Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Bunda, Inilah 5 Adab Membangunkan Anak di Pagi Hari

Anak Membangunkan Anak di Pagi Hari
Anak Membangunkan Anak di Pagi Hari. Dok. Orami.co.id

Hallo, Sobat Bunda Penyemangat!

Pagi-pagi anak susah bangun, padahal matahari mau terbit, waktu subuh pun akan segera bergeser, berganti waktu duha. 

Anak-anak masih enggan meninggalkan selimutnya, karena dia menganut gaya hidup burung hantu. Seperti kita ketahui golongan hewan satu ini jika malam bergadang dan menjelang subuh akan tidur pulas

Tentu, kita tidak ingin anak meniru kebiasaan burung hantu, maunya seperti ayam jago yang bangun sebelum waktu subuh. Jangan khawatir, perkembangan anak itu berproses. Tidak ada yang tiba-tiba.

Dalam Islam, anak adalah rezeki dan anak yang istiqomah bangun pagi kemudian mendirikan shalat Subuh adalah impian bagi semua orang tua.

Dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 40, Nabi Ibrahim A.S melantunkan doa:

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ  [ إبراهيم:40]

Bacaan Latin: Robbij-‘alnii muqiimas-sholaati wa min dzurriyyatii, robbanaa wa taqobbal du’aaaaa’.

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Tertuang dalam tafsir Jalalain, lafadz “min dzurriyyati” memiliki arti khusus yaitu “sebagian anak cucuku”, karena pada kenyataannya ada sebagian dari anak dan cucu beliau yang kafir.

Anak bangun pagi perlu dibiasakan sejak kecil. Kita tentu masih ingat dengan teori habbit training di mana sebuah kebiasaan harus dilatih dalam keseharian.

Sebuah kebiasaan tidak bisa diciptakan oleh orang lain, hanya kita sendiri yang bisa. Jika anak belum bisa bangun lebih pagi, kita bisa melatihnya setiap hari.

Namun, kita pun harus ingat, membangunkan anak tidak perlu dengan guyuran, cipratan air ke wajahnya. Islam mengajarkan adab yang bisa mendatangkan kebaikan pada anak.

Berikut adab membangunkan anak yang sedang tidur

Adab Membangunkan Anak di Pagi Hari Menurut Islam

1. Beri Salam kepada Anak yang Sedang Tidur

Assalamualaikum bukan disampaikan saat bertamu atau bertemu sesama muslim saja. Kita bisa ucapkan kepada anak yang sedang tidur. Tidak perlu berpikir dia tidak mendengar dan tidak bisa menjawab. 

Semoga dengan satu kali salam, anak akan bangun dan menjawab salam kita dengan senyuman menyambut salat Subuh.

2. Sentuh Ujung Ibu Jari Kakinya dan Goyangkan Perlahan

Bunda sudah mengucapkan salam tiga kali, tetapi anak tidak bangun juga. Jangan kesal, lakukan langkah selanjutnya, yakni sentuh ujung ibu jari kakinya dan goyangkan perlahan.

Ujung jari paling sensitif jika tersentuh, karena terdapat lebih banyak saraf yang akan mengirim sinyal ke otak. 

3. Panggil Namanya dengan Lembut dan Teruskan Menggoyang Kakinya

Setelah digoyangkan ujung jari kakinya, anak tidak bangun juga?

Sabar, kita belum menyebut namanya. Mungkin ketika ujung jarinya digoyangkan, anak terasa dalam mimpi. Dengan menyebut namanya, semoga anak segera bangun.

Jika masih belum bangun juga, kuatkan sedikit suara dan goyang badannya perlahan, tetapi hindari gerakan dan kata-kata kasar. 

4. Bangunkan Sambil Memujinya

Ketika membangunkan dengan menyebut nama, gunakan juga kata-kata yang lembut, misalnya, “Bangun sayang, anak bunda, anak yang saleh.” atau bisa dengan kata-kata lain yang sekiranya menyentuh hati anak. 

5. Usap Kepala Anak Setelah Bangun

Setelah anak bangun, jangan lupa usap kepalanya dengan penuh kasih sayang sambil menyuruhnya untuk segera mandi, salat subuh. Insya Allah dengan kesabaran, anak akan bangun dengan segar. 

Bangun pagi bagi anak juga banyak manfaatnya lho, Bun. Selain dapat menyegarkan tubuhnya, anak pun akan lebih siap menghadapi pelajaran di sekolahnya. 

Agar anak tidak sulit untuk bangun pagi, kita juga harus memperhatikan jam tidur anak. Anak tidur larut malam cenderung susah bangun, karena kebutuhan tidur anak masih cukup banyak.

Kemenkes menyebutkan bahwa usia 3-6 tahun, kebutuhan tidurnya sekitar 11-13 jam termasuk tidur siang. Sedangkan usia 6-12 tahun membutuhkan waktu tidur 10 jam.

Dengan upaya seperti di atas, semoga anak-anak tidak sulit untuk bangun lebih pagi.

Semoga bermanfaat.
Salam

Ditulis oleh: Sri Rohmatiah Djalil

Lanjut Baca: Inilah Prinsip Pembentuk Kejujuran pada Anak Beserta Cara Membiasakannya

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Bunda, Inilah 5 Adab Membangunkan Anak di Pagi Hari"