produk investasi emas yang cocok bagimu? Jika belum, kita lanjut.

3. Nilai Risiko Emas Perhiasan vs Emas Batangan

Pastinya pertanyaan mendingan investasi perhiasan atau emas batangan menjadi inti dari menilai risiko di semua instrumen investasi. 

Dalam hal ini kita perlu pertimbnangkan kembali seperti apa metode tepat agar nilai risiko di dalam instrumen investasi bisa diminimalkan. 

Jika dilihat dari risiko investasi ternyata untuk emas batangan dinilai cukup rentan terhadap perubahan harga secara global, sedangkan dari nilai harga jualnya tidak terlalu berpengaruh.

Tapi tunggu dulu, investasi perhiasan juga begitu kok. Malahan, resiko emas perhiasan malah lebih kompleks ketika seseorang kurang mengamati perubahan emas dunia.

Buktinya?

Lihatlah di lapangan bahwa banyak para penjual emas di toko yang menghitung harga jual perhiasan menggunakan kalkulator tanpa memberitahukan berapa harga dunia.

Sedangkan emas batangan maupun emas koin tidak begitu.

Biasanya emas batangan harga jualnya cenderung terbuka karena bisa kita akses melalui situs resminya. Alhasil, kita bisa hitung sendiri deh.

O ya, sejatinya emas adalah produk minim resiko karena bersifat aset lindung nilai. Emas, apalagi emas murni tidak akan berkurang nilainya, bahkan tidak bakal hancur meskipun dibakar.

Jadi, apa resiko terbesar dari emas? Cuma tiga, yaitu hilang, dicuri atau dirimu yang lupa di mana tempat menyimpannya. Hahahaha

Tapi, ketika kita membandingkan emas perhiasan dengan emas batangan, maka produk yang memiliki risiko lebih besar adalah emas perhiasan.

Mengapa?

Karena emas perhiasan punya kegunaan untuk menghias diri dan hiasan diri mengundang peluang yang cukup besar terhadap tindakan pencurian.

Tapi sebenarnya emas batangan juga rawan dicuri sih, kalau dipamerkan. Ya, intinya kita tak perlu memamerkan emas sampai sebegitunya.

4. Kemudahan Mendapatkan Produk Investasi

Beberapa tahun terakhir permintaan investasi emas batangan semakin bertambah. Begitu juga dari investasi perhiasan yang juga semakin sering dicari gegara banyak pasangan yang menikah. Eh.

Lebih dari itu, sekarang beli emas makin mudah. Kita bisa memesannya dengan mendatangi toko emas, membeli secara online melalui situs resmi, serta memesan secara COD melalui berbagai toko online yang kredibel.

O ya, khusus cara membeli emas perhiasan, kamu bisa baca di artikel: Cara Membeli Emas Perhiasan yang Aman.

Jadi, baik emas perhiasan maupun emas batangan hari ini cukup mudah untuk didapat. Meski begitu, kita perlu waspada dengan investasi bodong yang menawarkan keuntungan berlipat ganda layaknya dukun.

Sebagai pembeli, kita juga perlu mempelajari ilmu emas, mulai dari harga emas, grafik pertumbuhan emas, hingga penyebab naik-turunnya emas. 

Dari sana, kita bisa mengatur strategi finansial secara lebih bijaksana.

5. Menyesuaikan Tujuan Investasi Emas

Tidak tersanggahkan gagasan bahwa investasi logam mulia menjadi pilihan tepat untuk menyimpan dana masa depan. Perbandingan antara investasi emas batangan dan perhiasan sama-sama menguntungkan. 

Meski begitu, ketika kita meliriknya dari sisi tujuan investasi, maka keputusannya dikembalikan kepada dirimu investor. 

Semisal, kalau kita membeli emas yang gunanya bakal lebih banyak dipakai daripada disimpan ---seperti cincin, anting, dan gelang--- maka produk perhiasanlah yang cocok untuk dibeli.

Alasannya?

Dari segi kekuatan dan ketahanan, produk emas perhiasan lebih kokoh daripada emas batangan maupun koin.

Bersandar pada artikel yang aku baca di The Times of India Bussiness, produk emas yang lebih tahan lama dan kokoh untuk dipakai dalam waktu lama adalah emas perhiasan dengan kadar 22 karat.

Terang saja, emas perhiasan lebih kuat karena sejak awal pembuatan sudah dicampur dengan logam keras seperti tembaga atau perak.

Tapi sebaliknya, jikalau dirimu ingin membeli produk investasi emas lalu menyimpannya sendiri tanpa dipakai, maka pilihan emas batangan maupun emas koin adalah rekomendasi terbaik.

***

Jadi, Mau Investasi Emas Perhiasan atau Emas Batangan
Jadi, Mau Investasi Emas Perhiasan atau Emas Batangan. Dok. Gurupenyemangat.com

Sebagai penutup, sejatinya investasi emas perhiasan maupun emas batangan/koin keduanya sama-sama menguntungkan. 

Tapi, jikalau disimpan dalam jangka waktu lama, ya.

Entah itu untuk pendidikan anak, untuk persiapan mahar nikah, atau malah untuk beli rumah, masing-masing darinya bisa kita gapai melalui investasi emas secara terprogram.

O ya, jika dirimu juga mau menyimak kuliah emas tentang perhiasan vs emas batangan alias emas murni, bisa simak pada video berikut:

Salam.
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

Baca juga:

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Emas Perhiasan vs Emas Batangan, Mana yang Lebih Oke untuk Investasi?"

Promo Cashback & Voucher Shopee