Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Fabel: Koala yang Ceroboh dan Bandel

Fabel: Koala yang Ceroboh dan Bandel

Oleh Devani Imario Putri

Fabel: Koala yang Ceroboh dan Bandel
Fabel: Koala yang Ceroboh dan Bandel. Illustrated by Gurupenyemangat.com

Seekor koala terlihat buru-buru menuju rumah badak karena ia bangun kesiangan padahal ia harusnya sudah berkumpul bersama hewan lainnya.

Mereka berencana akan mengadakan pesta syukuran atas kesembuhan badak dari penyakit yang ia alami. Mereka akan saling bantu dan berbagi makanan bersama.

Badak mengundang koala dan hewan lain untuk membantu mengatur persiapan acara yang akan diadakan besok pagi. Koala masih baru menempuh setengah perjalanan ke rumah badak namun tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi.

“Aduh, sakit! kakiku!”

Pekik koala yang berlari secepat mungkin namun sebuah duri menggores tapak kakinya.

Ia akhirnya tetap datang ke rumah badak meski terlambat karena ia sempat terjatuh akibat tidak hati-hati sehingga ia terpaksa berjalan pelan-pelan.

“Hai, koala, ke mana saja kamu? Kenapa baru datang?” Tanya Badak melihat koala yang terengah-engah. 

“Maaf, badak, sebenarnya aku bangun kesiangan lalu aku tadi terjatuh saat ke sini” koala bercerita dengan jujur.

“Astaga, kamu terjatuh?! apa ada yang terluka? sini biar aku obati” Kata Badak khawatir akan kondisi koala

“Ah, cuma luka kecil, tidak apa-apa, lihatlah!” koala menunjukkan luka di tapak kakinya.

“Kamu serius? tidak apa-apa? lebih baik lukamu dibersihkan dan diobati agar cepat sembuh” Saran Badak.

“Sudahlah tidak usah repot-repot, tenang saja, nah, sekarang karena aku sudah kemari ada yang bisa aku bantu?” Sambung koala yang mengabaikan saran Badak untuk merawat lukanya.

“Oh, oke baiklah, jadi tadi kita sudah selesai membagi tugas, aku ingin minta tolong, bisakah kamu ke sini besok untuk membuat sayur kol? karena kamu sangat pandai memasak” Ucap Badak memuji koala yang tersenyum ramah.

“Tentu saja dengan senang hati, aku akan masak sayur kol besok, kalau begitu aku pulang dulu, ya” koala mengacungkan jari jempolnya lalu berpamitan pulang kembali ke rumah.

“Terima kasih sudah membantuku, akan kusiapkan  bahan-bahan yang diperlukan, sampai jumpa besok, hati-hati, ya!” Balas Badak sambil memperhatikan cara jalan koala yang agak pincang

Koala akhirnya pulang dengan kaki agak pincang namun ia coba menahan rasa sakit dan tidak terlalu memedulikan kondisi kakinya.

Ia pun tidur hingga keesokan harinya ketika bangun dan bersiap ke rumah badak ternyata kakinya justru terasa sakit dan bengkak serta muncul benjolan merah, akan tetapi ia tetap harus pergi ke rumah Badak untuk memasak sayur kol agar bisa dimakan bersama teman-teman di acara pesta.

Koala pun berangkat dengan merintih kesakitan dan berjalan sangat pelan.

Ia akhirnya terlambat lagi sampai di rumah Badak karena teman-teman lain sudah banyak yang berkumpul dan sibuk mempersiapkan pesta. Koala langsung bergegas pergi ke dapur dan mulai memasak.

“koala, apakah kamu sakit? kakimu kenapa?” Gorila yang ikut membantu memotong sayuran melihat kaki koala yang terluka cukup parah.

“Aku jatuh kemarin, agak sakit tapi masih bisa kutahan, sudahlah kita lebih baik cepat selesaikan masak sayur sop saja, semua sudah lama menunggu” Jawab koala sambil mengaduk sayur dan berusaha mengambil bumbu, namun tak sengaja ia menyenggol bumbu hingga tumpah karena kakinya yang sulit bergerak.

“Tuh kan, jatuh semua bumbunya, sebaiknya kamu jangan terlalu memaksakan diri, segera pulang dan rawat dulu lukamu” Gorila menasihati Koala sambil mengambil botol bumbu yang tumpah di bawah lalu membersihkannya.

“Sebentar lagi sayur sop sudah siap kok, ini akan kubawa ke depan teman-teman” Koala bersikeras melanjutkan masakannya.

Saat koala ingin mengantar Sayur sop yang sudah matang dan siap dimakan, tak sengaja tumpah sehingga membuat acara pesta Badak jadi berantakan.

Untung saja, sayur sop yang panas itu tidak mengenai kaki gorila dan koala tapi lantai rumah Badak pun menjadi kotor.

“Koala, jangan ceroboh, sudah kubilang pulanglah! kamu sedang sakit” Gorila mencoba membantu Koala berdiri.

Badak yang asyik mengobrol dengan temannya di depan pun masuk ke dapur karena mendengar keributan.

Ia menemukan Koala dan Gorila serta sayur sop yang terbuang berceceran padahal itu makanan yang akan dimakan teman-temannya. Ia lalu merasa kesal dan memarahi Koala.

“Koala, apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa sayur sopnya bisa tumpah? Kamu ceroboh sekali!” Ucap Badak dengan ekspresi marah.

“Maafkan aku, Badak, sungguh aku minta maaf, kakiku susah untuk berjalan” Balas Koala

“Astaga, Koala, kamu memang bandel dan ceroboh, dari kemarin kan aku sudah memberitahumu untuk mengobati lukamu dulu! Jika sudah parah begini, akibatnya akan merugikan diri kamu sendiri dan tentu berdampak pada orang di sekitarmu!” Badak mengomeli Koala yang hanya bisa menunduk malu dan meminta maaf.

“Iya, maaf Badak, aku sangat menyesal, aku sangat ceroboh dan bandel, akibatnya aku bisa membahayakan diriku sendiri dan orang lain, aku bahkan mengacaukan pestamu” Jawab Koala sedih dan murung.

“Baiklah, semua sudah terjadi, aku akan panggil teman-teman untuk minta bantuan mereka” Timpal Badak dengan sabar.

“Iya, sekali lagi maaf atas sikap ceroboh dan bandelku” Ucap Koala lagi.

“Iya, kumaafkan, ayo, teman-teman semua kita buat lagi sayur sopnya dan tolong rawat Koala, ya!” Badak memanggil teman-temannya untuk membantu menyelesaikan masalah.

Akhirnya pesta di rumah Badak dapat dilakukan meski pada awalnya banyak kendala, Koala, Badak, dan teman-teman pun bisa menikmati pesta sederhana ini dengan menyenangkan.

Karena pesta ini juga, Koala jadi belajar untuk tidak ceroboh dan bandel agar tidak sampai berakibat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Tamat*

Lanjut Baca: Fabel Si Lebah yang Tinggi Hati

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Fabel: Koala yang Ceroboh dan Bandel"