Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Ayat Al-Quran Tentang Takaran dan Timbangan Serta Ancaman Bagi yang Mempermainkannya

Ayat Al-Quran Tentang Takaran dan Timbangan
Ayat Al-Quran Tentang Takaran dan Timbangan. Dok. Gurupenyemangat.com

Bismillah, Hai Sobat Guru Penyemangat. Pernahkah kamu menemukan kasus seperti membeli barang namun setelah sampai di rumah ternyata takarannya tidak pas?

Guru Penyemangat beberapa kali pernah mengalami hal tersebut. Saat membeli jengkol bersama Ibunda, di sana jelas tertera seperempat kilogram. Tapi setelah sampai di rumah dan ditimbang sendiri, ternyata jengkol yang dibeli berat aslinya cuma 2 ons saja. Hemm.

Memang sih, perbedaan takarannya cuma sedikit. Hanya 0.5 ons saja. Meski sedikit, tetap saja kekurangan timbangan tadi adalah hak kami, kan?

Allah dan Rasul-Nya sudah menuangkan perintah tentang pentingnya menyempurnakan takaran dan timbangan.

Takaran dan timbangan saat berniaga itu harus pas dan adil. Jika Dikurangi dan dicurangi? Berarti ada hak orang lain yang tidak dipenuhi. Allah sudah siapkan azab yang pedih. Nauzubillah!

Berikut telah Gurupenyemangat.com himpun kumpulan Ayat Al-Quran alias dalil tentang pentingnya menyempurnakan takaran dan timbangan saat berniaga berikut dengan ancaman bagi orang-orang yang mempermainkan neraca.

Ayat Tentang Takaran dan Timbangan

Ayat Tentang Takaran dan Timbangan
Ayat Tentang Takaran dan Timbangan. Dok. Gurupenyemangat.com

1. Menyempurnakan Takaran Timbangan dengan Adil (QS Al-An’am/6:152)

وَلَا تَقۡرَبُواْ مَالَ ٱلۡيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ أَشُدَّهُۥۚ وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۖ وَإِذَا قُلۡتُمۡ فَٱعۡدِلُواْ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰۖ وَبِعَهۡدِ ٱللَّهِ أَوۡفُواْۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ  [ الأنعام:152]

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. [Al An'am:152]

Dalam Tafsir Quraish Shihab, menakar timbangan yang adil di sini ialah jangan mengurangi pemberian dan jangan meminta lebih saat sudah diberikan takaran yang cukup.

Sedangkan dalam Tafsir Jalalayn diterangkan bahwa seseorang sebisa mungkin mesti berusaha berlaku adil dalam menakar. Dan jika terjadi kecurangan sedangkan ia tidak mengetahui, maka tidak ada dosa baginya.

2. Larangan Mengurangi Takaran dalam Timbangan (QS Al-A’raf/7:85)

وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ قَدۡ جَآءَتۡكُم بَيِّنَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡۖ فَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ  [ الأعراف:85]

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman". [Al A'raf:85]

3. Larangan Memakan Hak Orang Lain dengan Mengurangi Takaran Timbangan (QS Hud/11:84)

۞وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ وَلَا تَنقُصُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَۖ إِنِّيٓ أَرَىٰكُم بِخَيۡرٖ وَإِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٖ مُّحِيطٖ.  وَيَٰقَوۡمِ أَوۡفُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ  [ هود:84]

Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)". Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. [Hud:84-85]

Dalam Tafsir Quraish Shihab dikatakan bahwa menakar timbangan dengan ukuran yang pas adalah wujud dari menyempurnakan hak orang lain. Entah itu dalam keadaan senang dan susah, jangan sekali-kali mencoba mengurangi timbangan karena akan ada ancaman azab Allah di sebaliknya.

4. Perintah Menyempurnakan Sukatan (QS Yusuf/12:59)

وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ قَالَ ٱئۡتُونِي بِأَخٖ لَّكُم مِّنۡ أَبِيكُمۡۚ أَلَا تَرَوۡنَ أَنِّيٓ أُوفِي ٱلۡكَيۡلَ وَأَنَا۠ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ  [ يوسف:59]

Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu? [Yusuf:59]

Sukat adalah takaran yang isinya empat gantang. Adapun sukatan adalah ukuran timbangan yang biasa digunakan pada masa Nabi Yusuf. Dalam Tafsir Jalalayn diterangkan bahwa beliau memberi jatah berupa sukatan yang sama terhadap tamu-tamu beliau.

5. Ayat Tentang Menyempurnakan Takaran dan Timbangan (QS Yusuf/12:88)

فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَيۡهِ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجۡزِي ٱلۡمُتَصَدِّقِينَ

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah". [Yusuf:88]

6. Perintah Menyempurnakan Takaran (QS Al-Isra/17:35

وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ إِذَا كِلۡتُمۡ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلٗا  [ الإسراء:35]

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [Al Isra":35]

Diterangkan dalam Tafsir Jalalayn bahwa seseorang bakal senang bermuamalah dengan manusia yang menakar timbangan dengan neraca yang benar dan adil.

Ayat Tentang Tidak Boleh Mempermainkan Takaran Timbangan Kualitas dan Kehalalan

Ayat Tentang Tidak Boleh Mempermainkan Takaran Timbangan Kualitas dan Kehalalan
Ayat Tentang Tidak Boleh Mempermainkan Takaran Timbangan Kualitas dan Kehalalan. Dok. Gurupenyemangat.com

Pada intinya, saat berjualan takaran itu harus pas. Tidak hanya cukup di angka pada neraca, melainkan pula sesuai dengan kualitas barang yang dipesan.

Semisal, ketika kita mengaku menjual mangga manis, namun ternyata mangga itu semuanya asam setelah sampai di tangan konsumen, itu berarti takaran timbangannya tidak pas dari segi kualitas. Pada akhirnya, konsumen tadi kehilangan haknya.

Dengan demikian, mempermainkan takaran dalam timbangan itu begitu merugikan orang lain dan Allah sudah siapkan azab bagi orang-orang yang berlaku curang.

7. Larangan Merugikan Orang Lain dengan Memainkan Takaran (QS/Asy-Syuara/26:181-183)

۞أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ. وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ.  وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ  [ الشعراء:181-183]

Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; [Ash Shu'ara":181-183]

8. Larangan Mengurasi Takaran dalam Timbangan (QS Ar-Rahman/55:8-9)

أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ. وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ  [ الـرحـمـن:8-9]

Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. [Ar Rahman:8-9]

9. Kecelakaan Bagi Orang-orang yang Curang dalam Menakar (QS Al-Muthaffifin/1-3)

.وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ. ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ. وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُون  

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,   dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. [QS Al Muthaffifin:1-3]

Dalam Tafsir Jalalayn, kata wailun adalah kalimat yang mengandung makna azab sekaligus nama lembah di neraka sebagai tempat orang-orang yang curang.

QS Al-Muthaffifin mengancam keras orang-orang yang berbuat curang; yaitu mereka yang meminta dilebihkan saat diberikan takaran timbangan yang pas, tapi mengurangi timbangan saat memberikannya kepada orang lain.

***

Demikianlah tadi kumpulan Ayat Al-Quran sebagai dalil tentang menyempurnakan takaran dan timbangan. Sejatinya berniaga alias berdagang itu adalah muamalah yang bagus dan berpahala. Walau begitu, caranya pula harus baik karena menyempurnakan takaran timbangan adalah amanah.

Semoga bermanfaat.

Lanjut Baca: Kumpulan Ayat Al-Quran Tentang Infak dan Ancaman Bagi Mereka yang Meninggalkannya

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Ayat Al-Quran Tentang Takaran dan Timbangan Serta Ancaman Bagi yang Mempermainkannya"