Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menabung Emas vs Menabung Uang, Lebih Untung Mana? Kuliah Emas Bersama Ozy Gold Edisi #1

Dalam mencapai impian masa depan, dirimu bakal memilih emas, uang, atau aku? Eh.

Sudah dapat dipastikan bahwa tiap-tiap orang memiliki impian yang berbeda, ya. Mimpi tersebut ada yang mampu dicapai dalam kurun waktu singkat, namun ada pula yang butuh waktu cukup lama.

Waktu pencapaian impian yang singkat misalnya jalan-jalan ke provinsi sebelah, memberikan hadiah sederhana kepada keluarga dan orang tercinta, hingga berkurban.

Jikalau kita lirik lebih detail, masing-masing impian jangka pendek tersebut bisa dicapai dalam waktu beberapa bulan dan paling lama sekitar 3-5 tahun.

Intinya, makin serius dan konsisten menabung, maka impian bakal mampu dicapai lebih cepat.

Beda halnya dengan impian jangka panjang. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mencapainya.

Semisal kita mau beli rumah, mobil, atau bahkan menunaikan ibadah haji. Impian tersebut memerlukan biaya hingga ratusan juta di hari ini. 

Alhasil, untuk gaji yang pas-pasan mimpi itu agak susah digapai.

Tahu sendiri, kan. Uang setiap tahun nilainya terus menurun. Tapi, kalau kita menabung emas, secara Matematika, si kuning ternyata dapat mempercepat pencapaian impian.

Kita ambil contoh sekaligus perbandingan antara menabung emas versus menabung uang.

Pada tahun 2016, kita memiliki uang diam senilai Rp500.000. Rencananya, uang tersebut tak ingin kita ganggu gugat hingga tahun 2021.

Pertanyaannya, uang tersebut bakal lebih untung didiamkan dalam bentuk uang atau kita belikan emas saja?

Ketika melirik harga emas murni 24 karat tahun 2016, waktu itu harga si kuning logam mulia adalah Rp500.000/gram.

Sedangkan hari ini? Emas mulia sudah mencapai harga Rp965.000/gram (harga 24 Mei 2021). Artinya, kalau kita belikan emas, kita sudah untung nyaris dua kali lipat, bukan?

Beda kisahnya jika uang tersebut tidak kita belikan emas. Kalau kita menabung sendiri di rumah, uang Rp500.000 walau didiamkan selama belasan tahun tiada bakal bertambah.

Kalau menabung di Bank?

Bukannya bertambah, malahan berkurang. Semisal, menabung di bank punya potongan Rp6.000/bulan. Artinya 1 tahun ada biaya potong Rp72.000 dan kalau 5 tahun jumlahnya jadi Rp360.000.

Jadi, kalau kita titipkan uang Rp500.000 di bank selama 5 tahun, maka uang yang kita dapatkan pada 5 tahun kemudian adalah Rp500.000-Rp360.000= Rp140.000.

Hemm. Bukan saja nilainya yang berkurang, ternyata jumlah uangnya pun berkurang lebih dari setengah.

Alhasil, sudah dapat dipastikan bahwa menabung emas lebih untung, bukan? Nah, jadi kapan dirimu bakal memulai untuk menabung emas? Jangan lama-lama deh!

Salam.

Lanjut Baca dan Tonton: Investasi Emas Perhiasan vs Investasi Emas Murni, Mana yang Lebih Oke?

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Menabung Emas vs Menabung Uang, Lebih Untung Mana? Kuliah Emas Bersama Ozy Gold Edisi #1"

  1. Dua-duanya menguntungkan, ananda Ozy. Yang rugi itu menabung masalah. He he ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Itulah yo Nek. Ngapo pulo masalah itu ditabung. wkwk

      Hapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip sebagian tulisan di blog ini dengan catatan menyertakan sumber Gurupenyemangat.com atau link artikel terkait.