Widget HTML #1

Puisi Ibu Karya D. Zawawi Imron, Cocok untuk Musikalisasi Puisi Menyambut Hari Ibu

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Dirimu sedang mencari puisi karya sastrawan Indonesia yang bertema Ibu?

Jika iya, maka puisi Ibu karya D. Zawawi Imron bisa kita jadikan referensi. Diriku rasa, sajak yang sarat akan makna ini sangat menyentuh hati.

Maka dari itulah, berikut Gurupenyemangat.com sajikan puisi bertema Ibu yang dilengkapi dengan video pembacaan puisinya.

Puisi ibu karya D. Zawawi Imron berikut cocok untuk kamu bacakan sebagai musikalisasi puisi Hari Ibu 22 Desember.

Puisi Ibu Karya D. Zawawi Imron

Puisi Ibu Karya D. Zawawi Imron
Puisi Ibu Karya D. Zawawi Imron. Dok. Indonesianfilmcenter.com

O ya, Sobat Guru Penyemangat barangkali sudah akrab betul dengan sosok penyair sekaligus penceramah agama D. Zawawi Imron, kan?

Soalnya segenap sajak beliau ditulis dengan indah, dan tidak jarang pula tertuang diksi-diksi gombal maupun bait puisi yang begitu menyentuh hati.

Salah satunya ialah puisi beliau yang berjudul “Ibu”.

Guru Penyemangat beberapa kali menyimak D. Zawawi Imron dan tersentuh dengan gaya baca puisi beliau khususnya yang bertema Ibu.

Pada puisi berikut, terdapat beberapa kali pengulangan kata yang berarti penegasan, dan ada pula cukup banyak pengandaian yang menerangkan tentang sosok Mama sebagai seorang pahlawan.

Baiklah, untuk lebih jelasnya mari kita simak, ya:

Ibu
Oleh D. Zawawi Imron

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air, air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruh menulis langit biru
dengan sajakku

*

Nah, Sobat Guru Penyemangat pula boleh simak pembacaan puisi Ibu oleh D. Zawawi Imron pada video berikut:


Bagaimana, segenap bait puisi tentang Ibu di atas begitu mendalam dan menggambarkan kasih sayang anak kepada seorang Bunda, kan?

Begitulah.

Boleh Baca: Kumpulan Puisi Tentang Hari Ibu yang Sedih dan Menyentuh Hati

Terkhusus pada paragraf keempat, D. Zawawi Imron seakan sedang menegaskan tentang betapa luasnya perasaan sayang seorang anak kepada Ibu.

Hal tersebut diterangkan pada diksi “samudera” yang kita tahu lebih luas daripada laut, dan dilanjutkan dengan beragam aktivitas anak yang memerlukan kasih sayang seorang Mama.

Berlanjut ke paragraf berikutnya, lagi-lagi D. Zawawi Imron memberikan penegasan Ibu sebagai seorang pahlawan pertama dalam hidup dengan pengandaian.

Bagaimana dengan penutupnya? Puisi D. Zawawi Imron tentang Ibu di atas ditutup dengan pemaknaan bahwa anak selamanya adalah anak, tepatnya anak dari seorang Ibu.

***

Nah, demikianlah tadi secarik sajian Guru Penyemangat berupa puisi tentang Ibu yang ditulis oleh Satrawan Indonesia, D. Zawawi Imron.

Karena pada postingan di atas juga disertai dengan video, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi Sobat Guru Penyemangat jikalau ingin membaca atau membuat musikalisasi puisi tentang Ibu.

Semoga bermanfaat, ya

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

Posting Komentar untuk "Puisi Ibu Karya D. Zawawi Imron, Cocok untuk Musikalisasi Puisi Menyambut Hari Ibu"