Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Etika Meminta Tolong Untuk Semua Usia

Etika minta tolong? Rasanya pembahasan ini menjadi penting, karena tidak semua orang paham bagaimana etika yang baik bin benar.

Buktinya, ada saja pihak yang marah-marah karena merasa “dipaksa” untuk diminta tolong. Sebagian yang lain merasa jengah karena cara meminta tolong dianggap kurang sopan.

Nah, untuk menghindari hal-hal demikian, maka kita perlu belajar bagaimana caranya menggaungkan etika yang benar alias etika yang berlaku di sekitar kita.

Secara, sebagai ilmu yang mengatur tentang apa-apa yang baik dan apa-apa kelakuan yang buruk, kita perlu memilah-milih etika. 

Ketika kita sudah tahu dan mengerti, dari sanalah sandaran diri untuk menjadi orang yang beradab. O ya, hal ini berlaku untuk semua usia, ya.

Etika meminta tolong
Etika meminta tolong. Foto: Armin Rimoldi dari Pexels

Pada dasarnya, etika meminta tolong untuk semua usia adalah pengetahuan dasar yang bahkan tidak ada dalam kurikulum sekolah. Pemahaman ini harus dipelajari di luar sekolah, terutama dalam kehidupan sehari-hari. 

Siapa yang bertanggung jawab? Orangtua memiliki tanggung jawab terpenting untuk mengajarkan perkara etika atau adab kepada anak-anaknya. Nah, berikut aku hadirkan beberapa kondisi dan etika minta tolong yang seharusnya dilakukan.

1. Etika Meminta Tolong Untuk Semua Usia Saat Sibuk

Adakalanya kita membutuhkan bantuan orang lain saat sibuk. Atau, malah orang lain yang ingin kita mintai bantuan sedang dalam kesibukan. 

Memang benar bahwa di tengah kesibukan, siapa pun bisa meminta tolong. Namun ada etika yang harus dipahami, agar cara kita meminta tolong tidak menyakitkan orang lain, juga, mereka tidak merasa terpaksa membantu.

Jika kita pada posisi yang membutuhkan bantuan, etika meminta tolong untuk semua usia saat sibuk bisa dimulai dengan memastikan kesanggupan. 

Jujur saja, ada orang yang meskipun sedang sibuk tapi tetap bersedia membantu orang lain. Sementara itu, ada juga orang yang ketika sibuk, tapi sama sekali tidak bisa diganggu.

Alhasil, jika orang yang ingin kita minta bantuan sedang sibuk, sebaiknya dihubungi terlebih dahulu. 

Pelan-pelan, ungkap kesulitan kita yang mendesak dan minta maaf karena mengganggu kesibukannya. Hal Ini penting agar dia tidak merasa diganggu oleh kepentingan yang tidak mendesak di tengah kesibukannya. 

Jika dia bersedia, maka ucapkan terima kasih meskipun bantuan tersebut belum dimulai. Syukur-syukur gegara etika seperti tadi kegiatan minta tolong kita bisa berjalan tanpa kendala. 

Namun jika ternyata dia menolak karena kesibukannya tidak bias ditinggal, maka jangan memaksa. Menolong dengan rasa terpaksa tidak akan baik hasilnya bagi semua pihak. 

Sebaiknya cari pengganti penolong daripada memaksa orang yang tidak berkenan.

2. Pastikan Dia Bisa Membantu

O ya, memastikan, ya. Bukan memaksakan.

Menghubungi orang yang kita mintai tolong sangat penting sebelum mengutarakan permintaan bantuan. Pastikan dia sedang mampu dan mau menolong karena kesanggupannya adalah tiket menuju bantuan yang sesungguhnya. 

Sebaiknya hubungi dia melalui cara komunikasi yang biasa digunakan. Japri WA? Silakan. Atau, meet up secara langsung juga lebih mantap.

3. Gunakan Kata “Tolong”

Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata “tolong” untuk meminta tolong. Kata ini merupakan salah satu dari 3 kata ajaib yang harus dikuasai setiap orang. Dua kata lainnya adalah terima kasih dan maaf. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa penggunaan ketiga kata tersebut menjadi semacam mantra pelunak hati. 

Siapa pun yang diminta bantuan dengan diawali kata “tolong”, pasti ada rasa enggan untuk menolak membantu. Meskipun tentu keputusan akhirnya harus melalui beberapa pertimbangan. 

Dalam etika meminta tolong untuk semua usia, kata “tolong” juga berarti ungkapan memohon agar orang tersebut sanggup menolong.

4. Jangan Memaksa

Hal penting berikutnya yang harus diperhatikan saat meminta pertolongan kepada seseorang adalah: jangan memaksa. 

Terang saja, pertolongan yang datang secara terpaksa itu membuat semua pihak merasa kurang nyaman, bahkan juga bisa merusak hubungan komunikasi. Maka akibatnya tidak hanya saat meminta tolong, tapi juga setelahnya. Hemm.

Oleh karena itu dalam etika meminta tolong, harus dipastikan bahwa orang tersebut bisa membantu dengan rela. Bantuan yang diberikan seseorang dengan ikhlas akan lebih terasa nyata manfaatnya. 

Barangkali, itulah yang disebut sebagai berkah. Keadaan di mana sebuah manfaat bisa dirasakan secara maksimal oleh semua pihak.

5. Beri Dia Cukup Waktu

Jangan memburu waktu seseorang yang kita minta bantuan. Selain karena pekerjaan hasil terburu-buru umumnya tidak maksimal, hal ini juga bisa merusak hubungan dengan orang tersebut. 

Akan aneh jika dalam benaknya timbul gerutuan, “Sudah minta tolong, maunya serba cepat.” Kemudian timbul rasa tidak nyaman yang berkelanjutan.

Untuk itu dalam etika meminta tolong untuk semua usia, kita perlu memberi waktu yang cukup kepada penolong aga pekerjaan yang kita targetkan dapat berhasil dengan baik dan lancar. 

Namun, di sisi lain, jika kita bertindak sebagai penolong, penting untuk menyegerakan selesainya pertolongan tersebut sebelum ditagih. 

6. Ungkapan Terima Kasih

Untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas pertolongan seseorang, kita bisa mengucapkan terima kasih. 

Namun untuk bantuan yang besar, rasanya ucapan saja tidak akan cukup. Apalagi untuk kepentingan urgent, saat kita membutuhkan seseorang tersebut dengan sangat mendesak. Jadi, sebaiknya berikan imbalan meskipun dia tidak meminta. 

Memberi imbalan sepantasnya termasuk etika meminta tolong yang patut dibudayakan. Tidak harus materi, sih. Ya, minimal ada bantuan balik nanti di masa depan.

Nantinya, hal tersebut bakal menambah rasa bahagia penolong karena berhasil menyelesaikan urusan orang lain. Bagi orang yang meminta bantuan, juga menambah rasa puas karena mendapat pertolongan tersebut gratis.

Nah, sebagai penutup, penting bagi setiap orang memahami etika dasar ini untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika para orangtua belum memahami pengetahuan dasar semacam ini, apalagi anak-anaknya nanti?

Semoga bukan kata-kata tidak baik yang digaungkan, ya. Karena sejatinya kata-kata kotor itu harus dihapuskan

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "6 Etika Meminta Tolong Untuk Semua Usia"

Promo Cashback & Voucher Shopee