Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Kultum Tentang Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Hai Sobat Guru Penyemangat, sudahkah Sobat mengetahui tentang apa-apa saja akhlak terhadap diri sendiri yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Nah berikut GuruPenyemangat.com sajikan contoh teks kultum tentang akhlak terhadap diri sendiri yang singkat beserta dalilnya.

Mari disimak ya:

Kultum Tentang Akhlak Seorang Muslim Singkat

Kultum Tentang Akhlak Terhadap Diri Sendiri
Kultum Tentang Akhlak Terhadap Diri Sendiri. Dok. GuruPenyemangat.com

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil'alamin. Assalatu wassalamu'ala asyrofil anbiya iwal mursalin wa 'ala alihi wasohbihi ajma'in. Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala.....
Yang saya hormati, Bapak/Ibu.....
Serta teman-teman yang berbahagia

Pertama di atas segalanya, marilah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat terutama nikmat sehat dan sempat hingganya kita bisa berkumpul di ruangan ini dalam keadaan tiada kurang suatu apa pun.

Sholawat berhiaskan salam tiada lupa kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW, Rasul penutup para Nabi. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapatkan pertolongan beliau di akhirat nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang dirahmati Allah SWT;

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya untuk menyampaikan kultum singkat tentang Akhlak Terhadap Diri Sendiri.

Apakah teman-teman di sini sudah tahu tentang apa itu akhlak?

Berbicara akhlak adalah berbicara mengenai perbuatan baik dan buruk. Perbuatan baik yang dimaksud adalah perbuatan yang membawa manfaat dan kemuliaan. Sebaliknya, perbuatan buruk maksudnya ialah perbutan yang menyebabkan kemudharatan dan kehinaan.

Dengan demikian dapat difahami bahwa akhlak terhadap diri sendiri dasarnya adalah sifat jiwa yang sudah mendarah daging yang dapat menjadi inspirasi dan mendorong perbuatan-perbuatan yang akibatnya kembali pada dirinya sendiri, baik itu perbuatan yang bermanfaat maupun perbuatan yang mudharat.

Bila kita cermati bersama, ada banyak sekali ragam contoh akhlak terhadap diri sendiri, orang lain, hingga akhlak terhadap alam. Namun di sini saya akan menyampaikan 3 contoh akhlak terhadap diri sendiri yaitu: Malu, Rajin, dan Istiqomah.

1. Malu

Teman-teman yang berbahagia;

Malu adalah adalah sifat yang mendorong seseorang merasa tidak enak apabila meninggalkan kewajiban-kewajiabannya sebagai hamba Allah Swt dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Dalam Islam, malu adalah akhlak yang amat penting karena merupakan sebagian daripada iman. Rasul pernah bersabda bahwa jika telah hilang perasaan malu dari seorang muslim, maka begitu pula dengan imannya.

Hadis Tentang Malu

Tapi, malu seperti apa yang dimaksud oleh Nabi Muhammad SAW? Malu yang dimaksud ialah malu jika kurang beramal, malu kepada diri sendiri karena amal saleh masih sedikit. Malu terhadap manusia supaya terpelihara dari perbuatan yang melangggar agama, dan malu kepada Allah karena masih berbuat dosa padahal kita semua berada dalam pengawasan Allah.

2. Rajin

Teman-teman yang dirahmati oleh Allah SWT. Apakah teman-teman bisa menjelaskan apa itu rajin?

Menurut bahasa rajin berarti suka bekerja, getol (sungguh-sungguh bekerja),giat berusaha dan kerapkali; terus-menerus. Kata rajin sangat terkenal dengan sebuah peribahasa “rajin pangkal pandai”.

Dalam kehidupan sehari-hari sifat rajin adalah salah satu akhlak utama yang harus kita miliki. Rajin adalah jalan menuju kesungguhan dalam berikhtiar. Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai muslim yang malas, karena bahkan ayam saja akan kehilangan sebutir beras bila bangun kesiangan.

Sejatinya sosok seorang muslim sejati haruslah tergambar sebagai sosok yang penuh semangat, memiliki motivasi tinggi dan rajin dalam mengejar kesuksesan, dermawan, mandiri, serta peduli terhadap sesama.

Alhasil, mari kita sentiasa rajin untuk berkebaikan, bukan malah rajin untuk berkeburukan. Rajin tolong-menolong dalam perbuatan kebajikan dan takwa supaya makin banyak jalan pahala yang mengalir untuk kita.

3. Istiqomah

Menurut teman-teman, seberapa penting akhlak istiqomah dalam kehidupan sehari-hari?

Bahasa sederhananya istiqomah ialah konsisten, yaitu keadaan di mana seorang muslim terus-menerus betah dan berjuang dalam kebaikan.

Jiwa yang istiqamah adalah jiwa yang muttaqin sejati. Siapa yang dapat menjaga ketakwaannya berarti dia berkhlak mulia kepada Rabnya sekaligus kepadadirinya sediri. Bahkan ia juga berakhlak baik kepada semua makluk Allah Swt.

Kebaikan dan keutamaan yang kembali pada diri orang yang istiqamah adalah mendapat jaminan menjadi kekasih Allah.

Boleh Baca: Contoh Pidato Tentang Akhlak Seorang Pelajar

Teman-teman yang berbahagia;

Sejatinya orang yang istiqamah, konsisten jalan pikirannya, ucapan dan perbuatannya akan selalu mendapatkan kemudahan dalam menghadapi kesulitan, akan mendapatkan pertolongan dari Dzat yang Maha segalanya.

Baginya yang susah akan jadi mudah, yang jauh akan jadi dekat, yang sedikit akan jadi banyak dan seterusnya.

Alhasil, marilah bersama-sama kita menguatkan diri, hati, dan jiwa untuk menjadi pribadi yang makin istiqomah dalam kebaikan sehingga dipermudah oleh Allah jalan menuju takwa.

Demikianlah kultum singkat yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah. Saya akhiri;

Wabillahi taufik wal hidayah. Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

***

Boleh Baca: Contoh Kultum Singkat Tentang Pentingnya Menuntut Ilmu

Itulah tadi sajian GuruPenyemangat.com tentang contoh naskah kultum tentang akhlak terhadap diri sendiri yang singkat dan lengkap dengan dalilnya.

Semoga bermanfaat
Salam

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

1 komentar untuk "Contoh Kultum Tentang Akhlak Terhadap Diri Sendiri"

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)