Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Karangan Tentang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Singkat

Contoh Karangan Tentang Hari Pendidikan Nasional
Contoh Karangan Tentang Hari Pendidikan Nasional. Dok. Gurupenyemangat.com

Hai Sobat Guru Penyemangat. Selamat Menyambut Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 ya!

Pendidikan adalah hak segala bangsa dan menjadi pribadi yang terdidik adalah harapan yang harus kita usahakan.

Berbicara tentang pendidikan, maka kata kunci yang biasanya terngiang di pikiran ialah guru, belajar, Ki Hajar Dewantara, dan tujuan pendidikan.

Benar sekali. Hal-hal tersebut tidak pernah tuntas kita bicarakan karena berkaitan dengan kemajuan bangsa ini.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. Negara akan semakin maju kita pendidikannya mantap, sistematis, adaptif, dan berorientasi kepada masa depan.

Nah, pada kesempatan kali ini Gurupenyemangat.com sudah menyiapkan karangan bertema Hardiknas.

Contoh karangan tentang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini berisi cerita, sejarah, Ki Hajar Dewantara, serta catatan dan harapan.

Mari disimak ya:

Karangan Tentang Hardiknas dan Catatan Kecil untuk Pendidikan Masa Kini

Karangan Tentang Hardiknas
Karangan Tentang Hardiknas dan Catatan Kecil untuk Pendidikan Masa Kini. Dok. Gurupenyemangat.com

Hari Pendidikan Nasional setiap tahunnya diperingati pada tanggal 02 Mei. Peringatan ini juga merupakan tanggal kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara yang dikenal juga dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningkrat adalah seorang pegagas pendidikan kelahiran Yogyakarta, 2 Mei 1889.

Peringatan Hardiknas sendiri ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 305 Tahun 1959 tanggal 28 November, tepatnya 6 bulan setelah Ki Hajar Dewantara wafat.

Berbicara tentang Hari Pendidikan Nasional, maka kita rasanya tentu mengingat filosofi masyhur yang digaungkan oleh Ki Hajar Dewantara yakni:

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri hadayani”

Artinya: Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan.

Sampai sekarang, kita tetap bersandar pada filosofi tersebut. Walaupun eranya sudah Merdeka Belajar, namun motto pendidikan tersebut masihlah cocok baik untuk guru, pelajar, maupun para pemimpin pada umumnya.

Terang saja, setelah Indonesia merengkuh kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia di bawah naungan pemerintahan Insinyur Soekarno.

Sebagai seorang pelajar sekaligus pembelajar di era kekinian, hal utama yang perlu kita pahami dalam menyambut Hardiknas adalah untuk menghormati jasa-jasa dan perjuangan Ki Hajar Dewantara.

Sebagaimana yang diketahui, di zaman penjajahan, pendidikan bukanlah hak segala bangsa. Malahan, orang yang bisa belajar dan bersekolah adalah mereka yang berasal dari kalangan ningrat alias orang-orang kaya saja.

Sedangkan pada hari ini, semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan hal tersebut dijamin oleh undang-undang.

Maka dari itulah, salah satu hikmah besar yang bisa kita petik pada momentum Hardiknas hari ini adalah memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk bersemangat dalam menuntut ilmu, menjadi pembelajaran sepanjang hayat, serta menularkan kebermanfaatan kepada orang banyak.

Sebagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara, teladan adalah hal yang paling utama. Ini berarti bahwa kita tak bisa sekadar menyuruh, memerintah, atau bahkan menekankan pencapaian target.

Untuk mencapai tujuan pendidikan diperlukan teladan mulia dari guru, pihak sekolah, para pemimpin, dan kedua orang tua pada umumnya.

Tantangan pendidikan di hari ini sangatlah kompleks. Jika kita tidak memberi batasan kepada diri kita sendiri, kita bisa-bisa terjerumus kepada kegiatan-kegiatan yang membuang waktu.

Contohnya? Sebut saja seperti mencari keteranan dan ingin viral di media sosial. Kalau viralnya untuk hal-hal bermanfaat, itu bagus. Tapi kalau yang jelek-jelek, sebagai bangsa yang besar harusnya kita malu.

Selamat menyambut Hari Pendidikan Nasional tahun 2022. Jangan pernah merasa lelah untuk belajar. Tambah terus ilmu, asah terus keterampilan, dan amalkan ilmu demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Boleh Baca: Contoh Pidato Singkat Tentang Hardiknas

Cerita Tentang Hari Pendidikan Nasional Singkat

Cerita Tentang Hari Pendidikan Nasional Singkat
Cerita Tentang Hari Pendidikan Nasional Singkat. Dok. Gurupenyemangat.com

Selamat Menyambut Hari Pendidikan Nasional! Sekarang sudah tahun 2022, rasanya sudah lama sekali kalau kita kurangi dengan tahun-tahun awal kemerdekaan.

Ya, pada awal kemerdekaan, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara sempat diangkat menjadi Menteri Pendidikan.

Beliau juga berjasa besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Melirik sejarah, penetapan tanggal 2 Mei sebagai peringatan Hardiknas diambil dari tanggal lahir Ki Hajar Dewantara. Ya, Bapak Pendidikan kita lahir pada tanggal 02 Mei 1889.

Sebelum muncul filosofi “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri hadayani” yang artinya: Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan, Ki Hajar Dewantara aktif mengritik pendidikan di era penjajahan, karena pada masa itu kegiatan belajar hanya boleh dinikmati oleh orang-orang kaya.

Bahkan, sebagai imbas dari kritiknya, Ki Hajar Dewantara sempat diasingkan ke Belanda. Meski begitu, harapan cerah pendidikan Indonesia ternyata dimulai dari sana.

Melalui Ki Hajar Dewantara, kata “Indonesia” melanglang buana di kancah internasional, karena beliau mendirikan kantor berita dengan nama Indonesische Persbureau di Den Haag, Belanda. 

Pun demikian ketika beliau pulang ke Indonesia, didirikanlah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa di Yogyakarta.

Lalu, apa manfaatnya kita memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei?

Tentu ada banyak sekali. Yang paling utama ialah kita diajak kembali untuk melirik teks proklamasi. Di sana ada tujuan negeri ini, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berdasarkan tujuan tersebut, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, yang setara, dan murah adalah harapan yang harus diperjuangkan oleh pemerintah.

Kita menyadari bahwa Indonesia ini sangatlah luas, majemuk, dan di sebalik kemajemukan tersebut ada kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin, antara sekolah negeri dan sekolah swasta, serta antara kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah.

Ketika masing-masing dari pihak tersebut berjalan sendiri-sendiri, maka tujuan pendidikan kita akan sangat sulit tergapai.

Adapun manfaat berikutnya yaitu, dengan menyambut Hardiknas, sebenarnya kita kembali diajak untuk memuliakan guru, menyemangati guru, serta mendukung mereka dalam hal mencapai tujuan mulia bangsa ini.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang hingga hari ini senantiasa tak kenal lelah mengabdikan dirinya untuk pendidikan.

Tapi sayang, semakin ke sini agaknya penghormatan terhadap guru mulai berkurang. Hal ini ditandai dengan lunturnya adab siswa kepada guru, menurunnya kualitas moral pelajar, hingga rendahnya kesejahteraan guru.

Maka dari itulah, dalam memetik momentum Hari Pendidikan Nasional, marilah kita jangan bosan untuk memuliakan guru, mendukung mereka, beradap kepada mereka, serta menghargai keringat dan kerja keras tulus para pahlawan tanpa tanda jasa.

Boleh Baca: Kumpulan Pantun Tentang Hardiknas

***

Demikianlah tadi contoh karangan bertema Hardiknas yang disertai dengan catatan-catatan dan harapan tentang pendidikan.

Semoga bermanfaat
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Karangan Tentang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Singkat"

Promo Cashback & Voucher Shopee