Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi dan Doaku untuk Palestina: Selamatkan Al-Aqsha! Selamatkan Palestina!

Puisi dan Doaku untuk Palestina
Puisi dan Doaku untuk Palestina. Gambar oleh max_gloin dari Pixabay

Tentang Palestina

Hatiku hancur.
Kala melihat gadis kecil yang memeluk boneka merah dengan tangis di pipinya.
Mendengar tangisan yang menggema hingga ke langit dunia.
Melihat awan biru yang seketika menjadi kelabu.
Mendengar dentuman yang tak syahdu.

Hati mana yang tak bergetar, kala melihat saudaranya berduka?
Hati mana yang tak hancur kala melihat tangis di pipinya?

Kau lihat mereka yang di sana?

Lengkap bersenjata. Dengan teganya menindas mereka yang tak punya apa-apa, menghilangkan nyawa tanpa iba, Menyakiti dengan suka.

Berhias tangis dan pekikan dibuatnya.
Bersimbah darah bercucuran di tanah.
Memporak-porandakan bangunan yang tak bersalah.

Saudaraku diserang!
Saudaraku diserang!
Saudaraku diserang!

Tetapi, dengan gigihnya mereka tetap mempertahankan Al-Aqhsa tercinta. Membalas dengan roket yang terus mengudara. Tak lupa doa yang terus menggema. 

Selamatkan Al-Aqhsa!
Selamatkan Palestina!
Satukan umat Islam dunia! 

Karya Aulia AN (71)

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu
Karya Taufiq Ismail

Palestina Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu
Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu. Gambar oleh hosny salah dari Pixabay

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi airmataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka, An Naar.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kamipun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi

Allahu Akbar!’ dan ‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara, membangkangit resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah ‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribuTapi azan Masjidil Aqsha yang merduSerasa terdengar di telingaku.

Doaku untuk Palestina
oleh Ustad Fauzan

Doaku untuk Palestina
Doaku untuk Palestina. Gambar oleh hosny salah dari Pixabay
Bismillahirrohmanirrohim

“Ya Allah, turunkanlah hukuman-Mu atas kaum Yahudi yang telah melakukan kezoliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, Ya Allah hukumlah mereka, sesungguhnya mereka tak mampu melemahkanMu,”

“Ya Allah cerai-beraikan mereka, porak-porandakan kesatuan mereka dan turunkanlah balasan-Mu atas mereka, Ya Allah kumpulkan dan binasakanlah mereka dan jangalah Kamu sisakan sedikitpun dari mereka,”

“Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasan-Mu yang tidak dapat ditolak oleh kaum pembuat kezoliman”

“Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Palestina, Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari isolasi dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini,”

“Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang luka dan sakit dari kalangan mereka,”

“Ya Allah tetaplah bersama mereka dan jauhilah musuh-musuh mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dariMu”

“Ya Allah turunkanlah pertolonganMu buat kaum mujahidin di Palestina, Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum Yahudi dan penolong-penolong mereka dari kalangan kuffar dan kaum munafiq,”

“Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, rapatkanlah shaf perjuangan mereka dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran Ya Hayyu Ya Qayyum."

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Puisi dan Doaku untuk Palestina: Selamatkan Al-Aqsha! Selamatkan Palestina!"

Promo Cashback & Voucher Shopee