Download Perangkat Ajar PAI Deep Learning CP020 Terbaru 2026 Kelas 1–6 Word
| Perangkat Ajar PAI Deep Learning CP020 Terbaru 2026 Kelas 1–6 |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sobat Guru Penyemangat
Memasuki tahun pembelajaran 2026, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti perlu kembali menyesuaikan perangkat ajar dengan Capaian Pembelajaran terbaru CP020. Penyesuaian ini bukan sekadar mengganti kode CP, melainkan juga memperbarui kompetensi, materi esensial, kegiatan pembelajaran, hingga bentuk asesmen yang digunakan di kelas.
Perubahan dari CP046 menuju CP020 membawa arah baru dalam pembelajaran PAI. Kompetensi dirumuskan lebih konkret, kemampuan membaca Al-Qur’an semakin diperkuat, beberapa materi dipindahkan antarfase, serta pembelajaran PAI diarahkan menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning yang diperkaya dengan Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC.
Oleh karena itu, perangkat ajar PAI seperti Alur Tujuan Pembelajaran, Rencana Pembelajaran Mendalam, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran, serta instrumen asesmen juga perlu disesuaikan.
Pada artikel ini, Sobat Guru Penyemangat dapat mengetahui poin-poin penting perubahan CP sekaligus mengunduh contoh Rencana Pembelajaran Mendalam PAI CP020 terbaru 2026 kelas 1–6 dalam format Word.
1. Poin Perubahan dari CP046 Menjadi CP020
Berdasarkan materi perubahan Capaian Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, pembaruan CP dilakukan untuk menjadikan pembelajaran agama lebih konkret, terukur, kontekstual, dan dapat diamati melalui aktivitas nyata peserta didik.
PAI dan Budi Pekerti ditegaskan sebagai proses pendidikan yang bersifat holistik. Artinya, pembelajaran PAI tidak hanya mengembangkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk sikap, kepribadian, keterampilan, dan kebiasaan peserta didik dalam mengamalkan ajaran Islam.
![]() |
| Infografis Poin Penting Perubahan CP PAI ke CP020 |
A. Kompetensi Dirumuskan Lebih Konkret
Salah satu perubahan penting adalah penggunaan kata kerja operasional yang lebih jelas dan dapat diamati.
Pada CP sebelumnya, rumusan kompetensi banyak menggunakan kata “memahami”. Dalam CP terbaru, kata tersebut diperjelas menjadi aktivitas yang dapat dilakukan dan dinilai secara langsung, seperti:
- membaca;
- menulis;
- menghafal;
- membedakan;
- menjelaskan;
- meyakini;
- menerapkan;
- menceritakan; dan
- merefleksikan.
Perubahan ini membuat guru lebih mudah menyusun tujuan pembelajaran dan asesmen. Sebagai contoh, tujuan pembelajaran tidak lagi hanya berbunyi “peserta didik memahami huruf hijaiah”, tetapi dapat dirumuskan menjadi “peserta didik mampu membaca dan menulis huruf hijaiah sesuai bentuk dan harakatnya.”
Dengan rumusan yang lebih konkret, guru dapat melihat bukti belajar peserta didik melalui unjuk kerja, praktik, tulisan, cerita, proyek, maupun kegiatan refleksi.
B. Penguatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Perubahan CP juga dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an.
Dalam materi perubahan CP disebutkan bahwa hasil Asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an tahun 2025 menunjukkan bahwa 57,17% guru masih berada pada level pratama atau dasar, 30,4% berada pada level madya, dan 11,3% berada pada level mahir. Sementara itu, peserta didik beragama Islam yang berada pada level mahir baru mencapai 3,2%.
Pemetaan Literasi Al-Qur’an tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 42,44% masyarakat muslim Indonesia mampu membaca ayat Al-Qur’an. Data tersebut menjadi dasar penguatan program tuntas baca Al-Qur’an pada seluruh fase pembelajaran.
Karena itu, materi Al-Qur’an pada CP020 tidak cukup hanya mengenalkan surah atau kandungannya. Pembelajaran perlu memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada peserta didik untuk:
- mengenal huruf hijaiah;
- membaca huruf hijaiah berharakat;
- membaca huruf hijaiah bersambung;
- menulis huruf dan ayat sederhana;
- melafalkan surah pilihan;
- menghafalkan surah pendek;
- memahami pesan ayat; serta
- menerapkan kandungan ayat dalam kehidupan sehari-hari.
C. Perubahan Materi pada Fase A
Pada Fase A, materi huruf hijaiah bersambung tidak lagi dianggap selesai pada satu fase saja. Materi ini juga diperluas dan dikuatkan kembali pada Fase B dan Fase C.
Dengan demikian, kemampuan membaca Al-Qur’an perlu diajarkan secara bertahap dan berkelanjutan. Guru tidak perlu terburu-buru menuntaskan seluruh bentuk huruf dalam satu waktu. Peserta didik dapat belajar melalui kegiatan mengenal, menirukan, membaca, menulis, menghubungkan, dan mengulang.
Selain itu, materi azan dan ikamah yang sebelumnya berada pada Fase A dipindahkan ke Fase B. Perubahan tersebut memberi ruang kepada peserta didik Fase A untuk lebih fokus pada fondasi keimanan, akhlak, ibadah sederhana, serta kemampuan dasar membaca Al-Qur’an.
D. Perubahan Materi pada Fase B
Beberapa perubahan pada Fase B antara lain:
- Materi huruf hijaiah bersambung tetap diperkuat.
- Materi azan dan ikamah masuk ke Fase B setelah sebelumnya berada pada Fase A.
- Materi puasa tidak lagi menjadi fokus utama Fase B.
- Materi puasa dipindahkan ke Fase C agar dapat dibahas secara lebih komprehensif, meliputi puasa wajib dan puasa sunah.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penyusunan materi dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan dan kesiapan belajar peserta didik.
Pada Fase B, pembelajaran azan dan ikamah dapat dilaksanakan melalui kegiatan demonstrasi, praktik kelompok, permainan menyusun urutan lafaz, maupun proyek sederhana membuat jadwal muazin kelas.
E. Perubahan Materi pada Fase C
Pada Fase C terdapat beberapa perubahan penting, yaitu:
- materi huruf hijaiah bersambung tetap diperkuat;
- hadis tentang keragaman diganti dengan hadis tentang berbuat baik kepada orang tua, guru, dan teman;
- materi hadiah dihapus dan diganti dengan materi wakaf; serta
- materi puasa diperluas menjadi puasa wajib dan puasa sunah.
Perubahan materi hadis memperkuat pembelajaran akhlak yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Setelah mempelajari hadis, peserta didik diharapkan tidak hanya dapat menyebutkan arti atau isi kandungannya, tetapi juga menunjukkan perilaku hormat kepada orang tua, santun kepada guru, dan peduli kepada teman.
Sementara itu, pengenalan wakaf dapat dimulai melalui contoh-contoh sederhana, seperti wakaf Al-Qur’an, tanah untuk masjid, fasilitas pendidikan, sumber air bersih, atau benda bermanfaat lainnya.
F. Pergeseran Materi Antarfase
Perubahan dari CP046 menuju CP020 tidak hanya berupa penambahan materi. Beberapa materi dipindahkan agar sesuai dengan kedalaman dan keluasan kompetensi setiap fase.
Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa guru perlu memeriksa kembali perangkat ajarnya. Modul ajar lama tidak selalu dapat digunakan secara langsung tanpa revisi karena kemungkinan terdapat:
- materi yang sudah berpindah fase;
- materi yang diperluas;
- materi yang diganti;
- materi yang dihapus;
- perubahan kata kerja operasional; dan
- perubahan target kompetensi peserta didik.
Oleh sebab itu, Sobat Guru Penyemangat perlu memastikan bahwa tujuan pembelajaran, materi, kegiatan, dan asesmen benar-benar mengacu kepada CP terbaru.
2. Pentingnya Integrasi Pembelajaran Deep Learning dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam CP terbaru diarahkan menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning dan diperkaya dengan lima dimensi cinta, yaitu:
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya;
- Cinta Ilmu;
- Cinta Lingkungan;
- Cinta Diri dan Sesama Manusia; serta
- Cinta Tanah Air.
Integrasi Deep Learning dengan Kurikulum Berbasis Cinta sangat penting karena pembelajaran agama tidak cukup dilakukan melalui hafalan materi. Peserta didik perlu memahami makna, merasakan manfaat, dan mengamalkan nilai agama dalam kehidupan nyata.
![]() |
| Infografis Integrasi Deep Learning dengan KBC |
A. Membuat Pembelajaran PAI Lebih Bermakna
Dalam pembelajaran mendalam, peserta didik tidak hanya ditanya tentang definisi, dalil, atau urutan suatu ibadah. Mereka juga diajak menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, ketika mempelajari hadis tentang berbuat baik kepada orang tua, guru dapat mengajak peserta didik:
- menceritakan bentuk bantuan yang pernah diberikan kepada orang tua;
- mengamati kebiasaan baik di rumah;
- membuat jurnal kebaikan;
- mempraktikkan cara berbicara yang santun; dan
- merefleksikan perasaan setelah membantu keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran akhlak tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kesadaran dan kebiasaan.
B. Menumbuhkan Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Dimensi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi dasar utama pembelajaran PAI. Guru dapat menanamkannya melalui kegiatan yang menyentuh pemahaman, perasaan, dan tindakan peserta didik.
Saat mempelajari surah pendek, misalnya, peserta didik tidak hanya diminta membaca dan menghafal. Mereka juga dapat diajak menemukan pesan ayat, menyebutkan nikmat Allah, serta menentukan perbuatan yang dapat dilakukan sebagai bentuk syukur.
Dengan demikian, aktivitas membaca Al-Qur’an menjadi pengalaman spiritual yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
C. Menumbuhkan Cinta Ilmu
Cinta ilmu dapat dibangun melalui pembelajaran yang mendorong rasa ingin tahu. Guru dapat memberikan pertanyaan pemantik, kegiatan pengamatan, permainan edukatif, pencarian informasi, diskusi, serta proyek sederhana.
Pada materi wakaf, misalnya, peserta didik dapat mengamati fasilitas umum di lingkungan sekitar yang digunakan bersama-sama. Mereka kemudian mendiskusikan manfaat berbagi harta untuk kepentingan umat.
Kegiatan semacam ini membuat peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif menemukan makna pembelajaran.
D. Menumbuhkan Cinta Diri dan Sesama Manusia
Cinta diri bukan berarti mementingkan diri sendiri. Dalam pembelajaran PAI, cinta diri dapat diwujudkan dengan menjaga kesehatan, kebersihan, keselamatan, kehormatan, dan perilaku.
Adapun cinta kepada sesama dapat dikembangkan melalui sikap menghormati orang tua, mematuhi nasihat guru, membantu teman, tidak mengejek, tidak melakukan perundungan, serta menghargai perbedaan.
Dimensi ini sangat sesuai dengan perubahan materi pada Fase C yang menekankan hadis tentang berbuat baik kepada orang tua, guru, dan teman.
E. Menumbuhkan Cinta Lingkungan
Cinta lingkungan dapat diintegrasikan dalam berbagai materi PAI, seperti bersuci, kebersihan, rasa syukur, tanggung jawab, dan larangan berbuat kerusakan.
Guru dapat mengajak peserta didik melakukan aksi nyata, misalnya:
- menjaga kebersihan tempat wudu;
- menghemat penggunaan air;
- merawat tanaman kelas;
- memilah sampah;
- membersihkan musala; atau
- membuat poster ajakan menjaga lingkungan.
Dengan kegiatan tersebut, peserta didik memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai seorang muslim.
F. Menumbuhkan Cinta Tanah Air
Cinta tanah air dapat dikembangkan melalui pengenalan keberagaman budaya, kepedulian terhadap lingkungan sekolah, sikap menjaga persatuan, serta penghargaan terhadap tokoh-tokoh Islam di Indonesia.
Guru dapat menghubungkan materi sejarah Islam dengan budaya dan tradisi baik yang berkembang di daerah masing-masing. Peserta didik juga dapat diajak mengenal peran ulama, masjid bersejarah, lembaga pendidikan Islam, dan kegiatan sosial keagamaan di lingkungan sekitar.
G. Mengubah Peran Guru dan Peserta Didik
Dalam pembelajaran mendalam, guru tidak hanya menyampaikan materi, sedangkan peserta didik tidak hanya mendengarkan dan mencatat.
Guru berperan sebagai fasilitator yang:
- merancang pengalaman belajar;
- memberikan pertanyaan pemantik;
- membimbing diskusi;
- menyediakan contoh yang dekat dengan kehidupan;
- memberikan umpan balik; dan
- mengajak peserta didik melakukan refleksi.
Peserta didik diberi kesempatan untuk membaca, mengamati, bertanya, mencoba, mempraktikkan, bekerja sama, menghasilkan karya, dan menceritakan pengalaman belajarnya.
Inilah alasan perangkat ajar PAI CP020 perlu dirancang secara baru. Perubahan CP harus terlihat dalam kegiatan pembelajaran, bukan hanya pada bagian administrasi atau nomor keputusan.
3. Download Rencana Pembelajaran Mendalam File Word
Untuk membantu Sobat Guru Penyemangat menyiapkan pembelajaran tahun 2026, berikut disediakan contoh Rencana Pembelajaran Mendalam PAI dan Budi Pekerti CP020 dalam format Microsoft Word.
File Word dapat diedit kembali sesuai dengan nama sekolah, identitas guru, karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana pembelajaran, serta kondisi lingkungan sekolah.
Silakan pilih file sesuai kelas yang diampu:
Secara umum, contoh RPM tersebut dapat memuat:
- identitas satuan pendidikan;
- karakteristik peserta didik;
- Capaian Pembelajaran CP020;
- tujuan pembelajaran;
- materi esensial;
- dimensi Kurikulum Berbasis Cinta;
- pertanyaan pemantik;
- kegiatan pembelajaran mendalam;
- media dan sumber belajar;
- asesmen awal, proses, dan akhir;
- kegiatan refleksi;
- pengayaan; serta
- pendampingan atau remedial.
Contoh RPM Bab 1 ini dapat menjadi bahan awal bagi guru untuk memahami struktur perangkat ajar terbaru. Selanjutnya, isi RPM tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kelas dan kebutuhan belajar peserta didik.
Dapatkan Perangkat Ajar PAI CP020 Lengkap
Sobat Guru Penyemangat yang tidak memiliki cukup waktu untuk menyusun seluruh perangkat dari awal dapat menggunakan Perangkat Ajar PAI Deep Learning CP020 terbaru 2026 dalam format Word yang praktis dan mudah diedit.
Perangkat ajar lengkap tersedia dengan harga:
Rp20.000 untuk satu kelas
atau
Rp100.000 untuk paket lengkap kelas 1–6.
Dengan paket tersebut, Sobat dapat lebih fokus menyiapkan pembelajaran yang aktif, bermakna, menyenangkan, serta terintegrasi dengan lima dimensi Kurikulum Berbasis Cinta.
Jika Sobat tertarik dan ingin mendapatkan RPM PAI Deep Learning Kelas 1-6 SD Lengkap CP 020 seharga Rp100.000, silakan hubungi saya via WA 085163580045, atau klik saja tombol WhatsApp berikut:
***
Demikianlah sajian GuruPenyemangat.com tentang perangkat ajar PAI Deep Learning Kelas 1-6 SD Lengkap sesuai CP 020 terintegrasi KBC. Semoga bermanfaat ya.
Salam.
Selamat mengajar, berkarya, dan menebarkan kebaikan melalui Pendidikan Agama Islam.


Posting Komentar untuk "Download Perangkat Ajar PAI Deep Learning CP020 Terbaru 2026 Kelas 1–6 Word"
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.
Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)