Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Pendidikan: Perpustakaan Kreatif

Cerpen Pendidikan: Perpustakaan Kreatif

Oleh Syamsuddin Sahdan

Cerpen Pendidikan: Perpustakaan Kreatif
Cerpen Pendidikan: Perpustakaan Kreatif. Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay

“Alhamdulillah Bu, terima kasih banyak untuk keikhlasan Ibu mendidik kami” ucap Lili yang hadir di rumah Syamsiah bersama beberapa temannya.

Syamsiah adalah seorang guru di sebuah Dusun terpencil di Desa Bulo. Perjuangannya dalam mendidik murid-muridnya kini berbuahkan hasil.

Jika dihitung-hitung, mungkin sudah belasan hingga puluhan anak didiknya yang berhasil menjadi sarjana.

Tidak hanya menjadi sarjana pula, mereka-mereka sudah sampai menjadi orang-orang profesional di bidangnya. 

Seperti Lili, kini sudah menjadi seorang Bidan di salah satu Desa. Mina, kini jadi seorang Dosen di Kampus. Atau Rifal yang berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang Polisi.

Ada juga Risma yang memilih jadi Guru seperti Syamsiah. Dan beberapa murid-muridnya yang lain.

Malam itu rumah Pak Farul suami Ibu Syamsiah sedang ramai oleh orang-orang. Pasalnya besok mereka akan berpindah tempat tinggal.

Syamsiah terangkat sebagai guru PNS dan mereka harus pindah, dekat dengan sekolah tempat ia akan mengabdi. 

Haru pilu bercampur baur di batin Syamsiah, perjuangan dan pengabdiannya untuk sampai di titik ini tidak mudah. Begitu banyak hambatan yang harus ia lewati. Hingga akhirnya membuahkan hasil.

***

“Terus terang saja kami tidak terlalu sepakat dengan pendirian perpustakaan itu, mohon maaf. Menurut saya lebih baik uang seperti itu kita gunakan untuk membeli kebutuhan warga contohnya parang, cangkul, dan yang lain. Sebab itu lebih terasa manfaatnya” sanggah salah satu warga. 

Pembicaraan di pertemuan itu terbilang alot, silang pendapat pun terjadi. Ada yang sepakat untuk tetap didirikan Perpustakaan tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang menolaknya. 

Syamsiah berusaha menjelaskan dan meyakinkan warga tentang perlunya pendirian Perpustakaan.  

“Ini akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak, dan manfaatnya sangat banyak. Bisa kita bayangkan kalau anak-anak di kampung kita rajin membaca, rajin belajar, berpendidikan baik, maka kondisi Kampung kita akan membaik di masa yang akan datang” terangnya.

Melihat pembicaraan itu yang sepertinya tidak menemukan kesepahaman. Bapak Dusun kemudian mengeluarkan pendapat. Ia sedari tadi melihat-lihat dan menunggu-nunggu waktu yang pas untuk berbicara.

“...... Jadi baiknya, kita terima dulu pendapat anak kita. Sudah saatnya kampung kita ini juga peduli kepada pendidikan” Pak Dusun menjelaskan.

Kendati melewati perdebatan yang cukup panjang, akhirnya diputuskanlah dan disepakatilah pendirian Perpustakaan di kampung itu. Perpustakaan Kreatif.

Boleh Baca: Cerpen Ihsan dan Buku Ensiklopedi

***

“Ada apa Bu. Kenapa merenung?” tanya suaminya yang mengembalikan Syamsiah dari ingatan masa lalunya.

“Pamali, kalau merenung terlalu lama” lanjutnya. Semua orang tamu yang meramaikan rumah mereka, sudah pulang ke peraduan masing-masing. 

Ada banyak bawaan yang ditinggalkan orang-orang, seperti buah-buahan berupa pisang, jagung, singkong, kentang, ubi dan lain-lain. Mereka tidak lupa mengucapkan doa dan ucapan terima kasih. 

Dengan pengabdian Syamsiah, orang-orang di Kampung kini lebih banyak anak-anaknya jadi sarjana, dan bekerja pula. Terlebih bagi kaum perempuan, yang dulu hanya bisa melanjutkan pendidikan sampai SMA kemudian dinikahkan, entah pilihan sendiri atau pilihan orang tua. 

Kini sudah banyak perempuan-perempuan di Kampung, memiliki pekerjaan yang baik. Mereka tidak lagi hanya bekerja di dapur tetapi juga bisa mengejar dan mewujudkan cita-cita.

“Alhamdulillah Pak, kondisi di Kampung sekarang sudah sedikit lebih baik” ucap Syamsiah. 

“Akhirnya, doa-doa dan usaha kita dikabulkan oleh Allah, pendidikan di Kampung kita sudah mengalami kemajuan” ucapnya lagi.

Malam terus berlarut, suara-suara mulai menyepi, angin semakin dingin dan tajam. Menusuk kulit-kulit umat manusia.

***

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Cerpen Pendidikan: Perpustakaan Kreatif"

Promo Cashback & Voucher Shopee