Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Lucu Tentang Persahabatan

Cerpen Lucu Tentang Persahabatan
Cerpen Lucu Tentang Persahabatan. Gambar oleh congerdesign dari Pixabay

Hai, Sobat Guru Penyemangat; persahabatan itu selalu saja penuh dengan kisah, kan?

Rasanya begitu. Ada kisah serius, kisah jenaka, dan sesekali ada pula perselisihan antara kamu dengan dirinya.

Ya, biasalah. Namanya juga sahabat. Sedikit berbeda daripada teman, sahabat itu cenderung lebih tahu luar dan dalamnya kita sehingga mereka mau untuk belajar menerima.

Nah, pada kesempatan kali ini Gurupenyemangat.com bakal menyajikan secarik cerpen lucu tentang persahabatan.

Mari disimak ya:

Cerpen Lucu Tentang Persahabatan

Oleh Sri Rohmatiah Djalil

Persahabatan bagai kepompong, itulah yang dialami Wina dan  Dina.  Sejak pertemuan pertamanya di ospek masuk SMA Negeri  favorit di kotanya, mereka sudah merasa cocok. Hingga akhirnya berikrar akan menjadi sahabat dalam suka dan duka.

Wina, anaknya imut, berkulit putih, tapi sedikit pendiam, dia jarang bergaul, setiap harinya hanya baca buku, “si Kutu Buku,” kata teman-temannya.

Sedangkan, Dina anaknya periang, sedikit lebih gelap kulitnya jika dibandingkan Wina. Hobi Dina juga sama, membaca, tetapi yang dia baca adalah majalah.

Perbedaan karakter, warna kulit, hobi justru melengkapi persahabatan mereka. Terbukti, keduanya akur. Wina sering membantu pelajaran yang tidak dipahami Dina.

Dina sendiri paling setia menemani Wina mengerjakan PR. Tentu dengan perjanjian, plagiat hasilnya. 

Anehnya Wina tidak mengizinkan sahabat semata wayangnya langsung jiplak, “Kamu harus mengerti dari mana hasilnya ini, dengarkan, aku jelaskan!” teriak Wina setiap kali Dina merebut buku PR. 

“Ok, ok, Bu guru, jelaskan saja, aku tampung di otakku yang tumpul ini,” sahut Dina nyengir.

Dengan kesabaran Wina, nilai mata pelajaran Dina tidak begitu buruk. Berada di peringkat 15 dari 32 baginya sudah cukup.

Seperti sore itu, Wina masih otak atik rumus. Sedangkan Dina membaca majalah remaja.

Sesekali si Hitam Manis melirik Wina, berharap temannya menatap juga, hingga ada pembicaraan tentang wajah artis cantik yang berada di majalah itu. 

Namun, Wina tak bergeming.

Boleh Baca: Cerpen Ambisi yang Meretakkan Persahabatan

"Cantiknya," ujar Dina pelan. 

Lembar demi lembar, majalah gadis dilahapnya hingga tak bersisa. Wina masih asyik dengan pensil, buku dan selembar kertas untuk menghitung.

Sesekali terdengar ucapan “Yes” sambil mengepalkan lengan. Itu tandanya dia senang, satu soal terpecahkan. 

“Dina, Dina, ini sudah selesai, ayo, giliran kamu yang mengerjakan, aku kasih tahu caranya!” ujar Wina melirik Dina yang hening sejak lama.

Melihat sahabatnya tidak menjawab, Wina mendekat, “Ya ampun, Dina, majalahmu ko ada lukisan pulau sih, bangun, bangun, sudah sore nih!” teriaknya sambil tertawa lepas.

Teriakan itu berhasil membuat Dina tersentak. Sangat jarang Wina bersuara keras, apalagi tertawa keras.

Dia cukup anggun apalagi keseharainnya memakai gamis. Dina juga sering memakai rok, tetapi, kadang-kadang memakai levis.

“Maaf aku ketiduran, kamu lama sih belajarnya,” ujar Dina. Tangannya sibuk kembali membuka lembaran majalah.

“Win, Win, lihat cantik kan artis ini, pipinya, bibirnya merah, padahal kulitnya seperti aku. Aku mau deh memiliki wajah seperti ini.”

Mendengar ucapan Dina, Wina tersenyum lebar, tidak lupa, tangannya memegang kedua pipi gadis itu,

“Kamu sudah cantik, Din, artis kan pakai make up.”

“Udah deh seperti kamu saja,” sanggah Dina.

“Bantu aku dulu ya, cari tips alami memerahkan pipi dan bibir secara alami, tak perlu mike up atau bahan kimia lainnya,” lanjut Dina.

Mendengar permintaan sahabat satu-satunya, Wina tidak bisa menolak. Jari mereka googling di handphone masing-masing. Hingga di menit kelima, pencarian itu berhasil. Wina memperlihatkan handphone kepada Dina.

Dina pun senang, bahan-bahan yang diperlukan untuk memerahkan pipi secara alami banyak dijual di toko atau apotek.

Boleh Baca: Cerpen Sahabat Till Jannah

***

Dina mengoleskan madu yang dibeli di supermarket setiap malam ke permukaan pipi dan bibir. Setelah 10 menit dibersihkan dengan menggunakan air hangat. 

Hari kelima, pipi Dina tampak merah, hal ini mengundang pujian dari sahabatnya ketika baru tiba di sekolah.

“Usahamu berhasil, Din, baru hari kelima, pipimu sudah tampak merah,” serunya girang.

Mendapat pujian, Dina malah melotot.

“Berhasil dari mana, China?” geram Dina.

“Pipi ini merah, semalam aku ketiduran tidak mencucinya, akhirnya semut-semut itu menghisap madu yang menempel di pipiku,”  lanjutnya.

“Sudahlah jangan merajuk, beramal dikit kenapa sih. Ayooo masuk kelas!” ajak Wina dengan senyum tipisnya.

***

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Cerpen Lucu Tentang Persahabatan"

Promo Cashback & Voucher Shopee