Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Pengalaman Saya Merawat Kucing Kesayangan yang Sakit

Halo, Sobat Cat Lovers Guru Penyemangat;

Bagaimana sih rasanya jika kucing kesayangan sakit? Pastinya sedih, takut terjadi apa-apa. Itu wajar karena kita menyayanginya.

Terlebih bagi Anda yang baru pertama kali memelihara kucing, perasaan sedih dibarengi panik, bingung apa yang harus dilakukan. Sama halnya seperti saya yang baru pertama kali jatuh cinta pada hewan berbulu halus itu.

Berikut saya akan berbagi kepanikan dalam merawat kucing sakit.

Kucing Kesayangan Saya Sakit

Merawat Kucing Kesayangan yang Sakit
Merawat Kucing Kesayangan yang Sakit. Gambar oleh Dariusz Sankowski dari Pixabay

Ziggy nama dari kucing yang saya adopsi sejak usianya 2 bulan. Selama 5 bulan merawatnya ia tidak pernah sakit, jika ke dokter hanya suntik vitamin. Usia 7 bulan Ziggy tiba-tiba kehilangan nafsu makan.

Selama dua belas jam, Ziggy tidak makan dan minum. Saya coba ganti menu sesuai saran teman. Makanan tersebut hanya dimakan sedikit, setelahnya ia tidak makan hingga 18 jam. 

Bukan nafsu makannya saja yang hilang, Ziggy pun sering muntah dan kotorannya kental.

Pada awalnya, saya hanya menganggap itu hal wajar sebagai reaksi tubuh menolak makanan asing yang masuk ke perutnya. Namun, ia mulai tampak lemas.

Setelah melalui pemeriksaan, menurut dokter, Ziggy mengalami gangguan pencernaan. Gangguan pada sistem pencernaan ini yang menyebabkan kucing tidak mau makan dan muntah.

Belum ada diagnosa yang tepat penyebab Ziggy muntah dan diare. Dokter hanya mengatakan bisa jadi karena refluks asam, ketidakseimbangan bakteri usus, iritasi usus, parasite, virus. 

Untuk mengetahui penyebabnya harus ada pemeriksaan lanjut. Waktu itu Ziggy hanya diberi suntikan dan obat antimuntah yang harus diminum sebelum makan dan antibiotik diminumkan setelah makan setiap hari 2 kali. 

Agar makanan dan obat masuk ke tubuh Ziggy, dokter menyarankan untuk menggunakan spuit catheter (alat suntik tanpa jarum). Untuk makanan pun diganti dengan Royal Canin Recovery. dan Naturebridge cat dog fast recovery and immune (wet).

Ziggy disarankan untuk dipisahkan dari kucing lain agar penyakitnya tidak menular, pun tidak terlurar virus dari kucing lain. Ini yang agak susah, dalam kondisi lemah, ia masih ingin keluar rumah. 

.Dua hari kemudian, kondisinya sedikit demi sedikit pulih.

Sempat berniat dilarikan ke dokter hewan lain untuk rawat inap, tetapi, putri saya menolak dengan berbagai alasan. Selain Ziggy itu mudah stres, Nakdis pun bersedia merawat sendiri. 

Dari pengalaman itu ada 2 catatan yang saya perhatikan selama Ziggy sakit.

Pertama, Pemberian Royal Canin Recovery dan Naturebridge 190 gr Cat Dog Fast Recovery and Immune (Wet)

Di atas saya menyebutkan makanan pengganti si Ziggy selama sakit adalah Royal Canin Recovery dan Naturebridge Recovery. Ternyata makanan ini banyak sekali manfaatnya bagi kucing dan anjing. 

Menurut beberapa sumber Royal Canin Recovery sangat bagus untuk kucing dan anjing yang berada di masa recovery

Pada masa ini, kucing dan anjing membutuhkan makanan yang kaya protein hewani.

Daging salmon yang terdapat pada Royal Canin Recovery mampu menjaga kesehatan dan kekebalan pada tubuh hewan. Juga akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Boleh Baca: Review Makanan Kucing Royal Canin, Ini Manfaat dan Kelebihannya bagi Si Anabul

Kedua, Pendekatan dan Perawatan Orang Terdekat

Ilustrasi Merawat Kucing
Ilustrasi Merawat Kucing. Gambar oleh Anita Menger dari Pixabay

Kucing menurut saya memiliki karakter seperti manusia,  ada yang agresif, anteng, pendiam, penakut, penyendiri.

Kalau Ziggy lebih penakut, ia akan lari sembunyi jika ada orang baru, suara keras, tetapi ia agresif kepada sesama kucing. 

Karakter itulah menjadi penyebab dokter pertama yang kami kunjungi menolak untuk merawat inap di kliniknya.

Ketika hendak diberi suntik vitamin, Ziggy menyerang dokter dengan gigitan dan suara keras. 

“Coba dirawat di rumah saja ya, soalnya anak kucing ini tidak nyaman dengan orang baru, jika dia menyerang, bagaimana kami memberi obat dan makannya,” ujar dokter ketika saya meminta Ziggy dirawat inap.

Anak saya pun berpikir, Ziggy akan lebih stres jika dirawat dokter, walaupun dokter menguasai cara mengobati hewan.

Sentuhan kasih sayang keluarga akan berbeda dengan tangan orang yang belum pernah.

Ziggy sudah terbiasa tidur dalam pangkuan saya, tetapi, sangat sulit untuk diberi makan, apalagi obat. 

Ia tidak menyerang, tetapi suaranya seperti marah. Berbeda sekali ketika yang memberi makan dan obat anak gadis, anak kucing itu diam tanpa suara. 

Saya mengambil kesimpulan, rasa nyaman, aman memengaruhi kesembuhan hewan peliharaan selain pengobatan dari dokter. Tentunya atas izin Allah Swt. 

Namun, jika hewan kesayangan sakit parah, sebaiknya rawat inap, biar ditangani oleh ahlinya.

Salam.
Ditulis oleh: Sri Rohmatiah Djalil

Lanjut Baca: Si Meong Tidak Mau Makan Makanan Kucing? Begini Penyebab dan Solusinya

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

1 komentar untuk "Pengalaman Saya Merawat Kucing Kesayangan yang Sakit"

  1. Setelah anteng dirawat Nakdis, Ziggy sembuh dan masih ada sampai sekarang, Bun?

    BalasHapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)