Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masya Allah, Begini Kata Para Ustadz Tentang Manfaat Menabung Emas untuk Masa Depan

Sebenarnya dari dulu hinggalah hari ini masyarakat yang "melek" investasi selalu konsisten menyimpan logam mulia yang bernama emas.

Bahkan, aku diceritakan oleh rekan guru bahwa dulu nenek kita rutin membagi porsi gaji untuk membeli emas dalam bentuk perhiasan.

Di samping itu juga, banyak dari orang tua kita tahun-tahun baheula yang lebih memilih untuk meminjamkan emas daripada uang.

Alasannya? Nilai emas setiap tahunnya pasti bertambah. Sedangkan nilai uang, lama-kelamaan terus berkurang.

Lihat saja pada tahun 2008. Harga emas di kala itu masih duduk manis di angka Rp250.000. Sedangkan sekarang, si kuning terus fluktuatif di rentang harga Rp900.000-Rp1.000.000 per gramnya.

Dari sana saja selisihnya sudah hampir 4 kali lipat, kan? Apalagi kalau kita mundur hingga tahun 1990-an. Lebih jauh lagi rentang harganya.

Jika diamati sekilas, kita mungkin beranggapan bahwa harga emas tiap tahun terus melonjak. Padahal? Yang terjadi malah sebaliknya. Nilai rupiah yang melemah, sedangkan nilai emas kebal terhadap inflasi.

Maka darinya, direngkuhlah gagasan bahwa sesungguhnya manfaat tabungan emas itu sangat terasa. Bukan hari ini kita petik manfaatnya, melainkan di beberapa tahun ke depan.

Secara khusus, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menabung emas dan perak. Terang saja, menurut kalam Nabi, hanya 2 jenis logam mulia itulah yang akan tetap eksis di akhir zaman.

Tak terkecuali, beberapa Ustadz kondang di Indonesia seperti UAH, UAS, hingga Ustadz Dzulkifli juga menyarankan kita untuk menabung emas demi masa depan.

Masya Allah, Begini Kata Para Ustadz Tentang Manfaat Menabung Emas untuk Masa Depan
Kata Para Ustadz Tentang Manfaat Menabung Emas untuk Masa Depan. Foto diolah dari Canva

Tabungan emas sangat bermanfaat di masa depan, terlebih jika kita ingin menyetel program naik haji, biaya pendidikan, hingga membeli rumah.

1. Anjuran Ustadz Adi Hidayat (UAH) Tentang Menabung Emas

UAH
Ustadz Adi Hidayat. Foto: Mui.or.id

Siapa yang tak kenal dengan Ustadz Adi Hidayat.

Ulama muda Indonesia yang baru berumur 36 tahun ini telah Allah hadiahkan kemampuan untuk menghafal serta menguasai Al-Quran beserta letak barisnya.

UAH pula merupakan ahli ilmu hadis tamatan Internasional Islamic Call College Triopoli Libya yang selalu adem dan "in" di jamaah kala mengisi ceramah maupun kajian. Masya Allah.

Materi yang beliau sajikan begitu runut, dilihat dari berbagai sumber hukum, serta mendudukkan berbagai dalil agar kita semua tidak "asbun" dalam memahami sebuah hukum.

Walau demikian, sesekali di YouTube, saya pula menemukan sebuah selingan video ceramah tentang Ustadz Adi Hidayat yang menganjurkan kita untuk menabung emas. Begini ucap beliau:

"Saya sarankan sih, kalau mau nabung, nabung pake emas. Itu lebih mudah. Ini saya sarankan, karena dalam Al-Quran, kebanyakan ayat Quran itu berbicara tentang emas dan perak. Misalnya QS Ali Imran ayat 4," terang UAH.

UAH melanjutkan bahwa dalam lafaz "Walqonatiiril Muqontoroti" itu ditegaskan bahwa ada harta yang punya nilai instrinsik (berharga) yang kalau dikumpulkan punya nilai.

"Emas, kalaupun ia pecah masih bisa dijual. Tapi uang kertas, sobek, ya kertas kok. Nilainya berubah-ubah... Kertas gak ada nilainya. Disobek sudah hilang. Bagaimana kalo sekarang mereka hilangkan, kami tidak menggunakan sistem uang lagi sementara harta benda kita sudah pindah (jadi uang). Apa yang mau kita sesali di kemudian hari?", tambah UAH.

Belum selesai sampai di sana, Ustadz Adi Hidayat pula menambahkan bahwa fenomena harga barang dan benda yang terus naik hingga hari ini, sebenarnya bukan barangnya yang naik, melainkan nilai uangnya yang dilemahkan.

Beliau mencontohkan dengan kenaikan harga tempe yang pelan-pelan mengikuti nilai uang.

"Tempe dua ribu, tebel. Seribu, tipis. Lima ratus, udah tipis dibelah," tutup UAH.

Dari ucapan UAH, rasanya kita semakin "ngeh" bahwa tabungan emas itu sangat penting untuk masa depan.

Kita sandarkan kepada hal-hal ilmiah saja, bahwa dulunya harga kambing tetap sama dengan hari ini kalau kita beli pakai emas.

Ya, hewan yang biasa digunakan untuk kurban maupun akikah ini harganya dari zaman Rasulullah hanya satu dinar.

Kebetulan tahun 2009-2015 lalu aku sempat beternak kambing jantan khusus untuk kurban. Di kala itu, 1 kambing jantan siap kurban dihargai Rp1.500.000-Rp2.000.000.

Harga kambing tidak pernah berubah karena nilai instrinsik emas
Harga kambing tidak pernah berubah karena nilai instrinsik emas. Dok. EOA Gold

Tapi sekarang? Ada lho kambing jantan siap kurban yang dihargai hingga di atas angka Rp4.000.000. Rata-rata harga kambing berkisar antara Rp2,7 juta hingga 3,5 juta.

Sedangkan menurut ukuran emas, tetap harga kambing 1 dinar. Kepingan dinarnya tetap 1, tapi nilainya bakal terus naik. Jikalau tahun depan harga 1 kambing Rp5juta, berarti praktis segitu pula nilai dinar.

Terkait video ceramah lengkap Ustadz Adi Hidayat, sila disimak pada video berikut:

2. Anjuran Ustadz Abdul Somad (UAS) Tentang Menabung Emas

UAS
Ustadz Abdul Somad. Foto: topsumbar.co.id

Ingat Ustadz Adi Hidayat, maka ingat pula Ustadz Abdul Somad.

Ya, pendakwah kondang yang bernama lengkap Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. ini juga ahli dalam bidang kajian ilmu hadis dan ilmu fikih.

UAS yang juga digelari Datuk Seri Ulama Setia Negara juga dijuluki pendakwah sejuta umat karena "ngena" di hati segenap masyarakat Indonesia maupun berbagai penjuru dunia.

Dalam berceramah, Ustadz Abdul Somad menggunakan suara yang lantang dan sesekali menyelipkan humor sehingga jamaah para pendengar bisa lebih memahami materi.

Masya Allah wal Hamdulillah. Lagi-lagi kita beruntung dihadiahkan oleh Allah pendakwah yang menyejukkan umat, mempersatukan umat seperti UAS.

Meski ceramah beliau sering berkisar tentang persoalan hukum Islam, ibadah, hingga amalan-amalan Sunnah lainnya, aku pula menemukan anjuran beliau tentang pentingnya menabung emas.

UAS menegaskan bahwa tabungan uang itu tidak masalah, tapi untuk jangka panjang, membeli emas dianjurkan.

"Kalau mau menabung jangka panjang, itu kita pakai emas. Belikan ke emas. Karena nanti masanya anak mau sekolah, atau ada yang sakit. Uang yang kita simpan 10 juta tahun 2009 dengan tahun 2019 itu nilainya jatuh terkena inflasi atau segala macam," ujar UAS.

Untuk diketahui, inflasi adalah peningkatan harga benda/barang bahkan secara terus-menerus.

Beberapa penyebab inflasi seperti tingginya nilai uang yang beredar, peningkatan biaya produksi, serta peningkatan permintaan barang.

Namun, khusus untuk logam mulia seperti emas, ia aman terhadap inflasi. Bisa dibilang, emas itu kebal terhadap inflasi karena bersifat safe haven.

Hal tersebut tidak lepas dari nilai intrinsik emas sebagaimana yang dijelaskan oleh UAH tadi.

Dalam video ceramah yang diunggah di YouTube tersebut, Ustadz Abdul Somad juga menegaskan tentang pelarangan riba. Detailnya bisa disimak pada link berikut:

3. Perkataan Ustadz Dzulkifli Muhammad Ali Tentang Pentingnya Menabung Emas

Ustadz Dzulkifi Muhammad Ali
Ustadz Dzulkifi Muhammad Ali. Foto: Google Play

Ustadz akhir zaman! Ya, itulah julukan sebagian jamaah kepada Ustadz yang satu ini. Meski begitu, Ustadz Dzulkifli Muhammad Ali juga menegaskan bahwa kita semua merupakan umat akhir zaman.

Beliau yang lahir di Pariaman pada 15 November 1974 cukup aktif berdakwah keliling provinsi Indonesia.

Materi dakwah Ustadz Dzulkifli kebanyakan tentang tauhid serta akidah, di mana beliau fokus kepada pendalaman rukun Islam maupun rukun Iman.

Termasuklah di dalamnya tentang pembahasan lengkap pertanda hari Kiamat.

Di samping itu, pada kesempatan ceramah yang aku simak dalam video YouTube, beliau juga berpesan kepada umat Islam agar senantiasa memperkuat iman, memperbanyak amal soleh, serta menabung emas.

"Sekarang salah satu anjuran saya di samping perkuatlah iman, perbanyak amal soleh kalau mau didengar, segera emaskan uang. Investasikan kepada emas, menabunglah dalam bentuk emas. Simpan. Cukup suami dan istri yang tahu," terang Ustadz Dzulkifli.

"Menabunglah dalam bentuk emas, lalu simpan" adalah kalimat kunci yang di sebalik itu terselip aturan bagaimana sebaiknya kita menabung emas.

Ya, sistem menabung emas itu cukup sederhana yaitu tukarkan uang dengan emas dengan nominal yang telah disepakati secara tunai.

Terang saja, saat ini sebagian umat cukup dibuat bingung dengan bertebarannya produk emas yang berbasis investasi online.

Kita cuma menabung, lalu ditukarkan ke emas namun barangnya kita tidak pegang. Hanya ada angka-angka saja yang tertera di aplikasi.

Tak perlu risau sebenarnya.

Soalnya hari ini sudah banyak produk emas yang asli di dekat kita, yang bisa kita beli melalui member maupun agen resmi, atau bahkan di toko emas. Itulah cara yang aman.

Selain itu, sebagai tambahan, Ustadz Dzulkifli pula menegaskan bahwa akan ada manfaat besar yang bakal menghampiri kita yang telah memulai menabung emas. Beliau menyampaikan hadis Nabi:

"Nabi sudah menggambarkan di akhir zaman umatku nanti akan kembali menggunakan emas dan perak sebagai mata uang mereka. Dan saat itu, uang kertas akan berserakan di pinggir jalan menjadi kertas-kertas yang tidak berharga seperti daun-daun menguning yang berguguran dari batang pohonnya. Dipermainkan oleh anak-anak kecil kalian."

Banyak negara-negara kaya seperti Tiongkok bahkan Amerika mulai memborong emas. Soalnya mereka tahu bahwa nilai emas tiada bakal runtuh.

Alhasil, mari kita ikut melek emas sebagai bekal finansial di masa depan.

Adapun video ceramah selengkapnya dapat disimak di YouTube pada link berikut:

***

Barangkali masih ada beberapa anjuran para Ustadz lainnya terkait dengan menabung emas yang belum sempat aku hadirkan di tulisan ini.

Meski begitu, satu kesimpulan yang perlu kita renungkan bahwa menabung emas itu merupakan anjuran yang manfaatnya untuk diri dan keluarga kita sendiri, terutama di bidang finansial masa depan.

Kita tidak tahu kabar rupiah di hari esok, begitu pula dolar. Maka dari itu, mulailah kita mengajak diri serta keluarga untuk mengatur strategi finansial sembari mulai menabung emas.

Semoga bermanfaat
Ditulis oleh Ozy V. Alandika

Baca juga:

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Masya Allah, Begini Kata Para Ustadz Tentang Manfaat Menabung Emas untuk Masa Depan"

  1. Kalau punya uang enaknya beli emas. Tapi ingat, jangan dibuat hiasan dan dipakai. Kalau tak mau dirampok. Terima kasih telah berbagi, ananda Ozy. Selamat malam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mantav Nek. Beli emas untuk disimpan aja. Hehehe. Makasih Nek. Salamdaricurup

      Hapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.