Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Inilah 3 Kunci Utama Mengajak Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Cara Mengajak Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan
Cara Mengajak Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan. Dok. Canva

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang menyimpan kelimpahan pahala yang langsung dijanjikan Allah SWT.

Dalam Bulan Ramadhan, ada satu ibadah wajib yang mempunyai nilai pahala yang tinggi, yaitu puasa. 

Meskipun puasa Ramadhan hanya diwajibkan untuk orang dewasa, namun anak-anak juga perlu dilatih untuk melaksanakan puasa agar nantinya tidak kaget menjalankan puasa saat dewasa. 

Sebagai orang tua tentunya harus mempunyai cara-cara yang unik agar anak mau menuruti anjuran berpuasa.

Hal ini sangat penting mengingat anak-anak harus dibiasakan melakukan kebajikan sejak dini. Sehingga saat dewasa, mereka tidak akan berat untuk melaksanakan bentuk-bentuk kebajikan di sekitarnya, termasuk melakukan puasa wajib.

Maka dalam puasa Ramadhan kali ini, akan menjadi ladang bagi orang tua untuk menanamkan kebajikan bagi anaknya. 

Sebenarnya ada 3 rumus mudah mengajarkan kebaikan kepada anak, yaitu pembicaraan, pembiasaan, dan keteladanan.

Ketiga rumus tersebut telah lama digunakan Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan dakwah, dan berujung pada keberhasilan.

Pertama, Nabi Muhammad SAW secara langsung mengajak kepada siapa saja untuk masuk Islam; kepada keluarga, kerabat, ataupun masyarakat luas. 

Walaupun Nabi terus mendapat penolakan, beliau tidak gentar sedikit pun dan terus menyebarkan agama Islam. Hal inilah yang disebut sebagai pembiasaan.

Orang-orang akan mengenal Nabi sebagai pembawa agama Islam. Apabila hal-hal tersebut sudah dilakukan, maka tinggal menunggu momentum yang tepat seperti datangnya mukjizat dan keteladanan akhlak untuk mengesankan sasaran dakwah.

Maka berhasilah cara tersebut untuk menyebarkan agama Islam secara luas ke seluruh dunia. 

Cara yang sama juga dapat dilakukan orang tua kepada anaknya dalam mengajarkan puasa. Orang tua dapat memulai dengan pembicaraan yang lembut dan penuh keyakinan.

Kemudian melakukan sebuah aktivitias yang berulang kepada anak. Dan orang tua ikut mencontohkan secara langsung praktik puasa yang dilakukan.

Cara Mengajak Anak untuk Berpuasa

1. Berbicara dengan Anak

Kebanyakan orang tua masih merasa kebingungan saat melakukan dialog kepada anaknya. Sistem komunikasi yang cenderung buruk, hingga faktor kedekatan anak dan orang tua yang kian jauh, membuat pembicaraan tentang puasa sulit untuk diwujudkan.

Maka akan sangat penting orang tua melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada anak. Melakukan hal-hal kreatif, seperti membagikan cerita-cerita hingga bersenda gurau dengan anak. 

Apabila kedekatan telah dibangun, orang tua dapat memulai dengan memberi tahu letak ibadah-ibadah yang ingin diajarkannya.

Seperti puasa, orang tua dapat memahamkan anak bahwa puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Islam.

Kemudian dapat juga memberitahu keutamaan puasa dan konsekuensi apabila tidak melaksanakan puasa.

Pembicaraan seperti itu, akan membentuk pondasi bagi anak untuk meletakkan perhatiannya pada puasa Ramadhan. 

2. Pembiasaan

Pola pembiasaan yang dapat dilakukan orang tua untuk mengajarkan puasa kepada anaknya adalah melatih berpuasa secara bertahap.

Ada istilah puasa setengah hari, tujuannya agar anak tidak terlalu terbebani dengan aktivitas yang dilakukan.

Kemudian menyajikan makanan favorit di meja makan saat berpuasa. Hal ini dilakukan untuk membentuk memori yang menyenangkan saat berpuasa.

Anak membutuhkan tumpukan pengalaman berharga untuk dijadikan sumber semangat untuk menjalankan segala bentuk kebajikan. Sehingga pembiasaan-pembiasaan seperti itu harus dilakukan untuk memupuk semangat dan minat anak. 

3. Keteladanan 

Bagi anak, hal yang tidak kalah penting untuk dilihat adalah pola keteladanan orang tua. Meskipun berulang kali orang tua menyuruh untuk berbuat kebaikan, namun jika tidak ada percontohan dari orang tua itu sendiri, maka akan berdampak sia-sia belaka.

Anak memerlukan sebuah sistem lingkungan yang mendukung untuk melaksanakan kebajikan. 

Apabila orang-orang disekeliling anak, melakukan aktivitas puasa, secara tidak langsung semangat anak juga membara untuk melaksanakan puasa.

Akan tetapi, jika lingkungan di sekitar anak, menampilkan orang-orang yang tidak melakukan puasa, anak akan merasa ragu dan malas untuk melaksanakan puasa.

Boleh Baca: Cara Agar Aktivitas Belajar Anak Tetap Terjaga di Bulan Puasa

Semoga bermanfaat.
Salam
Ditulis oleh: Muhammad Nur Faizi
Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Inilah 3 Kunci Utama Mengajak Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan"